Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

mengambil resiko asuransi

Perlukah Membeli Asuransi?

Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah “Apakah kita membutuhkan asuransi?” mungkin jawaban sebenarnya adalah “belum tentu”. Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi “saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi“. Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi!

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar!

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya “kudu dibilang wow gituh”. Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beliย asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda “beli” produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! ๐Ÿ˜€

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

About Prabowo Murti

Hi, I read a lot, so I write a lot. Circle me on Google Plus

586 thoughts on “Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

    1. Hi Yudi Ganteng, silakan dibandingkan saja premi yang telah dibayarkan dengan uang pertanggungan dari pihak asuransi. Jika memang selisihnya tidak terlalu besar, saya pikir lebih menguntungkan bila dana untuk premi dialokasikan untuk investasi yang sifatnya likuid.

      Perlu diperhatikan bahwa perusahaan asuransi harus memperoleh profit, jadi semakin besar resiko seseorang terkena penyakit yang akan menguras kantong, maka preminya pun akan semakin besar. Apakah perusahaan asuransi mau menanggung perawatan kanker paru-paru bagi perokok aktif?

      1. Apakah sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempunyai simpanan yang bisa dibeli untuk proteksi asuransi? Jika pun ada kelebihan konsumsi, uang berlebihnya lebih banyak disimpan di bank. Lalu bagaimana dengan warga miskin yang tidak punya uang berlebih? Apakah produk asuransi menjadi barang mewah bagi saudara kita yang secara finansial masih berada di bawah garis kemiskinan?

        Sigma World Insurance in 2010 melaporkan bahwa Indonesia tergolong negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Ukurannya adalah Insurance Density dan Insurance Penetration. Negeri dengan penduduk lebih dari 240 juta ini menempati peringkat ke-11 dari 27 negara di Asia. Posisi tersebut berdasarkan total premi Indonesia pada tahun 2010 sebesar 10,7 Milyar Dollar. Premi tersebut mencakup asuransi jiwa dan asuransi umum. Jumlah premi tersebut sebenarnya meningkat 28,91 persen dibandingkan tahun 2009.

        Jawara Asia ditempati oleh Jepang. Indonesia kalah jauh dengan tiga negara ASEAN: Singapura, Thailand, dan Malaysia yang berada pada peringkat 7 sampai 9. Jika total premi tersebut dibagi dengan GDP- dikenal dengan insurance penetration- maka nilanya hanya 1,5 persen dari GDP. Untuk indikator tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-16. Jika total preminya dibagi dengan jumlah penduduk maka posisi Indonesia tambah melorot, yaitu pada posisi ke 22 di Asia dengan nilai premi per kapita sebesar 45.8 Dollar, atau sekitar Rp 400 Ribuan saja.

        Sekarang mari kita lihat indikator untuk asuransi jiwa. Laporan yang dirilis Swiss Ree tersebut mencatat total premi asuransi jiwa di Indonesia sebesar 7.2 Milyar Dollar. Kecedenrungannnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu meningkat sebesar 31.1%. Bolehlah kita tidak perlu berkecil hati karena Indonesia nongrong di peringkat ke sepuluh di Asia. Nilai insurance density- yaitu nilai premi asuransi jiwa dibagi jumlah penduduk โ€“ adalah sebesar 30,9 USD, atau hanya Rp 275 Ribu.

        Indikator tersebut membuat kita miris.Apakah memang seluruh masyarakat Indonesia tidak bisa menyisakan uangnya untuk perlindungan dirinya dari segala risiko yang mengancam jiwa atau kesehatan dirinya? Setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.

        Pertama, kondisi tersebut bisa saja dikarenakan fungsi dan peran asuransi kurang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia. Orang Indonesia lebih mengenal produk-produk perbankan dibanding jasa asuransi. Coba saja tanya kepada beberapa orang di dekat Anda. Apakah mereka mengenal apa itu asuransi berjangka, mutiguna, atau dana pensiun. Kurang dikenalnya fungsi dan peran asuransi menjadi pekerjaan rumah dari pelaku industry asuransi.

        Kedua, orang Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, tapi belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah โ€œbisnis janjiโ€. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi. Faktor ini lebih banyak berhubungan dengan kesadaran atau tanggung jawab. Apalagi jika manfaat asuransi tersebut menjadi hak atau warisan dari anak atau keturunannya. Kepastian manfaat finansial bagi anak atau keluarga seharusnya bisa menjadi motivasi utama untuk membeli asuransi.

        Ketiga, orang tidak membeli asuransi karena memang tidak punya uang untuk membelinya. Walaupun mereka tahu fungsi dan peranan asuransi, rasanya percuma saja karena ketidakberdayaan finansial membuat asuransi hanyalah mimpi. Jika kondisinya sudah begitu, apakah pemerintah harus lepas tangan dan membiarkan jiwa sebagian masyarakat Indonesia seolah tidak berharga sama sekali?

        Berkenaan dengan faktor ketiga tersebut, pemerintah memang sudah melalukan berbagai upaya, di antaranya adalah jaminan kesehatan masyarakau bagi warga miskin, keberadaan asuransi sosial seperti jasa raharja, kewajiban perusahaan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya melalui program jamsostek. Bahkan, UU Sistem Jaminan Sosial pun sudah diberlakukan sejak pemerintahan ibu Megawati pada tahun 2004. Namun, UU tersebut sepertinya belum ada gaungnya. Memang masih menunggu terbentuknya lembaga yang mempunyai kewenangan dalam mengelola dana untuk jaminan sosial, yang sampai saat ini masih diperdebatkan di legislatif.

        Atau, kita mungkin pernah mengenal micro-insurance yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang secara finansial masih kurang beruntung. Bisa saja, perusahaan asuransi menjual produk asuransi dengan nilai premi yang kecil, bahkan bisa ditarik per hari. Secara teoritis itu bisa saja diberlakukan. Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

        Akhirnya, ini kembali ke kesadaran kita semua- baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk juga peran para pelaku atau praktisi asuransi di Indonesia.

        Jadi, masihkah Anda berpendapat bahwa asuransi itu hanya untuk orang kaya saja?

      2. Ada Asuransi yg menggung Perokok Aktif….namun manfaat nya tidak sbesar yg tdk merokok, apalagi premi yg di bayarkan kecil. Udh tau Perokok/punya potensi penyakit, tp byr Premi nya kecil. Matilah kau di makan Cacing…. :)

    2. Analoginya ngga separah itulah….anda perokok berat dan menderita kanker paru-paru. Penyakit kita tidak tahu kapan datangnya dan jenisnya. Walaupun anda sehat sekarang mungkin saja menderita penyakit kronis pada masa yang akan datang. Fungsi utama asuransi adalah transfer resiko. Investasi yang liquid memang baik tetapi tidak ada transfer resiko dan kemungkinan bangkrut juga ada

      1. Halo Bung Samsuddin,

        Terima kasih atas komentarnya. Silakan berpromosi tentang produk asuransi yang Bung jual, nanti kita bahas sama-sama di sini. Preminya berapa, dapetnya apa aja, termasuk perbedaan signifikannya dengan produk asuransi yang lain.

        Saya sebetulnya capek meladeni agen asuransi, tapi demi meramaikan blog ini dan membuat pikiran kita semua terbuka, silakan saja Bung Samsuddin gelar lapak di sini. :)

    3. Wah terima kasih penulis saya sbnrya agk rgu tpi say mmbca artikel ini saya ykin bget gg mw ikut.. tryta mmg bner lebih baik nbung sndri dan perbyk. Bli yg bsa dju aa l dgn cpt terima ksih.. sya mncri artkel ttg sbuah asurnsi krna sya. Dtwren temen utk ikut mreka mnwarkan mmg yg bgus tpi sya blom ykin mkaya mncri dgoogle tryata mnmukn artkel ini jdi saya brmanfaat skli terma ksih

      1. Saya setuju sekali dengan perkataan pemilik blog ini.. Dan beberapa komentar teman2 yang lebih memilih untuk investasi membeli emas, atau nabung di bank aja. Itu pendapat sangat luar biasa..

        Yuk kita analogikan coba investasi emas. Anda punya uang beli emas seberat 1 gram setiap bulan. Anggap aja anda rutin beli emas tiap bulan selama 3 thn. Anggap harga mas saat membeli 500rb. Berarti anda berhasil membeli emas 36 gram menabung uang sebesar 18.000.000. Ternyata di tahun ke 4 harga emas naik jadi 700rb. Wow anda sudah punya duit simpanan 700.000×36 gram emas= 25.200.000 investasi anda sangaat untung.
        Tapi ternyata anda kena sakit yang butuh dana rawat inap dan operasi 35jt. Dengan sangat terpakasa anda harus menjual emas yg anda simpan + minjam dana tambahan dari kerabat atau bank untuk membayar biaya tsb. (emas anda/tabungan anda kembali 0) dan setelah sembuh anda harus kerja ekstra buat ngebayar hutang di bank atau ke kerabat (ga ada yg gratis). Anda terpaksa kerja lebih keras lagi pastinya.. Huftt apa ga sia2 tuh duit yg dah di tabung hilang sekejap???

        Jika anda memiliki asuransi unit link. Kita akan hitung dengan seksama. Anda menabung 500rb/bulan dan berjaln baru 2 tahun. Tiba2 anda sakit yang lebih ekstreem. Terkena penyakit jantung
        Butuh dana 150jt untuk biaya perobatan dll. Anda ga perlu khawatir. Meski anda baru nabung 12jt di asuransi. Assuransi saya siap memberi uang 100jt berupa cek + 50 jt biaya rawat anda (pru hs). Anda ga perlu keluar uang 1perak pun. Dan ingat nilai tunai anda yang di invesasikan tetap tersedia lho. Setelah anda keluar dr rumah sakit, anda tidak wajib membayar premi lagi. Karna premi anda akan di bayar selama masa kontrak anda. Dan uang anda akan trus bertambah. Dan nilai tunai ini bisa menjadi dana pensiun atau biaya pendidikan anak anda.

        Jika kita bisa memprediksi kapan kita sakit, dan anda bisa hidup selamanya. Maka asuransi memang tidak anda butuhkan saat ini.

        Begini lah ilustrasi yang mungkn bisa anda pahami. Jd kita bs menilai sendiri. Asuransi penting atau tidak buat kita.
        Informasi lebih jelas. 081297129461 (Agent AGENT PRUDENTIAL YANG BERSERTIFIKAT)

        SALAM HORMAT SAYA..

      2. Pak Yanel… inti menabung itu semua baik. Tapi masalahnya manakah yang lebih efisien.
        1. Menabung di Bank. Kalo menurut saya bank itu bukan untuk menabung. Tapi tempat penitipan duit. Anda tabung hari ini 500rb. Besok sudah anda tarik lagi. Belum lagi potongan administrasi.

        2. Properti/tanah. Bagus tapi untuk jangka waktu yang lama. Jika anda terkena sakit kritis. Butuh uang 200Juta dan terpaksa harus menjual property anda. Apakah anda bisa menjual property anda pada saat itu juga?

        3. Emas, akan bagus jika harga naik. Jika anda sakit dan butuh uang 200Juta. Anda jual emas anda, ternyata harga emas anjlok. Dan tidak mencukupi dana perobatan anda. Apakah anda harus berhutang?

        Solusi yang tepat adalah asuransi. Karena uang nya sudah tersedia. Anda tidak perlu menjual asset anda yang telah anda kumpul bertahun tahun

    4. Yang jelas2 aja… makanya nabung emas, jelas banget itu… tinggal jual ke toko terus udah pasti naik harganya kalo di invest dalam jangka waktu lama.

      Dari pada nungguin claim ga jelas dan “bertele-tele”. Emangnya sempet anda mau beli obat sampe nunggu claim dana keluar? Iya kalo penyakitnya biasa, lah kalo kritis?

      # Mana ada perusahaan yg ga mau untung.

      1. Skrg sdh ada kartu rumah sakit mas , tergantung polis apa yg mas ambil . Bagus kok ada asuransi , tante aku jatuh sakit sdh ga punya anak dan siapa2 untung masih ada polis saat sakit ada asuransi dulu yg bayarin . Dan claimnya juga gampang . Mungkin susahnya di 10 tahun dulu kali ya.

      2. Setuju banget pak.. Lebih baik beli emas.. Gampang di jual.. Kalau butuh tinggal jual. Uang di cari lagi ya pak.. Tetus kalau sakit keritis butuh dana gede 200jt. Bisa langsung jual emas, kalau masih kurang jual rumah, sisa uang jual rumah buat ngontrak, nah tragis sekali.. Kebayang ga setelah keluar rumah sakit anak istri mau makan apa?? Biaya sekolah anak dari mana?? Sungguh egois sekali kita.. Jika sebagai orang tua tidak memikirkan nasib anak istri kita or keluarga kita. Yang kita cari selama ini hanya di habiskan untuk diri kita sendiri.. Nasib keluarga kita sungguh tragis akhirnya.. Dan saat itu baru terfikir kenapa saya dulu ga punya asuransi.. Tapi smua sudah terlambat..

        Jika memiliki asuransi.. Saat sakit kritis butuh dana 200jt untuk perawatan dan perobatan. Sudah di cover ama perusahaan asuransi. Rumah aman ga jadi kejual, tabungan masih aman. Mohon maaf ternyata ga lama kemudian meninggal.. Sudah ada uang pertanggungan tersedia ratusan juta bahkan milyaran rupiah + nilai tunai yang ada di tabungan.
        Mohon maaf dengan begini ada warisan yang sangat bermanfaat di tinggalkan untuk anak istri/ keluarga.. Dan sehingga masa depan mereka akan lebih cerah dan bisa menyelesaikan pendidikanya. Meski kita tiada tapi kita sudah berbuat yang terbaik buat keluarga.. Sehingga mereka akan selalu mengenang kita sampai ke anak cucu mereka.

        Mengapa harus punya asuransi.?? Karena kita tidak tau kapan kita akan terserang sakit, dan kita ga pernah tau kapan nafas berhembus untuk tterakhirkali.

      3. Setuju banget pak.. Lebih baik beli emas.. Gampang di jual.. Kalau butuh tinggal jual. Uang di cari lagi ya pak.. Tetus kalau sakit keritis butuh dana gede 200jt. Bisa langsung jual emas, kalau masih kurang jual rumah, sisa uang jual rumah buat ngontrak, nah tragis sekali.. Kebayang ga setelah keluar rumah sakit anak istri mau makan apa?? Biaya sekolah anak dari mana?? Sungguh egois sekali kita.. Jika sebagai orang tua tidak memikirkan nasib anak istri kita or keluarga kita. Yang kita cari selama ini hanya di habiskan untuk diri kita sendiri.. Nasib keluarga kita sungguh tragis akhirnya.. Dan saat itu baru terfikir kenapa saya dulu ga punya asuransi.. Tapi smua sudah terlambat..

        Jika memiliki asuransi.. Saat sakit kritis butuh dana 200jt untuk perawatan dan perobatan. Sudah di cover ama perusahaan asuransi. Rumah aman ga jadi kejual, tabungan masih aman. Mohon maaf ternyata ga lama kemudian meninggal.. Sudah ada uang pertanggungan tersedia ratusan juta bahkan milyaran rupiah + nilai tunai yang ada di tabungan.
        Mohon maaf dengan begini ada warisan yang sangat bermanfaat di tinggalkan untuk anak istri/ keluarga.. Dan sehingga masa depan mereka akan lebih cerah dan bisa menyelesaikan pendidikanya. Meski kita tiada tapi kita sudah berbuat yang terbaik buat keluarga.. Sehingga mereka akan selalu mengenang kita sampai ke anak cucu mereka.

        Mengapa harus punya asuransi.?? Karena kita tidak tau kapan kita akan terserang sakit, dan kita ga pernah tau kapan nafas berhembus untuk tterakhirkali.
        Info lebih lengkap silahkan call 081297129461. Karena kami selalu memdengarkan dan selalu memahami

      4. jaman sekarang biaya rawat inap kalo sakit ga perlu repot harus nunggu claim baru beli obat pak… udah ada yang dibayar sesuai tagihan..
        jamannya udah cashless…

    5. Begini ya.. Saya setuju asurasi untuk hidup artinya untuk menunjang hidup. Seperti asuransi kesehatan punya bpjs. Tapi kalu asuransi jiwa gak usahlah karena kita pasti mati. Pertanyaannya : kalau nanti kita mati keluarga kita gimana? Makanya beri pengetahuan pada anak istri untuk mandiri sebelum kita mati. Kalaupun ada asuransi paling cuma bisa dipakai setahun.

  1. Saya setuju dg om yudi,saya sendiri adlh sarjana asuransi,back ground saya perawat ,sy prnh bekerja d rumahsakit, banyak org kaya yg tdk pnya asuransi tiba2 sakit sampai mengeluarkan uang berpuluh2 juta,pdhl dg ikut asuransi iuran premi hanya sekian ratus ribu,tp dpt mencover rawat inap/penyakit yg biayanya bs lebh dari iuran premi yg d bayarkan.
    Asuransi premi tdk menanggung kanker paru2??
    Ca paru(kanker paru2),tdk semua penybabnya adlh perokok aktif,seorang peroko aktif jika mengalami keluhan dari akibat rokoknya biasanya pnykit :batuk,infeksi pernapasan atas,tbc paru(utk tbc paruparu,disediain obat oleh pemerintah d setiap rs/puskesmas secara GRATIS dan d minum selama 6 bln berturutturut) ,jadi intinya premi besar krn qt sdh pnya penyakit/usai pd saat masuk asuransi WAJAR (kan qt udh g sehat saat masuk asuransi),tp kl qt sakit qt ada jaminan,beda kl qt udh penyakitan g ada asuransi,saat qt trkena sakit qt harus mengluarkan uang jauh lbh besar dari premi,dan qt tdk tau kapan sakit itu akan datang ?(Krn risiko itu sifatnya tdk pasti),,,,pahami manfaat asuransi ,jgn d lihat brpa besar premi yg hrs q bayarkan…
    Semoga bermanfaat

    1. Bebas-bebas saja bila ada pro dan kontra soal asuransi. Sebetulnya dari kacamata Islam, asuransi sifatnya gharar (mengandung ketidakjelasan, apakah kita akan sakit atau tidak). Bisa dibaca di situs muslim.or.id.

      Namun dari sisi finansial, saya merasa bila premi kita alihkan ke investasi lain, untuk “membiayai” biaya perawatan kesehatan, akan lebih menguntungkan daripada menyerahkan premi ke perusahaan asuransi. Untuk beberapa kasus memang ada pasien yang biaya berobatnya jauh lebih besar daripada premi asuransi yg telah dibayarkan (pasien untung), namun jauh lebih banyak lagi orang2 sehat baik2 saja yang terus membayar premi tanpa ada klaim (dari sinilah perusahaan asuransi memperoleh (sumber) profit)

      Demikian Mas.

      1. maaf mas saya iseng2 aja nyari artikel tentang asuransi karena ada tugas dan baca ini. saya rasa sakit dan mati itu hukumnya pasti selama kita cuma manusia cm kita ndak tau kapan itu terjadi. kalo kita meninggal dan sbg kepala keluarga kita tidak bisa meninggalkan bekal utk keluarga masak kita cuma bisa menyalahkan “takdir” hehehe….. klo saya pribadi sih setuju dg asuransi tradisional yg tanpa embel2 nilai investasi.

      2. Bung, kalau mau jualan asuransi langsung aja jelaskan produk Bung di sini. Nanti yang merespon nggak cuma saya. Saya muak sih sebetulnya denger penawaran seperti ini.

        kalo kita meninggal dan sbg kepala keluarga kita tidak bisa meninggalkan bekal utk keluarga masak kita cuma bisa menyalahkan “takdir”

        Saya nggak menyalahkan takdir. Yang pasti duit anggaran asuransi sudah saya alokasikan untuk investasi yang returnnya lebih besar. Kenapa saya harus menyesal?

      3. iya bung sama saya juga sudah muak bgt sama org yg hanya jualan investasi yg ternyata hanya omong kosong dan berujung penipuan. klo bung jualan investasi boleh jg kok di share disini kali aja saya berminat ntar.

      4. Bung Bowo, bicara soal gharar, ya sebenarnya investasipun juga ada ketentuannya dalam Syariah. Nah Bung ini nulis artikel dari kacamata mana? Asuransi & Investasi konvensional? Syariah? Kalau Bung bicara soal investasi konvensional ya gak usah bahas kacamata Islam, jelas Bung jadinya lebih ngawur dari agen asuransi. Bung ini jalur-nya yang mana ya?

        Kalau yang saya tahu, cukupkan dulu proteksi, kemudian baru investasi, dan seterusnya. Bung mau investasi duluan? monggo. Tapi kalau boleh ingatkan, itu artinya Bung membentuk asset seperti membangun istana pasir.

        Lain kali, kalau nulis atau jawab komen ya yang bobot. Kasihan pembaca baru yang tidak begitu paham, akhirnya bisa tersesat ikut bangun istana pasir juga, itu kalau Bung punya tanggungjawab lho sebagai penulis. Lagipula Bung nulis seperti ini apa punya jaminan bahwa itu 100% baik?

        Gak perlu juga menulis nantangin agen jual lapak, kalau emang butuh asuransi, bilang saja kebutuhannya apa. Karena asuransi sendiri ada banyak macam varian produknya. Pastinya agen yang baca kalau dimintai baik-baik juga akan senang hati menjelaskan.

        Perkara analogi ban mobil serep, saya sih cuma bilang kalau emang 100% gak butuh asuransi, kenapa gak sekalian aja keluar rumah tanpa alas kaki? Udah sebut-sebut agen asuransi, tukang ban serep pula yang dibahas. Dua minggu lalu ke tukang ban serep, nggak ada tuh tukang ban-nya nakut-nakutin saya buat beli ban. Saya bebas milih ban-nya.

        Agen asuransi gak butuh prospek yang gak sadar resiko kok, capek ngejelasinnya, buang waktu. Hidup kan milik kita masing-masing. Lagipula Bung udah nulis seperti ini pasti akalnya panjang dong. Ngomong-ngomong udah baca statistik penyebab mati? Udah tahu kan 95% itu sakit? Untuk Bung yang cerdas ini, tahu dong artinya apa? Bung bisa proyeksikan biaya di Rumah Sakit nanti abis berapa sebelum akhirnya bisa pindah dunia? Bisa Bung bikin target investasi berdasarkan sakit pilihan yang dimaui? Oh iya, sekedar bantu Bung nih, obat termahal di dunia kurang lebih Rp. 15.000.000.000. Kira-kira gimana investasinya sementara Bung gak tak bakal kena sakit itu apa nggak.

        Saya merespon karena kasihan sama yang lain, khawatir mereka terjerumus ikutan bikin istana pasir seperti yang saya sebutkan di atas. Jadi masyarakat harus hati-hati. Apalagi dengan tulisan-tulisan model ini, yang kalau dicermati dangkalnya banyak. Terima kasih.

        All the best luck ya Bung. Happy projecting investment, ingat, harga obat termhal Rp. 15.000.000.000 aja.

      5. mnrt saya asuransi ttp dibutuhkan…tp disamping itu kt mendiversify keuangan kt ke produk lain (emas, property, saham, reksadana)…jd dont save money in one basket saja…itu saran saya…krn penjelasan anda jg mnrt saya trllu subjektif.

      6. gak semua asuransi seperti itu, tergantung kacamata kita melihat kedepannya. klo mau ambil asuransi yang memang syariah lihat akadnya lihat hukum yang di pke, gausahlah mengejudge asuransi. kembali lagi sama kebutuhan kesehatan kita. toh kita menabung juga asti ada bunga atau halainnya yang memang kan pasti kita gak tau ada unsur riba atau mudaratnya…ya itu kembali ke niat kita aja, tanpa perlu mengejudge

  2. Dear all..

    Kehidupan ini ibarat nyetir mobil….
    kebetulan Penulis memilih nyetir mobil tanpa ban serep…

    dan kenapa setiap mobil di dunia ini selalu memakai ban serep yang notabene dengan ada biaya ban serep..

    yang pasti pencipta mobil menginginkan para pengguna sampai tujuan nnya dengan kepastian tanpa resiko berhenti di jalan karena ban meletus atau bocor.

    begitu juga dalam hidup ada cita cita, dan banyak jalan untuk mencapainya.. dan banyak juga resikonya… tinggal pilih

    1. Benar sekali, hidup ini ibarat nyetir mobil. Tapi tahukah Anda seberapa sering kita semua mengganti ban serep? Penulis memilih untuk “menginvestasikan biaya ban serep ke instrumen investasi yang lebih menguntungkan, supaya kalau ada apa-apa di jalan masih bisa dihandle tanpa ban serep”. Masalahnya, para penjual ban serep menakut-nakuti bahwa jalanan sedemikian hancur, bergelombang, blablabla, sehingga ban serep yang mereka jual laku keras. Ada pula orang yang beli ban serep sampe 3-4 biji.

      Inti dari tulisan ini bukan untuk menghalangi rejeki para agen asuransi. Intinya adalah membeli asuransi yang benar-benar Anda butuhkan, daripada mendengarkan bulat-bulat segala omong kosong orang asuransi. Coba simak tulisan Priyadi di http://priyadi.net archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/

      Semoga tercerahkan.

      1. Mas bowo,pertimbangan anda mengenai produk investasi memang benar,tapi semua kembali ke penilaian masing2, smua ada porsinya Dan sesuaikan dengan kebutuhan financial kita, instrument investasi apapun ada resiko,termasuk,deposito, pasar modal,property,emas, asuransi dll,kita hanya me manage resiko tsb dengan penempatan alokasi investasi yang proportional termasuk produk asuransi yang kita beli,jadi ga bisa sebuah produk asuransi itu tidak baik…tergantung produk asuransi yg mana yg kita butuhkan

  3. GOTONG ROYONG itu esensi dari asuransi… mereka yg kaya mau ikut asuransi itu sadar mereka gk bisa mengelola uangnya sendiri mau nya di tanggung bersama gan ๐Ÿ˜€ sama, saia karena gak bisa mengelola uang saia dengan baik ya saia percayakan sama perusahaan asuransi… terlepas dari untung rugi… ya kembali lagi untungnya saat mati… saia apresiasi tulisan anda… ya kl gk mau rugi pastikan diri selalu SEHAT ๐Ÿ˜€

    Dan dibalik itu semua akan selalu muncul perbandingan, 20 tahun yg lalu mana ada orang yg mau nabung di BANK mending disimpan dibawah bantal… ๐Ÿ˜€ tapi seiringnya waktu liat sekarang hampir disudutan jalan semua ada ATM satu orang bisa punya 5-6 akun di BANK… asuransi sekarang ya seperti itu.. 5/10 tahun lagi percaya atau tidak percaya terima atau tidak terima ASURANSI akan tetap MENGUNTUNGKAN ๐Ÿ˜€

    merujuk kepengalaman pribadi paman saia 1thn yg kemarin agen asuransi nawarin tuh kedia… penghasilan sih gk klah2 amat 15jt/bulan… sakit jantung 10 bulan kemudian di kerjaan di pecat, rumah dijual, anak putus sekolah… biaya sakit kebocoran klip jantung 135jt dalam 2 minggu… org kl sudah sakit butuh nya dana segar yg cepat… gak sesimple hitungan diatas… ๐Ÿ˜€

    Urusan mau atau tidak mau beli asuransi mah itu urusan ANDA gan, yg punya tanggungan anda yg punya keluarga ya jg anda… mau disimpan kemana juga itu urusan ANDA kok ๐Ÿ˜€ begitu juga pembaca yg lain urusan anda sendiri… ๐Ÿ˜€

    http://finance.detik.com/read/2009/10/12/175518/1220162/5/tahun-2014-semua-penduduk-wajib-miliki-asuransi-kesehatan

      1. Kenapa mas bowo selalu mengatakan “silahkan buka lapak disini?” Padahal mereka hanya mengeluarkan opini, belum tentu mengeluarkan opini… Sebaiknya anda memilih kalimat lain yang maaf lebih masuk ke logika pembaca… Tolong juga jelaskan instrumen investasi lain sehingga para pengguna jasa asuransi bisa sadar dan mengalihkan dananya… Terima kasih…

      2. bagaimana dengan Asuransi kesehatan BPJS mas…?
        ato yg lebih parah lagi, Asuransi Jiwa Sraya… mas pernah samsat motor/mobil..? disitu ada asuransinya…
        kira2 kl itu regulasi, apakah salah juga…?

  4. satu lagi deh agan jawab yaaaa ๐Ÿ˜€

    Bebas-bebas saja bila ada pro dan kontra soal asuransi. Sebetulnya dari kacamata Islam, asuransi sifatnya gharar (mengandung ketidakjelasan, apakah kita akan sakit atau tidak). Bisa dibaca di situs muslim.or.id.

    Namun dari sisi finansial, saya merasa bila premi kita alihkan ke investasi lain, untuk โ€œmembiayaiโ€ biaya perawatan kesehatan, akan lebih menguntungkan daripada menyerahkan premi ke perusahaan asuransi. Untuk beberapa kasus memang ada pasien yang biaya berobatnya jauh lebih besar daripada premi asuransi yg telah dibayarkan (pasien untung), namun jauh lebih banyak lagi orang2 sehat baik2 saja yang terus membayar premi tanpa ada klaim (dari sinilah perusahaan asuransi memperoleh (sumber) profit)

    Demikian Mas.

    para jamaah haji saja, yang saat ini sedang ibadah ke Makkah, SEMUA DI ASURANSIKAN… Padahal mereka jelas-jelas TAMU
    ALLAH…. harusnya mereka ndak perlu lagi donk beli Asuransi? Wah ibadah hajinya HARAM donk???? ๐Ÿ˜€

    Kenapa PNS harus ada ASKES yg natabene Indonesia mayoritas ISLAM, berarti haram donk?

    Coba perhatikan bagaimana pemerintah mengasuransi semua PNS di ASKES dan menyiapkan dana pensiunnya di
    TASPEN, bagaimana semua BANK mengasuransikan semua orang yang mengajukan kredit di bank tersebut, bagaimana
    setiap perusahaan mengasuransikan semua karyawannya, bagaimana setiap perusahaan pembiayaan maupun bank juga
    mengasuransikan setiap jaminannya, rumah diasuransikan kebakaran, mobil di asuransi All risk, dll… Pertanyaannya :
    1. Apakah PEMERINTAH Tidak Mikir hingga keluarga anggaran yang besar uang untuk bayar ASKES dan TASPEN?
    2. Apakah semua BANK Syariah atau pun non syariah tidak mempunyai cara lain hingga repotโ€“repot membebani nasabahnya WAJIB memiliki Asuransi Jiwa ?
    3. Apakah semua Perusahaan tidak Punya UANG untuk biaya kesehatan karyawannya hingga harus membelikan Asuransi?
    4. Apakah para perusahaan Leasing YAKIN bahwa setiap rumah yang dijaminkan PASTI TERBAKAR hingga harus di
    asuransikan ? Atau Setiap MOBIL pasti hilang hingga semua juga harus di asuransikan?

    INGAT !!! Asuransi itu untuk :
    “MENCIPTAKAN RASA AMAN”. Ya itulah fungsi asuransi. Saat ini, saya mengasuransikan semua rumah saya dengan asuransi
    kebakaran, bukan berarti saya pengen rumah saya terbakar. Saat ini saya mengasuransikan semua mobil saya bukan berarti saya pengen Mobil saya hilang. Saat ini saya mengasuransikan DIRI saya, bukan karena saya pengen Sakit, atau juga bukan berarti saya pengen MATI BESOK. Saya membeli asuransi karena :
    1 Saya tidak mau kalau terjadi resiko kebakaran saya harus stress, karena justru rumah saya akan diganti dengan rumah
    baru.
    2 Saya tidak mau kalau mobil saya lecet atau hilang saya keluarkan uang ekstra, justru mobil saya akan diganti dengan
    yang Baru.
    3 Saya ingin jika sakit, saya tidak perlu JUAL โ€“ JUAL ASET yang saya kumpulkan sejak Lama.
    4 Dan saya Mau, jika “Allah panggil saya” maka Istri dan anakโ€“anak saya TETAP MEMILIKI KEHIDUPAN TERBAIKNYA.

    coba kita lihat diluar sana, berapa banyak orang yang ketika Rumahnya terbakar, mereka stress dan seperti KEHILANGAN HARAPAN HIDUP ketika ada keluarganya sakit harus merelakan RUMAH satu satunya DIJUAL hanya untuk biaya berobat, dan ketika seorang Kepala Rumah Tangga MENINGGAL, maka Istrinya TERPAKSA KERJA untuk menafkahi anak โ€“ anaknya yang masih KECIL โ€“ KECIL.
    Ok, Sudahlah kalau anda belum punya cukup dana untuk berasuransi, tidak usah komentar negative sama asuransi.
    ASURANSI ITU BAIK dan SEMUA ORANG BUTUH ASURANSI. Lebih baik anda focus meningkatkan penghasilan anda supaya anda memiliki cukup dana untuk berasuransi… :)

    Jika, anda masih ragu dengan Asuransi itu Halal atau Haram silahkan anda Tanya ke Dewan Syariah di Majelis Ulama Indonesia, mereka adalah kumpulan PARA ULAMA yang mengkaji Asuransi dari semua sudut pandang agama. Jika Asuransi itu HARAM, pastilah MUI akan membuat Fatwa tentang hal ini.

    1. Thanks sudah berkomentar ya Mas, tapi maaf saya belum butuh asuransi (dan mudah-mudahan tidak sampai ada klaim asuransi, karena itu berarti saya mengalami sebuah musibah : kecelakaan, sakit, rumah terbakar, anak sekolah nggak punya duit, dll).

      Silakan baca ini dulu Mas : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-asuransi.html Silakan baca juga link menuju tulisan Mas Priyadi di komentar saya sebelumnya. Sekali lagi terima kasih sudah berkomentar.

      1. itu kan versi islam menurut tafsir mas…
        kl di indonesia, MUI mengharamkan asuransi kredit bank ya… atau asuransi BPJS yang diwajibkan sekarang..
        hayoooo

        dan skg berkembang asuransi syariah… na lo… itu judi ato apa ya…?

    2. “INGAT !!! Asuransi itu untuk :
      โ€œMENCIPTAKAN RASA AMANโ€. ”
      Rasanya saya tidak merasa lebih aman tuh dengan adanya asuransi. Lebih baik diinvestasikan untuk makan makanan yang lebih sehat, berolahraga, dan waspada saat saat berkendaraan/berjalan kaki. Percuma rasa aamn ditanggung dengan uang kalau cuma dengan keberadaan asuransi anda malah jadi lengah. Selain itu asuransi menanggung musibah dengan “kekecualian”, kalau sedang sial kena musibahnya pas di luar apa yang diasuransikan ya percuma punya asuransi. Asuransi itu sampai porsi tertentu termasuk untung-untungan, kalo pas kena musibah yang langka terima nasib saja.

  5. Kalau menurut saya yaaa… asuransi itu penting banget laah.. nanti kerasanya kalau pas mau nyekolahin anak,, apalagi kalau anaknya jaraknya deketan…. daripada ribet ngurusin investasi,, mending duitnya ‘ditabung’ untuk asuransi edukasi, toh nanti kita bisa itung berapa lama duit kita mengendap dll.. kalau masalah halal dan haram sih saya ndak begitu paham.. bismilah aja lah

    1. Memang benar Mbak/Mas, asuransi memang penting. Saya sendiri menjadi nasabah di salah satu asuransi kesehatan. Tapi yang saya ikuti hanya sebatas itu. Kalau unit link saya kurang suka dan pilih langsung ke reksadana (kalau memang tujuan utamanya adalah profit). Dana pendidikan anak bisa tercapai walau kita tidak ikut asuransi pendidikan. Caranya kurang lebih sama dengan cara pihak asuransi mengelola dana nasabah : diinvestasikan di instrumen seperti stocks (pasar modal) dan kalau mau konservatif bisa ke tabungan/deposito berjangka.

      Tulisan ini memang tidak menilai asuransi secara hukum islam (untuk itu ada tulisan tersendiri di muslim.or.id), namun dari segi untung/rugi buat nasabah…

      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. ๐Ÿ˜€

      1. Salam kenal Bung Untung, dan terima kasih telah berkunjung. Saya tidak ikut asuransi apapun saat ini. Namun dari pabrik tempat saya bekerja, kalau tidak salah ada asuransi Allianz untuk mengcover biaya rumah sakit (alhamdulillah hingga saat ini saya belum pernah pakai, mudah-mudahan untuk seterusnya tidak akan pernah pakai). Saya lebih percaya Puskesmas, atau kalau sakit agak parah ambil yang umum saja. Menurut saya cara “tricky” seperti ini (mempengaruhi psikologi pikiran untuk selalu sehat, karena kalau sakit tidak ada cover dan biayanya mahal), plus menjaga pola makan/istirahat/olahraga, adalah cara terbaik untuk menjalani hidup yang fit.

      2. saya ingin mnnyakan kpd para agen yg ada disini, sblmy saya sring dtwrin kwn2 saya utk ikt asrnsi mrka/mnjdi agen asrnsi dtmpat mrka.tpi saya msih bingung akan komisi yg mreka dptkan dlm hkum agma apkah halal/tdk ?dan apakah prlu saya mnjdi agen asrnsi ?dan utk pak prabowo murti mohon saran nya.trmksih

      3. Salam Bu Ani, gimana kabar Pak SBY, Bu? (oh maaf, itu Ani yang lain)

        Menurut saya Ibu tidak usah menjadi agen asuransi, masih banyak peluang bisnis dan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan bukan hanya dari segi profit tapi juga dari kepastian kehalalannya. Terima kasih.

      4. Halo pak Prabowo,
        Saya ikut asuransi unitlink, juga investasi di reksadana. Jujur msh bingung krn memang benar kalau kita invest terpisah return akan lbh besar kalau di reksadana baik saham)campuran. yg mau saya tanyakan ketika resiko saya sbg kepala keluarga sakit keras, invest reksadana otomatis terhenti krn saya tidak menghasilkan uang…sedangkan unitlink tetap bisa menabungkan premi sy ketika sakit keras…apa yg bisa menggantikan ya?

