sekolah pasar modal

Beli dan Jual Saham dengan DT NextG

Pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan teknis beli dan jual saham dengan menggunakan aplikasi DT NextG dari Bahana Securities. Broker ini adalah broker tempat penulis menjadi nasabah, karena Bahana juga merupakan salah satu sponsor di Sekolah Pasar Modal 2013 yang penulis ikuti. Sebagai awal, deposit pertama cukup 200 ribu rupiah saja khusus untuk peserta SPM 2013. Cukup murah untuk sekadar belajar berinvestasi di dunia pasar modal.

Dahulu, aplikasi untuk online trading dari Bahana dinamakan Direct Trading, namun versi terbarunya, DT NextG, memiliki fitur yang jauh lebih lengkap. Bertransaksi jual dan beli saham dengan aplikasi ini jauh lebih mudah daripada pesen baju bayi dari online shop yang pake Facebook. Serius.

Oya, untuk awal, mungkin ada yang bertanya, berapa idealnya jumlah uang yang mesti dipersiapkan untuk awal-awal terjun di bursa? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan sederhana : sejumlah uang yang Anda rela korbankan untuk HILANG. Kalau ikhlas 1 juta, ya 1 juta. Ikhlas hilang 10 juta, setor 10 juta. Itu jawaban yang saya dapat dari sekolah pasar modal.

Langkah-langkah untuk membeli / menjual saham di bursa efek (kita hanya membicarakan khusus Pasar Reguler) adalah sebagai berikut.

Terdaftar di salah satu broker

Broker bisa perusahaan mana saja. Pilihlah perusahaan yang bonafid, yang memiliki reputasi baik, misalnya dari segi jumlah nasabah, kesediaan fitur online trading, jumlah transaksi yang ditangani, sampai soal komisi transaksi yang kompetitif. Menjadi salah satu nasabah di broker tidak sulit, mirip ketika Anda membuka rekening di Bank. Isi formulir, dan tunggu sekitar 10 hari kerja. Kita akan memiliki Rekening Dana Nasabah yang sejatinya adalah rekening bank (untuk Bahana Securities, bekerja sama dengan BNI).

Rekening Dana Nasabah adalah tempat di mana kita melakukan setor/credit atau top up yang menjadi tempat khusus kita bertransaksi, baik jual maupun beli saham. Perlu diingat bahwa rekening ini sifatnya mirip rekening haji, sekali Anda setor, perlu prosedur khusus untuk menariknya kembali.

Download Aplikasi DT NextG untuk Online Trading

Kunjungi websitenya di http://directtrading.co.id/download, lalu unduh berkas instalasi sesuai dengan platform yang kita gunakan. Saat ini tersedia untuk Mac OSX, Windows, iOS, Android, dan BlackBerry. Sayang sekali penulis belum pernah mencobanya di Linux. Untuk Mac OSX, diperlukan Adobe Air versi terbaru. Klik dua kali pada berkas unduhan, lalu jalankan aplikasi seperti biasa.

Halaman Login DT NextG

Setelah aplikasi berjalan, kita akan dihadapkan pada halaman login. Gunakan username dan password yang didapat dari Bahana Securities (by system, dikirim via email). Ketika mengalami kesulitan, kita juga bisa telpon atau hubungi sales Bahana via email. Ada 2 kali “login” di dalam aplikasi DT NextG. Pertama, untuk masuk ke aplikasi dan sekadar melihat-lihat data dari bursa. Kedua, menggunakan PIN untuk melakukan transaksi jual, beli, amend order, dll (semua transaksi finansial).

jual beli saham dtnextg

Halaman Login DT NextG

Jual dan Beli Saham

Harga saham di bursa berkisar dari Rp 50 per saham hingga sekitar Rp 1,050,000 (MLBI). Harga saham tidak mungkin turun hingga di bawah harga Rp 50 per saham. Karena minimal pembelian di Pasar Reguler adalah 1 lot = 100 saham, maka kita hanya butuh goceng alias 5rebu perak untuk membeli saham. Jumlah yang lebih kecil daripada harga sebungkus nasi padang.