    2. Sepertinya pengertian asuransi oleh pembaca agak rancu ya. mungkin saya perjelas ya, kegunaan asuransi “bukan melindungi kita dari resiko, tetapi melindungi kekayaan atau aset kita pada saat terjadi resiko, atau bisa dibilang pengalihan resiko”

      kalau ada yang bilang saya mengikutkan asuransi pendidikan untuk sekolah, asuransi apa dulu ini yang dimaksud? apakah unit link? ketahuilah dulu seluk beluk unit link, biaya yang terkandung dan sebagainya. kalau buat saya sebagai perencana keuangan tidak pernah ada namanya asuransi pendidikan, yang ada hanyalah tabungan pendidikan atau investasi pendidikan, karna biaya sekolah itu dibayarkan dengan uang bukan dengan premi, kalau memang tujuannya untuk sekolah ya berarti lebih optimal dananya dialokasikan di reksadana saja dibandingkan dengan mengikuti unit link, karna tidak terpotong biaya COI COA COR (bisa ditanyakan ke agen penjual asuransi) dan biaya dan premi tersebut mengurangi jumlah unit pada unit link, semakin rugi kan? kalau mau nyari asuransi yang melindungi pembayar premi dari resiko agar premi dilanjutkan oleh asuransi (Waiver of Premium) bisa nyari produk yang murni asuransi yang terdapat raider tersebut.

      kegunaan asuransi itu baik, selama kita benar2 tau tujuan kita membuka asuransi itu apa, kebutuhan asuransi setiap orang berbeda2, disesuaikan juga dengan kondisi kita sekarang.

      untuk penulis, saya setuju kalau pembeliaan asuransi itu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, kalau kita single ya mungkin masih belum tentu, kalau sudah ada tanggungan berarti kita butuh asuransi jiwa, tetapi mungkin sedikit sharing saja, mengikuti asuransi itu bukan berarti kita takut akan resiko dan mendoakan kita terkena resiko, mendahului Tuhan dll, karna kita tidak tahu kapan akan terjadi resiko, kita bisa menghindari sakit dengan hidup sehat dan olahraga teratur, tetapi yang bisa menghindari kita dari kemiskinan karena resiko siapa? kalau ada alat bantu (asuransi) yang mau menanggung kerugian kita knapa tidak kita ambil? kalau saya pribadi, saya ndak mau keluarga saya mendadak miskin dan tidak bisa melanjutkan hidup gara2 tidak ada benteng yang melindungi saya.

      saya sebagai perencana keuangan selalu menganjurkan untuk mempunyai asuransi sebagai pengalih resiko, tetapi jika ada kala nasabah bersi keras tidak ingin mempunyai asuransi, saya harus membuat perencanaan keuangan yang mengalokasikan lebih banyak dana ke pos dana darurat dan resiko

      smoga bisa bermanfaat

    1. Bagaimana detail dari akad asuransi syariah ya? Sayangnya saya belum paham dan kurang ilmu di situ. Jika akadnya kurang lebih sama dengan asuransi konvensional, menurut saya sama saja.

      Tulisan ini menilai dari sisi benefit punya asuransi atau tidak.

    2. Asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional. Perbedaannya adalah sebagai berikut:
      1. Dana dikumpulkan oleh para peserta kemudian dikelola (contohnya saham). Di mana saham yang dimainkan bukan saham yang haram menurut syariah seperti Bank, perus rokok , minuman keras dsb. Dengan istilah lain, kontribusi dikelola secara halal.
      2. Dana adalah milik para peserta dan perusahaan hanya bertugas untuk mengelolanya.
      3. Biaya asuransi, administrasi dsb pada tahun 1 dan 2 dihutangin dan baru dibayar pada tahun 3. (Berlaku di Prudential) Kalau syariah, iuran tabaru,biaya admin dibayarkan sesuai tahunnya jadi tidak berhutang.
      4. Alokasi biaya akuisisi berbeda dengan as.konvensional
      5. Jika tidak ada claim selama setahun maka nasabah berhak atas bagi hasil.
      6. Di dalam asuransi syariah, ada prinsip gotong royong dmn setiap peserta saling membantu peserta lainnya yang membutuhkan biaya RS.

      Saya bisa menjelaskan dengan baik karena saya full time dan ditraining di perusahaan terbaik.
      Jika ada yang tertarik untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut, ingin claim, ingin melakukan perubahan2 pada polis Prudential Anda dapat menghubungi:

      Kelby Tirtabudi
      Your Personal Financial Advisor
      Prudential Life Assurance
      081534818168

      1. Hi Kelby Tirtabudi,

        Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas komentarnya. Mengenai hukum asuransi syari’ah dalam Islam, saya merujuk pada tulisan Hukum Asuransi di muslim dot or dot id. Yang membuat asuransi syariah tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional adalah pada saat terjadi klaim : jika perusahaan asuransi memberi lebih besar daripada premi yang telah dibayarkan nasabah, itu adalah riba fadhel (riba karena telah terjadi kelebihan harta/uang klaim yang diterima nasabah). Sedangkan bila pihak asuransi hanya memberi sesuai dengan premi yang telah dibayarkan oleh nasabah, maka itu termasuk riba nasi’ah, yaitu riba karena adanya penundaan pembayaran klaim (nasabah harus mendapat celaka dulu atau harus menunggu sekian tahun untuk mendapatkan keuntungan), yang besarnya tidak tentu.

        Saya tidak mengerti tentang produk asuransi syariah yang saudara perkenalkan, mungkin bisa dibahas, salah satu saja (mungkin produk Prudential yang paling laris saja) supaya para pembaca yang lain tercerahkan. Terima kasih.

    3. Mas Bowo dkk. Kalo saya beli produk asuransi yg tujuannya sosial (wakaf/filantropi).
      Intinya, kalo sy meninggal, klaim asuransi yg cair, digunakan untuk wakaf (tentunya dg persetujuan istri).
      Gmn menurut Mas Bowo?

  6. Menurut kami semua itu benar, pro dan kontra benar dan udah biasa, tapi utk anda yg kontra dari penilaian saya hanya krn anda percaya pada satu referensi saja, coba juga cari refrnsi lain, mengenai pendapat islam ttg asuransi saya kira tdk hanya ada di muslim dot dot itu, mungkin bisa langsung ke websitenya MUI, krn di indo cuma MUI yg berhak membuat fatwa buat yg laen.trims. Dan utk yg Pro Assransi hargai juga yg kontra, jgn terlalu mpertahankan pendapat anda hanya krn anda juga seorang agen dr asuransi tentunya sudah paham sekali manfaatnya, dan itulah tugas anda meng-edukasi. (hanya menengahi)

  7. asuransi bukan solusi untuk semua permasalahan, hanya sebagai PENGURANG DAMPAK RESIKO.
    misal kendaraan anda tertabrak, asuransi mengurangi resiko untuk permasalahan di bengkel dan permasalahan kendaraan anda, bisa dipinjamkan kendaraan selama kendaraan anda dibengkel. misalkan anda single dan masuk rumah sakit, anda tidak perlu repot mengurusi masalah rs, anda bisa menggunakan fasilitas cashless dr asuransi

    siapa bilang tidak liquid, tetap bisa koq dilakukan penebusan sebagian (partial withdrawal). cuma emang tidak disarankan. di takutkan investasi anda tidak maksimal. dan akan di kenakan pinalti kalau anda melakukan penarikan sampai ke penutupan akun sebelum masa akhir kontrak selesai (Surrender charges). namanya juga menabung, butuh konsistensi. sangat berbeda dengan bank yg liquid. bank nya 1, atmnya 1 tarikannya sering hehehehe…. ini bukan konsep menabung toh. kayak celengan saja mas. di pecahkan kalo sudah penuh.
    soal riba, asuransi syariah di bawah pengawasan langsung de Dewan Pengawas Syariah – Majelis Ulama Indonesia, baca di surat edara BI no. 15/22/DPbS
    kalau bicara riba, kontradiksi ketika anda menyarankan dan mengambil reksadana/pasarmodal/tabungan berjangka ataupun deposito.emang ini product ga riba???

    sebagai saran, jangan terlalu mengumbar ketidaktahuan. lebih baik dikaji dulu dengan benar ^^, kategorinya mengarah ke fitnah kan.

    sebagai catatan. tulisan anda bagus, tapi perhatikan kembali… beberapa kontradiksi

    semoga bermanfaat

    jazakumullah khairan

  8. Awalnya saya juga anti asuransi, karena menurut saya:

    “ngapain sih tiap bulan bayar ratusan ribu buat hal yang nggak kliatan, mendingan uangnya ditabung di bank. kalau ada apa-apa gampang diambil”

    sampai suatu kejadian menimpa kakak saya. kecelakaan motor dan patah tulang kaki. saat itu biaya perawatan sekitar 25jt-an. untungnya dia punya asuransi, dan biayanya alhamdulillah tercover semua.

    dari situ saya mulai berpikir, saya adalah pemotor yang setiap hari bekerja dan bepergian menggunakan motor. bagaimana kalau kejadian itu menimpa saya? kalau tabungan saya cukup sih tidak masalah walaupun harus kehilangan semua hasil jerih payah. tapi rasanya sayang sekalli kalau uang tabungan yang saya kumpulkan untuk masa depan harus saya berikan ke rumah sakit. lantas bagaimana jika ternyata tabungan saya kurang untuk membiayai pengobatan? berhutang? meminta sumbangan ke saudara/teman?

    peristiwa itu menjadi bahan perenungan saya.

    tak berapa lama kemudian salah seorang saudara saya terkena penyakit jantung dan harus dioperasi di RS.BINAWALUYA dengan biaya lebih dari 300jt. beliau adalah sosok yang anti asuransi juga. dengan biaya sebesar itu keluarga mereka menjadi agak goyah. setelah peristiwa itu, beliau langsung mendaftarkan keluarganya ikut asuransi.

    2 peristiwa dari lingkungan terdekat dengan saya inilah yang menggugah saya untuk berasuransi. jadi menurut saya asuransi itu memproteksi kesehatan,jiwa dan juga harta kita.

    tapi kembali lagi, masing-masing orang punya pemikiran masing-masing.

    1. Hi Mas Donny, sebelumnya terima kasih atas komentarnya.

      Pertanyaan saya ada beberapa Mas :
      0. Asuransi mana yang digunakan oleh kakak Anda, sehingga mendapat FULL penggantian? Berapa lama kakak Anda ikut dalam asuransi tersebut? Maksud saya, berapa total biaya yang telah ia keluarkan?

      1. Jika memang saudara Anda yang terkena penyakit jantung tersebut ikut asuransi sejak lama, saya yakin pihak asuransi tidak akan mengeluarkan 300 juta untuk mengobati penyakit jantung. Pertanyaan saya singkat saja, apakah saudara Anda ini perokok?

      1. Tante saya membeli asuransi dengan 1jt per bulan. Setelah 10 bulan, beliau jatuh tergelincir, pergelangan tangan patah karena menahan beban berat badan.
        Kepanikan terselesaikan saat itu karena ada kartu asuransi.
        Total biaya 34juta, dan tante saya hanya membayar kekurangan nya, yaitu 3 juta. Berarti total biaya yg digantikan asuransi 31juta, padahal mereka sudah siap2 menjual 2motor nya.

        Tahun lalu seorang teman saya, membeli produk asuransi 750rb/bulan, 3 minggu kemudian, dia mengalami kecelakaan tabrakan mobil. Papanya meninggal di tempat kejadian, sedangkan dia langsung dibawa ke rumah sakit. Total biaya 42juta. Biaya yg ditanggung sendiri hanya 1.5juta.

        Saya bilang, kalau kita tidak siap mempunyai uang tabungan / cadangan utk berobat, perlu kita punya produk asuransi, toh uang kita tidak hilang, krn sebagai investasi untuk jangka panjang. Yg penting saat mengambil produk asuransi, perlu kita ketahui tujuan kita membeli produk itu, dan penjelasan yg jelas.

        Saat resiko datang, kepanikan membuat kita tidak bisa berpikir, apalagi sampai pingsan dll. Produk asuransi lah yg berperan saat itu.

        Asuransi tetap sanggup membayarkan karena: hukum bilangan. 1000 orang yg masuk asuransi palingan 10 orang saja yg claim. Kira2 begitu.

        Pak Prabowo, perlu kita edukasi rakyat kita untuk berpikir smart. Ada yg dapat kita lakukan tetapi ada pula yg tidak dapat kita lakukan, terutama kekuatan keuangan kita tidak mencukupi. Jangan pada saat kepanikan, terpaksa meminta sumbangan dari orang lain atau bahkan meninggal, meninggalkan utang biaya RS untuk orang2 yg ditinggalkan.

        Salam,
        Romeo
        (Nb: apabila diperlukan, saya mempunyai bukti tertulis, surat pembayaran claim tersebut)

      2. Silakan saja langsung cantumkan produk asuransi unggulan perusahaan saudara. Seperti yang sudah saya sampaikan, dan saudara akui pula dalam statement saudara

        1000 orang yg masuk asuransi palingan 10 orang saja yg claim

        tidak banyak orang yang akan melakukan claim, artinya peluang untuk mendapatkan “keuntungan” karena membeli produk asuransi sebetulnya sangat kecil. Term “keuntungan” ini pun rancu sekali. Masak “tidak jadi rugi 40 juta” karena semuanya ditanggung asuransi bisa dibilang “keuntungan”? Ingat bahwa lebih baik punya cash Rp 50 juta daripada mendapat kesempatan uang pertanggungan up to Rp 50 juta.

  9. kalau kakak saya yang waktu itu kecelakaan baru bergabung sekitar 3 bulanan di asuransi “P”

    saudara saya perokok, setau saya sih besarnya biaya pengobatan yang dapat di claim itu tergantung dari manfaat yang tertulis di polis, dan memang ada ketentuan-ketentuannya. tapi paling tidak itu bisa membantu.

    1. P dari Prudential? Produk apa? Premi berapa? Hebat juga ya baru 3 bulan sudah bisa claim 25 juta rupiah.

      Untuk kasus saudara Anda, beritahu saya perusahaan asuransi yang menawarkan penggantian biaya pengobatan untuk perokok. Terima kasih.

      1. untuk lebih jelasnya Mas Probowo Murti, supaya sy bisa jelaskan secara rinci kelebihn produk asuransi di Prudential, baiknya Mas Probowo kirmkn sy nama lengkap Mas Prabowo (sesuai KTP), Tanggal lahir, Pekerjaan apa? n merokok/tdk meroko, rencana menabungnya berapa per bulan (1 jt? 2jt? ato >2jt?). sy akan buatkan ilustrasi manfaat menjadi nasabah di Prudential Syariah (GRATIS brow)
        Prudential Syariah sudh mendapat legalitas dari Dewan Syariah MUI, artinya segala bentuk tanggung jawab di DUNIA dan di AKHIRAT sepenuhnya tanggung jawab MUI. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir Prudential mendapat penghargaan sebagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia (banyak informasinya di Mas Google).

      2. Salam kenal Bung Muslimin,

        Bung Muslimin bisa jelaskan apa yang Bung jual via komentar, tanpa saya harus menyerahkan data diri saya, agar pembaca lain (atau agen asuransi dari perusahaan berbeda) bisa mengetahui kelebihan Pr*dential. Terima kasih.

      3. Terusterang sy SALUT dg Mas Prabowo yg begitu terbuka dalam berbagi informasi, ini mungkin sedikit memberikan gambaran ttg Prudential Syariah :

      4. Klo boleh tau Mas, Asuransi ap yg pernah dimasuki sehingga terkesan begitu kecewa (pisimis) dg asuransi?

        Buat Rekan Rekan Yang Masih Belum Memahami dengan Baik apa itu ASURANSI, Sebaiknya anda TIDAK MENULIS KOMENTAR NEGATIF. Karena Perusahaan asuransi itu sangat patuh terhadap Hukum Di Indonesia.

        Jika anda merasa dirugikan oleh perusahaan asuransi, silahkan bawa BUKTI ke Kantor POLISI untuk Di proses secara Hukum.

        Namun jika anda NDAK PUNYA BUKTI atau anda hanya bicara sesuatu yang hanya ISU atau KATANYA, maka sebaiknya anda diam saja, karena bisa jadi asal bicara negatif bisa menyeret anda ke ranah Hukum dengan tuduhan PENCEMARAN NAMA BAIK.

      5. Bagi rekan2 yg ingin penjelasn lebih detile ttg Asuransi Prudential Syariah bisa hubungi sy di nomor ini : 081248123936 (Muslimin Aksa)
        Mohon maaf sy tdk bs jelaskan secra detile lewat posting komentar

  10. Mas Prabowo, menarik blognya. tetapi sayangnya, Anda belum mengulas mengenai asuransi lebih dekat, tetapi Anda sudah membuat tulisan ini. Anda saja tidak tahu ada perusahaan asuransi yang menawarkan penggantian biaya pengobatan untuk perokok, tapi sudah bercerita seolah-olah tahu banyak.

    baiknya anda cermati dahulu lebih dekat. jangan cuma ikut-ikutan saja. Aa Gym, (Alm. Ustad Uje) mereka berasuransi lho mas. bisa cek video Aa gym di sini: http://www.youtube.com/watch?v=eQdrE8t8nO8. cermati dahulu sebelum mengambil kesimpulan ya mas. Jadi tidak ada kata-kata: Siapa yang Bodoh dan siapa yang Dibodohi.

    semoga membantu mas Prabowo

    1. Bung Indra, terima kasih sudah berkomentar.

      Mohon maaf saya tidak paham maksud Bung, apakah Bung agen asuransi dari perusahaan yang menawarkan penggantian full misalnya untuk perawatan kanker paru perokok aktif? Apa perusahaannya? Produk apa? Berapa preminya? Silakan Bung berpromosi sekalian di sini, berikut nomer handphone Bung Indra yang bisa dihubungi oleh para pembaca blog ini juga.

      Saya rasa cukup fair untuk kita semua. Salam sehat.

      1. Dear calon nasabah Prudential yang saya hormati, berikut saya contohkan Ilustrasi Tabungan Plus (Proteksi/2in1) dengan profile penabung seperti berikut:
        Contoh :
        Penabung : Bpk. Bijaksana
        Pekerjaan : Karyawan Kantoran
        Usia saat menabung: 30 tahun
        Merokok/tidak : Merokok
        Menabung : Rp 2.000.000/bln
        Tujuan : Proteksi
        Mulai menabung : 02 Januari 2015

        Pada tgl. 03 Januari 2016 Bpk. Bijaksana tiba2 masuk rumah sakit yang mengharuskan rawat inap karena terdiagnosa penyakit kritis (Kanker Paru-paru), maka manfaat proteksi yang akan didapatkan:
        Proteksi:
        1. Rawat inap harian : 1.500.000/hari max 120 hari/tahun
        2. ICU : Rp 3.000.000/hari max 30 hari/tahun
        3. Kunjungan dokter Umum : Rp 500.000 Max 1 kunjungan per hari
        4. Kunjungan dokter spesialis : Rp 750.000 Max 1 kunjungan per hari
        5. Tindakan Operasi :
        Tipe 4 : Rp 208.500.000
        Tipe 3 : Rp 124.000.000
        Tipe 2 : Rp 77.800.000
        Tipe 1 : Rp 42.150.000
        6. Biaya Aneka perwatan rumah sakit : Rp 29.400.000
        7. Perawatan di rumah oleh juru rawat setelah rawat inap : Rp 4.500.000 Max 120 hari/Tahun
        8. Biaya Abulance lokal : Rp 600.000
        9. Biaya perawatan sebelum rawat inap : Rp 4.500.000 (30 hari sebelum masuk rumah sakit)
        10. Biaya perawatan setelah rawat inap : Rp 4.500.000 (90 hari sesudah keluar rumah sakit)
        11. Rawat jalan darurat kecelakaan : Rp 15.000.000 per Tahun
        12. Perawatan kanker : Rp 162.000.000 per Tahun
        13. Cuci darah : Rp 45.000.000 per Tahun

        Jadi total dana yg disiapkan setiap tahun untuk men-cover resiko sakit Rp 645.000.000

        Keuntungan lain yang akan didapat setelah keluar dari rumah sakit krn penyakit kanker paru-paru :
        ** Pada bulan berikutnya Bpk. Bijaksana tidak punya kewajiaban lagi menabung setiap bulan Rp 2.000.000, tetapi sejak bulan depannya akan ditabungankan secara otomatis oleh Prudential ke rekeningnya sebanyak Rp 2.000.000 per Bulan sampai usia Bpk. Bijaksana 65 tahun.
        Jadi silahkan dihitung sendiri berapa keuntungan yang diperoleh.

        ** Jika bpk. Bijaksana meninggal karena kecelakaan sebelum berusia 65 tahun maka dana pertanggungan yang didapat ahli warisnya Rp 220.000.000
        Jika bpk. Bijaksana meninggal sebelum berusia 99 tahun maka dana pertanggungan yang didapat ahli warisnya Rp 170.000.000

        ** namun apabila bpk. Bijaksana masih hidup sampai usia 65 tahun dengan catatan di tidak pernah menarik uang ditabungannya sampai usia 65 tahun, maka potensi dana pensiunannya Rp 2.584.598.000 (2,5 M)

        KETENTUAN :
        Calon nasabah harus JUJUR dengan segala informasi yg diberikan pada saat mengajukan SPAJ, begitupula Agen Asuransi harus JUJUR memberikan informasi terkait hak dan kewajiban nasabah dan segala kenetuan yang berlakuk di perushaanya.

        Kalau antara calon nasbah dan Agen semua sudah CLEAR di awal, pasti tidak akan ada yang merasa KECEWA atau DIRUGIKAN

        Jika butuh informasi lebih lanjut, bisa hubungi saya di :
        HP : 081248123936 (Muslimin Aksa)
        Email : nawwafsabiq at gmail.com

      2. Tolong jawab pertanyaan saya terlebih dahulu. Karena statement ini lucu sekali.

        Mulai menabung : 02 Januari 2015

        Pada tgl. 03 Januari 2016 Bpk. Bijaksana tiba2 masuk rumah sakit yang mengharuskan rawat inap karena terdiagnosa penyakit kritis (Kanker Paru-paru),

        Di mana dalam perjanjian asuransi, disebutkan bahwa hanya dalam waktu sehari sejak mulai menjadi nasabah, yang bersangkutan bisa melakukan klaim, apalagi dengan kondisi kanker paru-paru? Yang terjadi sebenarnya adalah, klaim nasabah akan ditolak perusahaan asuransi karena dianggap telah memiliki penyakit kritis sejak sebelum ikut asuransi. :)

  11. Mas Prabowo Yth, Saya agen asuransi Allianz. menurut Saya tidak ada masalah semua perokok aktif bisa diasuransikan, dan Allianz tidak membedakan preminya dengan non perokok ( asuransi lain ada yang bedanya cukup signifikan ). Bila terjadi resiko kanker paru maka klaim akan dibayarkan selama penyakit tersebut BARU MUNCUL setelah 3 bulan dia masuk. Mengenai premi, perusahaan kami adalah yang termurah ( karena kami adalah asuransi terbesar di dunia ), bila umur 30 an, maka dengan premi 1 juta bisa dapat proteksi sakit kritis 1 M, biila 40 an, 1 juta dapat 500 juta, very worth it.

    1. Halo Bung Pieter, terima kasih sudah berkunjung.

      “menurut Saya tidak ada masalah semua perokok aktif bisa diasuransikan, dan Allianz tidak membedakan preminya dengan non perokok ( asuransi lain ada yang bedanya cukup signifikan )”

      Apa nama produk Allianz-nya? Jadi anggaplah saya seorang perokok aktif yang sudah tahu bakal kena kanker paru-paru, saya cukup alokasi duit 1 juta per bulan dan nggak perlu pusing biaya rumah sakit selama 25 tahun ? (asumsi umur sekarang 30 dan meninggal di 55 tahun)

      Tapi kalau mengutip kata Mas Priyadi, saya lebih senang punya uang cash Rp 500 juta daripada punya proteksi sakit senilai Rp 500 juta

      1. Saya tertarik dgn pernyataan mas prabowo: Tapi kalau mengutip kata Mas Priyadi, saya lebih senang punya uang cash Rp 500 juta daripada punya proteksi sakit senilai Rp 500 juta

        Prinsip dasar asuransi di seluruh dunia adalah menanggung resiko dengan memberikan manfaat yang bekali lipat dari premi yg dibayarkan. Artinya dengan premi 1jt saja, bisa dicover sebesar 500jt. Sesuai pernyataan diatas, apakah anda sudah menghitung berapa yang mas hrs sisihkan untuk dapat uang cash 500jt? Rasanya tidak mungkin ada produk investasi diluar asuransiyang bisa memberikan cash 500jt hanya dengan menabung 1x 1jt. Kalau ada saya juga mau ikut. Artinya apakah anda yakin mau menanggung sendiri resiko selama anda menabung untuk dapat uang cash 500jt? Kalaupun iya, kalau dibanding dengan yg punya asuransi, pada saat anda terkumpul 500jt cash, utk biaya kesehatan, dia sudah memiliki juga 500jt tabungan plus proteksi awal 500jt. Total 1M. Maaf kalau saya ikutan,saya bukan agen, tapi nasabah, yang kebetulan cukup mengerti apa yg saya ambil. Terimakasih

  12. hoaaaa…..
    Ini pas banget lagi galau-galau milih asuransi, browsing baca ini….
    1. Unit Link : Lama bangettttttt balik modalnya, dan proteksinya juga ga maksimal, jadi investasi+proteksi sama-sama ga maksimal….
    2. Murni : Premi terjangkau, proteksi gede, tapi *syarat dan ketentuan berlakunya* ribet bener…..
    Jadilah saya bingung sendiri maunya yg mana, trus karena sifatnya renewable, tiap tahun harus perpanjang, andaikan tahun ini saya kena sakit kritis, tahun depan bisa aja saya ditolak untuk perpanjang asuransi, atau preminya jadi mahal…
    Lalu tadi diskusi dengan teman yang kerja di asuransi tapi juga bukan asuransi minded, daripada bingung mending ga usah bikin asuransi, investasi ke reksadana, saham, emas dan yg paling penting investasi 2.5% zakat dan sedekah… Waksss jawaban ini benar-benar bikin tertohok…
    Tapi jujur saya masih galau…
    Sharing dong pak, saya ini ibu wirausaha kecil-kecilan, suami kerja kantoran, punya balita 2 orang.. perlukah asuransi kesehatan di luar asuransi kantor karena kemungkinan suami saya mau bisnis sendiri jadi ga akan seterusnya kerja kantoran….
    Terima kasih….

    1. Hi Mbak Aisyah,

      Sebelumnya mohon maaf karena sebetulnya saya bukan pakar keuangan. Mungkin nanti ada pembaca lain yang berpendapat?

      Prediksi saya umur suami masih 30an ya. Kalau umur segitu menurut saya nggak usah pake asuransi-asuransi kesehatan tambahan, pedagang itu nggak pernah sakit karena nggak pernah stress Mbak, jadi tenang aja.. Insya Allah sehat terus. ๐Ÿ˜€

    2. Kalo saya jadi mba aisyah mending kalo ada dana ngga kepake dibeliin emas/ saham daripada dibeliin asuransi unit link. Alasan2nya udah di beberkan di atas bawah asuransi unit link penuh ketidak pastian okelah harus nunggu 5 tahun dananya bisa diambil kalo sebelum 5 tahun mba butuh dana gimana cairinnya hayoo?? Jadi mending investasi likuid yg bisa dicairkan kapan saja, duit-duit gw ya suka2 gw donk masak harus nunggu 5 tahun (itupun kalo prediksi agen benar kalo salah ya tanggung resiko sendiri duitnya berkurang)..

  13. berdebat sama org yg pemikiran msh ortodox…kalau lu blg asuransi gak guna ya lu ja sana gak usah pakai asuransi gak usah buat blog yg membuat maayarakat jd dilema…asuransi skrg ada yg syariah, jd konsep syariah tolong menolong jd gak ada yg nama nya keluar jalur dr syariat islam…

    1. Halo Bung Zef,

      Terima kasih atas komentarnya, Bung Zef. Silakan Bung buat tulisan atau blog sendiri yang membahas keuntungan asuransi secara finansial. Saya pikir saya sudah cukup fair dengan tidak memoderasi segala komentar yang masuk. Baik itu yg kontra, pro, bahkan saya sediakan tempat bila ingin berjualan asuransi di artikel ini, disertai penjelasan detail keuntungan/benefit produk asuransi yg dijual.

      Jadi, pembaca bisa menilai sendiri, siapakah yang lebih pantas diberi predikat ortodox? Anonim yang berkomentar dengan nada merendahkan, ataukah seorang gentleman pasang foto beridentitas jelas yang punya pikiran positif untuk mencerahkan paradigma sebanyak mungkin orang? :)

    2. asuransi syariah?? Kok kayaknya itu cuma kedok buat komersial saja. Setahu saya malah asuransi itu haram (mirip judi) karena kita disuruh ‘bayarin’ kerugian orang atau sebaliknya kerugian kita ‘dibayarin’ orang. Pelajari dulu deh konsep Islam itu gimana sebelum asal ngomong asuransi syariah. Yang namanya asuransi nggak pernah ada tuh dalam syariat islam. Jadi ya asuransi syariah murni buat menggaet customer yang beragama Islam (tapi gampang ditipu dengan embel2 syariah) saja bukan buat mempraktekan syariah Islam itu sendiri.

      1. Betul mbak finni. Saya setuju banget dg mbak finni. Makanya saya gak mau iuran RT di tempatku. Sebagian dari iuran RT itukan dialokasikan utk sosial (memberi santunan ke warga yg mengalami musibah/sakit/meninggal). Ngapain bayarin org lain yg kena musibah/sakit/meninggal. Klo aku kena musibah, mending bikin kotak sumbangan dan minta sumbangan. Itukan lebih halal dan berkah ya mbak finni. Peace…

  14. Hoalah Mas Prabowoo,
    Kalau perkara asuransisaya sih percaya mereka bisa tangani dan manage dana kita dengan benar, daripada sampeyan harus bisnis sendiri kan belum tentu juga dapet untung ya toh? Malah bisa2 buntung, dan 20 tahun lagi semua aset disita oleh bank untuk bayar macam2… Pikirkan baik2 sebelum menyesalllllllll

  15. Oya satu lagi Masssss.. Saya ikut asuransi unit link sudah 3 tahun kurang, mudah2an 12 taun lagi Mas tidak merasa kecewa karena salah memutuskan, di saat orang lain sudah berleha-leha karena dapet return gede.. Mas jadi bete sendiri karena nggak ikut dari awal. Salam sukses!

    1. Hi Bung Benny,

      Perkara bisnis yang gulung tikar, seperti yang Bung Benny katakan, bisa saja terjadi pada siapa saja, termasuk perusahaan asuransi tempat Bung menginvestasikan dana (dalam hal ini kita bicara soal produk unit link). Jadi faktor resiko baik dana dikelola sendiri atau diberikan gratis, eh maksud saya, diinvestasikan ke perusahaan asuransi, tetap dan akan selalu ada. Apalagi mesti nunggu 15 tahun.. Naik haji aja nunggunya cuma 9 tahun, Bung.

      Teriring doa dari saya untuk kesuksesan Bung Benny, jika memang itu pilihan Bung, silakan saja Bung atur Bung punya uang. Yang pasti saya tidak akan pernah merasa menyesal tidak punya asuransi (apalagi unit link). Kalau Bung masih ingin berubah pikiran, coba baca-baca artikel di Priyadi.net, coba start di tulisan dengan judul “Ilusi Finansial”. Semoga tercerahkan.

    2. Saya ikutan asuransi unit-link Prudential dari 2006- 2013 dengan premi 500rb/bln tp masih loss sekitar2-3 juta, mungkin kalo dilanjutin 25 tahun lagi baru untung kali ya….

  16. Salam kenal bung Prabowo. Saya salut malah sama tanggapan2 anda terhadap orang2 yg kontra dg anda. Tanggapan anda begitu mencerahkan dan kadang saya tertawa sendiri membaca tulisan anda yg lebih mudah dicerna.
    -Tahun pertama saya masuk kuliah, masih lugu2nya waktu itu. Saya bersama beberapa orang teman diajak seminar di salah satu perusahaan asuransi sebut saja Prudential *nama tidak disamarkan :D* di sana para agen2 yg sudah berpengalaman koar2 ngajak kami ikutan mengikuti jejak mereka. di slideshow ada foto2 para agen dg rumah mewah. ada yg foto di luar negeri. pokoknya intinya mengiming2i kami “hayolah dek bergabung bersama kami, nanti kaya, bla.. bla..*

    Saya sih gak terlalu tertarik tapi apa yg terjadi? sepulang dari kegiatan yg katanya “seminar” itu kami langsung seakan dipaksa mendaftar jadi agen dan tanda tangan + ngisi2 formulir gitu, si mas2nya sok akrab bgt sama saya dan teman2. Aneh kan?

    Dari situ saya mulai langsung gak sreg aja sama ASURANSI. bukan apa2, seakan2 kita khawatir bgt. Siapa tau orang yg udah rela2in duitnya buat perusahaan tiap bulan, malah zakatnya belum dibayar, sedekahnya kurang. Kan gimana gitu.

    Dosen saya juga tentang asuransi investasi, kata beliau, pas uangnya mau kita ambil kalo gak ada klaim, eeh si salesnya nelponin mulu nawarin bla bla bla yang intinya ngajak buat diperpanjang aja… haduh paleng saya mas. hahaha

    1. Halo Bung Haviz,

      Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. ๐Ÿ˜€

      Mahasiswa baru memang sering dijadikan sasaran agen asuransi dan MLM, mungkin karena masih “rambang” dan mudah dipengaruhi (?). Tapi kalau disuruh dateng ke seminar gratisnya, ikut aja. Tapi kalau sudah disuruh gabung, langsung kabur… ๐Ÿ˜€

      1. Hallo Pak Prabowo, salam kenal.

        gara2 pak Prabowo ngetik MLM, saya sebagai pelaku MLM jadi pingin komentar nih. Tapi bukan tentang MLM lho, nanti yang baca pada alergi dan gatal2 :-)

        Saya baru bbrp hari yg lalu “dirampok” 25 juta gara2 “digoyang” teller dan CS BCA. Rupanya sekarang frontliner BCA juga nawarin asuransi kerjasama sama AIA.

        Gara2 saya ngamini . Saya pikir, ya udah deh, biar saya disiplin nabung, karena selama ini sulit sekali disiplin buat nabung.

        Jadi deh, saya harus setor 25 juta/tahun selama 7 tahun.

        Ada agen AIA yang mau komentar? :-)

      2. Teman saya baru kena dari kartu kredit BCA, menawarkan program asuransi atas nama C*GNA. Premi langsung dipotong dengan tagihan ke kartu kredit per bulan. Sekarang memang teknik agen dan perusahaan asuransi macam-macam

  17. Sya tdk sengaja buka web ini dan membaca berbagai macam pro dan kotra terhadap asuransi disini saya hanya numpang komentar aja sih jadi begini menurut saya Apapun alasannya dan komentar anda yang kontra terhadap asuransi saya mau bertanya

    1. anda,pedulihkah anda dengan keluarga anda (yg punya keluarga) berfikirkah anda terhadap masadepan anda karena yang namanya hidup itu pasti ada resiko SAKIT,TUA dan MENINGGAL dunia itu sudah ditetapkan oleh sang pencipta harga mati bagi setiap manusia dan itu kita sudah tau nah dari itu oklah anda punya penghasilan yg besar sampai2 takabbur bahwa anda tdak akan jatuh miskin tetapi ketika belati yang namanya SAKIT itu kita tkd akan tau kapan,dimana dan siapa yg akan tertusuk oleh belati(SAKIT)itu dan akhirnya akan memerlukan biaya perawatan yang sangat mahal dan toh pada akhirnya akan mati untung kalo kita udah siap(sdh Punya POLIS) nah klo tidak kira-kira siapa yang akan menggung kehidupan orang yang ada dibelakang kita,surga pun tidak akan menerima kita kenapa karena kita meninggalkan kesengsaraan bagi keluarga kita dibelakang gara-gara menolak pertolongan teman kita yang pernah menawarkan asuransi.

    2. Yang namanya tua pastilah datang siapkah kita dengan masa pensiun yang sengsara mana yg anda pilih hari tua alias pensiun harus berusaha alias bekerja lagi karena kebutuhan tidak menghiraukan masa manula kita,atau masa pensiun dinikmati dengan berlibur kemana-mana yg kita suka,nyatanya banyak orang yg tidak siap kebanyakan orang menikmati masa pensiunyan dengan bergantung pada orang lain termasuk menyusahkan anak kita sendiri

    3.Berasuransi bukan karena seseorang akan mati tetapi seseorang akan melanjutkan hidup.

    terakhir banyak bukti nyata yg pernah kita saksikan dimasa mudah bekerja keras menguras keringat dan air mata menabung uang ditempat yang tidak tepat toh akhirnya tabungan itu untuk diberikan ke dokter adan rumah sakit

    jadi yang kontra terhadap asuransi saya katakan anda tidak peduli terhadap keluarga anda bahkan masadepan anda sendiri

    sekian terimah kasih

    1. Hi Bung Hermawan Luck,

      Terima kasih atas komentarnya.

      Sayang sekali Bung tidak baca tulisan saya hingga akhir. Di bagian akhir tulisan saya cantumkan, kalau Bung hendak berjualan asuransi di sini, silakan langsung sebutkan Bung punya produk, dari perusahaan apa, premi berapa, berikut penjelasan detail apa benefit secara finansial saya ikut Bung punya “rencana keuangan”. Saya setor berapa, nanti di akhir tahun ke berapa saya dapet untung berapa. Sederhana kan?

      Tolong jangan ribut dan menakut-nakuti saya soal kematian, jatuh miskin, bagaimana nasib keluarga saya kalau saya kena sakit keras, dlsb. Udah nggak mempan Bung. Daripada saya ngasih makan orang asuransi, mending saya investasikan sendiri di portfolio yang saya yakini bakal memberikan return lebih baik.

      Ya sudah biar Bung puas, saya jawab satu2. Toh saya lagi di KRL, nggak ada kerjaan juga…
      1. Tentu saya peduli dengan keluarga. Tapi kalau ditawari asuransi jiwa, saat ini saya masih single. Kalau saya mati yang makan duit saya nanti siapa? Kalaupun saya sudah punya istri dan anak, apa arwah saya nggak penasaran karena gara2 saya mati, anak istri saya makan harta enak-enak. Ngapain? Kalau tahu perempuan laknat itu bertabiat begitu, pasti sudah saya ceraikan, Bung.

      2. Balik lagi saya tanya, saat saya pensiun saya dapet berapa dari produk asuransi Bung? Kalau cuma 500 juta, mending saya buka usaha ternak sapi dari sekarang. Duit 500juta, 20 tahun lagi, nggak ada nilainya Bung..

      3. Perkara rizki saya yakin sudah dijamin oleh Allah. Kalau mau mati masih meninggalkan hutang, atau pensiun sakit-sakitan kena kanker paru-paru gara2 waktu muda suka merokok, itu sih sudah nasib. Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat yang mengiming-imingi return gede dan proteksi, tapi nggak tahunya pas mau klaim susah atau di akhir tahun ke-10 dapetnya cuma recehan. Saran saya, Bung Hermawan berhenti saja jadi agen asuransi. Emangnya enak cari nasabah? Prospek sana-sini hingga mulut berbusa?

      Cari kerjaan yang lain saja Bung!

      1. Bung Prabowo, semoga dipikirikan dari hati yang paling dalam. rejeki memang diatur oleh tuhan, itupun tergantung orangnya berusaha dengan niat tulus atau tidak.

        1. Seorang single tidak perlu asuransi jiwa.
        Apakah saya salah jika saya mengasuransikan diri saya dan yang menjadi ahli waris adalah adik/keluarga lain, atau diwariskan ke panti asuhan/anak yatim? Jika sudah berkeluarga apa salah jika dari klaim itu ada orang lain yang mendapat manfaat nya (istri/anak). Serius nih berpikiran istri anda akan enak2an dengan duit klaim asuransi :)

        2. Kita punya usaha juga sangat berisiko. Siapa tahu ditengah jalan kita mendapat cobaan dan usaha kita surut. tentu rencana kita bisa terganggu bukan?
        3. Menabung dalam portofolio lain juga punya resiko. Kita masuk reksadana jika bursa ambruk/krisis ekonomi atau bertemu dengan penjual yang tidak jujur (kasus century) kita rugi juga bukan? Membeli emas ada resiko kehilangan atau tertipu. Semua usaha ada resikonya.

        Hal terpenting bagi kita adalah bagaimana mengolah semua resiko tersebut dengan bijak. Misalkan kita punya duit sisa sebulan nganggur dan mau di kelola maka menurut saya 40% buat cicilan fixed aset (tanah,rumah,emas dll) 40% buat investasi saham/reksadana/cicilan modal wirausaha,10% emergency dan 10% untuk premi asuransi.

        Semua kegiatan pasti ada hal positif dan negatifnya, dan kita harus menelaah secara bijak.

      2. 1. Single tidak perlu asuransi jiwa.
        Lebih tepatnya, orang yang belum punya tanggungan, tidak perlu beli asuransi jiwa. Soal anak yatim, kalaupun niat menyumbang, mengapa mesti repot-repot beli asuransi dan menunggu saya mati dulu? Konyol sekali. Kalau mau menyumbang, ya sekarang saja waktu masih hidup. Belum tentu juga klaim asuransi bakal keluar kalau saya mati. Mudah-mudahan Bung Putu paham betul soal ini.

        2. Semua usaha punya resiko.
        Tunjukkan produk asuransi yang mencover kerugian kalau dagangan saya nggak laku. Aneh-aneh aja. Jualan asuransi kok pake menakut-nakuti kalau begini dan begitu. Perusahaan asuransi dapat untung kan kalau nasabahnya nggak pernah melakukan claim, artinya menurut statistik, orang yang ikut asuransi kebanyakan nggak pernah claim. Bayar premi sekian tahun tapi nggak dapet apa-apa.

        3. Memang benar menabung, masuk reksadana, dan kalau ada krisis semuanya kena. Ingat, semuanya. Apalagi cuma sekelas perusahaan asuransi saudara yang ecek-ecek? Dulu waktu kerusuhan 98, kenapa mau claim asuransi mobil jadi repot? Karena perusahaan asuransi juga ikutan bangkrut! Daripada sedekah ke agen asuransi, mending saya simpen duitnya di produk investasi yang lebih likuid.

        Kalau Bung Putu memang benar agen asuransi, silakan pajang produk Bung yang paling Bung unggulkan di sini. Nggak usah bicara berputar-putar, buang waktu saya saja. Saya jamin dibanding portfolio saya, Bung punya kualitas produk yang PAYAH. Terima kasih.

  18. Yampur lagi…hehehe
    sekarang bukan jamannya berasuransi kepada asuransi yang biasa kalo yang biasa mah yang beredar sekarang itu masih ada resiko yang kebanyakan diakibatkan oleh krisis global namun tahukah anda dengan Melilih Asuransi GENERALI berarti anda sudah memilih perusahaan asuransi yang aman ibaratnya sekarang asuransi yang ada adalah mobil Ferari yang tanpa rem jadi jika terjadi krisis global hati terhadap investasi uang anda klo perusahaan itu laps otomatis pasti akan bangkrut dan kalim uang nasabah akan sulit untuk dibayarkan tetapi klo anda memilih Berasuransi di GENERALI ibaratnya anda naik mobil ferari yang dilengkapi sistem pengereman yang otomatis,resiko tetap ada tetapi itu bisa di minimalisir oleh GENERALI

    1. Bung Hermawan langsung saja sebutkan nama produknya apa, tipe apa (unit link/ kesehatan /jiwa /dana pensiun /pendidikan atau apa?), preminya berapa, setelah tahun ke berapa boleh diambil, dlsb.

      Nanti saya jawab lengkap dengan perhitungan mengapa saya tidak pilih Bung punya produk.

  19. wah…saya juga tidak tertarik sama asuaransi…cukup berzakat tiap bulan dan sering2 beramal saya yakin itu asuransi kesehatan yang diberikan Tuhan hehehehehehe….dan saya membuktikannya, amien

  20. Perusahaan asuransi mana yang gak punya
    “subprime mortgage” di holdingnya? Ayo ngacung kalo ada….

    Beli asuransi sewajarnya aja, toh yang “unit linked” kan tergantung hasil investasi, dan tidak terlepas dari risiko “kebangkrutan” penerbit bond ( yang merupakan mayoritas asset perusahaan asuransi).

    Kadang cara marketingnya yang “kurang mengenakkan” dan terlalu menakut-nakuti orang. Sudah rahasia umum, beberapa asuransi “disclaimer”nya kebanyakan, sampai susah waktu minta pertanggungan… Namanya juga untung dari provis: duit masuk > dari duit keluar…

    anekdotnya “klo ente lolos medcheck asuransi, berarti ente sehat dan gak perlu beli”.

    Lagipula, mulai 2014 negara sudah menjamin kesehatan negara, asal betah aja tidur di kelas 3 :p

    1. tulisan yang bermanfaat……

      bermanfaat untuk putuskan tidak ikut asuransi.

      salam kenal prabowo murti.
      saya seorang jurnalis investigasi, terlepas dari topik bahasan di atas, menurut pengalaman dan penelusuran selama saya bertugas. perusahaan-perusahaan asuransi ini memang jenis perusahaan yang lumayan brengsek, setidaknya terhadap negara. mereka nomor satu dalam hal menghindar dari kewajiban, alias perusahaan yang jarang bayar pajak. berbagai trik mereka lakukan untuk menghindari kewajiban yang satu itu.

  21. assalamulaikum

    sebelumnya terima kasih .. atas sharingnya mas Prabowo ..
    saya sependapat dengan mas Muhamad Haviz .. hahaha.

    Untuk jaman sekarang terkadang kurang lebih , lingkungan juga yang banyak mempengaruhi mas .. tp saya yakin .. petunjuk ” itu” di berikan bagi siapa yang mencari Nya…

    wassalam

  22. Inti dari Asuransi adalah GOTONG ROYONG dalam transfer Resiko. GOTONG ROYONGnya dilakukan Apabila Ada Pihak Keluarga (Member Asuransi) yang mengalami Musibah :)

    Sistem Asuransi ini muncul sejak Jaman Alexander The Great. Khusus kalangan keluarga. Tiap anggota bayar iuran. Sehingga Sudah ada anggaran untuk pengeluaran yang mendadak.

    Klo bayar pke duit sendiri. Tentu terasa berat. tapi kalau dibantu rame2 sama keluarga. Hidup akan menjadi lebih ringan :)

    Klo cari keuntungan/ duit cash/ Profit berbentuk Fisik. Bukan diasuransi tempatnya.

    Anggap aja Sedekah. Toh ini juga untuk GOTONG ROYONG. yang Manfaatnya Bisa Saja Kita Rasakan. atau Mungkin Dirasakan oleh Saudara/ Member Lainnya :) Alhamdulilah

    1. Bung Abdullah,

      Jikalau memang harus bergotong royong, saya akan ikut saran Bung, bergotong-royong hanya antar sesama anggota keluarga beneran saja, tanpa perantara para agen asuransi yang menyedot uang saya. Kalau ayah saya sakit dan butuh operasi, anak-anaknya menyumbang dan patungan untuk bayar RS. Kalau anak-anak sedang butuh modal untuk beli tanah atau bisnis, orang tua dan saudara lain membantu memberi pinjaman lunak.

      Silakan Bung sebutkan produk asuransi yang Bung jual, taruh saja penjelasannya di komentar tulisan ini, supaya orang tahu dengan pasti apa untungnya saya ikut asuransi Bung. Jangan pakai basa-basi lagi Bung. Males saya.

  23. Assalamu’alaikum…
    Saya senyum2 sendiri baca posting mas.. Umur saya 25 tahun, kerja di salah satu Bank daerah..
    Banyak banget teman saya yang ngajakin ikut Prudential. Tapi saya koq ya sama sekali ga sreg…
    Cara promonya “lucu”…
    Ada yang BC via bbm sering banget… Ada juga yang selalu pamer pas dia lagi sakit posting di berbagai media sosial… Contohnya gini ni “alhamdulillah, masuk rumah sakit kena tifus ga ngeluarin biaya, dapat uang saku lagi” dan dia itu sering banget posting kaya’ gitu yang artinya dia sering sakit, ya wajarlah dia ikut asuransi lha wong dia penyakitan #upss..
    Kalau saya sih Alhamdulillah seumur2 sampe sekarang ?????? sayang sama saya dan selalu ngasih berkah kesehatan, kecuali kalo sakit2 dikit sih pernah lah..

    Saking kesalnya karna banyak n sering banget di tawarin asuransi, saya pernah posting di media sosial “ada ga asuransi yang bisa di klaim walaupun sakitnya cuma sakit biasa dan cuma untuk berobat ke dokter, tanpa harus nunggu rawat inap or penyakit parah”
    Eh, si teman yang tadi nawarin asuransi malah bilang, kalo itu klaim ke kantor masing2 ja…

    Yaaahhhh… Kalo gitu mah, saya “belum” butuh asuransi, soalnya tunjangan kesehatan dari kantor juga masih memadai…

    Terus, saya mau nanggapin salah satu komentar di atas yang bilang “bank mengasuransikan nasabah kreditnya, mengansuransikan jaminan kredit walaupun belum tentu semua bakal kebakaan, dll”
    Cuma mau bilang, untuk pihak bank, biaya2 itu sama sekali ga ngaruh ke laba rugi, lha wong yang bayar si nasabah sendiri, di potong dari biaya2nya… Bank tentu saja cari aman, apalagi kalau untuk pengaman itu bank ga ngeluarin biaya… :)

    1. Wa’alaikumsalaam Yaza.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Yang Bung katakan benar, mereka seperti berusaha gunakan segala cara supaya orang yakin untuk beli asuransi. Mungkin beberapa insurance memang perlu, tapi kebanyakannya tidak. Kita hanya ditakut-takuti dengan kejadian yang peluang terjadinya kecil.

  24. AssaLamu’aLaikuum…….

    Ibu saya ambil pinjaman ?? BTPN selama 24bLn, Sudah beRjaLan 10bLn. Blm Sampe Lunas Ibu ku sudah Meninggal dunia. ?? peRjanjiannya Ibuku ?? ikutkan Asuransi Allianz.

    Yang mau saya Tanyakan gimana keLanjutan Tanggungan ibu saya รฎ??, katanya kalo Meninggal dunia Bebas angsuran cz ?? tanggung ma pihak asuransi. Truuusss beRapa Lama cair ??? asuransi รฎ??. Soalnya ini Sudah lama Banged bLm ??? kbRnya…

    1. Mungkin ada yang salah pemahaman dari mbak Uchie,

      itu pinjaman di BTPN. harusnya sudah ada asuransi Kreditnya. apalagi dari Bank sekelas BTPN

      mengenai asuransi Allianz, bukan hanya Allianz aja, bebas angsuran yang dimaksud, adalah bebas pembayaran premi kepada pihak asuransi. bukan dalam artian dalam pinjaman kepada pihak lain.

  25. kalau anda cinta investasi murni jawab pertanyaan saya….kalau anda tidak punya modal baik materi maupun cacat misalnya? modal anda yang dibanggakan habis diambil karena sudah kodrat? anda yakin setelah itu anda nggak akan meninggal? simple yah….nggak akan butuh karena anda orang yang sombong>>>>>>>>>>>ingat roda kehidupan berputar

    1. Hi Bung Yohanes,

      Jika Bung Yohanes lihat presentasinya Dan Gilbert (Stumbled on Happiness) di ted dot com, Bung bisa lihat bahwa peluang orang mati karena kecelakaan pesawat jauh lebih kecil dibandingkan dengan mati tenggelam di kolam renang. Tapi mengapa ada orang asuransi yang jualan di airport sebelum orang naik pesawat, dibandingkan di kolam renang umum? Karena orang dibuat salah kaprah. Orang lebih sering dengar berita pesawat jatuh daripada orang mati tenggelam di swimming pool. Akibatnya? Orang lebih takut naik pesawat daripada berenang. Rasa takut inilah yang jadi senjata utama para agen asuransi dalam menggelar lapak. Terima kasih pada para agen asuransi, masyarakat kita jadi punya rasa takut yang salah kaprah.

      Jadi, kalau Bung mendoakan saya cacat, meninggal muda, don’t have enough money for living, sakit parah, dll maka saya hanya bisa mendoakan Bung supaya hidup dengan organ tubuh lengkap, panjang umur, makmur sejahtera, sehat selalu. Tapi saya tidak takut, dan saya tidak butuh produk asuransi Bung. Terima kasih, mungkin lain kali ya Bung.

  26. yg g mau beli asuransi g usah beli,dr pd d bkin debat,”ORANG YG MAU BELI ASURANSI HANYA ORANG YANG SADAR AKAN KETIDAK PASTIAN,ORANG YG SAYANG DNGN ORANG2 YG IA CINTAI”

    1. Hi Bung Maman,

      Langsung saja promosikan Bung punya produk asuransi di sini, biar kita bahas sama-sama. Tidak perlu teriak-teriak dan menakuti calon nasabah asuransi, Bung. Karena orang Indonesia pintar-pintar.

  27. Salam Kehidupan,

    Sebelumnya sy mau tanya, dibagian bawah tulisan anda ada website futuready.com, itu asuransi yg baru masuk di Indonesia kan? Udh lama mas gabung disitu? :)

    Oke2 nich baca tulisan2 diatas, padahal menurut hemat sy ngak perlu di pertentangkan antara yg tdk mau berasuransi dgn yg mau…atau memisahkan antara asuransi dgn investasi, keduanya bisa seiring berjalan baik dalam 1 keranjang (asuransi/unitlink), maupun di 2 keranjang (asuransi/proteksi sndiri, investasi sndiri).

    Perkenalkan, sy sjk 2011di Manulife Financial (www.manulife-indonesia.com), sebellumnya sy di perbankan 9 th.

    Sy ngak ingin terjebak dibahasan ini, malah sy tertarik ingin tau anda nich, ada kalimat anda diatas yg menyebutkan “bangsat” (Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat …..), punya trauma apa ya? Silahkan tuliskan agent asuransi mana, and produknya apa? Berapa lama anda ikut asuransi tsb, and mau claimnya di thn ke brp? Rider2 /program2 asuransi tambahan apa saja yg anda ambil saat itu? And tujuan anda ambil asuransi saat itu apa? Kl yg sy baca anda mau claim investasinya setelah 10thn ikut trus ribet and cuma recehan (komentar anda di tgl 21 Nov 2013), pengen tau itu produk apa ya? And hebat jg anda msh single saat ini, tp sdh mau mencairkan polis yg brarti sdh anda ikuti 10thn sblmnya.

    Ok sy singgung sedikit komentar anda yg tgl 6 Desember ya, dmn anda menyatakan “……..Kalau ayah saya sakit dan butuh operasi, anak-anaknya menyumbang dan patungan untuk bayar RS. Kalau anak-anak sedang butuh modal untuk beli tanah atau bisnis, orang tua dan saudara lain membantu memberi pinjaman lunak.”

    Pertanyaannya, seberapa banyak org yg seberuntung anda dan keluarga yg bs slg menyumbang dan patungan bayar RS? Apalagi kl sakitnya parah dan lama tentu biayanya besar….and anda jg sangat beruntung ketika butuh modal keluarga anda smua membantu memberi pinjaman , tp bgmn jutaan org lain yg tak seberuntung anda?

    Yuk ah, jgn menyesatkan juga utk mengajak org tdk berasuransi, sbagaimana sy /kami tdk jg melarang org utk berinvestasi lgsg melalui emas,property, saham, reksadana dll…..smua itu pilihan, dan kl pun anda pernah bermasalah dgn salah satu, salah dua atau salah tiga dari agent asuransi bukan berarti megeneralisir smua sama, kan anda jg ngak mau kl disama kan negatif dgn oknum yg bekerja di bidang anda kan?

    Asuransi itu scr konsep sdh ada sjk ribuan tahun lalu (di Islam pun “konsep”nya ada di QS Al Baqaroh 240 dan ada jg hadist “..Sesungguhnya bl km meninggalkan ahli warismu dlm keadaan kaya itu lbh baik drpd meninggalkan mrk dlm kemiskinan hingga minta2 pd manusia” (HR.Ahmad-1524) ) ….and asuransi scr perusahaan jg sdh berusia ratusan thn ,Manulife saja berdiri 1887, mgkn yg lain ada yg lbh tua. Artinya, kl asuransi itu tdk ada manfaat, tukang nipu dll kenapa bisa bertahan hingga ratusan tahun ya dan tetap akan terus ada?

    Wah kl sy terusin disini bisa jadi buku nich, sy hobi nulis juga :) , bagi yg mau diskusi and sharing boleh contact sy, invite pin bb sy 2654d9ea, sy senang bs banyak teman.

    Semoga manfaat ya, mhn maaf bila ada salah kata :)

    1. Terima kasih atas komentar Bung Adhy.

      Bung, semua situs dari adsense akan muncul secara otomatis dari Google, karena banyak kata-kata “asuransi” dalam tulisan ini. Jadi futuready dot com bukan muncul atas kehendak saya.

      Jika Bung hobi menulis, silakan Bung buat tulisan yang membahas tentang keuntungan finansial yang didapat dari produk asuransi yang Bung Adhy promosikan. Saya pikir tidak semua orang butuh asuransi, dan jelas tidak semua orang senang ditelpon agen asuransi pada saat jam kantor. Semoga Bung tidak pernah menggunakan cara kotor seperti itu dalam menawarkan Bung punya produk.

      Perlu saya garis bawahi, saya tidak pernah ikut asuransi apapun kecuali asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Kalau Bung baru 2 tahun di insurance, tentu saja Bung masih jarang dapat komplain dari nasabah. Siap-siap saja Bung.

      Soal unitlink sudah dibahas panjang lebar oleh Ligwina Hananto. Bung bisa baca artikelnya di situs beliau.

      Soal kehalalan asuransi, itu Bung ambil artikel dari mana? Saran saya, jangan ikuti cara agen MLM jualan, main pelintir ayat supaya dagangan laku, walau sudah jelas2 money game. Kalau Bung mau berdebat soal kehalalan insurance silakan baca Muslim dot or dot id, di situ sudah lengkap. Situs ini cuma mengajak sebanyak mungkin orang sadar bahwa tak semua yang dikatakan agen asuransi itu benar… Ada banyak tulisan serupa yang mengajak untuk anti asuransi, jadi pekerjaan Bung Adhy saya pikir semakin hari akan semakin sulit. Yang tabah ya Bung..

      1. Hehehehe keliahatan sekali yg “lucu” itu siapa, pertanyaan sy saja anda tdk jwb….sy tanya apa yg anda tulis sndiri, jd tlg jwb agar tmn2 smua disini jd yakin niat anda memang baik, bukan krn dendam ngak jelas atau bahkan kebodohan anda sndiri dl salah paham ttg asuransi :) ….kami2 menunggu jwban anda ttg pertanyaan sy tsb.

        Skrg anda melunak dgn “sy pikir tidk smua org butuh asuransi….” , sbelumnya jelas2 anda menghujat dan memprovokasi org lain utk tdk berasuransi…nah yg sy pengen tau anda itu bekerja dimana? Biar fair kita nich, anda nanya sy kerja dmn sdh sy info, skrg anda jelaskan disini kerjaan anda apa?

        Sy tdk melintir ayat bos, bgitulah adanya…di comment slh satu rekan kt diatas jg disebutkan jg ttg asuransi syariah, ada Fatwanya juga ttg produk asuransi syariah (fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/ DSN-MUI/X/2001)…anda mengerti ttg fatwa kan? Jd ttp ada alternatif lain bila tmn2 Muslim berasuransi dgn aman sesuai keyakinannya and silahkan diperdebatkan ke Dewan Syariah tsb /MUI.

        Sy baca paham ttg ilmu yg disebutkan mba Ligwina dan tmn2 financial independen…dan sy ngak pernah baca kalimat “kotor” sperti yg anda tulis td (agen-agen asuransi “bangsat”), jd sekali lg tlg jwb pertanyaan sy boss.

        Buat sy dalam “berjualan” asuransi tdk ada paksaan, utk produk di tmpt sy banyak pilihan yg sesuai dgn kebutuhan client, mau yg syariah ada, mau yg termlife/wholelife (tradisional) ada, atau mau yg unitlink pun ada…khusus utk yg unitlink pun tdk ada paksaan, bahkan kt infokan cara kerja unitlink tsb, jd client tetatp mengerti dgn yg dia ambil, di kami tdk ada bedanya jualan asuransi unitlink, tradisional atau syariah.

        Kl soal pekerjaan sy yg menurut anda ngak bonafit, capek2in ya itu sy yg pilih , bahkan kl anda sering buka dialog ekonomi dinyatakan asuransi tetap booming ke depannya krn memang blm smua paham dan slh satunya sperti anda ini.

        Jd pls boss pertanyaan sy dijwb donk, itu pengalaman anda dmn sampai bs bilang agen asuransi bangsat?? Skali lg sy tdk menggiring pembaca utk menyalahkan anda tp agar mrk jd tau niat anda apa dgn buat blog and tulisan sperti ini serta kalimat bangsat tsb….jd biar hadirin/hadirat tau nich siapa yg “kotor” dlm bekerja.

        Ditunggu ya :) ๐Ÿ˜‰

        Note : hati2 ah bawa2 MLM, nanti mereka jg akan nimbrung disini ngomentari, krn keliatan emotional quation anda kurang, sampe smua org digeneralisir salah …ck ck ck ck, tmn2 MLM, monggo ya

  28. Wah ngak fair nich, anda sampai berani bilang agen asuransi bangsat tp ternyata ngak pernah ikutan asuransi …ck ck ck…dan scr tdk langsung anda mengeneralisir smua agen sperti persepsi anda tsb, dan parahnya tdk ada pengalaman empirik ttg hal tsb …woww…luar biasa ah, menyesatkan nich sodara2.

    Ok, skrg krn anda sdh blg tdk pernah ikutan asuransi trus bgmn anda bs bilang agen asuransi bangsat? And tlg sebutkan pekerjaan anda apa? Biar fair donk sy berdialog dgn org yg sperti apa.

    Btw knp bawa2 MLM? Hadeehh, keliatan sekalia emotional quation anda kurang, malah melebarkan sayap menjelek2kan MLM, and pastinya mengeneralisir smuanya jelek/money game…wah wah ngak ikut2an …monggo tmn2 MLM di tanggapi ๐Ÿ˜‰

    Ooo tentu sy baca dan paham ttg pendapatnya mba Ligwina , mas Aidil, mas S.Senduk dll ttg asuransi tp mrk tdk pernah melarang org berasuransi sperti yg anda lakukan ini, and mrk tdk pernah mengatakan bangsat kpd agen asuransi lho…mrk jauh pengalaman drpd anda tp tetap low profile.

    Bagi sy di perusahaan sy tdk ada bedanya jualan program unitlink, tradisional (term/whole life) ataupun syariah, smua kita bisa dan kt sesuaikan dgn keinginan nsbh, jd kl client tdk mau yg unitlink ya kt punya program nya, kl mau syariah kt jg punya dstnya….bahkan kami mengedukasi dl apa itu unitlink dan tradisional, jd mrk memilih pun sdh tau bedanya…mrk yg nentukan, bukan sy krn sy tdk ada kepentingan, smua sama utk sy.

    Lalu ttg syariah, wah anda kl mau protes ya jgn ke sy, itu di ayat kitab suci dan hadist….and for your info, utk syariah ada fatwanya kok..anda tau fatwa? Fatwa itu dikeluarkan Dewan Syariah Nasional dgn nomor 21/DSN-MUI/X/2001 ttg asuransi syariah….jd kl ada yg mau debat ttg itu silahkan debat ke DSN or MUI

    Yg pasti menurut sy, anda terlalu cepat mengeneralisir sesuatu, bahkan parahnya lg anda akui ngak pernah jd client asuransi tp bs bilang agen asuransi bangsat …gubrak….kontradiktif bngt…sampai bilang jg setelah 10thn mau ambil trnyata recehan…eh trnyata itu cuma asumsi, bukan pengalaman empirik lgsg dr anda…wah wah bahaya nich orang…hati2 jg bung, anda ngak bijak dan itu yg akan anda terima konsekuansinya nanti, sy yakin di ktr anda (btw ktr anda apa ya, pake asuransi dr mana?) Pasti banyak org yg ngak suka dgn anda, lah wong ngak bijak bgini hadeehhh.

    (Jgn2 apa yg anda tulis smua diatas jg “hayalan ” anda saja, sperti punya keluarga yg kl ada yg sakit bisa urunan dgn mudah atau kl mau bikin bisnis dgn gampang urunan ngasih pinjaman??….hati2 para pembaca, ini menyesatkan banget org ini ๐Ÿ˜€ )

    1. Terserah Anda saja Bung… Saya sudah berkali-kali berhadapan dengan agen asuransi yang menawari iming-iming macam-macam, jadi kalau Bung nggak terima atas komentar saya, toh saya tidak peduli. :-) Bung bisa buat blog sendiri yang membahas keuntungan jika saya menjadi nasabah asuransi, dengan domain dan hosting sendiri.

      Yang saya salut, biasanya para agen asuransi setelah sekali komentar di blog ini langsung mundur teratur. Ternyata Bung Adhy tetap bertahan, berarti daya pikat blog ini memang luar biasa. Ini perlu saya apresiasi :lol

      Jikalau memang Bung Adhy mau berpromosi, di akhir tulisan ini saya sudah berikan catatan khusus. Ceritakan Manulife punya produk andalan apa, sehingga orang tertarik jadi nasabah. Kalau Bung mau menjatuhkan citra saya di blog yang notabene milik saya, dan karena nggak terima dikata-katain, saya rasa Bung hanya buang-buang waktu, karena semakin banyak Bung berkomentar di sini, justru tulisan ini semakin populer di indeks pencarian Google.. :)

      Salam damai Bung Adhy.

      1. Hahahaha, makin senang sy krn blog ini makin dikenal ketidakbecusannya/ absurd, ngak jelas, penuh pendeskreditan yg tdk ada argumentasinya yg kuat ..anda ngak bs jawab apa yg anda tulis sndiri, piye bs dipertggjwbkan ini blognya? Hadeehhh

        Sy ngak perlu promo disini, lah wong nanti tmn2 bs buka websitenya sndiri, yg sy concern disini adalah kalimat anda yg ngak berdasar itu, tlg jwb aja apa susahnya…kok bs bilang sperti itu tp ngak pernah ada pengalaman empirik sbagai client or agent asuransi? Ckckck

        Sy ngak perlu menjatuhkan citra anda, wong anda sndiri yg menjatuhkan hehehe….yg baca ini dari awal jg pasti bs menyimpulkan kok kl anda menggiring org tanpa alasan jelas, tdk pernah ada pengalaman lgsg sbagai client asuransi or agent tp bs ngomong agent2 asuransi itu bangsat …ckckckck

        Tulisan vaiveraar diatas jg menyebutkan anda absurd dari sisi bahasan lain, ckckckck….ya itu pendapatnya vaiveraar, tp yg sy tetap tanyakan bgmn anda bs mengatakan agen asuransi bangsat tp ternyata ngak pernah jd client asuransi ? Itu aja di jwb + pertanyaan lanjutan sy di posting sblmnya….sy tdk marah sperti yg anda duga, malah sy sambil ketawa-ketawa nulis ini hehehehe krn lucu, pertanyaan sy ngak dijwb2 and dibelok2in.

        Atau anda hanya sekedar ingin terkenal dgn punya blog sperti ini tp ngak bs menjawab pertanyaan enteng sy dari pernyataan yg anda tulis sndiri? Yuk jgn bersensasi mas, sy cuma butuh jwban kongkretnya aja….habis itu udh kok, silahkan teruskan blog anda ini yg pastinya terkenal dgn ke-absurd-annya :)

        Ditunggu jwbn yg lebih elok dan elegan serta nyambung dgn pertanyaan sy ya boss.

        Keep Smile, salam

      2. Sedari awal saya sudah bilang, jikalau Bung mau berpromosi produk Manulife di sini, silakan saja Bung langsung jelaskan produk unggulan apa di Manulife. Apa susahnya, bukankah itu adalah bagian dari pekerjaan Bung sehari-hari, berjualan produk asuransi?

        Saya tidak membuat blog ini untuk pencitraan, jadi saya agak heran mengapa Bung berpikir saya peduli dengan apa pendapat pribadi Bung tentang saya. Tulisan saya yang lain, yang tidak kontroversial, misalnya soal kartu kredit, mendapat banyak sekali views dan di sana damai-damai saja :)

        Monggo Bung kalau mau dilanjutkan… ๐Ÿ˜€

  29. Yth Bpk Prabowo Murti

    Senang sekali bs mengunjungi blog Anda, byk artikel menarik yg dpt menambah pengetahuan.

    Tapi mohon maaf Pak, ad hal yg absurd dlm tulisan bapak ini. Dengan memanfaatkan asuransi dari Kantor berarti bapak sudah tahu bahwa asuransi itu hal penting yg hrs dimiliki. nah, ketika sdh tahu tingkat kepentingannya, opsinya hanyalah “dibelikan” atau “membeli sndiri” polis asuransi yg dibutuhkan. dlm hal ini bapak sndiri “dibelikan” polis oleh perusahaan berarti bpk adalah tertanggung asuransi meskipun tdk perlu membayar preminya.

    Sy sependapat dgn bapak, klw sdh kelewat tajir maka asuransi sebenarnya tdk terlalu dibutuhkan. Itu benar sekali, karena semakin besar tingkat finansial seseorang maka semakin kecil risiko finansialnya. dgn demikian utk apa bli asuransi ?

    Hal yg absurd jg sy temukan di alenia kedua tulisan bpk. memang tdk semua solusi ad pd asuransi. tp hal yg aneh ketika bpk mengatakan “contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil”. apakah Bpk tdk tahu atw pura2 tdk tahu klw risiko itu byk macam dan sebab?. org segar bugar dpt lgsung tewas dlm kecelakaan lalu lintas. Masalah single atw sdh brkeluarga bukanlah satu2nya indikator finansial utk menghitung tingkat risiko. ad hal lain seperti tanggung jawab kpd pihak ketiga yg tak bs dilupakan.

    Sy trmasuk tipe org yg tdk suka dgn cara kerja agen asuransi, dan setiap memberikan proposal pasti slalu sy tolak krn semuanya itu unitlink. sy lebih suka mendatangi perush asuransi dgn reputasi terbaik utk membeli sndiri produk term life dan health insurance.

    Sy, walau msh berusia 21 thn dan blum brkeluarga tapi sangat membutuhkan asuransi. dgn kewajiban kpd pihak ketiga sampai hr ini mencapai 1,4 M, sebagian sy dapatkan atas nama Org Tua sy. dgn niat tak ingin membebani Org tua jk suatu saat sy hrs menghadap YME dgn tiba2, sy membeli polis asuransi jiwa murni dgn UP 2 miliar dan premi hanya sebesar 342.000/bln.

    Utk asuransi kesehatan, sy beli dgn premi hanya 3.671.000/tahun, sistem cashless, bs cashless sampai malaysia, menjamin kondisi yg sdh ada (pre exciting condition) dan menjamin kondisi kritis akut atw kronis. Sy ambil asuransi kesehatan krn sy bkn karyawan yg diberikan askes, sdgkan karyawan sy sj sy beri asuransi kesehatan jg. pertimbangan lainnya bahwa, nenek sy kena anemia aplastic dan kakek sy pernah cangkok ginjal d mount elizabeth.

    asuransi mobil sdh barang tentu karena mobil saya msh kredit ๐Ÿ˜€

    sbg pemilik usaha kecil dgn 11 org karyawan tak mgkin sy bs menjamin layanan kesehatan mereka dgn keuangan perusahaan yg terbatas. bahkan perusahaan besar sekalipun tetap membeli polis asuransi kumpulan. namun dr segi finansial pribadi, tetap sj sy belum bs disebut mapan sehingga sangat perlu asuransi utk meminimalisir risko, apalagi besarnya utang sy itu sebagian karena kerugian bisnis 3 tahun lalu saat baru tamat SMA.

    Utk masalah investasi, sy sdh sisihkan sekitar 5 juta rupiah, nilai ini setara dgn 15 % pendapatan bersih usaha sebelum dipotong angsuran sana sini. utk sementara baru sanggup segini krn utang msh byk :D. utk instrumen investasi, 40 % sy inves ke reksadana pndapatan tetap, 10 % reksadana saham, 10 % ( 500.000/bln) sy ambil tabungan rencana, 10 % ( skitar497.000 ) utk angsuran cicilan logam mulia 55 gr, dan sisanya 30 % ( 1.500.000 ) utk cicilan KPR bersubsidi yg baru sy ambil bulan lalu. rencananya rumah itu akan sy jadikan tempat kursus bahasa inggris krn komplek perumahannya cukup besar ( ada 300 unit rumah ) dan dekat dgn pusat kota kecamatan.

    meski tak semua solusi ad d asuransi, tp melihat kondisi saya saat ini maka sy ingat dgn pesan Mario Teguh,” Uang kecil beli uang besar, itulah asuransi. jika kamu tdk paksa diri bayar uang kecil, maka kamu akan dipaksa bayar uang besar suatu saat, simpel”

    1. Terima kasih Bung Rivai atas komentarnya.

      Sebelum salah paham, tulisan ini tidak dimaksudkan supaya dapur para agen asuransi berhenti ngebul, Bung. Sama sekali tidak… Boleh jadi, di titik tertentu memang kita butuh asuransi. Yang saya sayangkan, kalau pertanyaan “butuh asuransi atau tidak” ditanyakan pada agen asuransi, jawabannya selalu “butuh!” Padahal tidak seperti itu kan?

      Asuransi kesehatan saya akan dihentikan setelah satu tahun karena perusahaan tempat saya bekerja sudah terlanjur membayar preminya untuk satu tahun. Setelah itu? Saya yakin saya tidak butuh asuransi kesehatan. Mungkin belum. Soal resiko mati karena kecelakaan lalu lintas, saya yakin itu hanya salah satu trik agen asuransi dalam berjualan. Semakin banyak yang beli, akan semakin banyak yang tidak tertabrak. Artinya semakin besar peluang profitnya karena kebanyakan yang ikut asuransi tidak akan klaim.

      Untuk asuransi jiwa yang Bung Rivai ikuti, setelah berapa lama uang pertanggungan bisa diambil? Apakah ada ketentuan yang mungkin Bung tidak baca? Apakah Bung rela mati mendadak lalu UP dibayarkan untuk hutang Bung? Untuk asuransi kesehatan, seberapa sering Bung ke Malaysia dan mungkin berobat di sana? Apakah obat juga ditanggung? Penyakit apa saja? Jika menginap, di RS mana saja? Kelas berapa?

      Perusahaan asuransi bukan organisasi nirlaba. Jadi mereka harus ambil untung. Jika resiko besar, maka preminya juga besar. Jika preminya besar dan UP tak seberapa, buat apa diasuransikan? Sebaliknya Jika resikonya kecil, pertanyaannya sama : kenapa harus diasuransikan?

      Saya sarankan Bung memakai sistem reimburse untuk karyawan Bung. Bung simpan uangnya untuk jaga-jaa mengganti biaya perawatan mereka. Sebelas orang nggak akan seberapa biayanya dibanding 1,4 Milyar.

    2. @vaiveraar: Tulisan yg bagus. Menurut saya asuransi kesehatan memang penting, carilah asuransi murni, bukan unit link. Sedangkan utuk tabungan hari tua dengan menyisihkan sekian persen gaji untuk dibelikan unit reksadana, emas, tanah dsb.

  30. Makin dibelokin :)

    Apa yg sy tulis ini smua berasal dari pernyataan yg anda tulis sndiri bung, mulai dari kata2 bangsat sampe pencitraan, sy jg ngak peduli dgn anda, siapa diri anda atau apapun, sy cuma pake pernyataan anda sndiri lho boss…tp tetap ngak dijawab…ckckckck….skali lg nich sy ulang, anda nulis bhw agen asuransi bangsat tp ngak menyebutkan oknum atau personnya, artinya scr general dan sy kejar lg jwban anda ternyata anda mengakui tdk pernah jd agent asuransi/client asuransi tp bs mengatakan hal tsb? 2 hal yg kontradiktif dan menjerumuskan org lain yg membacanya (kl pun ada yg baca blog absurd ini :) )

    Sy ngak perlu jualan disini bung, sy ngak pake cari sensasi sperti ini utk membantu org lain utk memiliki asuransi, yg sy kuatirkan org awam yg baca blog absurd ini mengikuti arahan yg ngak jelas dari org yg “seperti” ahli perencanaan keuangan tp menjawab pertanyaan sy saja ngak sanggup…ilmu dipake utk memaslahatkan boss bukan utk menjerumuskan org lain utk mengikuti jejak anda yg bahkan tdk jelas dan tdk ada pengalaman empirik punya asuransi langsung (hanya dibelikan perusahaan) tp bs dgn angkuhnya menyebutkan agen asuransi bangsat.