Setelah login di aplikasi DT NextG, pilih menu “Buy Order” atau ketik 4001 lalu enter di field pencarian. Tampilannya akan jadi seperti berikut ini.

jual-beli-saham-dtnextg-05

Halaman awal setelah login

jual-beli-saham-dtnextg-01

Pilih menu Buy Order atau Sell Order

Misalnya kita ketikkan TLKM untuk kode saham Telkom. Perhatikan bahwa kode saham biasanya merupakan 4 huruf yang mencerminkan nama sahamnya.

jual-beli-saham-dtnextg-02

Contoh Buy Order dengan saham Telkom

Mulai dari bagian kiri atas, adalah nomor nasabah, nama saya, dan field untuk PIN (bila hendak melakukan order). Code merupakan kode saham. Price untuk harga yang diminta. Jika checklist “Auto (Last)” dipilih, maka harga yang kita bid menyesuaikan offer price terbaik / termurah (lebih lanjut tentang Bid dan Offer, baca artikel sebelumnya tentang bagaimana sebuah harga saham terbentuk).

Selanjutnya untuk “Vol” adalah volume dalam satuan lot yang hendak dibeli. Jadi kalau beli 1 lot = 100 saham dikali harga diminta, itulah dana yang harus kita sediakan. “Mkt” adalah Market atau tipe pasar, dalam hal ini tidak bisa diubah alias hanya berkutat di Pasar Reguler. “Expire” berisi pilihan “Day” atau “Session”. Ada kalanya harga yang kita minta itu terlalu rendah sehingga nggak ada match atau tidak ada yang jual di harga segitu. Jika order kita lakukan di sesi 1, maka kalau “Day” yang dipilih, di sesi 2 nanti order akan terus dilanjutkan, tapi jika “Session” yang dipilih, order langsung dicancel otomatis. Untuk field “Value” adalah dana yang harus disediakan (jumlah lot x harga bid).

Untuk panel di bagian kanan, terdapat angka-angka yang biasanya berwarna hijau, merah, atau kuning. Hijau berarti ada peningkatan, merah turun, dan kuning tetap.
BidVol : Volume saham yang terjadi di harga tersebut dalam satuan lot
Bid : Harga bid atau harga yang diminta investor
Offer : Harga offer atau harga jual saham
OfferVol : volume offer di harga tersebut, dalam satuan lot pula

Tampak dari panel, posisi offer yang paling bagus atau termurah saat ini menjadi last price atau harga yang ditunjukkan oleh sistem untuk saham tersebut, dalam kasus TLKM adalah 2215. Jika kita melakukan order pada harga ini, maka sistem akan langsung melakukan match atau deal atau order terjadi. Sedangkan jika kita melakukan bid pada harga katakan 2210, maka kita mesti menunggu karena ada order sebelumnya yang sudah terjadi di bid tersebut, sebanyak 6079 lot.

Panel di bawahnya menunjukkan pergerakan harga saham tersebut. Dari gambar di atas
Last : posisi harga terakhir, yang meningkat 40 poin atau 1,83% dari harga penutupan hari sebelumnya.
Freq : Frekuensi transaksi yang terjadi
Volume : jumlah lot yang terjual
Value : nilai transaksi keseluruhan
Prev : Harga saham di hari sebelumnya, diberi label kuning karena di harga sebelumnya juga segitu.
Prev High : Harga transaksi yang tertinggi yang terjadi di hari sebelumnya.
Prev Low : Harga terendah saham di hari sebelumnya
High : Harga transaksi tertinggi sepanjang hari ini
Open : Harga pembukaan (saat market dibuka jam 9 pagi)
Low : Harga terendah yang terjadi sepanjang hari ini

Untuk panel paling bawah terdapat
Cash on T+3 : jumlah uang yang saya punya saat ini untuk bertransaksi. Ungkapan T+3 adalah transaksi sebenarnya baru akan terjadi 3 hari setelah order berhasil. Tampak bahwa di deposit saya hanya tinggal Rp 160,889 sehingga saya nggak bisa beli saham yang mahal.
Remain Trading Limit : Fasilitas trading limit adalah fasilitas “ngutang” yang disediakan oleh broker. Jadi walau saya nggak punya uang sekarang, broker bisa ngebayarin dulu transaksinya, dengan catatan saya harus bayar sebelum T+3. Darimana angka Rp 6,098,798 didapat? Tak lain tak bukan adalah nilai keseluruhan saham yang saya pegang saat ini jika dijual dengan harga pasar.