    Atau kl mau sy bs bantu biar makin terkenal nanti sy referensikan blog anda ini ke semua tmn2 sy di industri agar mereka turut serta sumbang saran dan pendapat sebebas2nya, sperti anda bebas mengeneralisir dan mendeskreditkan sesuatu tp ngak ada argumen empiriknya.

    So, kembali ke laptop aja, jd tlg jwbannya dari pernyataan anda “Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat โ€ฆ..”, itu apa dan bgmn mksdnya? Padahal anda jwb di posting berikutnya kl anda ngak pernah ikut punya asuransi tp di kalimat tsb “terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat”? Dikibuli katanya, tp ngak ada pengalaman empirik, bgmn bs dipertggjwbkan tuch? Sy sering berhadapan dgn client2 dgn pengalaman empirik, mereka mengatakan kecewa dll, tp itu “wajar”krn mrk sdh mengikuti dan “berhak” kecewa dan ternyata kami bisa membantu handling objectionnya dgn menginformasikan yg benar,mengedukasi sesuai dgn kebutuhannya.

    Yg sy ngak hbs pikir, yg sperti anda ini, yg bilang terlanjur dikibuli agent2 asuransi bangsat tp ngak ada pengalaman empiriknya? Trus mengajak2 org lain dgn “bahasa2″ kelas tinggi sperti perencana keuangan beneran ceritanya, utk tdk berasuransi…pdhl Financial Planner yg sdh profesional tdk ada 1 org pun yg melarang berasuransi dan tdk pernah menyebut kalimat kotor sperti ini….ckckck

    Yuk mas, kt diskusikan trus ya, jgn bosen sama sy, sampe anda jawab dgn baik pertanyaan tsb :)

    Salam

    1. mas adhy bikin anda capek aja menanggapinya:), saya heran juga bagaimana seorang yang ndak ada ilmu bisa nulis panjang lebar layaknya seorang pakar. saya yakin bung prabowo ini ndak akan menjawab secara berani semua pertanyaan anda

      1. Kalau situ nggak punya uang untuk sekadar bayar hosting dan domain, yang biayanya berkisar hanya Rp 200ribu setahun, silakan buat blog gratisan, lalu tunjukkan Bung lebih pintar dari saya. ๐Ÿ˜€

  31. Terima kasih Pak Prabowo ats tanggapannya

    awalnya sy apresiasi blog ini, tapi belakangan setelah baca tanggapan Pak Prabowo Murti utk komentar sy, keraguan muncul akan pengetahuan Pak Prabowo Murti ttg asuransi, apa krn bpk tdk punya polis jd sulit memahami, atw memang sdh antipati, atw bagaimana sy tdk tahu krn bukan urusan sy jg ๐Ÿ˜€

    so far, hal yg absurd memang sulit hilang dr setiap tulisan bpk ttg asuransi, tanpa menghilangkan rasa takzim dan hormat sy kpd bapak, latar belakang pendidikan bpk ( sdg sy blum tamat S1) tapi rasanya bapak perlu tahu jg pengalaman org berasuransi.

    Ad hal aneh d tanggapan bpk, asuransi kesehatan bpk akan dihentikan setelah satu tahun karena perusahaan tempat bpk bekerja sudah terlanjur membayar preminya untuk satu tahun. Setelah itu? bpk yakin bpk tidak butuh asuransi kesehatan. Pertanyaan sy, setelah satu tahun apakah polis bpk diteruskan perusahaan atw tdk ? klw tdk diteruskan lalu kompensasi apa yg diberikan perush bpk utk karyawannya yg tdk diberikan askes? mengenai terlanjur membayar 1 tahun premi, itu sih bkn terlanjur pak. emang mekanisme byr premi askes perush umunya setahun di depan ๐Ÿ˜€

    Sy bukan agen loo pak, sy takut bpk salah sangka. Sy hany mahasiswa ekonomi merangkap entrepreneur dgn sertifikat pelatihan underwriting & risk evaluation d beberapa perush asuransi. Kakak sy (seorang dokter) adalah salah satu Head Claim Dept d salah satu asuransi besar d Indonesia. kami itu jauuh dari yg namanya agen asuransi, tapi sangat mengerti konsep asuransi.

    Mengenai kecelakaan lalu lintas, itu kembali kpd bapak. ada atw tiada asuransi, kecelakaan lalu lintas slalu ada dan probabilitasnya meningkat terus. sy sih org berisiko, selagi sy hidup sy akan terus berjuang membenahi usaha yg sempat ambruk. tapi ketika mati ?

    Nah, sy akan jwb pertanyaan2 bpk berikut :
    1. Untuk asuransi jiwa yang Bung Rivai ikuti, setelah berapa lama uang pertanggungan bisa diambil?
    jwb : lhaaa, bpk iki piye too ? UP diambil ya pas sy sdh Meninggal. asuransi jiwa sy itu tradisional pak, term life insurance. tdk ad unsur investasi alias bkn unitlink. masa bpk gk tau seh, atw emg bpk gk tau ๐Ÿ˜€

    2. Apakah ada ketentuan yang mungkin Bung tidak baca?
    jwb : tdk ada pak. semua sdh jelas dan menurut pengetahuan sy sdh produk yg terbaik. silakan buka polis bpk dan pelajari isi perjanjiannya

    3. Apakah Bung rela mati mendadak lalu UP dibayarkan untuk hutang Bung?
    jwb : pertanyaan absurd yg kesekian kali loo pak. jgn bwt kesalahan lagi yaa, plisss…!!!

    4. Untuk asuransi kesehatan, seberapa sering Bung ke Malaysia dan mungkin berobat di sana?
    jwb : klw ke malaysia sebulan 2 kali pak dlm rangka bsns. utk berobat, pernah dilakukan ketika kelas 3 SMA yaitu operasi sinusitis d Loh Guan Lye Specialist Center, Penang. habis 35jt. Jauh sbelum punya asuransi sndiri.

    5. Apakah obat juga ditanggung?
    jwb : obat 100 % ditanggung (wajar dan umum)

    6. Penyakit apa saja?
    jwb : semua penyakit kronis dan akut yg tdk termasuk pre exciting condition

    7. Jika menginap, di RS mana saja? Kelas berapa?
    jwb : ada 400 jaringan rs swasta utama d Indonesia dan > 200 rs swasta utama d malaysia. kelas rawat inap berdasarkan jumlah bed ( double bed ). klw d indonesia disebut Kelas I.

    Mengenai saran bpk, mksd reimburs iki piye ? apa sy gk usah ikut asuransi dan sisihkan sndiri uang utk biaya perawatan mereka ? ini sih saran yg kurang bijak krn pelayanan kesehatan jg diberikan utk istri dan 3 anak mereka. ini sih bukan kendali biaya namanya, mw bikin bngkrut perush pak. lgpula, sy sdh pernah coba ketika setahun membangun usaha dgn 3 org karyawan. tdk ad asuransi dan ketika satu karyawan kecelakaan lalu lintas ketika mengantar barang, sy hrs tanggung biaya berobatnya sampai 60 jt, operasi termasuk icu, dll. untung dibantu sm Jasa Raharja (yg notabene jg asuransi) 25 jt.

    emg ada ya hubungannya utang 1,4 m sy dgn biaya berobat karyawan ? dgn diberikan asuransi kesehatan, maka tanggung jwb saya hanya sebatas manfaat d dlm polis sj, tdk lebih. inilah kendali biaya yg menjaga likuiditas perush supaya tdk ada unforeseen contingebcies yg terlampau besar.

    Tanpa mengurangi rasa hormat sy, bapak boleh belajar lg. kebutuhan asuransi tdk sama utk setiap orang. Seorang Chairul Tanjung pemilih CT Corp tak perlu asuransi pak. Biaya ganti hati atw jantung 5 miliar pun akan mudah dia byr. Asuransi jiwa, tak perlu itu. Utk apa UP maksimal 2 miliar sedangkan dia bs menghabiskan uang 2 miliar dlm 1 minggu utk perjalanan bsns dgn jet pribadinya. Tapi bagi org2 berisiko, apalagi org2 miskin tak berpunya, asuransi sangat diperlukan. syukurlah pemerintah sdh bikin BPJS, dimana kelak smua warganya dilindungi asuransi sosial.

    Sy pun demikian pak, anggaplah sy buang uang utk biaya premi yg hangus. tapi cuma senilai 2 bungkus rokok tiap hari. dibayar seumur hidup pun, nilainya tak akan melebihi UP sy yg 2 M itu. bgitupun dgn askes utk karyawan sy. sy bayar 20 tahun pun, nilai premi msh lebih kecil daripada biaya pengobatan karyawan sy yg sampai 60juta itu. lagipula, premi kesehatan ditanggung 50 : 50. jd sy tdk byr sepenuhnya.

    blum lagi kapitalisasi investasi sy yg mudah2an, returnnya lumayan bagus. itu sih menutupi biaya premi pribadi saya. kan saya pisahkan, lain cerita klw saya ambil unitlink.

    Sharing masalah asuransi dgn agen asuransi memang kurang tepat, tapi jg tidak salah. jk kualitas agennya itu sangat bagus, mengerti dan paham isi polis, tdk memaksakan produk unitlinknya. ya welcome…. ๐Ÿ˜€

    Jd ksimpulannya, argumentasi Bapak mengenai asuransi itu lemah sekali. tdk berbasis data ya dan hanya asumsi pribadi yg rawan diperdebatkan. Salam :)

    1. Saya salah satu pemegang Polis asuransi dengan gabungan unitlink
      saya kecewa sudah setor selama 5 tahun tapi nilai tunai saya tidak sesuai dengan ilustrasi yang diberikan bahkan dengan porsi yang terendah

      saya bukan membela pak prabowo tapi memang benar asuransi itu dan agen agennya hanya sekedar mencari keuntungan

      saran saya seluruh pembaca lebih baik ikut BPJS sama saja kan
      saya hanya karyawan biasa
      buntung dibuatnya oleh asuransi

  32. Salam kenal bung Vaiveraar/ Rivai,

    Ini yg punya dapur nya asuransi (berlisensi UW) memberikan pencerahan….salut bung.

    Bagi sy pribadi sy tdk akan begini kl tdk ada statement menyesatkan dari ybs ttg agent asuransi…penggunaan kalimatnya menggambarkan secara general bahwa agent semua sama.Dan dari dialog2 sblumnya bnyk yg bs didebatkan, bnyk hal yg menyiratkan kecongkakan merasa paling bener dan plg pinter sedunia.

    Sy bicara dari sisi agent, dan krn yg “disentuh” dari kalimat tsb adalah profesi sy dmn sy merasakan telah dididik dgn cara yg benar,mekanisme pelatihan yg benar, tdk push selling dll maka sy pertanyakan statementnya tsb, eh trnyata kosong/ ngak empirik.

    Bagi sy tdk ada bedanya sy jualan program tradisional/term-whole life dgn unitlink, company sy memiliki program2 tsb lengkap, tinggal kami yg edukasikan ke client mengenai perbedaan kedua system tsb, tdk memaksakan. Jd kami di didik tdk ngejar income nutup mata ngak peduli dgn kebutuhan org lain/client dgn memaksakan unitlink dll, kami punya toolsnya utk membantu org menemukan kebutuhannya akan asuransi, kt menyebut tools td dgn Priority Choice (PC)..

    Jadi kpd pemilik blog ini khususnya, sy ingin berbagi info sbb :

    Semua profesi sama bernilainya, dan saling melengkapi. Khusus untuk agen asuransi sy akan sharing infonya agar tdk salah kaprah atau bahkan mendengar penyesatan:

    1. Agen asuransi jiwa adalah Profesi mulia, sama mulianya dgn dokter, hakim/jaksa dll.

    2. Agen asuransi jiwa diakui dan diatur oleh Undang Undang No. 2 thn 92, artinya profesi yg resmi (y)

    3. Agen asuransi jiwa bahkan diatur cara membayar pajaknya persis seperti profesi lainnya.

    4. Untuk menjadi agen asuransi jiwa (khususnya di tmpt sy), ada seleksi awal dgn interview/cross interview, pre training, training dstnya + ujian negara utk lisensi (AAJI, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)

    5. Agen asuransi jiwa mempunyai wadah perkumpulan profesi se dunia bernama MDRT (Million Dollar Round Table), semua agen asuransi di seluruh dunia yg berprestas/ kredibel masuk menjadi membernya.

    6. Menjadi agen asuransi jiwa memberikan alternatif pekerjaan/aktifitas yg sangat menjanjikan, membantu menurunkan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan seseorang dan keluarganya bagi yg memilih profesi ini.

    7. Menjadi agen asuransi intinya adalah membantu menyelamatkan keluarga org lain dari mengalami kerugian ekonomis bila terjadi resiko khususnya kpd si pencari nafkah, sehingga keluarga tdk kesulitan menjalani kehidupannya scr ekonomis/tdk menurunkan standard hidupnya.

    Dstnya….

    Itu beberapa info yg bs membantu tmn2 agar tdk salah tafsir mengenai agen asuransi.

    Apabila ada agen asuransi yg menyimpang itu org per org/ oknum, dan pasti dari perusahaan asuransi, pengawas/regulator akan menindaknya….tp tdk bisa langsung mengeneralisir semua sama.

    Begitu jg dgn smua profesi yg ada, bila ada “oknum” polisi yg menyimpang maka tdk bs kt salahkan semuanya, bila ada “oknum” dokter yg menyimpang jg ngak bs kt generalisir smua salah….kl bgitu mudahnya kt mengeneralisir maka intinya semua pekerjaan/profesi kita SALAH, krn semuanya ada “oknum” td…apakah anda mau jg di generalisir “salah”?

    Sy bersimpati kpd anda jika pernah mengalami hal2 yg mengecewakan, tp bukan berarti pembenaran anda menyebutkan semua itu “bangsat”. Apa anda tdk pernah mengecewakan org lain? Bahkan dalam dialog diatas anda mengakui sndiri tdk pernah menjadi client asuransi, trus darimana penilaiannya mengatakan agen asuransi bangsat??

    Yuk lebih bijak dlm bersikap dan berpikir, tdk pada tempatnya menyebut sebuah profesi scr general itu “bangsat”.

    Semoga tercerahkan bagi yg mau membuka diri + wawasan, menerima masukan dan memberikan output yg baik serta berguna.

    Salam Kehidupan

    1. Mastor, gue spendapat dgn org yg memahami asuransi, ketimbang seperti mas zul, n mas bowo mrk g usah diladeni, mending undang anak tk ajak ngobrol, kl mrk sampaikan asuransi gini gitu y wes org beli asuransi kan bkn duit anda jd terserah mereka, jgnkn aa gym, uztad albukhori aja mengasuransikan jiwax itu beliau bijaksana, silahkan search di internet alm dpt klaim piro n asuransi mana yg byrin. Jaman gini org tdk punya asuransi cape deh,,, tuh intip org luar negeri, msh dlm perut aja anakx udah di asuransikan…saran gue mas bowo n mas fadli g usah trll sok gi2. Dlm hdp pst namax resiko ada, kl tdk mau resiko bilangi aja mbo’mo kenapa dilahirkan, ko’ dilahirkan malah muncul kedunia maya jd pahlawan kesiangan,,, sy aja punya polis 5 agen gue profesional ko’ dan gue ngambil proteksi, kl investasi g pasti, emangx lu tau dolar besok bgs, jgn gila dong dgn inves, gue punya anak 1 hanya byr premi 1 juta udah ada warisan buat anak gue sktr 1 m, lah investasi$$$$$$,,,,

  33. Pengalaman pribadi. Lebih baik ambil asuransi murni tanpa unit link. Kalau mau nabung dan investasi ya di Bank atau beli reksadana/saham/emas.

    1. sy sdh aplikasikan sndiri pemisahan asuransi dan investasi, syukurlah sy blum sempat ambil unitlink krn sy ckup jeli jk ingin memulai sesuatu. dr byk literatur yg sy baca maka akhirnya sy bs memulai penataan finansial secara baik insya Allah, dan sy jg sangat tercerahkan ketika membaca buku ” jangan beli unitlink bila anda tidak paham benar”. sayang, org tua sy sdh punya unitlink sejak thn 2002 dgn premi 1,5 jt/bln.

      yg ingin sy kritisi dr artikel pak prabowo ini adalah logika berfikirnya yg kaku, absurd, dan debatable. mengutip dr artikel ini, “sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda โ€œbeliโ€ produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D” menunjukkan secara eksplisit bahwa penulis adalah orang yg anti asuransi, tapi anehnya bersedia menerima asuransi dari kantor. cukup menyesatkan bukan ? apalagi muncul dari org yg “katanya” pemilik blog belajar bisnis.

      Sebaiknya, saran penulis ini diteruskan sj ke Direksi BPJS Kesehatan yang 31 Des lalu, resmi diluncurkan oleh presiden. atw ajak orang sebanyak2 utk tdk ikut serta dlm asuransi sosial ini karena gak gratis looo, ada premi yg hrs dibayarkan sebesar 25.500 – 59.500/org/bln. jk upaya ini berhasil, konon katanya Penulis bs dipidana dgn pidana kurungan maks 8 thn penjara krn asuransi sosial ini bersifat “wajib” bg seluruh rakyat Indonesia.

      sbagaimana defenisinya, asuransi merupakan ganti rugi finansial ats suatu kerugian maka asuransi memiliki sistem, ada premi dan ada manfaat. manfaat tentu disesuaikan dgn profil risiko, dan premi disesuaikan dgn tingkat manfaat. baik asuransi komersial dan asuransi sosial, keduanya membutuhkan pengelolaan dana premi yg baik. bg orang yg apriori dgn asuransi, silakan bwt sistem pengendali risiko sndiri, kumpulkan premi sndiri, dan kelola premi itu secara pribadi, mandiri, dan profesional. semoga jauuh lebih baik daripadi mengalihkan risiko ke perush asuransi :D.

      inget loo, sebesar apapun perush asuransi tentu ada dukungan re asuransi baik utk sebagian atw seluruh nilai pertanggungan. inilah ciri pengelolaan risiko pertanggungan yg baik.

      utk investasi, diversifikasi intrumen investasi sy utk saat ini sdh cukup beragam, bahkan sy nilai sdh maksimal dan ckup aman dr risiko fluktuasi nilai aktiva. sy sdh rasakan dampak positif dr pemisahan asuransi dan investasi.

      utk pak prabowo, dipersilakan utk tanggapannya :). Salam

  34. Menarik pro dan kontra nya ttg asuransi, klu diperdebatkan tdk akan hbs2nya. Beda pendapat itu sdh hukum alam (dlm Islam sunnatullah). Yg terpenting jgn sampai kita memaksakan pendapat kita kepada org lain & hrs bisa menghargai pendapat msg2 pihak. Dalam agama aja tdk ada paksaan, apalagi dlm hal2 mu’amalah. thanks!

  35. Generali akan Mengeluarkan Produk Unit Link Baru untuk Segmen Pasar Menengah Ke Bawah
    Seiring dengan pertumbuhan Generali Indonesia yang begitu Pesat, tahun 2014 ini Generali kembali membuat Gebrakan baru dengan mengeluarkan produk Unit Linked baru dengan konsep yang lebih sederhana dengan Segmen Pasar Menengah ke Bawah. Ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan Generali di Indonesia. Dengan semakin Besar Generali Indonesia tentu akan memudahkan Agen dalam meng-edukasi masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi Jiwa, walaupun kondisi ekonominya menengah ke bawah, mereka juga berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari perlindungan Asuransi.
    Jika Semua ini berjalan baik maka PASTINYA INCOME agen Generali akan lebih cepat Naik Meroket dan berbanding lurus dengan Kondisi Generali yang terus berkembang pesat..
    Pilihan kita memilih Generali sebagai Partner Bisnis dan Sebagai Solusi Keuangan Keluarga, adalah Pilihan yang TEPAT. Pastikan kita bisa menjadi Bagian dalam Menyelamatkan Kondisi keuangan keluarga Masyarakat Indonesia.

  36. ternyata semua spg atau spb asuransi d mana2 sama. bisanya cuma cerita sodara saya atau kakak/adek saya yg kena musibah terus dapet duit dari asuransi

    ada gak sih penjual asuransi yg dapat claim 300jt dari perusahaannya, gara2 tabrakan ketika berdagang asuransi?

      1. salah satu tujuan dari berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan salah satunya investasi di perusahaan asuransi. selama itu ada keuntungan atau manfaat di antara kedua belah pihak (yg berinvestasi maupun pihak perusahan) asal sesuai dengan syariah islam kenapa tidak? baik itu investasi di bidang property, keuangan, atau saham dll. yang terpenting sebelum kita berivestasi misalkan di bidang asuransi harus ada pemahaman/pemikiran yang sama antara kedua belah pihak mengenai produk” yg ditawarkan. jangan sampai di kemudian hari ada masalah yg disebabkan kesalahpahaman karena ketidakmengertian dari salah satu pihak.

  37. Kalau diitung-itung sih rugi banget ikut asuransi karena porsinya yg untuk asuransi itu ujung2nya ndak bisa kita nikmatin. Mending ditabung aja jadi sewatu-watu bisa dipake kalo mendesak. Thanks.

  38. Tdk butuh asuransi? Anda bnr, jika Anda bisa memastikan tdk prnh sakit n Anda hidup selamanya. Anda tdk butuh asuransi, anak n istri anda pasti sgt membutuhkan manfaatnya jika suatu saat anda meninggal. Pertanyaan sy: apa yg sdh anda persiapkan utk org tua, anak n istri anda jika hr ini/bsk anda meninggal dunia??? Jgn sampai semasa hdp anda menyusahkan klg, eh meninggal pun mkn menyusahkan klg (byk hutang dll).

  39. terlepas dari pro kontra diatas, saya pribadi butuh asuransi, saya pegawai swasta perusahaan di jakpus, perusahaan hanya mengcover reimburse dng batas tertentu, saya butuh produk asuransi yang bisa mencover biaya rawat jalan, 1 produk bisa untuk istri dan anak-anak juga, kira-kira diindonesia ada nggak produk seperti itu? bukan ASKES lho (PNS/POLRI/TNI only)

    1. Ada pak adhie, generali punya iplan family dgn 1 polis bisa mengcover 1 klg (ayah,ibu n 3 org anak). Generali punya kartu gesek ad medika (tdk perlu reimburse). Nama manfaatnya medical plan. Utk plan IV-VI, manfaatnya sesuai tagihan rmh sakit.

  40. Saya setuju dengan Prabowo Murti,
    Kita tidak butuh asuransi karena memang kita belum perlu,
    Tapi kalau kita sudah merasa perlu karena kita sakit, jangan harap ada asuransi yang akan mau menyetujui aplikasi pengajuan asuransi kita.
    Pertanyaanynya Asset yang paling berharga dalam hidup Prabowo itu apa? Diri Prabowo sebagai mesin ATM apakah berharga bagi Prabowo dan keluarga?
    Coba kita perhatikan jika kita mengajukan pinjaman apapun kpd pihak leasing atau bank atau badan keuangan atau jasa keuangan, apakah ada yang tanpa membayar premi asuransi?
    Mengapa selalu ada premi asuransinya, bahkan hutang sekecil apapun misalnya ketika kita menggunakan kartu kredit kita, mengapa ada kredit shield nya sekian persen dari nilai hutang kita yang menjadi premi asuransi.
    Semua Pihak Jasa Keuangan saja mengasuransikan semua asetnya.
    Lalu mengapa kita tidak mengasuransikan ASET kita yang paling berharga, yaitu diri kita.

    Asuransi dari kata dasar asure : pasti
    adalah program jangka pendek yang memberikan kepastian jangka panjang, artinya jika kita tidak dalam jangka pendek tidak segera memiliki asuransi , kita belum tentu bisa memilikinya. Karena asuransi dibeli bukan hanya dengan uang anda saja tetapi juta dengan kondisi dan riwayat kesehatan yang masih baik.

    Jadi asuransi adalah dasar, fundamental, pondasi keuangan keluarga yang wajib dimiliki oleh siapapun yang telah mencetak uang (sudah berpenghasilan). Karena Percuma kita meningkatkan kekayaan kita dengan membangun finansial keluarga kerena jika kita tidak memiliki pondasi yang kokoh yaitu asuransi
    pada saat salah satu resiko hidup terjadi seperti Sakit Kritis, Cacat Tetap Total atau Meninggal dunia, maka keuangan keluarga dan kekayaan yang sudah kita bangun dengan susah payah itu bisa mengalami kehancuran.

    Bangunlah keuangan keluarga anda di atas pondasi asuransi yang kokoh. artinya, evaluasi dan konsultasikan kekuatan pondasi asuransi anda selalu kepada konsultan keuangan yang bisa menghitung dengan cermat tentang kebutuhan pondasi keuangan anda.

  41. sempit bgt cara berpikir anda kalo kita butuh asuransi hanya karena banyak tanggungan..masih sendiri pun (lajang) kita wajib waspada dalam arti mengikuti asuransi..hidup itu penuh resiko mas bro…menurut gw gak ada unsur haramnya di asuransi…emang asuransi itu mengandung lemak babi apa ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  42. yang paling menyebalkan dari agen asuransi. mereka sering membuat cerita fiktif. agar kita beli asuransi mereka. saya sendiri pernah, dijelasin begini dan begitu. eh stelah saya ikut ternyata cerita tersebut cuma cerita ilustrasi. dan saat mereka menjelaskan produk asuransi mereka banyak yang ditutup2 tutupi. soalnya klo mereka menjelaskan secara gamblang. saya yakin kita semua bakal ragu buat beli asuransi.

    saran saya sih. klo mau beli asuransi.. masuk dulu sebagai agen asuransi terus pahami seluk beluknya. bila anda rasa itu menguntungkan buat diri anda silahkan gabung. saya sendiri begitu. pertama saya gabung dulu jadi agent. dan setelah saya bergabung. disitu dijelasin sama trainer nya sejelas2 mengenai asuransi. dan setelah saya pelajari. saya merasa ko rumit sekali prosedurnya. jadi saya pun ga jadi beli asuransi. klo buat agent sih sudah pasti menguntungkan. secara komisi yang mereka terima sangat wow. pasti mereka bakal nyari 1001 cara agar kita bisa beli asuransi mereka.

    kalau pun anda mau beli asuransi. beli lah asuransi syariah. asuransi syariah InsyaAllah halal. karena sudah termonitor oleh MUI. asuransi syariah prinsifnya tolong menolong. beda dgn asuransi konvensional. yg prinsifnya transfer resiko. jadi seolah2 kita berfikir resiko tersebut benar2 akan terjadi. sama aja dong itu suudzon sama Allah. dan klaupun benar2 resiko terjadi. karena itu kita berfikir bgtu. ya terjadilah. o ya klo kurang setuju sama pemikiran saya. silahkan koment dengan tetap kalem dan sopan. :)

  43. bro… gw sie belum menjadi nasabah asuransi, bukan juga agen asuransi…

    tapi biar bagaimanapun asuransi itu perlu… dan selama kita memang ada dananya…

    klo u dan beberapa orang ga mw asuransi yah itu urusan u…

    u ga ad dana buat jadi nasabah asuransi atau u ud anti dikibulin agen asuransi…

    ga usah khawatir bro… u ditawar2 asuransi,,, langsung nolak aj gampang…

  44. Lucu sekali post ini hehehehe… sy lg membayangkan spt apa reaksi penulis blog ini kl punya pengalaman hidup spt sy yg lumayan dalemm, totally sy yakin hanya akan menambah ketidakpercayaan beliau sm asuransi hehehe.. jd bikin ingin share, note yah hanya share, tdk mau tuai pro dan kontra :) singkat cerita sy dulu dated sm seorang agen asuransi selama 3 thn dan got married di thn ke 4 dan bertahan hanya hampir 2 thn. Ktk sy mulai dating sm dia, demi membantu dia yg waktu itu ktnya hampir achieve AM (tmn2 pasti tau ini asuransi apa hehe), sy meminta semua kakak2 dan adik2 sy yg sdh mapan dan berkeluarga utk msk asuransi ini, dan mrk lsg ok2 aja krn memang kakak2 dan adik2 sy lumayan mapan, waktu itu sy hanya minta mrk semua masukin anak2nya aja, 1 anak 1 jt/bln jg udah cukup, total keponakan sy itu ada 6, tnyt keluarga sy mlh lebih memilih 2-3jt/kepala dan sekalian sm orangtua mrk masuk semua tmk adik sy yg plg kecil blm berkeluarga, bahkan ortu sy jg dimasukin kakak sy yg plg tua, jd total ada 14 polis dan bayarnya tahunan debit kartu kredit smua. Time flies away gak ada mslh. Dan ktk bln2 pertama married gak ada mslh jg. Bln ke 3, dia blg sm sy kartu kredit kakak2 dan adik2 sy tdk kedebit, sy suruh ngomong sendiri since dia jg dkt sm kakak2 sy, eh tnyt some how dia minta cash aja lsg buat byr smua polis itu aja krn ktnya kelamaan bs lapse kl tunggu kartu kreditnya coba debet lg. Yo wes krn kt semua tdk ada pikiran negatif dan dia adalah one of us, maka dikasi uang itu ke dia. Dan krn mrk memang org yg lumayan sibuk tdk pernah ada yg cek bahwa uang itu disetor apa gak bla bla. Sy sendiri tdk tau kl dia terima uang cash begitu byk, apalagi sy dlm posisi pregnant dan apesnya sy some how pas sy abis lahiran mendadak sy didiagnosa epilepsi. Kemungkinan bsr penyebabnya adalah krn sy jatuh pingsan di pagi hari ke 4 yg sdh diperbolehkan plg dan kepala sy kayanya terbentur meja dan sofa yg ada di room sy. Info aja, ex sy memang tdk ada di tpt, dia bobo di rmh krn ktnya gak bs bobo di rs, pdhl room sy vvip loh. Tp actually kt memang sdh renggang dr usia kandungan sy 8 bln, dont care lah skr :) the show must go on. Seiiring waktu berjalan, dia smkin pagi apa subuh kata2 yg lbh tepat baru plg ke rmh dan tiap minggu ke luar kota dgn alasan bla bla bla. Klpun ada di jkt paling sehari dua hari, sisanya hilang hehe.. Memasuki pertengahan thn kedua our marriage dia hampirrr ga ada dan kl ada pun, tdk bs diajak komunikasi even cm nanya abis darimana, tiap kl dia buka mulut yg keluar hanya kata ajak divorce atau suruh sy hengkang dr rmh.. bnr2 drama abis hidup sy, kayanya patut dibikin sinetron hahaha, ambil positifnya aja sy. One day, sy walk out begitu sj dr rmh krn tdk tahan sm sikapnya dan 2 hr kemudian sy balik krn ingat baby sy dan memutuskan anak sy tdk boleh jd anak tunggal dan hrs punya seorang daddy mau seperti apaun dia, sy hrs terima krn toh semua pilihan married bla bla sy yg pilih sendiri dan sy hra belajar terima konsekuensi dr pilihan sy. Eh tnyt gembok dpn gerbang rmh sy sdh diganti dan suster sy sm mbak dilarang bukain pintu buat saya, pahitnya sy kl balik inget2 skr, yg punya rmh siapa, yg punya aset siapa, yg raise him siapa hehehe.. singkat cerita, smua big drama bnr2 dimulai mlm itu. Sy di satu sisi sbnrnya sdh tdk tahan bgt sm kacang yg lupa kulit cm krn semata2 memikirkan anak sy tdk ingin anak sy tumbuh menjadi seorang anak tunggal, walaupun sy ms bs married lg dan bs get pregnant lg cm sy tetep kolot mikirnya lbh baik sedarah drpd siblings, maklum sy berasal dr big fam dan merasakan betapa beruntungnya punya saudara2, dia sendiri anak tunggal dan apalgi krn mslh ini tiap minggu sy musti jd tamu rs krn epilepsi kambuh jd keluarga sy dgn semua cara mengusahakan mediasi walaupun akhirnya dia hanya dtg sekali dan itupun hanya 5 mnt dia dtg ke rmh adik sy. And u know what guys? After dia pergi rmh adik sy, dia call mama sbtr minta maaf krn td tdk sopan dan janji akan jenguk sy di rs. dan lsg balik telp adik sy mengatakan bahwa kartu kredit adik sy tdk kedebet lg dan memang benar saat itu adik sy baru saja menutup kartu kredit yg dipake buat debet polis itu krn ada tagihan unknown. Kakak sy jg mendapat call yg sama dr dia, entah knp bs bareng begitu lg, same reason krn takut lapse dia minta cash dan semua dikasi ke dia krn fam sy tdk punya pikiran negatif. Sy singkat, smua mediasi tdk berhasil akhirnya sy dgn sgt berat hati memutuskan call lawyer buat divorce, cape loh tiap minggu jd tamu rs gara mikirin dia dan anak hehe.. dan tmn2 tau? Sy baru tau mslh cash ini baru2 ini dan tnyt semua polis keluarga sy lapse dr thn lalu krn tnyt tdk pernah dibayarkan :( mrk jg baru ngeh ktk mendadak ditelp sm pru pusat, ini sdh kena batas waktu pemulihan, hrs pulihin di thn kedua kl mau tetep lanjut :( sukurnya mrk tdk beritahu sy kmrn2, lately mrk br cerita sm sy dan ms bisa blg uang ms bisa dicari, kesehatan km yg hrs stabil dl. Bahkan ktk akhirnya sy tawarin fam sy buat lapor kantor pusat pru dan di proses pidana, mrk hanya bilang buat apa? oh my gosh sy merasa menjadi org plg berdosa di dunia krn pilihan yg sy buat sedemikian salah. Tp mrk tetep tdk menyalahkan sy dan memulihkan semua polis msg2, betapa beruntungnya sy punya keluarga spt ini, sampe hari rasa syukur sy tdk ada habisnya dikarunia keluarga spt ini, I wish my lil one had family like me.. jujur kata, saat itu sy personally sgt membenci yg namanya asuransi, mau asuransi apa kek, pokoknya judulnya ” A ” aja bye bye bye buat sy.. sampe akhirnya bbrp bln ke depannya sy memikirkan dan membayangkan masa depan anak saya, masa depan sy sendiri, anak2 yg semoga dikarunian ke sy lg buat jd sodara anak sy *crossing finger*, memikirkan biaya hidup thn2 ke dpn yg totally smakin berat, inflasi, apa yg bs sy siapkan dr skr utk anak sy nanti, kemapanan hidup yg sy ingin anak sy dptkan, bgmn sewaktu2 sy dipanggil sm Yang di Atas entah itu krn kecelakaan, kambuhnya sy atau apapunlah itu, sy tdk ingin meninggalkan anak sy tanpa pegangan apapun, bla bla.. maka sy memutuskan utk masuk kembali jd nasabah asuransi di Pru dan Allianz. Krn history sy yg msk rs berulang kali, sy skr hanya mengambil UP dan investasinya saja. Polis lama Pru sy sdh tdk bs diaktifin kembali krn sdh lebih dr 2 thn. Dan saya pun memasukkan polis br lg buat anak sy buat jaga2, yah sy tipikal org yg sedia payung sblm ujan dan ktk sy masuk lg sbg nasabah br di asuransi, yang ada di otak sy hanya satu, 10 atau 20 thn lg uang akan semakin tdk ada harganya, kl sy bs prepare aedikit demi sedikit menyisihkan penghasilan sy skr demi sedikit kepastian masa depan anak sy, apapun akan sy lakukan krn ini semua bukan hanya tentang saya. Ini ttg brp saya mau menghargaiin jiwa diri sy sendiri sehingga UP nya cukup gede sy bikin dan asuransi kesehatan buat anak sy yg walaupun skr anak sy tdk butuh sy rasa tdk ada salahnya menyiapkan sesuatu dr awal. Tapi di sisi lain, sy jg mengambil bbrp reksa dana buat persiapan jg masa depan anak sy. Balik lg sebenarnya pun sampe saat ini kl sy ktm sm org asuransi sebenarnya sy merasa gmn gituuuu, cm sy suka menemplang diri saya sendiri *dlm otak ya, bukan beneran hahahha* semua ini adalah balik lg ke habit dan attitude seseorang. Profesi apapun kl orangnya gak bener, pastinya jadi gak bener jg. Bgmn seseorang mempromosikan produknya dlm hal ini tmk asuransi pun, balik lg ke attitude seseorang, some people stay on koridor, some step out from the line push too hard, some just yah yah yah yg ptg pas2an cukup.. there is so many human character in this world. Me personally kl ditanya apakah benci sm org asuransi? Maybe some times I would say yes. Tapi sy belajar byk hal dr org2 di sekitar sy khususnya family saya, jangan menjudge semua org sama hanya krn satu org melakukan kesalahan itu. Tidak semua org sama krn semua org punya background yg berbeda, cara didiknya beda, pola pikirnya beda, lingkungan tpt tumbuhnya beda, prshnya beda, bahkan cara makan tiap org beda, mamanya aja beda smua, ini yg paling lucu kl sy inget kata2 kakak sy ini hehehe.. Dari sini, saya tambah belajar byk dan totally ups gak jg sih hampir 80% lah sy bisa berbesar hati dan puji Tuhan sy sampe hr ini mencoba berpikir positif trs kl ktm org asuransi hahahhaha… agak lucu mengingat ktk sy memutuskan ambil polis baru buat sy dan anak sy, sy meminta mrk mengirimkan via pos dan sy balikin via pos lg hahahha.. Satu hal yg sy notice dr kata2 pemilik blog, kalo boleh, ” ttg bagian kl sy mati trs anak istri sy mkn harta2 sy enak, apa arwah sy gak penasaran krn sy mati mrk hidup enak, kl tau begitu sy ceraikan sj perempuan laknat itu- kurang lebih spt itu ya? ” — sy hanya ingin menyampaikan sbg tmn sy merekomendasikan anda jangan pernah married krn anda bukan tipikal org yg cocok utk berkeluarga berapapun usia anda nanti krn yg namanya pernikahan adalah ttg membahagiakan pasangan anda dan tdk ada kata “saya” dlm pernikahan, suami atau seorang istri yg normal akan selalu memikirkan bgmn cara membahagiakan pasangannya dan kl memang mampu, menyisahkan sebagian penghasilan entah itu buat investasi, tabungan atau apapun, sehingga sewaktu2 si suami atau istri tdk mampu kerja/bisnis lg, ataupun dlm hal ini pass away, suami/istri/anak yg ditinggalkan ms punya sdikit tabungan utk bertahan hidup sambil membangun hidup yg baru dan kt yg meninggalkan pun bisa pergi dgn tenang tanpa hrs menghantui atau menjadi arwah penasaran. Saran sy cm satu, kl boleh, berapapun umur anda skr, lbh baik anda tetap sendiri seumur hidup anda jd anda tdk akan rugi krn meninggalkan sesuatu yg berharga buat keluarga yg tdk anda cintai dan tdk anda butuhkan.. intinya, sy hanya ingin berbagi saja sm tmn2, berbagi kt tdk hanya hidup di masa skr tp ms ada masa depan, dan tdk ada niat menyulitkan sebagian profesi krn buat sy semua itu tergantung personnya lg walaupun sy sendiri jg sdikit butuh waktu lama utk mencoba terima pelajaran itu hehehe.. semoga ini mungkin bisa menjadi bahan pembelajaran kita semua :)) GBU All

    1. menanggapi curhatan Ibu Lisa..
      hanya ingin menambahkan, sebenarnya agen asuransi tidak diperbolehkan menerima sepeser pun uang dari nasabah, karena nasabah jika bukan autodebet harusnya setor atau transfer langsung ke bank untuk setor premi.. (itu yang saya tau dr asuransi yg saya pakai)
      yahh sebagai pembelajaran ya.. :)
      Gbu

    2. Iya Ibu Rebecca.. Me personally tau hal tsb dan fam sy pun tau, thats why iam shocking knp dikasi cash:).. Makanya dari awal, sy suggest smua pake kartu kredit.. But like i said, time flies away, dan diapun sdh menjadi salah satu one of us, jd fam gw tdk ada pikiran mcm2 bahwa akan dibawa kabur, bahkan sy dlm posisi pregnant kan waktu itu dan yg kedua pun ktk kt lg panas2nya, fam sy memutuskan kerja adalah kerja, professional, bukan krn semata2 sy lg renggang sm dia, trs memutuskan ikut2an masalah sy, semua disertakan.. who will know what will happen except person yg doin that thing.. Back to basic, kt adalah fam yg positif, everything dibuild base on trust.. So, apapun yg sdh terjadi i dont regret, i only share this things krn kmrn sangattt tergelitik dgn pro dan kontra yg segitu byk di blok ini, dan saya pun tdk sengaja mampir blok ini hahaha… makin lama makin saya baca, kok makin kaya anak kecil yg lg rebutan permen hehehe, akhirnya sy memutuskan share sdikit hal yg berhubungan dgn topic yg relevan.. Tujuan sy adalah share spt sy bilang, dan ingin mengajak tmn2 supaya lbh positif dlm menghadapi semua hal/profesi, yg terpenting adalah Yukk mari kita belajar dewasa dan berbesar hati.. Apapun yg sdh terjadi, biarkan saja, jangan dibawa ke masa skr, dan jgn men- educate org lain dgn hal yg mgkin blm kita tau pasti, memberikan suggestion bole tapi mgkin perlu dinote ke org yg dikasi suggestion ” in this case ini my opinion loh ya “.. Dunia ini penuh dgn begitu banyak human character, kl kita berharap semua org punya karakter yg sama kaya kita itu impossible things. Dan spt sy blg, semua profesi apapun itu balik lagi ke habit dan attitude seseorang, sebagus atau sejelek atau sehina profesi apapun seseorang, kalo dia punya habit dan attitude yg bagus, niscaya semua akan berjalan lbh gampang.. Teman2 mari Yukkk kita sama2 saling bantu membantu dan belajar dewasa serta belajar punya hati yang besar, alangkah tenangnya hidup kita dan mata pun tdk sakit membaca kata2 yg kurang educate hehehe.. Wong saya aja yg punya problem spt itu aja skr masi bisa bersyukur dan tdk menjudge seseorang atau profesi seseorang, masa tmn2 tdk bisa? In my opinion, saya yakin kalo tmn2 mau mencoba berbesar hati tentang apapun, hati teman2 pasti akan lebih tenang :)) sehingga semua pemikiran apapun akan menjadi lebih positif dan tdk gampang tersulut amarah… hiiiiii nanti kebakaran lagi hahahha.. Have a good day all

    3. cerita ibu lisa sangat menyentuh,,
      cerita g bermutu blaaasss goblok ne orang….. keliyatan klo orang asuransi juga ne pinter omong g masuk akal,, faaakk u

  45. Paling males berurusan sama orang asuransi karena gaya hidupnya sok tajir padahal gaji nggak seberapa.. Nyicil mobil hanya sekadar buat meyakinkan calon nasabah buat invest di produk yang sebetulnya gak untung2 banget.. Ditambah lagi yang bikin males pasti ada aja yang nelponin tiap hari nawarin insurance kelas gembel.. Kasihan banget hidupnya.. Kelak orang akan tahu kalau mereka ikut produk unitlink itu nggak bakal lebih untung daripada ikut terpisah.. Buat para agen asuransi manapun di Indonesia, fvck you alll…..

    1. Hmm sombong sekali pernyataan Anda bung zulfan! Apa sich profesi Anda ? Sy agen asuransi generali, pekerjaan tetap sy pns provinsi suami-istri sebagai tenaga kesehatan. Rekan sy agent generali seorang dokter sekaligus direktur rmh sakit swasta ternama di kota singkawang. Org kaya sombong aja dilaknat Tuhan, apalagi org miskin sombong dilaknat kuadrat.

    2. Dear Zulfan,
      Kalo mau bicara maupun posting tulisan di ranah Publik harus hati hati. terlihat sekali anda Orang yang K*ny*l. Anda harus belajar materi Asuransi,sebelum menjatuhkan sebuah produk yang jelas jelas di awasi oleh OJK atau sebelum menghina agen Asuransi. Agen asuransi jiwa punya payung namanya AAJI. Agen asuransi umum punya payung AASI. Agen asuransi punya kode etik. dimanapun anda berada,berhati hatilah, anda sudah bersentuhan dengan hukum, cyber crime bisa melacak keberadaan anda.
      Terima kasih.

  46. Sampeyan itu yang goblok.. Kalau memang dari perusahaan asuransi udah dapet duit banyak, ya nggak mungkin lah sampeyan sibuk2 jadi pns lagi? Ngapain kerja capek2? Situ kan punya kerjaan sampingan gara2 hidup susah aja… Mending cari kerjaan laen aja daripada gangguin orang via telepon dan nawain produk gak guna… Oya, kalau mau tahu kerjaan saya, saya agen properti di raywhite. Silakan temui saya di kantor kami di Plaza BII tower II lantai 25 di mh thamrin no 51 Jakarta, tiap hari Selasa. Kita buktikan yang sebetulnya bermulut besar itu situ apa saya? :)

  47. Hmmmm’ketahuan siapa yg goblok. Sy pns duluan’ baru jd agen asuransi. Dr cara bicara Anda sy udh tau,dak perlu ketemuan. Org kere biasanya ngomong nya sok kayak org kaya,utk menutupi kekereannya hahaha. Kasihan…. Taubat pleaseee cepat2.

  48. Oh ya satu lg, org2 kaya. Mrk yg butuh asuransi, pd umumnya org kaya respon mrk positip thdp asuransi,bahkan mrk sampai punya 5 polis asuransi jiwa. Tp beda dgn org2 kere, 5% aja dak sampai yg punya polis asuransi jiwa.

    1. saya selama ini juga salah satu yang dirugikan oleh asuransi yang berkedok investasi lebih baik jujur seperti BPJS ada pemisahan JHT dan kesehatan
      jadi masyarakat juga faham mengenai kesehatan dan dana pensiun

      asuransi pru*en contohnya dikemas dengan baik unitlink syariah dsb menjanjikan investasi dan asuransi tetap apa hasilnya dana kita habis untuk administrasi

      saya setiap hari kesehatan ditanggung BPJS malah
      banyak yang complain juga nasabahnya claim susah agen dicari susah
      banyak penipuan agennya lari

      saran saya lebih baik apabila asuransi kesehatan ke BPJS
      untuk investasi bisa reksadana, emas, property atau deposito dll

  49. Ya gimana ya… Agak susah juga sih mau ngebandingin penghasilan dari jualan property yang jelas-jelas makin lama pasti makin mahal dan nggak akan rugi, daripada diboongin agen asuransi via telepon. Kalau yg saya tahu nggak ada agen asuransi yang tajir dengan cepat kecuali rumah/mobil semuanya nombok alias hutang.. Kalau memang menguntungkan, harusnya yang tajir alias cepet banyak duit ya agen insurance nya, bukannya malah hidup susah… Logika nya di mana gitu loh.. Sekian dan terima kasih.

  50. Silakan datangi saja kantor kami buat ketemuan langsung, nggak usah sok2an bangga jadi pns plus agen insurance padahal makan aja masih pas-pasan. Itu sudah saya kasih alamat lengkapnya.. Nggak perlu banyak bacot Hahahaha…

  51. Hm ketauan lg siapa yg krg informasi, situ buka dech di sumber2 terpercaya, profesi2 marketing yg penghasilannya tinggi. Agent property jg profesi marketing. Ada jg agent property yg menghalalkan sgl cara utk meyakinkan calon konsumennya biar mau beli propertynya. Kualitas propertinya jelek di blg bagus, pandai bersilat lidah n metrayu konsumen, psg spg seksi2. Jd di profesi apa pun ada yg namanya oknum. Anda tdk bisa mengeneralisir.

  52. Hahaha kgk perlu ketemuan bung, dr gaya bicara n arogansi anda sy udh tau siapa Anda. Plg broker berlagak bos, pdhal kere haaaaa. Dah ah mls meladeni org waham kebesaran. Sono kondultasi ke psikiater biar dak sampai kena skizofrenia paranoid kwkwkw. By stop koment, dak ada manfaatnya …. By…by…….

  53. Silakan saja mau bacot apa saja, tanya ke kantor kami, kenalan dengan Zulfadli Anindita, dari Jakarta Barat, rata-rata orang kenal saya.. Sudah lama saya maen di property, jadi cuap2 agen asuransi kroco kayak sampeyan ndak akan mempan mau ngibul kayak apa aja.. Kasihan sekali, kerja siang malem kok nggak dapet apa-apa… Mending ikut saya , saya training gratis lah!! Hahahaha..

  54. Owh ya, kebetulan rmh sakit kami ruang utk pasien jiwa msh ada yg kosong, sy khusus siapkan lah satu kamar utk mu ya zul heeeeeeeeeee hm

  55. Anda tidak butuh asuransi ?
    Anda bisa jamin bisa sehat terus? Sekarang banyak yang muda sakit keras biaya tinggi sehingga uang yang dikumpulkan sekian tahun habis hanya untuk rumah sakit. Asuransi itu dapat uang besar dengan uang kecil/nyicil kalau tidak anda dipaksa keluarkan uang besar sekaligus. Anggap saja anda bayar rumah sakit nyicil dr sekarang. Dalam 10 tahun anda nyicil sakit ngak sakit uang yang anda setor tetap ada. Investasi rumah/properti ? sekarang kalo anda butuh uang untuk biaya rumah sakit apa rumah/properti anda bisa langsung liquid?

  56. Kasihan ya pean ini,, ketahuan sekali kalau tolong menolong tidak ada dalam kamus kehidupan sampean,, ya berdoa aja sampean tdk bisa sakit dan tidak mati,, supaya bs terus jagain investasi pean sendiri,, kalau tidak sakitkan investasi tidak akan berkurang,,
    tak doakan ya ;;;

    YA ALLAH SEMOGA PEMILIK BLOQ INI TIDAK PERNAH SAKIT, TIDAK MENERIMA RESIKO KEHIDUPAN DARI-MU (Sakit, Cacat, Meninggal), AGAR DIA TIDAK BUTUH ASURANSI UNTUK MEMBANTUNYA, KALAU BISA YA ALLAH UMURNYA ABADI SAMPAI TIDAK PUNYA DAGING BS TETAP HIDUP,

  57. Kasihan ya pean ini,, ketahuan sekali kalau tolong menolong tidak ada dalam kamus kehidupan sampean,, ya berdoa aja sampean tdk bisa sakit dan tidak mati,, supaya bs terus jagain investasi pean sendiri,, kalau tidak sakitkan investasi tidak akan berkurang,,
    tak doakan ya ;;;

    YA ALLAH SEMOGA PEMILIK BLOQ INI TIDAK PERNAH SAKIT, TIDAK MENERIMA RESIKO KEHIDUPAN DARI-MU (Sakit, Cacat, Meninggal), AGAR DIA TIDAK BUTUH ASURANSI UNTUK MEMBANTUNYA, KALAU BISA YA ALLAH UMURNYA ABADI SAMPAI TIDAK PUNYA DAGING BS TETAP HIDUP, KABULKAN YA ALLAH

  58. belajar mas jadi Agent asuransi, hidup akan lebih bermanfaat…
    banyak Agent yang sudah ‘ MEMBANTU” peserta asuransi,

  59. Menarik sekali pembahasannya…masing2 punya opini tersendiri, hormati opini org lain…Pengalaman sy sekarang, dulu waktu belum mempunyai pencerahan asuransi sy anggap perlu dan sudah sy coba di Unit Link (Asuransi + investasi) *XA M*ND*R* …… Sy pernah ikut dg setor awal 50 jt dg niatan untuk Investasi…..dg iming2 sekian tahun blablabla……dan utk premi pembayaran dipotong langsung tiap thn, nyatanya sekarang setelah 2.5 tahun dana sy bukan bertambah malah menyusut menjadi 30 jt….sy bilang ke Agennya di bank woooowwww fantastis,…Jadi sy Setuju dg Bung Prabowo Murti alangkah baiknya dana kita klo untuk investasi jangan pernah di gabung dg asuransi dan sy alami sendiri….investasi ya investasi….asuransi ya tergantung Anda sendiri perlu atau tidak, selama….betul juga klo masih muda buat apa juga asuransi mending buat investasi dananya….sukses buat semuanya….

  60. Pak Prabowo,

    saya BUKANLAH seorang agen asuransi ( dan saya juga benci bila agen datang ke tempat saya dengan janji muluk )

    akan tetapi saya membaca beberapa pernyataan anda yang terkesan TAHU tapi ternyata sangat bisa dibantah dan dibuktikan

    saya akan mencoba menjawab dengan logika saja dan saya menantang anda untuk mencoba menjawab pertanyaan dan pernyataan saya :

    1. Tentu saya peduli dengan keluarga. Tapi kalau ditawari asuransi jiwa, saat ini saya masih single. Kalau saya mati yang makan duit saya nanti siapa? Kalaupun saya sudah punya istri dan anak, apa arwah saya nggak penasaran karena gara2 saya mati, anak istri saya makan harta enak-enak. Ngapain? Kalau tahu perempuan laknat itu bertabiat begitu, pasti sudah saya ceraikan, Bung.

    anda mengatakan anda peduli pada keluarga anda..namun semua yang anda pikirkan tentang ‘yang makan harta saya siapa’
    jika anda single bisa diberikan pada orang tua anda,
    dan pernyataan anda ‘saya mati anak istri saya makan harta enak enak’….jadi anda ingin jika anda mati..anak istri anda tidak bisa hidup enak dengan harta anda..benar begitu? apakah itu tanda ‘peduli dengan keluarga anda’??

    2. Balik lagi saya tanya, saat saya pensiun saya dapet berapa dari produk asuransi Bung? Kalau cuma 500 juta, mending saya buka usaha ternak sapi dari sekarang. Duit 500juta, 20 tahun lagi, nggak ada nilainya Bung..

    menjawab pertanyaan ini…kita ambil analogi simpel dari agen Allianz diatas,..menabung 1 juta bila umur diatas 40 tahun dapat manfaat 500 juta…jawaban anda adalah anda lebih senang punya duit cash 500 juta..
    kita tarik waktu 10 tahun ( usia pensiun 55 tahun ) 1 juta/ bulan jika ditabung dalam 10 tahun barulah 120 juta..

    bila investasi apakah anda yakin bisa menghasilkan uang 500 juta dengan bermodalkan 1 juta saja dalam waktu 10 tahun?

    3. Perkara bisnis yang gulung tikar, seperti yang Bung Benny katakan, bisa saja terjadi pada siapa saja, termasuk perusahaan asuransi tempat Bung menginvestasikan dana (dalam hal ini kita bicara soal produk unit link). Jadi faktor resiko baik dana dikelola sendiri atau diberikan gratis, eh maksud saya, diinvestasikan ke perusahaan asuransi, tetap dan akan selalu ada. Apalagi mesti nunggu 15 tahun.. Naik haji aja nunggunya cuma 9 tahun, Bung.

    memang benar..faktor resiko akan selalu ada..tapi apakah mungkin perusahaan G.V seperti Allianz, Prudential, ataupun perusahaan lokal ACA yang dibekingi oleh nama besar SALIM akan gulung tikar seluruhnya walau terjadi resesi? menurut saya resiko terjadi kemungkinan seperti itu adalah kecil sekali..anda mempercayakan orang orang yang AHLI DI BIDANGNYA untuk mengelola uang anda…dibanding berspekulasi dengan usaha anda sendiri…toh jika anda punya uang 500 juta…premi asuransi kerugian adalah hanya sekitar 2%o untuk Asuransi Property all risk yaitu hanya sekitar 1 juta / tahun…499 juta tetap anda bisa investasikan untuk setahun…dan 1 juta untuk membayar rasa aman anda akan bisnis yang anda kelola…

    tahukah anda bahwa 4 tahun terakhir Asuransi kerugian di dunia mengalami kerugian sampai 50 juta USD yang berarti klaim lebih besar daripada premi

    jika anda membaca berita finansial..anda pasti tahu bahwa Otoritas Jasa keuangan sekarang bergerak untuk MENYELAMATKAN industri asuransi kerugian dikarenakan bencana katastropik ( banjir bandang, gempa ) yang mengakibatkan kerugian bermilyar milyar pada pembayaran klaim
    karena jika asuransi gulung tikar maka berikutnya yang akan gulung tikar adalah industri…uang 4 milyar yang seharusnya mereka investasikan akan dijadikan pemulihan untuk asset mereka, yang dimana rata rata industri tidak menyimpan dana cadangan darurat sebesar itu dan harus mengambil dari asset operasional mereka

    dan untuk industri ber asset 1 milyar, kerugian 500 juta dipastikan akan membuat mereka gulung tikar dan mengakibatkan resesi ekonomi..

    Tahukah anda bahwa dikarenakan rate 1-5 / 1000 setiap 1 tahun
    rata rata industri besar ( kita ambil contoh Bogasari ) mengalami kerugian yang tidak akan bisa dibayarkan kembali dengan premi hingga 20 tahun kedepan ( jika selama 20 tahun tidak mengalami kerugian lagi )

    saya menginginkan respon pada setiap pernyataan dan pertanyaan saya,,,jika anda memang memiliki fakta atas setiap pertanyaan saya…dan saya BUKANLAH AGEN asuransi..dan benar pernyataan anda bahwa janganlah bekerja sebagai agen asuransi dikarenakan uangnya hanya receh…lebih baik berinvestasi dan belilah asuransi bukannya menjual asuransi

  61. Busettt, para pembela asuransi dan kroco-kroconya alias para agen yang disuruh cari-2x nasabah makin semarak saja. Sekarang saya tanya sampeyan-sampean semua pada dapet apa dari perusahaan asuransi?? Kok getol banget kayaknya ngebelain tempat sampean cari makan. Sekarang orang males ikut unit link, sudah terbukti gagal karena kebanyakan duitnya dimakan sama perusahaan asuranis. Ibarat kata orang nabung duit di bank kalo nggak seberapa, ya bunganya kemakan sama biaya administrasi. Paling ajep ya sampean-sampean semua kalo mo invest langsung di reksadana ato saham, lebih awet. Udah mending invest di properti aja kayak saya.. Tinggal duduk nunggu duit kipas2x aja nilai rumah/ ruko naek sendiri. Ikut insurance ya nunggu bengek di RS dulu baru duit kita dibalikin. Kalo nggak sakit nggak dapet duit..

  62. Nah ni muncul lg si zulfan pasien jiwa, hei zul jgn merendahkan profesi org lain. Jgn sombong n takabur. Nanti kualat kowe, kebakaran nanti properti yg lu bangga2 kan baru rasa. Baru nyesal napa ndak di asuransikan kebakaran propertinya hehehe. Owh ya perlu lu tau, org sopan sy segan. Tp klu org sombong pingin rasanya mau sy sobek2 heeeeee.

  63. saya tadi baca2, mas zulfan mengatakan bahwa drpd beli asuransi, lebih baik dana d investasikan ke saham, reksadana, atau properti. Salah besar bila anda membandingkan asuransi dengan unit investasi yang memang benar2 menawarkan keuntungan sebagai imbalan dana yang telah anda investasikan. Sementara asuransi? Asuransi tidak pernah menjanjikan nasabahnya keuntungan sebagai imbalan utk membeli asuransi mereka, asuransi menawarkan jaminan terhadap resiko anda dan membayar klaim dengan mengembalikan posisi anda seperti sebelum kerugian itu terjadi. Kalau anda memandang bahwa “Unit Link” gagal, yaaa jangan dibeli. Beli lah produk asuransi lain, seperti kesehatan, jiwa, dsb. Masih sangat amat banyak kok produk asuransi yang dapat anda sesuaikan dengan keadaan keuangan anda. Toh berapa sih uang yang harus anda keluarkan utk membayar premi? Tidak seberapa kan? Ingat mas sebagian besar orang Indonesia yang membeli asuransi adalah orang2 kaya. Anda bisa googling dulu sebelum membantah yang satu ini. Orang kaya membeli asuransi bukan karena melihat seberapa keuntungan yang bisa saya dapat kalau saya membeli asuransi, saya beli asuransi karena saya ingin meng-cover resiko yang ada (seperti tabrakan mobil, rumah kebakaran, tempat usaha kebakaran, sakit, dll), toh saya sudah kaya, mengeluarkan uang sedikit utk ketenangan akan resiko2 tersebut bukanlah hal yang besar utk org kaya. Kalau anda mengaku sudah kaya, mengapa anda harus sangat perhitungan utk mengeluarkan sedikit uang anda demi ketenangan hidup anda terhadap resiko2 hidup ini?

    1. @ mas hans saya bukan membela zulfan
      selama ini agen yang saya temui memang menjual asuransi berkedok investasi saya juga salah satu kena tipu daya dan saya sdh 5 tahun ikut unitlink yang saya dapat apa uang saya habis untuk biaya administrasi perusahaan padahal belum pernah claim
      dan teman teman saya yang claim juga kebanyakan susah cairnya

      sangat sedikit yang dibilang lancar dalam pengajuan claim

      saya sarankan anda yang menjadi agen asuransi jangan jadi pembohong
      apa adanya saja apabila orang yang anda ajak ikut sudah peduli mengenai asuransi untuk kesahatan dan jiwa mereka pasti akan ikut gak usah jual jual berkedok investasi

  64. Produk Front End Load. Uang premi hilang 100% di tahun pertama, 250% dalam 5 tahun. Kenapa? Komisi agen itu 30%. OR atas nya agen 15%.

    Produk Back End Load. Uang premi hilang hanya 0-20% saja selama 5 tahun. Komisi agen paling cm 15%. Tapi kalau lagi BU, baru bisa diambil 100% investasinya setelah 5 tahun.

    Sebenarnya, jika nasabah mengambil produk Back End Load, hasil investasi nya jauh lebih oke, dengan benefit yang sama.

    Saya setuju dengan penulis ketika melihat Cost of Insurance (Iuran) produk kesehatan. Keluarga saya usia 50, ambil kamar 1 juta cashless, COI nya 8 jt/thn, sedangkan coveran obat hanya Rp 20jt. COI nya terlalu mahal.

    Tapi untuk produk spt Jiwa, kritis, COI nya masih oke. Tinggal pilih produk BACK END LOAD.

  65. Saya setuju sama mas Zulfan untuk tdk membeli asuransi… tapiiii….. kalau mas Zulfan adalah anak tuhan yg gak bisa sakit dan gak bisa mati…. hahahaaa…
    Masa hidup aja egois… mati pun mau egois..
    Bos properti aja beli asuransi, kok marketing propertinya sok gak bisa mati..
    Hahahaha piss zul.. Kopl*k

    1. Ya kalau SAMPEYAN mau dibohongin sama si DENDI gembel PNS ya silakan saja. Bos properti beli asuransi seperlunya saja, ndak bakalan sampe buat invest. Hla wong lebih untung di PROPERTI kok masih ternak duit di ASUUURANSI.??

  66. hahaha benar sekali tu bro dimas, setahu sy bos property itu pada punya asuransi kerugian dan asuransi jiwa, ini marketingnya sok2 an kwkwkwkw. Tong kosong nyaring bunyi nya…

    1. Justru saya menawarkan hasil investasi yang jauh LEBIH BAIK daripada sampeyan yang udah kerja dobel2 jadi PNS masih aja GEMBEL!! HUAHAHAHAHA…

      Sudah ada yang ngedukung tuh di atas, karena KOMISI agen asuransi itulah yang membuat asuransi mahal banget. Orang ditarik duitnya demi untuk ngebayarin orang-orang ndak guna macam SAMPEYAN.

      Lihat saja nanti kalau sudah 3 tahun lagi. Bisnis properti makin meledak, sedangkan SAMPEYAN masih menghitung RECEHAN dari komisi agen asuransi ndak jelas. SELAMAT MALAM.

      1. Ga bisa dipungkiri, yg beli property, semakin pesat, adalah agen asuransi. Bbrp agen asuransi menawarkan produk kepada saya bahkan menjadi agent. Tergiur juga sih, kok bisa ya tiap tahun beli property lagi sama saya. Lumayan lah kalau banyak agent asuransi yg berhasil, bisnis saya juga bagus krn laku…

  67. Bismillah. Pertama2.. saya gak pengen debat sama yg komen2 disini.. saya hargai ketidak setujuan anda2 semua. peace bro :). komen ini saya tujukan kepada TS langsung. (semoga baca).

    Saya asuransi BPJS punya, Prudential punya, dari kantor juga punya. dan berawal dari merasakan nikmatnya memiliki asuransi pada saat harus rawat inap.. saya pun tidak puas hanya menjadi nasabah, saya terjun langsung menjadi agen asuransi. prudential tepatnya. dan berusaha menyebarkan manfaat yang saya rasakan langsung. ya walaupun Prudential sendiri tidak bisa mencakupi seluruh kebutuhan nasabah (rawat jalan ringan, cek dokter tanpa rawat inap, ganti kaca mata.. dst). Tapi alhamdulillah semua nasabah saya bahagia :) claim lancar. karena memang edukasi saya pada saat menjual bukan di investasi. Tapi kalau pun ada yang mau investasi.. silahkan, dan saya pasti jelaskan sejelas2nya bahkan lengkap dengan segala resiko yang ada pada investasi di Asuransi.. potongan2 biayanya.. dll. jadi intinya, saya pastikan mereka akan membeli sesuatu yang memang mereka benar2 pahami. kalau gak paham ya gak usah beli. nanti ribet jadinya.

    “Sebaiknya tidak beli Asuransi” ??
    hanya ingin sedikit meluruskan, sadar gak kita? konsep kehidupan beragama kita sendiri adalah asuransi loh. Tuhan menjamin kita akan masuk surga kalau kita bayar preminya yaitu berbuat baik, mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. :)
    terus ada apa dengan konsep asuransi ini? atau jangan2 anda salah menulis judul? ๐Ÿ˜›

    mgkin sebenarnya yg dimaksud TS disini yaitu Asuransi terkait investasi kan? disini ada poin baik dan buruknya. coba kita lihat yang lain.. bukannya di investasi yg lain ada poin Baik dan buruknya juga??. dan nilai yang ditekankan dalam investasi di Asuransi ini bukan hanya untuk menjadi kaya/nabung. tapi balik lagi ke kata “Asuransi” nya. “Assure” atau memastikan/menjaminkan. yang dimana disini tidak bisa didapat dari produk lain. karena konsep kita berbeda. jadi bagi orang2 yang memang orientasinya hanya kepada Angka2/nilai tunai. seperti kata TS, masih banyak kok investasi yg lain. seperti Emas, Saham, reksa dana, Properti dll. :) bahkan.. hanya dengan investasi 20jt di Usaha ikan Nila aja sudah bisa lebih menghasilkan kok. (contoh) . tapi ketika kita tidak bisa lagi mengelolanya karena penyakit kritis, apa ada yg bisa menjaminkan usaha itu bisa terus berjalan? ketika saya meninggal dunia, apa keluarga saya bisa terus mengelolanya? ketika saya harus bayar biaya rumah sakit karena biaya rawat inap yang mahal mau pakai duit siapa?? poin inilah yang saya maksud “Assure” tadi.

    “ah anda paranoid sekali jadi orang. negatif terus pikirannya”
    :) ok, kalau gitu boleh saya balik nanya? memangnya anda sendiri bisa memastikan kalau resiko2 itu tidak terjadi sama anda? kalaupun terjadi, kapan? dimana? bagaimana?

    OK.. OK.. sebelum makin panjang.
    saya hargai segala ketidak setujuan anda2 semuanya. :) tapi mungkin penjelasan dari saya ini bisa memberikan sedikit informasi dan penjelasan. kenapa saya/kami benar2 ingin membeli asuransi.. dan juga memutuskan untuk ikut menjual asuransi.

    sekian.

    1. yup insyaAllah mereka bahagia. mereka adalah istri saya, orang tua saya, anak saya, bbrp teman saya, dan bbrp rekan bisnis saya. ya sementara baru sedikit nasabah saya. tp setidaknya saya bisa pastikan smpe saat ini mereka bahagia dgn produk yg mereka pilih sendiri.
      dan yg terakhir claim itu karena anaknya yg sakit. semua lancar2 saja kok.

      jadi bagian yg ridiculous nya yg mana ya mas klo boleh tau?

      :) mas prabowo kok jd sensi :p kita bicaranya pake data mas. jgn pake persepsi. nanti jd emosi :)

    2. Saya nasabah asuransi dan mempunyai polis dari pru* sudah 5 tahun dengan asuransi gabungan unitlink,
      saya beranggapan asuransi dan agennya tidak jujur dan tidak memberikan pemahaman yang jelas ke nasabahnya
      dengan iming iming investasi unitlink dana tunai saya selama 5 tahun tidak sesuai dengan ilustrasi yang diberikan bahkan dengan ilustrasi terendah padahal kita juga gak pernah claim

      yang ada kita buntung ikut asuransi
      lebih baik saya sarankan ikut BPJS

      saya termask yang dirugikan asuransi pru*


      *Note from admin : nama perusahaan saya samarkan

  68. Waaaaaaah ini kelihatannya ada perang sesama agen ych mas prabowo anda khan juga dulu agen asuransi koq skr anda benci emang kamu sakit hati ych ama asuransi

  69. Salam hangat!!

    Mohon maaf kalau saya ikut nimbrung.

    Kalau misalnya, kita tarik napas sebentar.
    Ubah mindset kita menjadi positif.

    Lalu, yang tidak suka dengan asuransi cukup bilang saya tidak membutuhkan asuransi karena menurut saya usaha saya lebih baik.

    Daan… dari agen asuransi cukup menjawab, iya. Justru asuransi memilih orang yang tidak butuh asuransi.
    Yang merasakan butuh asuransi itu siapa? Ya… yang sedang di ICU, butuh dana tanpa mengurangi tabungan.
    Ya… yang hampir meninggal yang tidak ingin menelantarkan keluarga yang ditinggalkan karena penghasilannya terhenti jika dia meninggal.
    dan kasus lainnya, namun datanya tidak diterima oleh asuransi.

    Kita sama di dunia ini.
    Sama-sama cari nafkah.
    Sama-sama butuh kepastian.
    Sama-sama ingin dihargai.
    Sama-sama ciptaan-Nya, kalau bisa jadi hamba-Nya.

    Yuk, komennya dijaga.
    Untuk Admin, mohon disaring komen yang mungkin membuat pembaca selanjutnya jadi emosi, bukankah mencegah hal yang tidak baik itu lebih utama?

    Mungkin kalau kita membiasakan komentar yang baik, kita bisa lebih sehat, lebih punya banyak teman yang baik (bukan yang tidak baik)
    Bukankah orang yang baik akan memilih teman yang ucapannya juga baik, kan?

    Tks,

    1. “Bukankah orang yang baik akan memilih teman yang ucapannya juga baik, kan?”

      Sayangnya ucapan agen asuransi hanya baik ketika menghadapi nasabah. Terima kasih atas komentarnya. Get lost.

  70. Seandainya kita ngobrolnya di kedai kopi atau teh, mungkin lebih hangat dan bersahabat. Apalagi kalau kita bisa menjaga lisan.

    Menahan emosi dan menggantinya dengan ucapan yang baik itu mungkin menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika dibandingkan mengikuti nafsu yang keluarnya adalah ucapan yang kurang bermanfaat.

    Diskusi yuk!!!

    Ketemuan di mana nih?
    Saya juga ingin tahu menganai produk-produk asuransi, serta apakah saya memang memerlukannya atau tidak.

  71. Wah bagus nih ada diskusi tentang asuransi.
    Saya sekarang juga agent di salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. saya ikutan sharing boleh kan..??

    Semua asuransi itu baik, yang membedakan asuransi yang satu dengan yang lainnya adalah produk tambahan (RIDER) nya saja.

    Umumnya asuransi jiwa adalah mengalihkan resiko keuangan yang akan dialami oleh orang ditinggal apabila terjadi kematian terhadap si pencari nafkah. Bagaimana cara mendapatkan uang untuk membiayai biaya kehidupan seperti makan dan minum serta biaya pendidikan apabila anak2 nya masih kecil.

    Apabila Ayah (pencari nafkah) meninggal maka resiko yang terjadi adalah..
    1. Istri kehilangan suami
    2. Anak kehilangan Bapak
    3. Yang ditinggal kehilangan pencari nafkah….

    Nah asuransi akan membantu resiko yang ketiga.

    Asuransi dengan perjanjian akad yang sudah disetujui dan disepakati, maka istri dan anak akan mendapatkan santunan “bantuan” biaya untuk membiayai kehidupan selanjutnya, karenasi pencari nafkah sudah tidak ada lagi.

    Dengan santunan itu, kita telah merencanakan sesuatu di kemudian hari dari sisi keuangan, dimana saat kita si pencari nafkah sudah tidak ada lagi di dunia ini, maka yang kita tinggalkan tetap bisa makan dan minum dengan uang santunan, tanpa harus menjadi peminta peminta kepada pihak lain.

    Dengan adanya santunan itu, yang ditinggal juga bisa mendapatkan modal untuk bikin usaha, dimana keuntungan usaha nya itu digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari

    Kenapa sih ada unit link…???

    Unit link ini berperan agar kita tidak perlu membayar premi selamanya. Ini lah bedanya asuransi modern dengan asuransi tradisional.

    Asuransi tradisonal wajib membayar premi seumur hidup.
    asuransi modern tidak wajib membayar premi seumur hidup karena adanya unit link.

    Investasi pada unit link akan berguna bagi orang orang yang tidak tahu atau tidak mengerti tentang bisnis seperti deposito, obligasi, saham atau yang berhubungan dengan pasaran bursa efek.

    Bagi pencari nafkah yang mengerti bursa efek, maka gunakanlah sebagian keuntungan itu untuk bayar premi.

    Karena apabila pencari nafkah meninggal, maka yang ditinggal tidak akan bisa mengerjakan hal hal yang dikerjakan si pencari nafkah sebelum meninggal.

    Apabila si pencari nafkah memiliki aset yang besar maka aset itu akan habis dengan sendirinya disebabkan karena …
    1. Biaya berobat yang besar apabila terjadi sakit kritis
    2. Biaya yang besar untuk perawatan setelah terjadi sakit kritis

    Karena biasanya yang sudah mendapatkan penyakit kritis tidak akan bisa langsung aktif setelah keluar dari rumah sakit atau masa kritisnya teratasi, seperti sakit jantung atau kanker.

    Setiap orang yang bisa melewati masa sakit kritis, biasanya harus istirahat total (bad rest) dan perlu biaya untuk perawatan

    Nah untuk biaya berobat, biaya perawatan dan biaya hidup sehari dari mana uangnya..??

    Tentu dari uang yang ada, kalau cukup syukur, kalau kurang tentu jual aset.

    Nah agar aset kita tidak habis untuk biaya2 diatas, maka disinilah asuransi itu berperan.

    Kalau mengenai klaim yang tidak dibayarkan pihak asuransi, saya berani jamin, itu karena AGENT yang tidak lengkap menyampaikan informasi tentang produk yang ada pada perusahaan asuransi tempat AGENT bekerja. ditambah lagi dengan nasabah yang suka dengan iming iming ini dan itu dari AGENT asuransi.

    Saya percaya orang yang akan masuk asuransi adalah orang yang punya uang dan tahu tentang asuransi.

    Yang harus di ketahui oleh nasabah asuransi adalah.
    1. Apa saja manfaat yang didapatkan oleh nasabah dengan membayar sejumlah premi yang sudah ditentukan.
    2. Bagaimana cara mendapatkan manfaat tersebut.
    3. Sebelum Jadi nasabah, tanyakan juga kepada AGENT, apa saja yang bisa membatalkan nasabah mendapatkan manfaat tersebut

    Contoh yang membatalkan manfaat yang saya ketahui, Kita pernah sakit (dirawat di rumah sakit), kita katakan tidak pernah sakit pada saat mengisi lembaran SPAJ. intinya mengisi formulir harus jujur tidak boleh bohong.