Mekanisme menjual saham atau Sell Order tidak jauh berbeda dari proses membeli saham atau Buy Order. Lihat saja panelnya di bawah ini.

jual-beli-saham-dtnextg-03

Panel Sell Order atau Jual Saham

 

Pengalaman Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (Bagian 4)

Tulisan Pengalaman Sekolah Pasar Modal ini adalah lanjutan tulisan berseri tentang Pasar Modal yang penulis ikuti tahun 2013 silam. Pada bagian akhir tulisan ini, kita akan sama-sama belajar melakukan transaksi langsung menggunakan aplikasi DT NextG dari Bahana Securities (tempat penulis menjadi nasabah).

Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal

 

Mekanisme Transaksi di Bursa Efek Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia, perdagangan saham seluruhnya diproses oleh komputer, sehingga tak ada lagi “lembaran” dan saham kini tak lagi disebut sekian “lembar”, karena memang tak ada lagi kertas saham. Terdapat beberapa macam pasar di bursa efek. Pasar saham dibagi menjadi pasar saham reguler, negosiasi, dan pasar tunai.

Pasar Reguler (kode RG)

Perdagangan dan proses tawar menawar di pasar reguler dilakukan secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction). Penyelesaian transaksi dilakukan pada hari ketiga setelah transaksi dilakukan. Misalnya transaksi terjadi hari Senin, maka uang baru akan berpindah tangan di hari Kamis. Jika transaksi terjadi di hari Rabu, maka serah terima baru akan terjadi di hari Senin (karna Sabtu dan Minggu bursa libur). Semua transaksi dilakukan secara remote menggunakan JATS – NextG, dengan jumlah saham yang diperjualbelikan harus dalam satuan round lot = 500 saham (namun sejak 6 Januari 2014,  1 lot = 100 saham. Ini memungkinkan investor membeli ketengan).

Pasar Negosiasi (Crossing)

Pasar negosiasi berisi transaksi yang tidak umum, misalnya transaksi jual beli saham perusahaan yang sifatnya individual, dan semuanya relatif bersifat tawar menawar antara kedua belah pihak. Hingga saat ini, transaksi saham terbesar (dengan ukuran nominal) terjadi ketika Phillip Morris membeli saham Sampoerna, yang nilainya mencapai 20 trilyun rupiah. Pada pasar negosiasi, berapa pun nilai jual sahamnya, tidak akan mempengaruhi harga saham di pasar reguler.

Pasar Tunai (kode TN)

Mekanisme transaksi di pasar tunai sama dengan di pasar reguler, hanya saja penyelesaian/serah terima dilakukan di hari yang sama dan dilakukan hanya pada sesi pertama (lebih lanjut tentang sesi, akan dibahas pada bagian “Jam Perdagangan di Bursa Efek Indonesia).

Pada tulisan ini, kita akan melulu berkutat di Pasar Reguler saja.

Lanjutkan membaca

Pengalaman Sekolah Pasar Modal IDX (Bagian 3)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari seri tulisan sebelumnya, Pengalaman Sekolah Pasar Modal IDX (Bagian 1) dan Bagian 2. Tentu saja seri tulisan ini hanya sekelumit dari pengalaman saya belajar, mohon koreksi pada kolom komentar supaya kita bisa saling berbagi ilmu.