    Semoga membantu ya…
    Kalau masih ada yang ragu, kita sharing lagi di
    CP 0812 66 077 455
    Alfi

  72. Mengomentari blog mas Prabowo mengenai hal asuransi, saya setuju dengan tidak membeli asuransi buat pribadi, anak dan isitri. Maaf ini pendapat saya pribadi, kalo agan2 tidak sependapat silahkan.. bebas memilih.

    Logika saya, sebagai seorang karyawan spt saya, Perusahaan berani beli asuransi karena pendapatannya jauh lebih besar. Memang benar asuransi dipotong dari gaji karyawan, tpi kita juga tidak bisa nuntut utk tidak ikut asuransi, krn peraturan perush spt itu.
    Saya pun berfikir, kalo saya pribadi suruh beli asuransi (jenis/ manfaat spt yg tawarkan saya pasti tidak mau). Karena saya kerja cari duit dan duit saya mau tabung, buat bisnis (investasi yg jelas menguntungkan).
    “Intinya saya punya duit mau buat bisnis, kalo orang lain punya duit boleh kasih ke saya dengan keuntungan spt yg ditawarkan asuransi” he hehe hee
    Alhamdulilah sebelum menikah saya sdh bisa investasi ( tanah dan rumah) secara cash. Setelah menikah istri sempet tanya kenapa tdk beli asuransi, dengan lantang saya jawab, khan dah dapet dr ktr ( dan istri jg dapet assusansi dr ktr)., jd ga perlu beli lg.
    Tetep pd prinsip ga mau beli asuransi (ngapain punya duit dikasih ke orang) saya rajin menabung dan liat peluang di properti ( yg jelas2 memberi bukti keuntungan) Walapun dengan beli rumah KPR, dalam waktu 10 th total aset 7 rumah.

    Kalo saya tidak bisa bayar cicilan, pihak Bank pun sudah mendaftarkan saya ke Asuransi Jiwa ( maaf bukan atas permintaan saya), krn bank takut rugi, kalo saya sih ga ada ruginya…

    Kalo nunggu kaya dr asuransi sih buat saya mustahal ( ga mungkin punya 7 rumah).

    Mungkin tips dr saya..
    – kalo mau sukses, mau kaya, kerja keras rajin nabung, jgn ngurangi duitmu utk hal yg kurang jelas. Masalah kesehatan, keselamatan sudah di asuransikan (diatur ) sama yg mbikin Hidup yang memberi nyawa yg memberi nafas setiap detik ini..

    Maaf… saya bkn agen/ calo/ broker properti..dan bukan agen asuransi… saya karyawan biasa..yg pengin punya masa depan cerah. tks

  73. Debat menarik mengenai pro dan kontra asuransi. Sepertinya perlu diulas lebih jelas agar “adil” mengenai untung dan ruginya bila anda ikut atau tidak ikut asuransi.

    Salam damai
    Eko Purwanto

  74. Salam Prabowo Murti,

    Terima kasih sudah menuliskan blog ini. Saya bekerja sebagai agen, tapi gak perlu ya saya sebut disini, karena saya merespon tulisan Anda, bukan berpromosi. Alasannya? Karena di awal 30-an rekan-rekan SMA saya beberapa sudah ada yang wafat karena sakit, jantung, kanker, komplikasi diabetes, sementara anak masih kecil-kecil. Tulisan model begini sebelumnya juga pernah saya baca di Priyadi dan membuat saya vakum selama setahun dari niatan saya untuk “membantu” orang lain dengan memiliki polis.

    Jika Unit Link diadu dengan Reksadana, tentu lah tidak sepadan. Tujuan investasi diantara dua hal tersebut pun berbeda, maksudnya pun beda. Anda tahu bedanya? Jika iya, saya sarankan untuk ditambahkan di tulisan Anda, bahkan mungkin bagus kalau mengulas sedikit, kenapa produk Unit Link yang canggih itu dibuat.

    Seberapa lama kita hidup? Bisakah kita tentukan waktunya? Bisa kah kita memilih dan memastikan bahwa kita hanya akan mati karena kanker saja atau demam berdarah saja? Tentu tidak bisa. Sementara, faktanya 90% kematian itu disebabkan penyakit (WHO 2009). Adakah rumah sakit yang gratis?

    Okelah semua dana dibelikan Rekasadana? Ada jaminan tidak bahwa dengan naruh uang di Reksadana, bahwa kondisi kita, nyawa kita, akan sampai pada tujuan finansial kita? Jika tujuan finansial adalah 5 tahun, tidak punya asuransi, lalu misalnya terjadi sakit di tahun ke 3, tercapaikah tujuan finansialnya?

    Saya setuju, bahwa jika seseorang single, pertanggungan di bayar kantor, buat apa punya beli asuransi? Tapi pernah tidak Anda tanyakan ke diri sendiri, saat pensiun, berapa nilai premi yang harus dibayar untuk asuransi kesehatan murni? Saat mulai pensiun itu, bisa jadi kita punya harapan hidup hingga 25-30 tahun lagi, kira-kira masih sanggup tidak bayar premi?

    Jika Unit Link buruk, hanya karena ada biaya-biaya, apakah yang mengatakan buruk itu senang jika bekerja tidak digaji? Rasanya, yayasan saja kalau terima sumbangan juga ada dipotong biaya. Saya pikir kita akan bisa sepakat bahwa kencing saja kita bayar kok ke penunggu toilet umum. Jadi wajar bukan kalau ada biaya? Apakah kita berharap perusahaan asuransi ada terus dan berumur panjang sampai ratusan tahun sementara tidak ada income?

    Jika Unit Link buruk, kenapa solusinya malah investasi reksadana? Bukannya resiko-resiko investasinya juga gak jauh beda? Emas? Boleh saja, tapi beli emas pun ada komposisinya sendiri terhadap asset, Anda bisa baca lagi tulisan Anda tentang rasio-rasio keuangan. Property? Perlu dipahami, bahwa yang namanya suatu benda, jika belum “menaruh uang ke dompet kita”, belumlah bisa disebut sebagai investasi. Selagi bayar cicilan, property bukanlah asset, hal yang sama berlaku untuk aneka benda-benda lainnya.

    Tulislah aneka tulisan yang disuka, alangkah bagusnya jika tulisan itu “berimbang”. Sehingga orang jadinya paham baik buruknya dengan benar dan bukannya malah bingung. Kecuali penulis-penulis model tulisan seperti ini adalah memang orang yang mampu “menjamin” orang lain juga bahwa hidupnya akan baik-baik saja, sehat terus.

    Kalau mau tulislah juga, kenapa di property misalnya harga “digoreng sedemikian rupa” sehingga harganya tidak wajar. Sekedar saran saja, karena sepertinya Anda pemerhati pembentukan asset.

    Sedikit tentang resiko hidup…. Seorang Dokter (orang yang semestinya paling tahu kesehatan), usia 32, beberapa bulan lalu baru saja wafat. Dia kebetulan single, namun tulang punggung keluarga, baru punya polis 6 bulan. Wafatnya kenapa? Sederhana saja, sakit sejuta umat: Demam Berdarah. Sederhana kan penyakitnya tidak selevel kanker? Adakah manfaat asuransi yang didapat? Keluarganya menerima Rp. 450 juta tunai. Semoga dimanfaatkan dengan baik.

    Ohh… di awal karir saya sebagai Agen, saya bertemu Ibu2 yang buka warung makan, beliau bercerita sambil menangis: “Suami saya… Bapak itu… meski udah gak ada Dek… Beliau itu masih menafkahi saya. Karena ternyata Bapak diam-diam punya polis asuransi dalam bentuk dollar dan rupiah…. Dari uang asuransi itulah sekarang Ibu bisa usaha dan anak-anak bisa lanjutkan sekolah”. Ini cerita sungguhan, dan bukan saya mengarang.

    Cerita lain lagi, sepertinya banyak sudah di komentar ini. Saya akan tetap menjalankan pekerjaan saya sebagai agen dan saya tidak akan mundur lagi karena tulisan seperti Mr. P disebelah atau siapapun yang mungkin akan menulis hal negatif tentang asuransi. Ya, jadi agen mungkin hina buat sebagian orang. Sudah biasa kok Agen asuransi itu dapat terima kasihnya belakangan. :-).

    Oh iya, Anda perlu asuransi kesehatan murni yang gak pusing perokok atau tidak, preminya naik stabil meski pernah klaim karena sakit kritis (premi naik bukan karena pernah sakit kritis), tidak mengenal beda premi karena beda jenis kelamin pria atau wanita, tidak pusing dengan tinggi dan berat badan? Produk tersebut ada. Mau saya bantu temukan atau tidak terserah Anda, sebebas Anda memilih mau berasuransi atau tidak. :-)

    Wassalamua’laikum Wr. Wb.

  75. Halo.. saya sbnrnya agen jg, sdh ada pangkat jg, prestasi jg terhitung paling cepat, tp saya berniat keluar saja. Saya jg pebisnis di bbrp bidang lain. Ini pilihan saya sendiri,krn menurut hemat saya, lbh bagus dan lbh baik saya tdk berkarier lagi di asuransi. Untuk produk, Boleh saja ambil Asuransi jika dirasa perlu, tapi ambillah untuk perlindungan kepala keluarga sampai anak2 cukup besar. Yang paling penting adalah : BISNIS dan SODAQOH. Bisnis adalah kunci masa depan. Sodaqoh bisa mendahului musibah. InsyaAllah ini asuransinya. Untuk yang sakit-sakit, seberapapun yg ditanggung asuransi jg tdk akan menyembuhkan, krn kimia mengakibatkan “sesuatu” di jangka panjang. Atau, malah lbh memperparah kondisi. Belum lagi COI itu adalah uang2 yg sebetulnya berguna untuk modal bisnis. Yg betul itu : ajarin anak2 bisnis sedari muda + sedekah+ilmu dan Iman yg tinggi. Hidup yang seimbang. Jaga pola makan+olahraga. Jauhi stress. Bersihkan hati. Bangun bisnis sebaik mungkin. Jaga dengan sedekah. Itu semua asuransi alami, insyaAllah, Wallahu alam. Yang berpendapat asuransi penting, jg boleh. Tp poin2 yg barusan tadi jauh lbh penting. Jika memiliki seabreg asuransi tp tdk memiliki bekal2 spt yg saya jelaskan, UP asuransi jg bakalan habis tdk bersisa tanpa manfaat. Sebaliknya, jika keluarga dipersiapkan dg poin2 tersebut dan hanya memiliki sedikit asuransi (atau malah tdk memiliki asuransi), insyaAllah justru bisa lbh kuat menjadi manusia. Semua cobaan dan masalah bisa menguatkan dan menaikkan kualitas kita sebg manusia, jika kita berpegang pada yg tepat. Wallahualam. Mudah2an bermanfaat.

  76. Haduh… Tadi rencana mau browsing clo pake asuransi/BPJS itu pelayanan dirumah sakit itu bagus atau tidak. Soalnya saya lagi sakit dan butuh operasi. Tapi sekarang tambah pusing..

  77. Dulu saya jg agen salah satu asuransi terkemuka tp setelah saya pelajari dan saya tau bahwa asuransi itu bertentangan dengan ajaran agama saya maka saya putuskan unk berhenti menjadi agen dan memulai bekerja dengan cara yang halal walaupun penghasilannya sedikit tp saya tenang karna saya tidak lg memberikan nafkah haram kpd anak dan istri saya……… Mohon maaf ini hanya sbgai bahan pertimbangan saja……banyak orang pintar tp saking pintarny meng halalkan berbagai madam cara unk membodohi orng lain

  78. Salam kenal pak Dudung
    Saya pengin ngomentari tulisan bapak sbb :

    1…….Property? Perlu dipahami, bahwa yang namanya suatu benda, jika belum โ€œmenaruh uang ke dompet kitaโ€, belumlah bisa disebut sebagai “investasi”

    2.Selagi bayar cicilan, property bukanlah “asset”, hal yang sama berlaku untuk aneka benda-benda lainnya.” ……….

    komentar saya:

    Bagus bila Anda tidak begitu faham di bidang property, dan ingin berkarir ( menjual polis )di Asuransi.

    1. Mau kah benda-benda Anda( property, motor, mobil) yg masih nyicil di atas namakan orang lain ?, pastinya jawabannya TIDAK, karena itu hasil keringat Anda, Harta Anda, Asset Anda.
    Dan di surat kepemilikan ( sertifikat, BPKB) pun TIDAK dituliskan apakah dibeli tunai / kredit. Sebaiknya jika anda punya cician, mesti berterima kasih sama perbankan,ngasih fasilitas kredit.

    2. Karena Anda berasumsi “menaruh uang ke dompet kita” adalah MENJUAL.
    Anda bisa menyewakannya yg memberikan pasif income, sekali gus Anda bisa TOP UP ke Bank untuk menarik uang cash. Jadi ada 2 pasif income yg akan membantu keuangan pribadi. Sementara investasi ini (“property”) akan terus naik nilainya.

    Contoh : Tetangga ada yg menjual rumah nya kepada saya karena ingin menyekolahkan (kuliah) anakknya. Dengan harga dibawah pasar (170jt) saya beli rumah nya dengan KPR (DP 34jt) pinjaman 136 jt, dicicil 6 th.
    Begitu berjalan tahun ke 4 saya TOP Up ke Bank dapet 280 jt- dipotong sisa utang (30jt) masih terima 250 jt bebas pajak. Dari 250 jt saya beli 3 rumah lg (maaf , dengan KPR) dan masing2 disewakan utk bayar cicilan, dan dalam 2 th harga rumah NAIK 100 %. Rumah yg saya beli awal (170 jt) , 6 th kemudian rumah tersebut sdh di tawar 450 jt.
    Contoh diatas adalah realitas saya.

    Muncul pertanyaan..kenapa penjual itu tidak melakukan hal yg sama dengan saya , dengan menjaminkan rumah ke Bank..? Nach disitulah letak kecerdasan untuk berinvestasi sebagai acuan bisnis Anda.

    Jadi saya jelaskan ke pak Dudung.. Devinisi” invetasi” bukan “menaruh uang ke dompet kita” (MENJUAL) tapi sedikit dr dompet kita untuk menghasilan yg besar.

    Sekian dan terima kasih
    Eddy

    1. Terimakasih kasih pak eddy atas penjelasannya di atas. Saya menjadi tercerahkan
      Berhubung saya ikut seminar properti. Jadi ilmunya persis sama seperti yang bapak sampaikan. Terima kasih juga buat pak prabowo yang udah bikin artikel ini. Sangat bermanfaat sekali. Sesuai sekali dengan kondisi hidup saya saat ini. Izin share sedikit bahwa saya adalah seorang pebisnis kecil dengan suplier baju untuk toko dan bisnis makanan ringan dijual di swalayan dengan modal CC. Jadi saya mikirnya begini. Capek2 cari duit di bisnis ini. Sekian persen Kira2 300 atau 500 rb kita bayar cuma2 tiap bulan. Yang tahun pertama nya 100%bukan untuk kita sebagai nasabah. Yang jadi pertanyaan saya. Apakah hidup hanya begini? Mencari uang di bisnis memutar otak lalu hasil dari bisnis itu kita bayar untuk premi asuransi untuk protect menurut kita? Satu lagi bagi para sesepuh yang udah berpengalaman di asuransi yang produknya untuk investasi. Coba tunjukkan bukti klaim asuransi yang menunjukkan hasil investasi selama 7 tahun atau lebih? Agar saya bisa lebih tertarik untuk bergabung terimakasih

      1. Terima kasih dan salam kenal Bung Andre. Menurut saya tidak ada nasabah yang bertahan selama 7 tahun, kecuali terpaksa karena galau mikirin “Ambil nggak ya? Ambil nggak ya?”

  79. Mending bpjs aja. Murah tepat sasaran. Kalo asuransi pihak swasta mahal dan terlalu banyak bumbu bumbu menjebak nasabah. Maklum agen dapat 30% dari produk asuransi yg dijual.

  80. Pagi Pak, Sudah berulang kali saya sewot sama agen asuransi.. Bukan apa-2, mereka ini kalau menelpon bisa sehari sekali. Entah darimana dapat nomor tilpun saya, mau ganti kok rasanya sayang juga. Semoga nanti ada regulasi supaya tukar menukar data pribadi nggak diperbolehkan seenaknya saja. Makasih.

    1. Salam kenal Bung Irwansyah,

      Terima kasih sudah berkomentar Bung. Semoga saja Bung, bukan hanya agen asuransi, tapi juga pihak-pihak tertentu yang menawarkan KTA, promo, dll.

  81. kalau pakai “kalau-kalau” ya luas banget.
    sy juga bisa pakai kalau, kalau saya sampai umur 80 tahun masih sehat aja, bayangin dah berapa besar nyeselnya duit yg tiap bulan dipakai buat bayar premi, klo di investasikan sendiri, saat umur 80 tahun udah berkembang seberapa besar tuh, gara2 ikut asuransi jadinya gak dapat apa2

    semua probabilitasnya masih sangat luas, mainan logikanya agen asuransi kan ya nakut2in dengan menyempitkan kemungkinan yang bakal terjadi, padahal nyatanya, coba disurvey aja sendiri dikampung masing2, yang mati muda ama yang hidup sampai tua banyakan mana coba? klo dikampungku sedikit banget yang mati dibawah 40.

    lagian kalau memang masih punya keluarga besar yang solid, menurutku gak perlu itu asuransi, kenapa takut membebani, ya emang udah begitu harusnya keluarga, saling membantu kalau dibutuhkan.

    jangan ketipu kalimat “apa gak sayang tabungan jd habis utk bayar rumah sakit” ini penyesatan juga, emangnya klo ikut asuransi gak bayar?? ya sama saja, kalau memang tabungan kita pakai buat biaya darurat, kalau akhirnya dipakai ya bagus itu, emang itu tujuannya.

    toh masih ada juga kemungkinan besar kalau tabungan kita gak akan dipakai, kemungkinan kalau kita masih sehat terus. bandingkan dengan asuransi, baik kita sehat maupun sakit, dari awal dah tekor bayar premi terus

    1. kasihan amat pemikirannya,,
      konsep dasar asuransi ialah proteksi.
      sy karyawan AI bukan agen asuransi,, cm rada gmn gitu klo lihat orang yg terlalu perhitungan gini..
      kclakaan jg tercover kok,, ga cm sakit doank..
      klo sy lbh milih nyisihin byr premi 500rb utk jaga2,, faktor utama cz cinta keluarga drumah n ga mau nyusahin org lain klo lg kena musibah,,
      invest kesehatan jauh lbh bijak klo qt dh mampu cz qt mencari nafkah buat klwrga drmh.

  82. blog nya bagus,,
    cm yg ingin saya tanya sm si penulis, anda kerja dimana n posisi anda apa ?
    saya sendiri kerja di AI-TSO (ARM-RO),, kapasitas anda lumayan bagus,,mgkn yg harus di benahi adalah “Mental” anda.
    Banyak pertanyaan dari Bung Adhy yg belum anda jawab secara spesific seperti anda menulis blog anda (merendahkan agen asuransi)
    Sepertinya anda yakin sekali perencanaan hidup anda pasti, terukur,,efektif n efesien tanpa memperhitungkan kendala2 yg akan dihadapi.
    Syg nya saat anda menulis blog yg indah ini anda tidak menyadari pro-kontra yg akan terjadi.
    Tujuan anda menulis blog ini cm ingin mengutarakan antipati anda terhadap Agen Asuransi n pemain MLM. (apakah anda butuh dukungan teman2 agar sepaham dgn anda ??) (atau anda iri dengan komisi teman2 agen asuransi ??)
    Jika anda tidak suka para agen asuransi menawarkan produknya kepada anda,, anda cukup menolak nya tanpa menjatuhkan citra n merendahkan pekerjaan para agen asuransi.

  83. Wow,,,diskusi yg menarik
    Saya pribadi mengaggap asuransi itu penting
    Pertama, dgn adanya asuransi, kita lbh tenang. Tinggal mikirin tabungan utk mimpi kita aja, beli rmh, kndaraan dll, kita py fixed cost utk premi memang (sesuai kapasitas kita, jangan trlalu memaksa jg) dgn begitu, kita lbh trproteksi, dan kalo amit2 soe trjadi apa2, udh ada yg cover deh…
    Kedua, kita mati dgn tenang, soalnya ada yg bs diwarisin utk keluarga (bagi yg cinta sm keluarga dan org2 yg bakal merasa kehilangan dsaat kita tiada), apalagi utk kepala keluarga, ini penting bgtz…tapi buat kpala kluarga yg mencintai kluarganya sih ya,.hehe
    Ketiga, utk yg mnunda2 asuransi…mohon maaf, jika nti udh lbh berumur, biasa nya premi lbh besar utk manfaat yg sm jika dimulai sejak dini,dan prosesnya pun pasti lbh rumit ya kalo udh mnginjak usia trtentu, hrus medcheck dll…
    Jadi kalo mw dmulai skrg knapa enggak.,.apalagi ada unitlink, anggeplah buka tabungan berjangka, toh di tahun trtentu bisa ditarik sesuai nilai tunainya…

    Herannya, org lbh cenderung buka asuransi utk kendaraan ktimbang jiwanya sndiri ya,,,pdahal diri kita lbh berharga…
    Diri kita bs menghasilkan kndaraan
    Kendaraan ga bs mghasilkan nyawa seseorg..
    Thanks for your attention…^^

    1. apalagi utk kepala keluarga, ini penting bgtzโ€ฆtapi buat kpala kluarga yg mencintai kluarganya sih ya

      Ini seperti jualan mainan dengan embel-embel “sayang anak sayang anak”. Bukan berarti yang nggak beli nggak sayang sama anaknya kan?

  84. Satuju ama om Prabowo !

    Jangan pernah BELI ASURANSI yang ada UNIT LINK !

    Para Pembual dan Pengejar Komisi ini seram mereka sok tahu dan bertindak seperti pengatur masa depan..

    Your future is in your hand and GOD !

  85. Setuju pak prabowo, saya juga ditutup, karena sama aja kita kasih uang ke orang yang tidak kita kenal. Lebih baik tiap bulan kita kasih orang tua ibu atau bapak kita, atau amal untuk masjid, atau saudara kita yang masih kekurangan. Insyallah, sehat, berkah. Investasi ke Allah lebih besar nilainya 100.000 bisa balik 1.000.000 bahkan lebih.

    Salam Damai

  86. masalah hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin ada dalam tangan TUHAN, masa hidup ini harus dipercayakan kepada manusia atau perusahaan ? bukankah TUHAN lebih berkuasa atas hidup ini. jangan pernah takut akan kematian, penyakit maupun kemiskinan karena hidup ini sudah diatur oleh TUHAN, hanya orang-orang yang takut akan kematian, penyakit dan kemiskinan yang mempercayakan hidupnya kepada manusia. rejeki, kesehatan dan nafas kehidupan berasal dari TUHAN, semua orang butuh uang tetapi jangan jadikan uang sebagai tuhan dalam hidup ini tetapi jadikanlah TUHAN diatas segala-galanya maka hidup ini akan bahagia. GBU for all

  87. Setuju sekali dengan tulisan anda mas Prabowo, dan terimakasih buat smua agan2 yg komen.. semakin membuat saya tercerahkan untuk tidak mengikuti program asuransi.. Mantap mas Prabowo, luar biasah, salam kenal ๐Ÿ˜€

  88. Betul asuransi banyak ruginya, saya sendiri tidak ikut. Tapi untuk kedua orang tua saya ikutkan asuransi BPJS, karena usia sudah lanjut, bentar – bentar masuk rumah sakit. Bapak berak darah menahun, ibu diabetes.

  89. Daripada masuk asuransi Alianz, Prudential, dll, lebih baik ikut asuransi BPJS. Sebulan cuma 50ribu. Semua penyakit dicover. Emang duitnya gak bisa diambil kalo gak kita klaim. Yah namanya subsidi silang, saling bantu. Kalau mau ngumpulin duit, ya nabung, bukan ikut asuransi. Mikir!

    Dari sekian nasabah Prudential, Alianz, dll, saya belum pernah dengar ada yang mengklaim duitnya setelah sekian lama jadi nasabah. Rata-rata peserta asuransi hanya pada awal-awalnya aja semangat, setelah berjalan bebeapa bulan, mandeg bayar premi karena malas, lupa, sibuk, dll. Akibatnya duit hangus. Ini fakta. Mikir!

    Kayak kursus bhs Inggris jugak, awal-awalny aja semangat, anget-anget tai ayam, setelah itu dingin sedingin salju.

  90. Mas bowo,jgn2 sampean g punya duit bli asuransi, gue sarankan sgr bli asuransi ketimbangzzzzzzzz waduh parah,lu tau g perusahaan asuransi itu menolong negara cb bygin kl tdk ada asuransi dan sejenisx gimana hidup, pemerintah aja kampanyekan bpjs malah luh tdk setujuh mikir1000000x,,,,jadi org hrsx positif thinking, coba bygin kl tetangga luh amit2 semoga tdk trjd ktknlh meninggal n anakx 4 tnp warisan atau sesuatu ditinggalkan gimana tuh kan namax jg asuransi, investasi tuh trmsk asuransi mas,,,, 99% org gunakan asuransi, luh aja naik pesawat diasuransikan, atau lu ngrm brg tu ada asuransix mas,,,,,caaaaape deh,,,jd kl gitu brrt gimana dong, teman2 yg sepaham dgn gue yuk rame2 ngumpulin duit buat bliin polis mas bowo dan sepahamnya…

  91. Mas fernando nmx hdp pubya 7an bkn kyk lo, punya anak lbh dr 1 tp bgt iaps dead tnp ada ms dpn kan ank bini luh kasihan, mikir tu pk otak kcl.

  92. Mas prabowo, top banget. Tp kalo bisa komennya agak lebih beralasan dengan perhitungan yg meyakinkan. Biar bisa mencerahkan kegalauan saya. Saya nasabah pr***** udah 4 taon ikut asuransi, rp 1jt perbulan dan hasilnya sekarang nilai unit saya hanya 15 juta. Padahal saya sudah setor 60juta selama 4 tahun. Duh.. Klo beliin emas udah jadi berapa tuh duit saya. Sampai sekarang masih ragu antara menyesal atau tidak beli asuransi. Malah orang tua saya ngebet suruh beli asuransi, padahal mereka tidak tau apa itu asuransi. Taunya untung ajaa. Mohon pencerahannya

    1. Hi Bung Rocky,

      Terima kasih atas komentar dan share pengalamannya. Miris juga ya Bung sudah 4 tahun setor 1 juta per bulan (hitung kasar harusnya minimal sudah ada cash Rp 48 juta), baru mendapat Rp 15 juta. Kalau boleh tahu produknya unit link atau gimana Bung?

      Saya belum pernah (dan tidak tertarik) dengan produk asuransi, jadi saya belum bisa berbagi pengalaman.

      1. Mas Prabowo terima kasih pemikirannya, kebetulan saya kmrn baru ditawarin asuransi Prudential, semua mmg blg asuransi terpercaya Prudential, tp sebelum2nya saya sllu dikasi nasihat oleh nasabah2 saya yg ikut asuransi sampe puluhan juta preminya, mereka hanya bilang “jangan ikut asuransi ya, itu agen2 asuransi hanya mau cari komisinya 25-30% dari premi itu jadi komisi mereka makanya asuransi rekrut agen2 yang tanpa digaji dan hanya return dari komisi, asuransi itu sdhlah tdk usah ikut asuransi, tabung saja uangnya utk cadangan sakit, ada Tuhan kok”, itu nasihat dari hampir semuaa nasabah saya, kemudian nasabah2 saya juga memperlihatkan laporan asuransix dan mmg baru balik modal setelah 5 tahun rata2 dan tanpa pernah claim apa2, bahkan di tahun ke 7 pun mereka masih membukukan rugi dgn catataan tdk pernah claim apa pun. Dan setelah baca komentar2 disini, saya semakin yakin mmg tidak perlu ikut asuransi utk melindungi diri qta, cukup dgn menabung semampunya, investasi dan banyak bersedekah, dgn jaminan Tuhan.
        Dan bagi agen2 asuransi, tolong kalo tawarin produk jangan dong di ceritakan yang resiko sakit parah2 dll, kasian loh ucapan kalian itu seperti doa, kalo nawarin produk jgn dikasi ilustrasi yg mengerikan, sehingga org jd ketakutan dan membeli, coba tawarin produk dgn merubah mindset agen2 asuransi dlu dalam menawarkan produk. Karena menurut saya Asuransi juga bagian dari instrumen Investasi kan. Makin banyak perush Asuransi didunia krn tujuan utk menghimpun dana masyarakat untuk mereka kelola sendiri demi keuntungan perusahaan itu. Karena asuransi itu kan perush Profit, bukan perus non-profit. Jadi yg di katakan Pak Prabowo dan teman2 lainnya yg anti asuransi itu ada benarnya juga. Dan saya termasuk yang akhirnya memutuskan tidak jadi mau ikut asuransi, padahal sdh dibuatkan Plan oleh org Prudentialnya. Terima kasih.

      2. Salam kenal Ibu Pipit. Terima kasih atas kunjungan dan komentar Ibu. Pru*ential, kata orang, memang termasuk yang oke. Tapi saya tetep nggak tertarik. Menakut-nakuti calon nasabah memang sudah menjadi bagian dari “cara berjualan” para agen, saya sih tidak heran Bu.

  93. Asuransi sesuai tampaknya baik dan berguna tapi secara transaksinya memang mengandung gharar dan sesuai hukum islam termasuk haram, semoga kita kembali kepada ketaqwaan dalam kehidupan sehari hari.

  94. Mending bpjs murah tepat zZaran. Kalo di bali ada bali mandara gratis semua di tanggung. Saya saja stop azuransi unitlink pihak zwasta karana ngibulnya banyak. Jadi biaya asuransi di alihkan untuk nyicil tAnah. Baru 3 bulan sudah untung 60jt. Apalagi 6tahun jauh lebih gede dari iluustrasi agen asuransi.

  95. Tidak akan ketemu ujungnya, yang satu melihat dari sisi kerugian mengikuti asuransi, karena tidak mendapatkan manfaatnya. Yang lainnya telah merasakan manfaat, sehingga merasa menguntungkan.

    Udah lah gak usah banyak comment, daripada cuap2 gak jelas, kalo mau invest ya urusin investnya. Trus yang mau jual produk kagak usah ikut nimbrung, cari closing sono. Semua orang punya jalan masing2. Namanya investasi apapun bentuknya pasti ada resikonya. Mau besar ataupun kecil, tapi semua berpeluang untung/rugi.

  96. Saya kurang lebih juga sependapat dengan mas Yudi. :)
    Yg perlu diingat adalah bahwa ikut asuransi itu tujuannya proteksi, jangan terlalu mengharapkan profit. Sehingga, jikalau ikut asuransi, nilai asuransi yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan proteksi apa yg pengen diperoleh. Sehingga premi yang dibayarkan tidak malah “membebani” atau “merugikan” kondisi finansial kita sendiri.
    Terkait unit-link, pandangan saya masih old-style juga, lebih baik pisahkan proteksi dan investasi. Kalau mau investasi mending langsung ke reksadana atau bursa saham. Atau kalau saya sendiri lebih memilih dipake bisnis sendiri. Kalau ikut reksadana, jangan pernah berharap profit jor-joran karena prinsip reksadana kan menaruh beberapa telur di beberapa keranjang yang berbeda, less risk less profit tentu saja. Kalau pengen masuk bursa saham tanpa pengalaman & pengetahuan dunia bisnis yg mendalam (cuma jadi sampingan aja misalnya), siap-siap aja cut loss & cut loss lagi sampe modal kita habis. ๐Ÿ˜€
    Jadi kesimpulannya, tadi saya makan siang pake gudeg sumpah murah & enak banget. Dan kalo saya modalin penjual gudeg tadi buat dibikin resto gudeg besar dg saya sebagai komisarisnya & penjual gudeg td sebagai CEO, kira-kira bakal bisa selaku KFC ngga ya? (Loh kagak nyambung? :D).

  97. Saya pernah ikut investasi yang di embel embeli asuransi,
    Awalnya di kasih tau yg enak enak doank,
    Dgn setoran 1 juta per 1 bulan nanti uang anda dlm wktu 5 tahun jd segini, 10 tahun jadi segitu, 20 tahun jd seabrek duwitnya.
    Bila selama lima taon tdk ada klaim asuransi duwitnya bisa di ambil 100%.

    Tp tau gak pembagian porsinya asuransi brapa….. investasi berapa….
    Ternyata
    Thn ke 1 investasi 20% asuransi 80,%
    Thn ke 2 investasi 40% asuransi 60%
    Thn ke 3 investasi 60% asuransi 40,%
    Thn ke 4 investasi 80% asuransi 20%
    Thn ke 5 investasi 100% asuransi ,0%
    Jadi total uang yg kita setor ke pihak asuransi 1 juta *12 blan = 12 juta * 5 thn = 60 jt.
    Ternyata yg di maksud setelah 5 thun uang bisa di ambil 100% ini totalnya…
    2.4 jt + 4.8 jt + 7.2 jt + 9.6 jt +12 jt
    = 36 jt.

    Brarti 60jt -36 jt = 24 jt. Jelas sudahkan kita bkal rugi 24 juta.
    Asuransi itu bg sya tai tai & tai!

    1. Mas Iswanto jaiz, saya Agen Prudential Syariah yg berlicensi dari AAJI (Assossiasi Asuransi Jiwa Indonesia), mmg betul ap yg mas gambarkan di atas bahwa persentase tabungn di awl2 tahun tidk sesuai dg yg kt tabung, krn itu sudh menjadi ketentuan dr pihak asuransi dg sistem dana tabarru (kebaikan/tolong menolong). Tapi…..sayngnya penjelasn anda belum tuntas sehingga anda mengatakan rugi.
      Tapi coba anda pikirkan, sekiranya pada awal tahun anda menabung tiba2 anda masuk rumah sakit krn penyakit kritis yg membutuhkan dana sebesar 140jt dan sepenuhnya ditanggung oleh pihak Pudential tampa anda harus mengembalikan ato tampa anda mengambil tabungan anda, kira2 anda masih rugi? padahal uang tabungan anda mash puluhan juta, dan yg lebih menarik lagi setelah anda keluar rumh sakit, pada bulan berikutnya anda tidk punya lagi kewajiban menabung setiap bulan 1 jt (STOP menabung), tetapi DITABUNGKAN 1 jt/bulan sampai umur anda 65 tahun. kira2 apakah masih mau mengatakan RUGI???!!!
      klo buth penjelasan lebih lanjut silahkan hubungi sy di nmr in : 081248123936

      1. Kalau menurut saya ya tetap RUGI. Coba Anda baca-baca artikel soal asuransi di priyadi dot net, terlebih soal ILUSI FINANSIAL. Kalau sampeyan malas membaca, saya rangkumkan di sini saja. Ilustrasinya da dua orang loper koran, A dan B. Koran A harga langganannya Rp 50ribu. Koran B dijual Rp 100ribu. Logikanya, dengan kualitas yang sama, koran A akan lebih laku. Tapi, loper koran B menaikkan harganya menjadi Rp 200ribu, dengan catatan Rp 100ribu untuk berlangganan, plus Rp 100ribu untuk investasi.

        Di akhir tahun ke 10, atau dalam jangka waktu 120 bulan, keseluruhan uang pelanggan koran B akan dikembalikan, yakni senilai Rp 24juta (12 * 10 * 200ribu). Tidak hanya itu, pelanggan koran B akan di-GRATIS-kan dari kewajiban membayar biaya berlangganan koran B, sampai mampus.

        Jika Anda menjadi pelanggan koran, tipe koran mana yang Anda pilih?

  98. Assalamu’alaikum,..
    Wah..wah..pada saling tusuk ini nama’a…
    Saya bekerja d salah satu hotel d jakarta, kemarin sempat d kunjungi agen dri prudensial (yaa promo silaturahim kata’a)
    kebetulan saya org yg gg ngerti ttg ASURANSI, semua kata2 dri agen itu wangi” semua, malah sempet cerita tukang bubur yg gg mau nabung 500.000/bln, tpi mau nabung 2 porsi bubur aym/hari…,?????(PEMBODOHAN), yaa tukang bubur’a mah ngangguk-ngangguk ja kelless….
    terus d bagian akhir masih gg da yg mau nnya2 apa ja ttg produk itu( temen”2 saya) soal’a sama (gg nerti semua), iseng ja sAya tnya, ‘Dari tadi anda hanya menjelaskan keuntungan..keuntungan..dan..keuntungan, kerugian’ a? mannnnaaaa???
    Ehhh, jawaban’a muter2, lah kami mana ngerti. Yasudah lah, lagi pula gg da yg mau ikut, toh kami cuma outsource, yg pendapatan’a masih galau dan kebutuhan’a masih d butuhkan sama orangtua, HIDUP RAKYAT BIASA

    1. Wa’alaikumsalaam.

      Terima kasih Bung Imam atas komentar dan kunjungannya. Menurut saya juga begitu Bung, yang perlu kita waspadai adalah surat perjanjian ikut asuransinya itu, karena di situlah kekuatan hukumnya berada (tempat kita tanda tangan atau bubuhkan materai). Bukan karena janji manis sang agen asuransi, karena itu bisa saja hanya sekadar pemanis barang dagangan.

  99. Jiahh daripada beli asuransi yg unit link2 gitu mending beli emas jelas duitnya pasti utuh or nambah setelah bbrp tahun.. Saya dulu punya 2 unit link prudential dan axa. yg axa sudah ditutup yg prudential udah ga setor2 lg, ga tau deh masih bisa ditutup dan duitnya balik apa nggak. kalo yg axa masih balik sekitar 3,9 an (dari 6 juta setoran awal).

  100. Kalau saya dan suami sih sepakat nggak bakalan deh ikut asuransi berbau investasi. Mending investasi tuh ya DIPISAH sama asuransi. Kayak asuransi yg udah sepaket dgn fasilitas di kantor ya ga apa2 dimanfaatin tapi kalau asuransi unit link yg harus setor sekian sebulan/tahun trus nunggu min 5 tahun baru duit boleh di ambil kayaknya mending duitnya buat nyicil beli emas deh daripada nyicil sesuatu yg juga nggak jelas jumlahnya 5 tahun kemudian. Emas bisa dijual kapanpun kalau emg beneran sakit ntar :) Buat agen2 asuransi silahkan lah promosi sesuka hati namanya juga lagi kejar pendapatan bulanan makin banyak yg gabung kan pendapatan agen juga makin gede per bulannya :) Tapi nggak usah maksakan kehendak, tiap orang punya prioritas dan kecerdasan masing2 dalam menilai untung rugi asuransi dgn ’embel2′ investasi.

  101. kalo saya sejak anak pertama saya lahir, saya ikutkan asuransi beasiswa yang tahapan tradisional, bukan yang unit link, lumayan mau masuk sd, smp selalu keluar dananya. begitu juga anak kedua. untuk kesehatan, saya ikut yg bpjs saja dulu jamsostek, nah untuk dana pensiun baru ikut yg unit link itu juga cuman 500 rb/bulan. sisanya alhamdulillah saya juga investasi di rumah, sekarang sudah punya 3 rumah, juga sebidang tanah (buat bikin kolam pemancingan), investasi yang lain tentunya adalah otak dan kerja keras serta doa, tak lupa sering-seringlah bersedekah amal jariyah, dan jangan lupa berqurban tiap tahun, insyaallah rejeki lancar, badan sehat rohani dan jasmani. pikiran tenang, Alhamdulillah.

  102. baru kali ini ada orang yang menyarankan tidak perlu ikut asuransi kesehatan.
    Mas Prabowo kalau anti dengan asuransi, Mas bisa request ke HRD perusahaan mas bekerja, agar dinon aktifkan kepesertaannya. Gaji tidak akan dipotong buat bayar premi asuransi yang perusahaan mas bekerja (walaupun premi perbulan palingan cuma buat tambah makan siang)
    Intinya: Jangan menyarankan orang untuk tidak ikut asuransi kesehatan padahal mas Prabowo sendiri ikut walaupun dengan alasan didaftarkan oleh perusahaan tempat bekerja.

    1. baru kali ini ada orang yang menyarankan tidak perlu ikut asuransi kesehatan.

      Wawasan Bung kurang luas aja…

      Perlu diketahui, justru di negara maju produk health insurance nggak ngetren, karena semuanya ditanggung pemerintah mulai dari sakit kurap sampe ngebrojolin orok. Cuma di negara dunia ketiga aja yang masih gencar jualannya, makanya begitu ada yang anti mainstream, kayaknya aneh.

      Mas bisa request ke HRD perusahaan mas bekerja, agar dinon aktifkan kepesertaannya

      Ngapain repot-repot? Toh bukan pake duit saya ini bayar preminya?

  103. mungkin si prabowo ini dulu cowoknya kerja di asuransi, mungkin ada masalah dan sakit hati makanya dia antipati. hmm.. dimana mana namanya prabowo kok jadi penentang, ikut koalisi merah putih aja sekalian

    1. Sebetulnya komentar yang satu stereotipe dengan komentar ini (tidak relevan dengan artikel plus anonim pula) sangat banyak, tapi buat hore-horean dan sekadar blog ini nggak sepi ya boleh lah sekali-sekali saya approve. :)

  104. Seru banget baca komentar pro dan kontra nya. Semoga gak ada yg panas atau anarkis karena beda pendapat. Hidup perdamaian. Perbedaan itu indah.

    Saya seorang ayah 1 anak, dimana istri saya tidak mencari uang. Dia sepenuh hati bekerja untuk saya dan anak saya.

    Penghasilan saya naik turun karena usaha sendiri. Biaya kebutuhan per bulan tidak sampai 10jt. Ada 2 aprtemen disewakan. Ada 1 apt br jadi dan akan disewakan. Ada cicilan rumah utk investasi. Jadi saya memang suka investasi ke properti. Kurang lebih gambaran saya gitu.

    Saya punya asuransi dari Prudential, Generali, Sunlife dan Mega, supaya kalau saya meninggal, keluar 2M utk menjamin anak saya bisa sekolah sampai kuliaj tanpa perlu jual2 properti yg sudah susah2 saya cicil, yg mana uang sewa nya bisa buat biaya hidup janda dan yatim saya.

    Selain itu, dari asuransi, SETIAP TAHUN akan kasi gaji buta untuk anak istri saya sebesar 80jt sampai anak saya umur 25 dan istri umur 70, kalau saya meninggal atau kena sakit kritis.

    Kalau sakit kritis, malah ada tambahan 50jt lg TIAP TAHUN sampe saya umur 70 thn.

    Selain itu, saya kl masuk rumah sakit ada kartu Pru dan Generali dengan total limit tahunan 600jt, yg saya rasa cukup lah sementara ini. Jg ada kartu utk anak istri saya.

    Karena saya usaha sendiri, kalau saya sakit, masuk rumah sakit, sy gak bs dapet duit jualan, karena itu sy ada cover asuransi lagi, selain kartu diatas, saya juga dapat penggantian 3jt per hari setiap masuk rumah sakit (max 150 hr per tahun kalo gak salah).

    Total biaya asuransi saya tidak sampai 10jt. Kalau mau tanya2 lbh ljt hub saya di 0812.9927.1010 karena saya paham ttg financial planner dan polis2 asuransi. Dan agent2 saya pun dah 5 thn belakangan selalu ajak saya jadi agent, tp sementara saya blm bisa fokus.

    Saya berasal dari orang gak punya, makanya saya kerja keras utk punya sesuatu. Dan saya ga rela hasil kerja keras nya raib gitu saja sebelum maksimal sesuai target saya.

    Invest emas, reksadana, properti, ada kalanya stagnan, ada kalanya turun, ada kalanya naik. Kalau dari seminar2 dan buku2 keuangan yg saya pelajari, kita harus balance antara investasi 3 diatas dengan asuransi sebagai jaring pengaman.

    Jangan sampai untung belum maksimal, keburu sakit, akhirnya tarik rugi. Jgn sampe rumah ato apt belom jadi, keburu sakit, ga bs ljt cicilan, terpaksa kena klausul jual paksa dr pengembang (yg suka main properti primary pasti tau).

    Yang saya sarankan, pikirkan, kalau kita meninggal atau sakit sampai gak bs kerja, sediakan dana yg cukup buat anak sekolah minimal SMA dan kebutuhan sehari2nya. Pakailah asuransi utk itu. Setelah itu baru kerja jadi nyaman. Gapailah mimpimu. Kalau sudah jadi triliyuner, silahkan mati2kan asuransi nya krn kalau mati atau sakit, uang sendiri sudah cukup.

    Sekian dan terima kasih.

  105. Satu lagi menyambung komen diatas. Di Australia, asuransi private itu DILARANG. Jd hanya asuransi dari pemerintah saja yang ada.

    Tapi di negara berkembang, asuransi pemerintah belum bagus dan terjamin. Jadi mau tidak mau pakai asuransi umum. Pilihlah asuransi umum yg perusahaan nya BAGUS. Dalam arti, masuk top di dunia, pengalaman ratusan tahun, nasabah banyak, cabang di dunia banyak, bahkan kl bisa yg tidak pernah nutup cabang karena rugi. Lihat komitmen nya. Lihat rank perusahaan di Global 500. Kalo di Indonesia, pergi ke AAJI di plaza indonesia, minta rank nya.

    Sesudah itu, dari nama2 perusahaan asuransi, minta agent nya presentasiin dan bawa contoh polis. Lihat klausul nya. Kalau pusing ga usah semua, yg penting aja, yaitu tentang claim dan pembatalan polis. Jgn sampai kebanyakan yg gak bs di claim ataupun bisa dibatalkan sepihak oleh pihak asuransi.

    Kalau istilah nya bingung, tanya mbah google, tp pertama2 tanya agent nya dl dan kalo bs difoto dan di crosscheck ke agent2 asuransi lain biar fair.

    Asuransi adalah biaya. Jangan utamakan tabungan. Tetap pakai yg unitlink dibanding tradisional karena kita utamakan kontrak hingga usia tua. Kalau masih hidup terus, lumayan, tiba tiba punya dana pensiun. Aset bisa diwariskan.

    Makasi pak Prabowo atas room nya.

  106. Nte di bidang investasi yha bos?…
    Asuransi tidak penting bagi mereka yang memang tidak akan mengalami resiko dalam hidupnya,tapi apakah kita bisa menjamin resiko itu tidak datang di hidup kita?…
    Dan resiko bisa di sebabkan dar 3 faktor,diri sendiri,orang lain,dan faktor alam…
    Dan jika anda jeli dan anda berada di tingkat ekonomi yang bagus,mengapa tidak ambil produk investasi dan produk asuransi yang tujuannya sama2 untuk masa depan anda?…

    Dan anda belum tahu kalau sekarang asuransi pun ada yang bersertifikat syariah yang mengedepankan syariat islam,dan saya ingin mempertanyakan apakah investasi bisa menjamin anda dari segi resiko?.. Dan apa yang akan anda lakukan jika nilai invest anda tidak mencukupi untuk biaya pengobatan sakit kritis?…

  107. assalamu’alaikum..
    min, saya mau tanya,,,
    di jaman rosul dulu ada gak sih yg namanya asuransi ( sejenisnya).
    biar warga muslim tau tentang itu asuransi…
    mohon dipaparkan dalilnya…
    terimakasih…

    1. Firman Allah tentang perintah mempersiapkan hari depan:
      (??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ???? ????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????? ???
      Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr [59] : 18)

      Q.S. A.-Nisaa ayat 9 (QS.4:9)
      (?????????? ????????? ???? ????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????? ?????????? ????????????? ?????? ?????????????? ??????? ???????? ??
      Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka

      ( Dialog Rasulullah dengan sahabat Saad bin Abi Waqash)
      โ€Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang terkadang diberi terkadang ditolak.โ€

  108. Saya Fudianto, hanya bisa bilang bahwa asuransi layaknya ban serep, tidak dibutuhkan setiap saat, tetapi saat butuh . luar biasa manfaatnya.

    Kondisi sehat, enggan mendengarkan dan membeli produk asuransi.
    Di kala sakit, ingin masuk pun susah bahkan di tolak.

    So ? Kasih kesempatan agen Anda untuk bercerita, jika cocok, ambil. Jika tidak sreg.cari yang lain..

    Salam dari Prudential.

  109. salam…sy ketawa aja baca komen2 yg kontra dng asuransi..
    sy adalah agen asuransi di AIA Financial…jika anda butuh Asuransi proteksi/kesehatan produk kami bs call sy di 081333251363 / add 27edf204
    thx…

  110. Salam,
    Terima kasih untuk penulis blog ini, melalui tulisan dan komen yg ada sy mendapat pencerahan, mhn maaf bila ada kesalahan. Berikut ini yang saya dapatkan bahwa untuk mendapatkan keamanan finansial maka kita sebaiknya memiliki,
    1. Income, artinya ada pekerjaan atau aset produktif yang memberi kita penghasilan
    2. Asuransi, untuk mengganti nilai ekonomis kita bila mengalami musibah
    3. Investasi baik pendek, atau panjang
    Salam sukses buat semua

  111. Banyak yang salah kaprah ttg arti life insurance. Life insurance bukanlah asuransi utk yg meninggal krn yg meninggal akan tetap meninggal dan itu sdh takdir. Ttp life insurance bicara ttg bgmn yg hidup harus tetap hidup, yaitu bagaimana anak yg ditinggalkan bisa terus makan, melanjutkan pendidikan dan hidup layak… bagaimana istri yg ditinggalkan juga tetap dapat makan, membiayai anak2nya, dan hidup layak saat kehilangan pencari nafkah atau “mesin ATM”.

    Saat kita sakitpun, kadang saat kita sudah cukup menderita dgn sakit kita dan hanya ingin atau hanya bisa tiduran saja di rumah sakit, ada pihak keluarga kita yang terus memikirkan bagaimana agar kita bisa cepat sembuh dan saat kita yg sakit sudah give up pun mereka terus berjuang bagaimanapun caranya agar kita dapat sembuh.

    Saat saya thn 2012 demam berdarah dan typhus, sayapun hanya dapat tidur dan tidur saja krn pusing dan mual. Tetapi saya tidak tahu bahwa ada suami saya yg terus menerus diinformasikan oleh perawat, tentang infus yg harus dinaikkkan dosisnya dan apakah suami saya setuju menandatangani atau tidak atas biaya sebesar 250 ribu/botol infus. Atau menandatangani adanya penambahan obat dengan harga yang agak mahal.

    Begitupun saat saya menunggu ayah saya sedang stroke dan prostat. Saya dipanggil berkali2 untuk menandatangani persetujuan operasi dengan biaya puluhan juta per operasi dan tindakan2 lain. Saya lakukan saat ayah saya hanya tertidur koma dan tidak tahu apa yg terjadi.

    Saya yakin… jika seseorang mencintai keluarganya dan mempunyai value family oriented di dalam perjuangannya dalam mencari nafkah…. dia akan memastikan bahwa keluarganya hidup bahagia dan layak ada dan tiadanya, mampu dan tidak mampunya dia bekerja.

    Saya seorang istri, bukan pencari nafkah utama, tetapi sungguh bagaimanapun saya tidak akan mengatakan suami dan anak saya laknat jika mereka bisa melanjutkan hidup dengan bahagia, khususnya anak2 saya dapat melanjutkan impian mereka sekolah setinggi2nya, dari warisan uang yang saya tinggalkan untuk mereka.

    Saya juga tidak akan mengatakan suami dan anak saya orang2 pemalas hanya karena saat saya sakit mereka tidak banting tulang cari uang untuk biaya berobat saya, melainkan saya membiarkan polis asuransi saya, yang saya bayar sendiri preminya stiap bulan, membayarkan semua biaya rumah sakit saya (waktu dbd dan typhus saya dirawat 4 hari menghabiskan biaya 15 juta di rs permata cibubur).

    Di satu sisi, daripada kita memperdebatkan produk, lebih baik kita bahas ttg kebutuhan seseorang. Asuransi tradisional dan asuransi unit link sama baiknya, tergantung kebutuhan orang tsb. Kebutuhan seperti apa? Kita tidak usah dibahas di sini dl aja kali ya.

    Begitupun saat orang mau memilih berinvestasi di sahamkah, di reksadanakah, di emas, properti, atau unit link… kita harus tahu dl juga apa tujuan investasi dia, utk jangka waktu brp lama, risk profile dia, dan besar dana yang sanggup dia investasikan. Itu juga ada bahasan sendiri. Semua investasi bagus asal tepat kebutuhan dan di diversifikasi atau dibagi2 ke beberapa keranjang.

  112. Sampe kiamat pembahasan ini gk bakal selesai. Yg suka ya jalani dan yg gk suka ya hindari. Simpel. Tp gk usah bikin opini yg saling menjatuhkan.

  113. Mas prabowo…. Ga usah pengaruhi orang-orang yang ajaran kamu bikin sesat. cukup aja kamu yang berprinsip anti asuransi, nnt klw sdh dapat resiko baru sadar Asuransi. Nnt kamu nya baru bikin blognya lg klw asuransi benar- benar bermanfaat. Jgn terlalu pintar dr pd pemerintah, ngapain ada akses, bpjs???? Mikiiiiiiir…… So pintar bnget

  114. dari sekian coment and cerita2 mbak2 and mas2, secara simple ane cuman mau coment dkit…asuransi tu pilihan kyak ente mau bli barang atau tidak..msalah di bohongin maupun tidak ya catatan buat agent kalo nawarin yang fair jujur n jelas, kalo meurutku asuransi itu dari berbagai koment di atas adalah “bagaimana cara kita mengatur keuangan kita yang berpenghasilan lumayan (artinya bukan tukang sapu di pinggir jalan yg penghasilan minim)…sya tak mau berdbat karena sya bukan ahli keuangan, bukan ahli hukum islam dsb, klo coment ya silahkan…dan semoga statemen sya tidak menyinggung namun semoga menengahi perdebatan.. yg suka silahkan beli yg tidak jga tak apa2 tp jgn menghujar, menghina dll….fair kan….karena saya suka slogan “bhineka tunggal ika”

  115. saya pikir penulis ini mempunyai pemikiran yg sempit…seharusnya lebih banyak membaca lagi ttg asuransi dan meluaskan pergaulan anda dgn org2 yg mmpunyai investasi dan asset yg bnyak..dan bertanya apakah mereka msh perlu asuransi ato tidak?dan knp mrka msh perlu?
    mengenai butuh ato tidaknya…anda harus tau bahwa asuransi hanya bisa dibeli saat anda ‘tidak butuh’ saat anda ‘butuh’ asuransi tidak bisa dibeli.

  116. yang jelas bila anda yakin bahwa anda bisa mengolah keuangan atau tabungan anda menjadi asset produktif maka melakukannya sendiri tanpa bantuan asuransi yah tidak apa-apa, malah bisa jadi lebih barokah karena menghindari hal-hal yang tidak jelas hukumnya adalah lebih disarankan terutama untuk anda kaum muslim.
    memang sekarang sudah banyak sekali model asuransi syariah, tapi saya pribadi tidak terlalu tertarik, mohon maaf sebelumnya, karena saya sudah terlanjur mempercayai untuk tidak lagi terseret dengan produk-produk capitalist dengan tag line syariah ๐Ÿ˜€
    cuma saran saya untuk anda yang menginginkan asuransi, berhati-hatilah dalam memilih produk asuransi. jangan sampe seperti saya :(
    dulu saya ikut asuransi prudential syariah unit link (lupa saya nama pastinya), premi yang diambil 10thn. semua berjalan lancar dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-3. memasuki tahun ke-4 usaha saya sedikit berantakan, bahkan sampai dengan bagnkrut. saya sampai tidak bisa membayar premi saya yang hanya 500 ribu/bulan nya. dan saya pun dinyatakan gagal premi. walaupun dengan embel-embel syariah ternyata mereka tetap tidak peduli dengan kondisi nasabah. jadi yah cicilian premi yang sudah saya bayar selama 3 tahun itu dianggap hilang begitu saja.
    yah apa mau dikata, itulah kebodohan saya yang dulu terlalu percaya dengan logo syariah.
    sejak usaha saya kembali membaik saya memutuskan untuk mengalihkan tabungan saya dalam bentuk dinar, saya sih ngga berharap untuk jatuh sakit. tapi setidaknya sementara ini solusi saya baru itu, setidaknya untuk mempertahan value assets saya terhadap kejamnya inflasi.

    anyway kali aja bossnya prudential baca dan mau bantu urusan gagal premi saya, walaupun saya pesimis mereka mau bantu hihihihi. silahkan kontak saya yah di +62 8968 569 0186

  117. berkerjalah di perusahaan yang memberikan asuransi kepada karyawan dan keluarganya nya. sisanya NGGA USAH!

    sukses dan sehat selalu mas prabowo. :)

  118. mas and mb>>>

    kita terlalu ribet mikrin halal haram asuransi…kan dah ada MUI…kalau MUI ga kita percaya kiblatnya kemana dong…
    kalau mikirin haram dan halal…motor yang kita pake bukanya buatan jepang yang sudah pasti antek Amerika…sadar ga sadar perusahaan jepang bayar pajak kepada mereka..bahkan pangkalan angkatan darat mereka ada di okinawa…
    berarti haram dong….kita beli motor karna kita menjadi kontributor dana kepada mereka..yang menjadi negara jahiliyah..
    asuransi melindungi aset yang dikumpulkan bukan menolak ataupun mengharapkan takdir buruk terjadi…mencari yang halal adalah wajib acuanya adalah ulama dan pemerintah yang ada….jangan menjadi pembenaran karna hanya akan ada kesesatan yg terjadi…
    intropeksi diri lebih banyak …..karna sertifikat dari MUI merupakan hasil pemikiran beliau beliau yg lebih paham…ketika ada label halal pada makanan apakah kita yakin sepenuhnya halal…kita nggak pernah tau…tapi andai itu haram maka tuhan akan menghalalkanya karna kita telah berusaha mencari kehalalanya…itulah fungsi kita manusia…
    demikian juga asuransi hanya berusaha..untuk meminimalisasi kerugian…
    karna hanya orang sakti….yang tak pernah mati dan selalu sehat yang tidak butuh asuransi…terimakasih

    1. Jika Bung Ferry baca lagi lebih teliti, tulisan saya tidak membahas hukum halal dan haram dalam Islam, tetapi terkait profit / untung-rugi membeli produk asuransi. Jika Bung tertarik untuk membahasnya, saya sarankan untuk mengunjungi link berikut ini pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-33

  119. Assalaamu’alaykum dan salam kenal pak prabowo

    Walau batal jadi presiden yang pasti saya tetap dukung bapak (bercanda) hehehe,

    Pro kontra asuransi adalah hal biasa, menurut sya sih saya nggak butuh-2 banget. Mending duitnya ditabung untuk hal lain yang lebih mendesak. Apalagi unit link, terlalu banyak resikonya, yang duit gak balik lah, yang ketipu janji agen lah, muluk-2 banget sih abisnya ngomongnya muter-2,

    Tp sih sya yakin bahwa saya ambil keputusan yang tepat. Lihat saya 10-15 tahun lagi mereka yang ikutan asuransi bakal jadi apa. Sama kayak gembar gembor mlm dulu, katanya bakal dapet kapal pesiar dan mobil mewah, buktinya sama aja gembelnya.. hehehe peace,

    1. Sip betul sekali, saya setuju dengan komen saudara, sy jg merasa dirugikan dgn asuransi unit link apalagi berembel2x syariah, krmn sy baru saja surennder polis sy, kerugian sy 7 jt lbh

  120. Suatu saat…
    ada orang beli mobil baru seharga 500jt.. belum 1bulan mobilnya kecelakaan hancur, pengemudi+penumpang cacat.. ternyata mobil + penumpang tdk diasuransikan..
    Lihatlah dr segi ekonomisnya.. klo diasuransikan mobil mgkn akan diganti asuransi, pengemudi juga akan disantuni biaya..

    sy setuju mbak erna, tdk suka dgn perusahaan/agent nya tp sy sadar sy butuh asuransi.. krn nilai ekonomis tsb.. kecuali anda adlh klrga cendana yg mgkn tdk butuh asuransi, krn harta tdk akan habis smp tujuh turunan..

    asuransi adlh pilihan hidup.. mgkn tdk rela uang tersisih dgn hal yg belum dinikmati dlm jangka waktu dekat, tp mgkn nanti berguna utk kita dan khususnya utk keluarga saya jk terjadi hal2 yg tdk diinginkan (santunan).. setidaknya itu lebih baik mnrt saya drpd tdk sama sekali.. hidup di indonesia semua sudah susah krn faktor ekonomi…

    hanya pendapat pribadi :)

    1. Suatu saatโ€ฆ
      ada orang beli mobil baru seharga 500jt.. belum 1bulan mobilnya kecelakaan hancur, pengemudi+penumpang cacat.. ternyata mobil + penumpang tdk diasuransikan..
      Lihatlah dr segi ekonomisnya.. klo diasuransikan mobil mgkn akan diganti asuransi, pengemudi juga akan disantuni biaya..

      Bisa sebutkan nama perusahaan asuransi yang Bung maksud? Kalau belum satu bulan tiba-tiba sudah ada klaim, apakah perusahaan asuransi mau percaya? Ataukah urusan akan semakin panjang karena melibatkan polisi? Apakah penggantiannya 100%?

      1. Jika dilihat dari perusahaan Asuransi di Indonesia yang saat ini kebanyakan tentunya tidak akan sampai bahkan 50% saja biaya ekonomis tergantikan dengan premi nasabah. Karena kebanyakan di Indonesia tidak mengerti arti dari transfer resiko yang sebenarnya. Dan hanyalah kedok belaka.

  121. Bener banget saya setuju sekali dengan artikelnya pak Prabowo Mukti, jadi emang betul kalo mau berinvestasi jangan di asuransi, karena banyak sekali biaya” yang mengurangi nilai investasinya. Mau untung.. Eh malah buntung =D X_X , jadi kalau mau beli asuransi harus berpikir bahwa itu adalah pengalihan resiko, jangan berharap investasinya..
    Contoh di Progam asuransiku
    Umur 25 tahun, Nabung 1 juta/bln
    Manfaat:
    1.Uang pertanggungan : 500 juta
    2. Biaya rumah sakit diganti sesuai tagihan, contoh apabila operasi apa aja mau pasang ring jantung 400 juta, pembedahan 1M diganti sesuai tagihan (ini nih hebatnya progam ini, masa kita ikut asuransi kalau sakit masih keluar uang lagi X_X, kalau jadi nasabah ya aku g mau lah, tapi kalau sesuai tagihan itu baru bagus untuk dipertimbangkan)
    3. Gratis pembayaran premi, bila nasabah sakit kritis, cacat tetap total dll.

    Note : pilih asuransi yg kesehatannya sesuai tagihan, jadi kita sudah bayar tu gak rugi, be smart customer agan” sebelum membeli

    Bila masih ada pertanyaan bisa hubungi saya di email ini santososusanto91@gmail.com

  122. Mantab, saya salut dengan penulis.. Yang membiarkan orang yang tidak menyukainnya berkomentar “Tanpa Moderasi”. Semoga Amal Ibadah Penulis atas sharingnya diterima oleh Allah dan menjadi ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariyahnya… Amien…

  123. Saya setuju dengan anda.
    Yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan tidak tahu asuransi. Bisa dikatakan jika nama “asuransi” hanyalah kedok mereka.
    Tidaklah semua asuransi bekerja selayaknya perusahaan asuransi yang berfungsi sebagai transfer resiko sebagaimana mestinya.
    Yang semestinya, perusahaan Asuransi itu bak “judi” bisa untung atau rugi terhadap nasabahnya.
    Untuk itu selalu ada persyaratan misalnya orang dalam keadaan sehat / tidak sakit. Nah ketika nasabah bersangkutan terkena musibah, barulah nasabah memperoleh dana tersebut.

    1. Benar RFP saya selama ini juga salah satu yang dirugikan oleh asuransi yang berkedok investasi lebih baik jujur seperti BPJS ada pemisahan JHT dan kesehatan
      jadi masyarakat juga faham mengenai kesehatan dan dana pensiun

      asuransi pr*den contohnya dikemas dengan baik unitlink syariah dsb menjanjikan investasi dan asuransi tetap apa hasilnya dana kita habis untuk administrasi

      saya setiap hari kesehatan ditanggung BPJS malah
      banyak yang complain juga nasabahnya claim susah agen dicari susah
      banyak penipuan agennya lari

      saran saya lebih baik apabila asuransi kesehatan ke BPJS
      untuk investasi bisa reksadana, emas, property atau deposito dll


      Note from admin : nama perusahaan saya samarkan

  124. baru saja ditawarkan asuransi(semacamnya) pas lagi ngurus kartu ATM hilang. akhirnya galau2 saya cari artikel dan simulasi antara deposito berjangka atau asuransi. nemu blog ini kalo dibaca dari atas (taun 2013) sampai bawah (sekarang) menarik juga..
    dan kemudian saya berkesimpulan untuk ambil deposito berjangka ajalah.. dengan alasan toh saya bisa mengendalikan diri dengan menyisihkan 40% penghasilan saya sebagai tabungan (kalo asuransi kan mau gak mau terdebet dari rekening mungkin ini cocok sekali untuk orang yg emang susah mengendalikan diri dlam hal menabung, ada berapa pun di tabungan kalo udah masuk mall ato kumpul ama temen2 suka kalap maen gesek kartu ATM ampe ludes) dan kalo sudah cukup buat deposito mending saya depositokan dg jangka waktu yg bs lebih fleksibel (mulai 1 bulan sam pai 1 tahun dan bisa dilanjutkan) kalo udah punya deposito trus nabung lagi cukup beli emas beli aja dikit2 sepertinya pemikiran seperti ini lebih cocok buat saya, just for sharing sih ya..

    1. Akan tetapi jika membeli emas tetaplah berhati-hati. sebaiknya jika bermain dengan emas main short-term saja, karena bandar emas sejak 2008 tabungannya menipis terkena dampak efek domino, sehingga kini dia perlu mengubah-ubah nilainya serta melakukan buy-back.

      1. Iyaa, saya kena tuh investasi emas bodong, yg tempatnya di daerah Pluit. Yg pakai manggil Fauzi Bowo dan syariat syariat begitu. Ternyata itu semua bayaran. Sorry bukan bermaksud meledek. Tapi saran saya jangan sekedar percaya dengan foto foto owner nya dgn pejabat, foto foto owner nya dgn kyai, atau sgala macem. Tapi lihat track record nya sdh brp tahun.

  125. Salam 42/13……..yg namanya masih musyrik bahas beginian gak bakalan ketemu ujung pangkalnya……yg jelas bijaklah menanggapi sesuatu……& profesi apapun kerjakanlah secara profesional & bertanggungjawab terhadap pekerjaannya ……kebanyakkan pola kerja bangsa ini mau enaknya sendiri/egois, giliran susah baru tau manfaatnya….. Pelayanan kurang maksimal krn product knowledge masih kurang paham…… Informasi yg diberikan harus lebih edukatif & jgn menyesatkan… Sebelum ambil keputusan gunakan lah 10/100 akal mu… Salam 42/13 dimana semua sistem musrik akan musnah…..

  126. Bapak Prabowo & saudara2 semua.
    Terimakasih atas ilmunya. Semoga bermanfaat.
    Kebetulah saya mau kerja kecanada, dari agent menawarkan untuk ikut prudential. Kata pihak prudential ada 3 negara yg ga bisa menggunakan fasiltas prudential, yaitu di canada jepang n USA.
    Dari diri pribadi saya masih ragu untuk ikut. Tolong berikan saya pencerahan berupa solusi tau saran mengenai hal ini.
    Tolong fast respon. Krn tanggal 8 des ’14 harus sudah memberi keputusn ikut apa ngganya.
    Terimakasih

    1. Saya saranin Anda pisah kapal antara pasangan, dan anak anak. Masing” 3 kapal terbang. Jadi kalau 1 kapal meledak, yang lain selamat. Dan bisa klaim meninggal, ikut Prudential atau asuransi manapun boleh.
      Malah harus gedein bagian yang meninggal kalau perlu 5 Milyard. Nanti kalau pulang ke Indo lagi, turunin UP meninggalnya. Bisa kok kaya gitu. Serius, temen saya ada yg kaya gitu

  127. Thank you pak Prabowo buat artiikelnya. Saya Daniel Fernando.
    Saya langsung ke intinya ya. Seharusnya 30% – 40% dari pendapatan kerja / usaha kita langsung dipotong otomatis oleh negara. Nah itu ada komponen pajak, biaya asuransi / proteksi, biaya pensiunan nanti, biaya kesehatan, dll, semuanya masuk pada kantong dana bantuan rakyat.
    Jadi negara HARUS mengelola itu semua dengan JUJUR.

    Pas, ada rakyat sakit, semuanya otomatis masuk kelas VIP, dan gratis semuanya.
    Yang bayarin semuanya itu diambil dari kantong dana bantuan rakyat.
    Terus, kalau ada pelanggaran” , seperti parkir sembarangan, tidak pakai helm, menyetel musik keras” pada malam hari di daerah pemukiman penduduk, maling, dll, nah itu semua sanksinya berupa uang yang harus disetor ke Kantong Dana Rakyat.
    Misalnya kalau mau masuk busway, boleh, asal di depan jalan, sdh ada polisi siap dengan mesin EDC dari bank manapun, tinggal gesek. Nah ini masuk Kantong Dana Rakyat juga.
    Bagi yang tidak bisa bayar denda, hukumannya bekerja jadi petugas kesehatan, jadi suster contohnya.

    Jadi semua orang kan aman banget tuh, dan asuransinya gratis dibayarin negara. Negara juga sudah dibayarin oleh pelanggar” hukum.

    1. Mas Prabowo dan srIbu saya ikut asuransi, dengan premi 1 juta, (tanpa sepengetahuan saya). Disini Ibu saya ikut yang 5 tahun dengan premi 1 jutadi perusahaan asuransi terbesar di indonesia. Saya pernah bertanya kepada agen asuransi ibu saya,: “Apakah Dana yang diperoleh pasti lebih besar dari total iuran yang saya bayar”,??? ( iuran 1juta perbulan x 5 th/60 bln= 60 juta) jadi total dana yang disetor adalah 60 juta rupiah. Jawaban dari agen asuransi: tidak pasti bisa lebih atau bisa kurang. Saya sangat terkejut hal itu tidak disampaikan saat promosi/ prospek/ penawaran ke Ibu saya. PADAHAL, itu duit yang DISisih nya dari gaji nya sebagai guru. Dan kebetulan juga sekarang Ibu lagi sakit, yang hanya ditanggung hanya saat ada tindakan operasi dan rawat inap saja.
      Yang saya tanyakan disini, :
      1. APa jaminan jika perusahaan Asuransi tersebut bangkrut?
      2. Bagaimana bisa uang/ beban/ biaya pengobatan yang ditanggung lebih besar daripada premi yang disetor, bagiamana bisa. apa ngk bangkrut, JELASKAN alur bagaimana??
      3. Jika semua total iuran yang sudah disetorkan, ingin ditarik kapan waktunya?? apakah dana yg diperoleh sama atau lebih besar atau bisa kurang dari total premi??
      4. kenapa saya harus ikut asuransi,? selain manfaat resiko sudah tercover. saya juga bisa nabung di BAnk trus tarik duit di atm atau tinggal gesek saja, uang ditabungan juga bisa digunakan untuk keperluan lain. Tabungan produknya lebih mudah dicairkan, untuk investasi bisa deposito, atau property.
      Ayo agan2, dishare, tolong jelaskan dari asuransi mana? dan web link perusahaan saudara, yang isinya sesuai dengan pernyataan/coment saudara, biar ngk asal ngebacot!! Jadi saya juga mau buka asuransi, perlu apa ngk ya??

      1. Salam kenal Bung Surya,

        Terima kasih atas komentar Bung, sangat informatif sekali. Mungkin pertanyaan Bung lebih bisa dijawab oleh agen asuransi ya? Silakan yang mau gelar lapak.

    2. pak yang agen asuransi, saya mau numpang tanya neh. saya ikut yang unit link manulife thn dpn sdh jln 5thn, saya bandingkan dgn ilustrasi kok jauh bgt ya…kira2 thn ke-10 sy dpt uang sy utuh g? minim balik modallah? sy ambil asuransi krn yg jual tmn sy, sy prcya aja sm dy,tpi sdh brjln lm sy bandingkn sm ilustrasi, spertinya uang sy, akan balik modal ketika thn ke-20,jdi sebaiknya sy teruskan atau tdk ya. bc sblm2nya unit link berisiko….

      1. Saya agen asuransi Prudential Syariah di Sulsel, tidk perlu saya banding2kan dg prushan asuransi lain di posting in (smg ibu bs mengerti maksud sy), yang pasti sejak bberpa tahun terkahir Purdential Syariah sllu mendapat penghargaan sbg asuransi terbaik di Indonesia, tentu berdasrkan beberp indikator2. Jadi klo ad yg mau lebih jelas ttg Asuransi Prudential bisa hubungi sy di nmr in : 081248123936 (Muslimin)

  128. Dear All…
    Beda pendapat itu biasa dan kita tidak perlu saling menghujat, saling menghargai itu lebih baik.
    Bagi yg alergi dengan asuransi dan merasa asuransi tidak penting, tidak perlu berasuransi, dan kalau pun ada agen yg nawarin tinggal tolak aja terus, sampe dia bosan sendiri.
    Bagi yg merasa asuransi penting, silahkan berasuransi dan pilih asuransi yg tepat dan sesuai dengan keinginan Anda. Cari agen yg benar2 menguasai produk & bisa menjelaskan detil produknya. Yg lebih penting minta si agen menjelaskan isi polis, jika ada yg tidak cocok anda bisa batalkan polis tsb krn kita diberi waktu 14 hari (sejak polis kita terima) utk mempelajari polis.
    Apapun pekerjaannya, apapun profesinya, itu mungkin sdh menjadi pilihan, maka wajib bagi kita harus saling menghormati.
    Peace…

    1. Salam Bung Vanjoel,

      Jelas tulisan ini akan ditentang habis-habisan oleh agen asuransi, karena dapur mereka ngebul karena komisi agen. Bayangkan ada 10 orang saja yang bikin blog dan berusaha mengintimidasi pengunjung blognya untuk tidak ikut asuransi, belum lagi persaingan antar lapak perusahaan asuransi. Duh…

      1. Bung vanjoel

        Jangan ikutan stress sama yg punya blog ini,dia gak punya uang kali untuk beli asuransi makanya sakit hati,atau jangan2 dia jual investasi bodong biar dapur dia yg ngebul….saya sumbang buat dia makan deh tiap bulan daripada kerjanya menyebar kebencian di mana mana,manusia yg satu ini sebenar nya gak ngerti soal asuransi atau investasi makanya cara menjelaskan pun gak berbobot sama sekali,kuli pasar juga bisa nulis kaya judul di atas…..hadehhhh kasian bgt sih nihh orang

  129. Dulu saya diberitahu, ada 2 macam orang yang tidak perlu asuransi: orang yang kaya sekali (karena berapapun biaya pengobatan dia sanggup bayar) dan orang yang miskin sekali (karena tidak bisa bayar premi dan tidak ada nilai ekonomis yang perlu diproteksi). Tapi karena saya tidak termasuk salah satu dari keduanya, saya merasa membutuhkan asuransi…hehehe.

    Bukan sembarang asuransi, tapi lebih ke arah proteksi terhadap kesehatan. Kenapa? Kalau orang meninggal, keluarganya tinggal pikir penguburannya dan modal awal buat keluarga yang ditinggalkan. Nah, kalau orang sakit, sudah tidak bisa kerja (penghasilan hilang/ berkurang), keluar uang banyak pula.

    Di luar negeri saya tahu ada perusahaan-perusahaan asuransi besar yang khusus menjual asuransi kesehatan murni. Biayanya tidak terlalu mahal. Nah yang jadi masalah, kenapa saya sulit sekali menemukan asuransi semacam itu? Tapi syukurlah sekarang ada BPJS…hehehe….

    Oya, sekedar pendapat pribadi saja, memang benar dalam jangka panjang investasi lebih menguntungkan daripada asuransi. Tapi investasi butuh waktu supaya bisa berkembang maksimal, katakanlah di atas 5 tahun. Kalau sebelum itu ternyata (amit-amit) kita mengalami musibah (sakit atau kecelakaan), lalu bagaimana? Yang penting terlindungi secukupnya saja.