Pada tulisan lalu kita sudah belajar beberapa hal dan karakteristik penting di dunia pasar modal. Kalau sekadar untuk menjadi investor pemula, penulis pikir sekolah pasar modal dari Bursa Efek Indonesia sudah lebih dari cukup dalam memberikan bekal. Dalam tulisan kali ini kita akan belajar sedikit tentang analisis fundamental, teknikal, dan terakhir terjun langsung dalam transaksi online alias mencoba menjual atau membeli saham tertentu di pasar reguler.

buku sekolah pasar modal

Sekolah Pasar Modal Bagian 3

Analisis Fundamental

Dalam membeli saham, terdapat 2 pendekatan utama untuk mengetahui apakah sebuah saham pantas untuk diperdagangkan. Analisa itu adalah analisa fundamental dan teknikal. Analisa fundamental adalah suatu analisa yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan publik. Continue reading

Pengalaman Sekolah Pasar Modal IDX 2013 (Bagian 2)

Tulisan ini melanjutkan postingan terdahulu dengan judul Pengalaman Sekolah Pasar Modal 2013 (Bagian 1). Sekolah pasar modal IDX bersifat gratis.

Disclaimer : saya hanya pemula, dan tulisan ini memang dikhususkan untuk belajar saja. Sekadar perkenalan buat pembaca yang ingin mulai berinvestasi di pasar modal. Mohon maaf bila terjadi kesalahan penulisan, dan mohon koreksi dari pembaca sekalian.

Sekolah Pasar Modal 2013

Sekolah Pasar Modal 2013

Di tulisan sebelumnya kita sudah belajar sedikit tentang dunia pasar modal dan saham. Berkaitan dengan IHSG, ada pula Indeks lain seperti sektoral, LQ45, Jakarta Islamic Index, Indeks Kompas 100, Indeks BISNIS-27, dan lain-lain. Sebenarnya indeks-indeks ini adalah indeks juga, tapi sahamnya merupakan saham pilihan, sesuai namanya, misal Kompas 100 adalah saham-saham pilihan dari Kompas. Indeks BISNIS-27 merupakan saham pilihan harian Bisnis Indonesia, terdiri dari 27 saham yang dipilih berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar.

Belajar saham selain di sekolah pasar modal IDX

Banyak sekali informasi yang bisa didapat soal perkembangan saham, seperti internet, media cetak ataupun elektronik. Berinvestasi di sektor saham merupakan potensi yang besar karena saat ini hanya 1 juta orang yang berinvestasi di Pasar modal Indonesia (termasuk Reksadana, ORI, dan Unit Link). Hanya sekitar 2,5 % saja dana kelolaan reksadana dibandingkan PDB. Coba bandingkan dengan 34,6% dana kelolaan Deposito. Kita boleh bangga juga karena Indonesia memiliki kelompok penduduk kelas menengah terbesar di Asia Tenggara.

Lanjutkan membaca

Pengalaman Sekolah Pasar Modal (1)

Bismillah

Disclaimer : saya bukan pakar, dan seri tulisan di kategori saham hanyalah catatan pinggir proses saya belajar. Mohon saran dan masukannya pada kolom komentar.

Sekolah Pasar Modal 2013 adalah sebuah program dari IDX alias PT Bursa Efek Indonesia yang diperuntukkan sebagai edukasi bagi investor pemula di dunia pasar modal (saham dan turunannya). Program ini bersifat gratis dan memang sudah dimulai sejak tahun 2006. Tulisan ini adalah cuplikan pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal 2013 yang lalu, untuk level 1 (awal April 2013) dan level 2 (awal Mei 2013). Bila Anda tertarik ikut di kelas Sekolah Pasar Modal kloter berikutnya, silakan langsung email sekolahpasarmodal at idx.co.id dengan menyertakan identitas lengkap dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Pasar modal (saham dan turunannya) menjadi alternatif lain portofolio investasi karena dinilai relatif lebih menguntungkan daripada produk investasi lain seperti reksadana, emas, atau deposito/tabungan berjangka. Kelas Sekolah Pasar Modal 2013 sendiri berlangsung selama total 3 hari (2 hari untuk level 1 dan sehari untuk level 2). Syaratnya untuk menjadi peserta di level 1 sebenarnya tidak ada, namun karena waktu pelaksanaannya selalu di hari kerja, Anda harus mengajukan cuti jauh2 hari sebelumnya. Untuk menjadi peserta di level 2, Anda perlu terdaftar sebagai nasabah di salah satu broker (sudah memiliki kartu Akses dari KSEI).

buku sekolah pasar modal idx

Materi Sekolah Pasar Modal 2013

Apa saja materi di sekolah pasar modal?

Baca selanjutnya