  130. Prabowo murti you gak sekolah ya??sok2 bikin blog tapi isinya gak bermutu sama sekali…anda ini kerja apaan sih?atau ahli di bidang apa? Belajar dulu yg bener baru berkoar koar,kalo gak ngerti definisi asuransi,investasi,unit link dll mbokkk jangan sok pinter ya…..wajah situ aja kaya orang idiot
    Pendapat you benar2 murahan cuma ngerti asuransi kulit luar nya saja,emang you punya investasi apa aja sihh sampe segitu sok tau nya….kasian ya bae2 gila masss

      1. Saya risih baca tulisan anda yg gak mutu…kalo mental you gak kuat di kritik jangan mengkritik sesuatu yg you gak ngerti,ini forum bebas kalo you bisa bebas bicara saya pun bisa bebas berpendapat…

      2. :) Dengan satu kali klik, semua komentar Anda bisa saya hapus. Tapi saya toh akan approve semua komentar yang bernada merendahkan. Bagaimana itu bisa disebut ‘gak kuat di kritik’? Mohon maaf kalau tidak bisa jadi pribadi yang menyenangkan semua orang. Jadi, kembali ke topik, bagaimana Anda menilai asuransi akan lebih menguntungkan?

  131. @ All : semuanya adalah masalah pilihan.. Jika memilih untuk berasuransi, maka pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda, bijaklah dalam memilih.

    Produk Asuransi menurut saya adalah netral, bermanfaat sesuai dengan peruntukannya dan kebutuhan orang yang membelinya. Hanya agen asuransi lah yang kadang tidak mengerti produknya dan kemudian menjualnya dengan bermacam-macam iming-iming. Semua bisa dicover, tidak pakai ribet..bla..bla..Apalagi agen yang hanya money oriented, atau agen kutu loncat. Tidak semua agen asuransi itu tidak baik, tidak semua agen asuransi itu baik. Karena agen asuransi = manusia.

    Untuk para agen asuransi, saya mengharapkan pasarkanlah produk asuransi dengan hati nurani, pikirkanlah kebutuhan para nasabah Anda. Bilamana Anda tidak lagi bekerja di perusahaan Anda sekarang, apakah para nasabah Anda akan tetap terurus? Mudahkah mereka mengajukan klaim? Adakah orang-orang yang berkompeten nantinya yang menggantikan Anda untuk mengurus nasabah Anda?

    Bertanyalah kembali kepada hati nurani Anda, sudahkah saya menjual produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Anda? Sudahkah Anda menjelaskan dengan sebenarnya produk asuransi Anda, atau hanya semata untuk mengisi pundi-pundi uang Anda? Apakah marketing harus dijalankan dengan tanpa hati nurani? Yang penting untung…???

    Mengenai agen asuransi yang dianggap sering menakut-nakuti para calon nasabahnya, seperti yang dikatakan oleh Tung Desem Waringin, otak manusia itu selalu berusaha mencari nikmat, menghindari sengsara. Itu salah satu teknik marketing yang bisa dilakukan, maka sebagai konsumen atau orang yang diprospek, Anda harus bijak dalam menentukan pilihan, apakah benar itu sesuai dengan kebutuhan Anda sesuai dengan perhitungan yang matang?

    Ketika seseorang dalam kondisi takut, maka bagian primtiif dari otak manusia yang akan bereaksi untuk mencari selamat atau kedamaian. Itu bisa menjelaskan mengapa ada orang yang mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, ketika ditakut-takuti (walaupun tidak semua orang bisa dipengaruhi). Salah satu pelajaran yang dapat kita pelajari dari hypnosis, sekarang muncul dalam berbagai istilah hypnoselling dsbnya… Tentunya para agen asuransi banyak juga yang menguasai hypnoselling bukan?

    Intinya milikilah kesadaran akan apa yang Anda butuhkan..

    Salam sejahtera untuk kita semua

  132. Semua instrument keuangan bisa berguna, baik itu investasi maupun asuransi. Yang penting Anda tahu cara untuk mengaturnya, diperlukan pengetahuan untuk menyusun keuangan. Mempelajari Financial Planning adalah pilihan yang bijak.

  133. apakah ada asuransi yang berani tanda tangan diatas materai secara kontrak(tentunya ada efek hukum pidana juga perdata) untuk pencapain nilai investasi sesuai dengan ilustrasi awal investasi???
    ada asuransi produk penjamin pengangguran gak ya??? macam di luar negeri,jaga2 phk masal…

  134. 1.sekarang ada BPJS, tapi bbrp case tdk ditanggung alias keluar biaya lg..terbatasnya kamar ranap,kekakuan PPK 1-2,domisili wilayah rujukan,gk semua obat sudah masuk daftar standar BPJS,gk semua RS sedia obat entah krn gangguan distribusi ato oknum”,
    2.dijalan darat ada Jasa Raharja..tapi ada plafonnya cuuuuyyy.
    3.udara ato laut jg ada asuransinya knn??
    4.yg kerja di perusahaan standar biasanya ada asuransi dari perusahaan, baik mungkin melalui pihak asuransi atopun reimbust..
    4hal diatas gk bisa dtawar utk tdk ikutkn…alias fasilitas kulit..hahaha yg pasti nempel tiap kerja,prpnjang sim/stnk,kerja di perusahaan yg stndr..
    jadi msh perlu asuransi swasta gk ya??

  135. Saya pribadi benar2 SANGAT2 KAPOK sama Ansuransi.
    2 x saya mengalami kerugian.
    Pertama ada ansuransi kesehatan anak perushaan suatu bank yang suka menawarkan produk via telp. uang saya langsung didebet tiap bulan smapai bertahun2. sementara sya gk dpt apa2
    kedua, ansuransi jiwa dari suatu perushaan ansuransi ***Life. Awalnya agennya gk mau jujur bhwa itu ansuransi jiwa. tpi diiming2 akan menghasilkan uang berkali2 lipat selama 10 tahun, Saya diberikan buku polis setelah sy membayar premi pertama 4 jt. Stlh sy merasa rugi, kebijakan itu sangat merugikan saya. sy meminta untuk penhentian, tpi agennya mengatakan bahwa tdk bisa, harus 10 thn. akhirnya sy dengan susah payah membayar polis tahun kedua. akhirnya sy menghubungi langsung kantor pusatnya, uang yang dikembalikan hnya 1,8 jt. dari 8 jt uang saya yang disetor!! itu msh sebatas janji, karena smpai hari ini sy belum terima dananya, serta prosesny rumit luar biasa!
    Akhirnya, SELAMAT TINGGAL ANSURANSI,!!

  136. Dear All,

    Wah rame juga ya dunia persilatan Investasi keuangan di Indonesia…
    Saya setuju dengan pendapat agan-agan semua sebagai anak-anak bangsa Indonesia yang sudah maju pemikirannya dan mengenal apa yang dinamakan Investasi Keuangan yang Intinya adalah bagaimana kita Mendapatkan Uang dan Bagaimana Uang kita Berkembang…saya mengajak agan-agan semua untuk mulai saat ini jangan kita diperbudak oleh Uang…walau disadari atau tidak kita bekerja kan untuk mendapatkan Uang..betulkan, nah bagaimana kalau UANG yang menjadi KARYAWAN kita sehingga biarkan UANG yang bekerja untuk kita…dan kita tinggal menikmati UANG untuk membeli semua keinginan dan kebutuhan hidup kita…jadi agan-agan kerjanya gak usah lama-lama, gak takut keluarga nanti makan apa..anak nanti biaya sekolahnya bagaimana..kalo sakit atau tidak bagaimana..,uang saya hilang bagaimana..biar kita mikirnya enaak, mudah dan sehat , jadi kita bisa menikmati aja kehidupan yg telah diberikan ALLAH ini dengan baik dengan UANG HALAL yang telah bekerja untuk kita.. Kalo agan semua tertarik silakan menghubungi saya di 081315313216 atau email saya di generaligalaxysolid7@gmail.com untuk penjelasan dan cara bagaimana Uang Bekerja untuk Anda dimana-mana ..Andanya Belanja pake Uang dimana-mana…

  137. saluuut buat si penulis, yang membuat dirinya seolah yang paling paham tentang investasi, dan asuransi,, kenapa negara tetangga sudah pada paham ni malah menggiring orang [pada hal yang seebaliknya…, jelaskan investasi jenis apa yang tidak ada resikonya, dan bisa meyakinkan keamanan serta jauh dari kata HARAM

  138. Hay penulis…
    Wah kata-kata yang sangat luar biasa sekali..
    Sangat pantas INDONESIA ga pernah bisa maju kalau orang-orang berfikir seperti anda

  139. Mantab, tulisannya bagus.

    Sama seperti, mengapa anda tak butuh beli rumah. Mending sewa saja. Tak perlu beli mobil, naik bus atau motor saja. Atau tak perlu beli motor, beli mobil saja. Dll

    Mau membeli sesuatu, termasuk asuransi, adalah gabungan BAN.
    Budget, Authority dan Need.

    Klo anda punya budget, kekuasaan dan need terhadap asuransi, ya anda akan beli.
    Klo salah satu tidak terpenuhi, tidak akan beli. Tidak ada orang yang membeli segalanya. Bahkan beras, ada yang ga beli. Tapi memilih gandum.

    Asuransi sendiri memang proteksi, bukan investasi. Uang premi harus hangus. Supaya ga keliatan hangus, diimbangi unitlink. Dipisahkan juga bagus. Reksadana sendiri, asuransi sendiri, misal.

    Salam,

    yudhistya.com

    CFP

  140. Saya pikir juga asuransi tdk perlu… kalo untuk asuransi pendidikan, mending uangnya saya alokasikan ke saham. Beli saham blue chip, trus di harga diskon alias lg turun, dijamin hrg merangkak naik, bahkan bisa sampe naik 300% setahun. Toh di asuransi, uang lbh banyak dialokasikan ke saham. Untuk asuransi kesehatan, ikut BPJS aja, kalo mau aman.

  141. inilayah salah satu yg membedakan kita dengan negra maju di dunia, krn pemahan dan kesadaran kita ttg pentingya asuransi masih sangat sempit.
    Di negara-negara maju seperti Amerika dan berbagai negara di belahan Eropa, mayoritas penduduknya sudah memiliki kesadaran akan pentingnya peranan asuransi sehingga tanpa harus ditawari pun mereka akan mencari sendiri produk asuransi yang cocok bagi mereka. Sebaliknya, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kesadaran orang mengenai pentingnya asuransi belum terlalu diutamakan. Sehingga jika ada musibah baik skala kecil, sedang maupun besar dampaknya bertahun2 belum tuntas juga, beda skali seperti Jepang yg tdk butuh waktu lama, warganya bisa kembali hidup normal seperti semula bhkan lebih maju dari sebelumnya

    Saya mau sedikit sharing tentang perbedaan pandangan tentang asuransi di negara berkembang dan negara maju.

    3-4 tahun belakangan memang dunia asuransi di indonesia mengalami perkembangan yg cukup pesat. hanya masih cukup banyak orang yg apatis bahkan anti terhadap asuransi. Laen hal nya di negara2 maju, warga nya mempunyai pola yg berbeda dengan masyarakat negara berkembang (indonesia)

    Saat masyarakat negara maju mendapatkan penghasilan/gaji , alokasi pertama adalah untuk asuransi. segala hal yg bisa mereka asuransikan, akan mereka asuransikan. mereka tidak takut kehilangan sebagian kecil uang daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan

    Beda hal nya dengan masyarakat negara berkembang semisal indonesia. sebagian besar orang lebih takut kehilangan uang untuk asuransi daripada spending/belanja. mereka takut kehilangan uang kecil dan pada akhir nya kehilangan uang yg lebih besar ketika resiko kehidupan menimpa mereka (meninggal,kecelakaan,sakit kritis).

    Padahal Di dunia perencanaan keuangan yg saya miliki, proteksi/asuransi adl hal utama yg harus seseorang miliki jika ingin di kategorikan memiliki perencanaan keuangan yg baik.

    saya agen asuransi Prudential, sudh banyak orang berterima kasih skali setelah merasakan manfaat asuransi ketika keluarga mereka harus di operasi jantung dan menghabiskan dana Rp. 450.000.000 juta dan asuransi yg meng-cover pengobatan biayanya (kira2 apa itu yg dimaksud RUGI?)

    jika tidak ada asuransi, sudah pasti keluarga mereka harus menjual asset2 untuk menutupi biaya itu.

    saya hanya mengingatkan saja bahwa ASURANSI ITU PENTING, jika anda pernah kecewa dgn asuransi, itu bukan salah perusahaan nya. mungkin hanya oknum/agent nya saja yg tidak punya kompetensi yg memadai

    untuk konsultasi mengenai asuransi di Prudential dan perencanaan keuangan bisa hubungi saya di :
    081248123936 (1×24 jam siap melayani ANDA)
    nawwafsabiq@gmail.com

  142. Inilah yg membedakan kita (warga Indonesia) dengan negra2 maju di dunia tentang pemahaman dan kesadaran akan pentinya Asuransi.

    Saya mau sedikit sharing tentang perbedaan pandangan tentang asuransi di negara berkembang dan negara maju.

    3-4 tahun belakangan memang dunia asuransi di indonesia mengalami perkembangan yg cukup pesat. hanya masih cukup banyak orang yg apatis bahkan anti terhadap asuransi. Laen hal nya di negara2 maju, warga nya mempunyai pola yg berbeda dengan masyarakat negara berkembang (indonesia)

    Saat masyarakat negara maju mendapatkan penghasilan/gaji , alokasi pertama adalah untuk asuransi. segala hal yg bisa mereka asuransikan, akan mereka asuransikan. mereka tidak takut kehilangan sebagian kecil uang daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan

    Beda hal nya dengan masyarakat negara berkembang semisal indonesia. sebagian besar orang lebih takut kehilangan uang untuk asuransi daripada spending/belanja. mereka takut kehilangan uang kecil dan pada akhir nya kehilangan uang yg lebih besar ketika resiko kehidupan menimpa mereka (meninggal,kecelakaan,sakit kritis).

    Padahal Di dunia perencanaan keuangan yg saya miliki, proteksi/asuransi adl hal utama yg harus seseorang miliki jika ingin di kategorikan memiliki perencanaan keuangan yg baik.

    saya seorang agen asuransi di Prudentian, sudah banyak orang yg berterima kasih setelah merasakan manfaat asuransi ketika keluarga mereka harus di operasi jantung dan menghabiskan dana Rp. 450.000.000 juta dan asuransi yg meng-cover pengobatannya.

    jika tidak ada asuransi, sudah pasti saya harus menjual asset2 saya untuk menutupi biaya itu.

    saya hanya mengingatkan saja bahwa ASURANSI ITU PENTING, jika anda pernah kecewa dgn asuransi, itu bukan salah perusahaan nya. mungkin hanya oknum/agent nya saja yg tidak punya kompetensi yg memadai

    untuk konsultasi mengenai investasi, asuransi dan perencanaan keuangan bisa hubungi saya di :
    081248123935 (Siap melayani ANDA 1×24 jam)
    nawwafsabiq at gmail.com

  143. Apakah sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempunyai simpanan yang bisa dibeli untuk proteksi asuransi? Jika pun ada kelebihan konsumsi, uang berlebihnya lebih banyak disimpan di bank. Lalu bagaimana dengan warga miskin yang tidak punya uang berlebih? Apakah produk asuransi menjadi barang mewah bagi saudara kita yang secara finansial masih berada di bawah garis kemiskinan?

    Sigma World Insurance in 2010 melaporkan bahwa Indonesia tergolong negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Ukurannya adalah Insurance Density dan Insurance Penetration. Negeri dengan penduduk lebih dari 240 juta ini menempati peringkat ke-11 dari 27 negara di Asia. Posisi tersebut berdasarkan total premi Indonesia pada tahun 2010 sebesar 10,7 Milyar Dollar. Premi tersebut mencakup asuransi jiwa dan asuransi umum. Jumlah premi tersebut sebenarnya meningkat 28,91 persen dibandingkan tahun 2009.

    Jawara Asia ditempati oleh Jepang. Indonesia kalah jauh dengan tiga negara ASEAN: Singapura, Thailand, dan Malaysia yang berada pada peringkat 7 sampai 9. Jika total premi tersebut dibagi dengan GDP- dikenal dengan insurance penetration- maka nilanya hanya 1,5 persen dari GDP. Untuk indikator tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-16. Jika total preminya dibagi dengan jumlah penduduk maka posisi Indonesia tambah melorot, yaitu pada posisi ke 22 di Asia dengan nilai premi per kapita sebesar 45.8 Dollar, atau sekitar Rp 400 Ribuan saja.

    Sekarang mari kita lihat indikator untuk asuransi jiwa. Laporan yang dirilis Swiss Ree tersebut mencatat total premi asuransi jiwa di Indonesia sebesar 7.2 Milyar Dollar. Kecedenrungannnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu meningkat sebesar 31.1%. Bolehlah kita tidak perlu berkecil hati karena Indonesia nongrong di peringkat ke sepuluh di Asia. Nilai insurance density- yaitu nilai premi asuransi jiwa dibagi jumlah penduduk โ€“ adalah sebesar 30,9 USD, atau hanya Rp 275 Ribu.

    Indikator tersebut membuat kita miris.Apakah memang seluruh masyarakat Indonesia tidak bisa menyisakan uangnya untuk perlindungan dirinya dari segala risiko yang mengancam jiwa atau kesehatan dirinya? Setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.

    Pertama, kondisi tersebut bisa saja dikarenakan fungsi dan peran asuransi kurang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia. Orang Indonesia lebih mengenal produk-produk perbankan dibanding jasa asuransi. Coba saja tanya kepada beberapa orang di dekat Anda. Apakah mereka mengenal apa itu asuransi berjangka, mutiguna, atau dana pensiun. Kurang dikenalnya fungsi dan peran asuransi menjadi pekerjaan rumah dari pelaku industry asuransi.

    Kedua, orang Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, tapi belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah โ€œbisnis janjiโ€. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi. Faktor ini lebih banyak berhubungan dengan kesadaran atau tanggung jawab. Apalagi jika manfaat asuransi tersebut menjadi hak atau warisan dari anak atau keturunannya. Kepastian manfaat finansial bagi anak atau keluarga seharusnya bisa menjadi motivasi utama untuk membeli asuransi.

    Ketiga, orang tidak membeli asuransi karena memang tidak punya uang untuk membelinya. Walaupun mereka tahu fungsi dan peranan asuransi, rasanya percuma saja karena ketidakberdayaan finansial membuat asuransi hanyalah mimpi. Jika kondisinya sudah begitu, apakah pemerintah harus lepas tangan dan membiarkan jiwa sebagian masyarakat Indonesia seolah tidak berharga sama sekali?

    Berkenaan dengan faktor ketiga tersebut, pemerintah memang sudah melalukan berbagai upaya, di antaranya adalah jaminan kesehatan masyarakau bagi warga miskin, keberadaan asuransi sosial seperti jasa raharja, kewajiban perusahaan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya melalui program jamsostek. Bahkan, UU Sistem Jaminan Sosial pun sudah diberlakukan sejak pemerintahan ibu Megawati pada tahun 2004. Namun, UU tersebut sepertinya belum ada gaungnya. Memang masih menunggu terbentuknya lembaga yang mempunyai kewenangan dalam mengelola dana untuk jaminan sosial, yang sampai saat ini masih diperdebatkan di legislatif.

    Atau, kita mungkin pernah mengenal micro-insurance yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang secara finansial masih kurang beruntung. Bisa saja, perusahaan asuransi menjual produk asuransi dengan nilai premi yang kecil, bahkan bisa ditarik per hari. Secara teoritis itu bisa saja diberlakukan. Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

    Akhirnya, ini kembali ke kesadaran kita semua- baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk juga peran para pelaku atau praktisi asuransi di Indonesia.

    Jadi, masihkah Anda berpendapat bahwa asuransi itu hanya untuk orang kaya saja?

    1. Ini ngitungnya gimana sih?

      Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

      Yang Anda maksud seribu rupiah itu Rp 275ribu dibagi 30 hari?

  144. Saya setuju sama tulisan ini.

    Prngalaman pribadi maupun pengalaman ortu saya yg “investasi” unitlink.

    Katany ada jaminan keaehatannya. Pada waktu harus pasang ring jantung kmrin malah tidak bisa dan malah ditolong”sama bpjs kesehatan.

    Jadi 10 thn terakhir duitnya dipptong srjuta sebulan apa gunanya?

  145. intinya asuransi itu gk di ajarkan rasullullah ,jadi gk perlu ikutan asuransi ,cukup berdagagng dan berternak ,makan berhenti sebelum kenyang ,makan korma 4 butir tiap hari,bekerja baca doa ,jangan lupa berolah raga ,hindari banyak hutang ,sehabis maghrib ngumpul bareng kluarga ,hidup tenang sehat selalu ..amiiiiin!

  146. Untuk jenis penyakit yang di caver agen asuransi harus WAJIB!!!! menjelaskan. saya agen di sinarmaslife MSIG dan saya sangat jelas menjelaskan tentang klousul asuransi,apaa itu AKUISISI dan barapa lama akuisisi berjalan,semua saya jelaskan dalam proposal.

  147. Hahaha kalian semua takut akan sesuatu yang pasti terjadi dalam hidup kalian, buat apa hidup? Ikhlas aja, berawal dari tidak ada lalu kembali ke tidak ada lantas masalahnya apa? Lihat sekeliling kalian, tidakah kalian lihat orang2 sukses itu bukan orang yang ingin tenang dengan menggantungkan hidupnya atas jaminan pihak lain, tetapi orang2 yang berani mengambil resiko atas hidupnya, berpikirlah out of the box, tp jika memang kalian tidak sanggup berpikir keras ya sudah tidak ada yang menyalahkan kalian untuk menjadi orang2 biasa yang hanya bisa merasa aman & tenang dibawah jaminan pihak lain, di dunia ini memang perlu orang2 biasa agar ada orang2 yang luar biasa, betul? Hahahaha

    1. Iya, ya.. Mana ada masa depan cerah? Emangnya bisa menerka masa depan pasti terjamin dg asuransi? Semua serba tak pasti, alias semua masa depan tu buram.. Buktinya banyak yang merasa dirugikan asuransi.. Kalo takut dengan ketidakpastian, buat apa hidup? Yang perlu dilakukan adalah menguatkan keluarga kita dengan bekal ilmu untuk menghadapi kehidupan.. Beri pancingnya,bukan ikannya.. Jadi keluarga kita takkan lemah jika ditinggalkan..

  148. Selamat siang Mas Bowo…!
    Saya akan buat ilustrasi masalah asuransi dan menabung di Bank.

    Jika anda menabung dibank 500.000/Bulan dengan durasi 10 Tahun maka jumlah tabungan = 500.000 x 10 x 12 = 60.000.000
    tiba-tiba anda jatuh sakit dengan biaya perobattan 70.000.000 anda akan menarik dana dari bank sebanyak 60.000.0000 dan punyak utang 10.000.000.

    Jika anda menabung di Asuransi dengan Premi 500.000/bulan maka anda akan mendapat tabungan 60.000.000 dan biaya perobatan sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

    itulah perbedaan menabung di asuransi dan Bank

    1. Ya ampun Bung Polma, hitungan Anda seperti anak SD kelas tiga. Tidak ada orang yang menabung Rp 500ribu per bulan selama 10 tahun. Yang cerdas, Rp 500ribu dikumpulin buat beli gerobak gorengan, dapet untung lalu pindah ke warung sewa. Dapet untung lagi, diputerin lagi, terus sampe counternya punya sendiri dan buka cabang di 18 kota. Atau kalau mau paling gampang, bisa diinvestasikan di stock market.

      Sekali lagi, tidak ada orang yang menabung konstan Rp 500ribu selama 10 tahun, hanya untuk mendapatkan Rp 60 juta. Sepuluh tahun dari sekarang, nilai Rp 60 juta itu sungguh receh. Plus, selama 10 tahun, jika dimasukkan asuransi, duitnya nggak bisa keambil. ๐Ÿ˜€

      1. kalo saya pribadi, untuk asuransi kesehatan mending ikut BPJS saja, murah meriah 59rb kelas 1. memang resiko kenyamanan lbh diabaikan karena antrean panjang banget, tapi dgn pertimbangan sakit juga tidak tiap hari & cocok untuk kelas ekonomi saya.
        500rb per bulan dibelikan emas saja, lebih mudah dicairkan gak perlu klaim.

  149. Ini saya tidak setuju, kalau yg dimaksud itu unit link !! ya saya setuju sebab unit link itu merugukan tetapi asuransi yg sifatnya Term atau Whole Life serta kesehatan itu perlu….. meski umur kita masih 10 tahun masih sehat kita perlu asuransi Jiwa , karena apa ?? saat itu pemi sangat murah (jangan yg term) tapi yg whole life, karena anda kan pasti menikah ?? pasti punya anak … nah kalau sdh menikah umur 40 baru masuk maka premi sangat mahal … kalau sdh punya anak maka ambillah yg term (karena premi murah) INGAT asuransi itu adalah proteksi , tolong bedakan dengan INVESTASI (Apapun jenis dan namanya) Investasi itu baru ok saat sehat no problem (kalau kita sehat maka asuransi akan kelihatan mubazir) sebaliknya asuransi akan kelihatan manfaat saat sakit jadi bedakan proteksi dan investasi sebab dasarnya beda……. memang jangan unit link ..!!!! ambil tradisional term atau whole life …… mau diskusi silahkan di dwihono@yahoo.com

  150. hei,
    saya adalah salah satu orang yang tidak percaya dengan asuransi. Dan saya sangat percaya dengan “sedekah”, kenapa alasannya? saya rasa tidak perlu dijelaskan disini, karena semua orang sudah tahu itu. Silahkan anda temukan sendiri alasannya. Demikian yang saya perolah dari Islam.
    Dengarkan suara hati kecil kalian. semoga bermanfaat.

  151. Setuju untuk tidak membeli asuransi!

    Tapi saya punya alasan lain.
    Bagi Muslim, dengan membeli asuransi berarti menisbatkan “rasa aman” dan “perlindungan” diri/harta benda kepada yang namanya agen asuransi.
    Sudah jelas asuransi itu riba, jadi memang seharusnya ditinggalkan.

    Padahal sudah jelas dalam Quran :

    “…hasbunallah wa ni’mal wakiil”
    [cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]”.
    (QS. Ali ‘Imron: 173)

  152. Kebetulan ni ada porum ini.sblmnya saya ucpkn trmksh.atas adanya porum ini…sya mau brbgi pngalaman mslh asuransi.emang sh asransi aga ribet dan saya kurang percaya.ceritanya kk saya meninggal sdang kn no polisnya g ada mklm lh orang awam ikt asuransi.kata orang asuransi katanya ga bisa di proses soalnya g ada polisnya.ini menurut anda gimana mhn pencerahannya trmksh

  153. Kl sy lbih baik investasikan duit kt ke hal2 yg lbih berguna, lagi pun kl ikut asuransi itu dftr paling mudah, tp kl giliran mau klaim, haiizzz rumitnya mnt ampun. Pdhal duit, duit kt. Tp dibikin rumit..

  154. pengalaman pribadi,saya ex nasabah a***anz, saya ikut asuransi krn ajakan teman sy dan sy percaya krn teman sy ngomong yg bagus2 tentang asuransi yg dia jual. premi yg sy bayar 500/bulan dan itu autodebet dr tabungan sy. dan sy mencoba utk berhenti selama 2th,krn sy pikir kesehatan sdh ditanggung oleh kantor. sy sangat kaget pas CS a***anz bilang kalau sy hny mendapatkan 70Ribu dari hasil bayar premi 500rb/bulan selama 2thn..padahal sy tdk pernah pakai atau claim sama sekali..ajeegileee…jd slama ini uang sy byr premi slm 2th kmn?? benar2 bikin sy kecewaa dan bikin sy KAPOKKKKKK..taiiiikkkk emank!!!

  155. Pengalaman saya pribadi juga gitu,
    ditolak terus sama All*anz karena belum ada 1 thn umur asuransi, jd utk operasi miom tdk ditanggung.
    Trus udah gitu mama saya meninggal, harus isi form sebanyak 17 lembar
    ribetnya minta ampun.
    Kalo kata org rekam medis: Mba namanya juga all*anz, dari A sampai Z ribetnya!
    Mana itu agen asuransi bantu saya?
    cuman manis diawalnya doang…
    segala urusan klaim lama…
    musti kita yg aktif follow up.
    Sakit kritis juga ada masa tunggu 3 bulan.
    Jangan dikira asuransi gampang…
    pengalaman pribadi kapok dah sama asuransi All*anz

  156. Iyaa,,ni mas saya jg galau gini ikut asuransi,awalnya ci ikut buat tabungan pendidikan anak,ternyata tidak seindah yg d harapkan!!dan saya pun belum pernah mengklaim apapun!!sakitnya tuh d sini bngt mas mending saya ikut arisan dah.terus saya sebaiknya gimna mas d tutup kah atau lanjut!!d tutup aja kena saldo lumayan besar,tp kl saya lanjut kn takut tidak sesuai harapaan,,yaa tau sendiri deh mas promosinya agen!!makasi ya mas atas jawabannya.

  157. mantap n setuju dgn blog ini. saat ini setiap orang kalau di tanya, umumnya, siapapun itu pasti bakalan bilang “kagak butuh asuransi”.
    karena belom kejadian.

  158. Panjang sekali blog ini. Haha..
    Asuransi perlu diambil bagi orang yang sayang keluarga saja.
    kalo tidak,,untuk apa tinggalin warisan untuk istri/anak?

    kalo bisa invest sendiri, itu hal yg menarik karena banyak orang indo belum ngerti investasi yg bagus itu dimana. Maka perusahaan reksadana/unitlink menjadi sebuah alat investasi yg tentu mereka minta fee/biaya.
    tetapi apakah uang 1jt/bln anda bisa jadi 1M besok ketika Allah minta anda balik?

    Sekali lagi. Ambil jika perlu dan sayang keluarga. sukses !!

  159. Ane korban *x* diprospek oleh orang yg kayaknya officeboy yg dipaksa nyambi/direkrut jadi agent. Udah setor premi udah 102x (8.5 taon)@rp250rb, dan gak pernah klaim samasekali. Merasa ketipu, ane tarik cuma dapat Rp21juta.,alias kepotong lebih dari 5 juta. Investasi taik kucing yg mereka alokasikan duit ane, padahal harga2 saham udah naik 285% sejak 2006

  160. DARI PADA DI INVESTASIKAN DI ASURANSI…BELIKAN PROPERTY/CICIL PROPERTY..LEBIH PASTI DAN AMAN..SAYA KORBAN AGEN ASURANSI *X* UANG 50JT JADI 41 JT..AGEN-AGEN ASURANSI HANYA KEJAR KOMISI SAJA …SAYA JUGA PERNAH IKUTI TRAINING JADI AGEN ASURANSI 4 HARI..SAYA MUNDUR..ASURANSI YA TETAP ASURANSI…WAHAI PARA AGEN ASURANSI SADARLAH KERJA ANDA MENIPU ORANG..DUIT TIDAK HALAL..INVESTASI APARTEMEN UANG 20 JUTA(CICILAN UANG MUKA 1 DAN 2) 2 TAHUN KEMUDIAN JADI 100 JT..MAKNYUS DEH…

    1. Lucu sekali pak, namanya investasi unit link bisa untung bisa rugi, tapi kalau bapak cuman cari untung aja bapak salah BESAR.
      Pahami dulu pak konsep asuransi, justru agen asuransi adalah malaikat, malaikat tak bersayap

  161. Dear Pak Prabowo

    saya salut dengan blog anda saya juga salah satu yang ketipu oleh agen pru*en
    dimana saya dijanjikan nilai unitlink dengan ilustrasi yang cukup lumayan

    tapi hasilnya setelah saya 5 tahun bergabung nilai tunai saya dibawah dari ilustrasi jauh bahkan dari prosi terendah

    apabila anda( masyarakat) menginginkan asuransi kesehatan atau jiwa atau pensiun lebih baik ke BPJS lebih nyata rawat jalan rawat inap dana pensiun lengkap sesuai dengan apa yang kita bayar

    dan tolong anda agen asuransi jangan berbohong untuk mengejar komisi anda
    kasian keluarga anda dapat rizki dari nipu oranglain

    1. Lucu sekali bu, namanya investasi unit link ya naik turun. Yang pasti adalah asuransinya, kalau mau pasti untung jangan invest di perusahaan asuransi, mau pasti untung hubungi pak bowo itu, agen investasi ๐Ÿ˜€

  162. asuransi itu pertahun suruh bayar administrasi dan lain2 lagi ya ?
    kalau seumpama 1 tahun ngikut, trus uangnya ditarik jadi berkurang dong ya ?
    trus waktu di kasih tau ada nilai investasinya itu di investasikan kemna ya ?
    kok katanya ada rendah – sedang – tinggi ?

    trus kalo sehat sampai umur yang ditentukan di polis, berarti selama itu juga kita bayar trus perbulan + bayar admnistrasi dan lain lainnya ya? nah kalo dipecat atau keluar dari pekerjaan gmn ? uangnya kepotong admnistrasi +dll nya dong? lama2 habis ya ?

    1. Ya ada biaya” yang harus di bebankan di awal karena asuransi itu sifatnya jangka panjang, kenapa jangka panjang? Ya itu td kena biaya” yang di bebankan di awal, kenapa di bebankan di awal? karena untuk biaya operasional perusahaan seperti biaya asuransi, kebayang tidak jika Anda terjadi kenapa” seperti terkena penyakit kritis lalu perusahaan asuransi harus membayar klaim ratusan juta sedangkan polis Anda belum kena potongan biaya. Lama-lama perusahaan asuransi bangkrut, ga ada yg namanya asuransi, jika ga ada asuransi maka di pastikan keluarga yang di tinggalkan oleh pencari nafkah akan terbengkalai, utang di mana mana, biaya hidup semakin tinggi, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, orang miskin dilarang sakit.
      Tugas mulia agen asuransi adalah mengubah selembar kertas menjadi suatu mukjizat, karena profesi agen asuransi adalah malaikat tak bersayap

      1. “Tugas mulia agen asuransi adalah mengubah selembar kertas menjadi suatu mukjizat, karena profesi agen asuransi adalah malaikat tak bersayap”

        Another salesman’s crap

  163. Ass,mohon maaf dulu yoow…saya sangat setuju dengan asuransi,karena saya sudah membuktikan,baru nabung 12jt/tahun dan baru bayar pertama/tahun pertama dan di bulan ke 3 masuk RS dan harus keluar kocek 32.550.000 , tapi untungnya di cover full oleh asuransi ,coba klo gak ada asuransi?berarti nombok banyak too?dan keluarga happy karena gak usah pontang panting nyari kurangnya….contoh yg lebih jelas,olga syahputra jual rumah dll untuk pengobatan…so,terserah anda saja

  164. Mas prabowo,maaf nih….,sekarang total kekayaan financial berapa??? Pasti sudah triliun-an ya??? Misal nih kekayaan mas bowo 1M trus tiba2 harus keluarin dana kesehatan 1M,terus keluarga dikasih opo???soalnya kesehatan itu tidak bisa di prediksi abis brp klo sakit, Tapi saya yakin mas orang kaya deh….

      1. Asuransi hanya dibeli oleh orang-orang cerdas yang mempertimbangkan cost vs benefit. Karena asuransi hanya uang receh untuk manfaat precaution yang luar biasa mahal. Anda tidak membelinya. Berarti anda ?

        Salam PruSyariah.

  165. Kewajiban Muslim untuk berasuransi (Syariah) ada di ayat Al Baqarah ayat 120 : ” Wahai orang2 Mukmin yang akan meninggal dunia, tinggalkanlah nafkah untuk istri-istri mu minimal untuk jangka waktu 1 tahun (setelah kamu meninggal). Dan setelah itu tidak ada kewajiban bagi kamu setelahnya (apakah akan tetap tinggal atau menikah dengan laki-laki lain).”

    Asuransi (Syariah) juga difirmankan oleh Allah SWT kepada Nabi Yusuf AS supaya bersiap siaga dalam masa-masa paceklik.

    Salam PruSyariah.

      1. Berikut firman firman Allah Swt dan Hadits Nabi Muhammad Saw Berikut tentang precautionary motive / asuransi :

        Surah Al-Maidah (5:2)
        Surah ini mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong dalam semua jenis kebaikan dan perbuatan yang menuju kepada ketaqwaan dan pelaksanaan tugas-tugas yang telah dibebankan Allah Taala kepada kita semua.

        Surah Al-Baqarah (2:240)
        Ayat ini menegaskan bahwa para suami disamping berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya sesuai dengan standar kelayakan, maka mereka juga dituntut untuk mempersiapkan dana yang cukup bagi para isteri untuk jangka waktu setahun lamanya.

        Surah An-Nissa (4:9)
        An-Nisaa artinya kaum ibu dan kaum ibu adalah sentra keluarga. Surah ini menerangkan tentang pengaturan keluarga sesuai syariah. Para orangtua diperintahkan untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat. Kekuatan Aqidah (Iman), Akhlaq, Ilmu Pengetahuan, Fisik (Badan) dan Ekonomi.

        Surah Al-Hasyr (59:18)
        Ayat ini menyeru setiap individu muslim untuk:
        1. Beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
        2. Mempersiapkan diri untuk mempersiapkan diri menyongsong datangnya hari esok baik itu persiapan selama hidup di dunia dan persiapan untuk kehidupan akhirat.

        Saad bin Abi Waqqas ra
        Saad bin Abi Waqqas ra adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berharta dan hidup dalam kecukupan, ketika beliau sakit menjelang ajal, Rasul SAW datang menjenguknya, kemudian Saad bin Abi Waqqas ra berkeinginan untuk menyerahkan semua harta yang akan ditinggal akan dihadiahkan untuk Baitul Maal, namun Rasul saw menolaknya.

        Bagaimana jika setengahnya pinta Saad ra, Rasul SAW pun masih menolaknya, bagaimana jika 1/3-nya, maka Rasul SAW menerimanya dan berkata: โ€œ1/3 itu sudah cukup banyak. Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang, terkadang diberi dan terkadang ditolak.โ€

        Hadis Nabi Muhammad SAW
        Barangsiapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama ia suka menolong saudaranya. (HR. Muslim dari Abu Hurayrah). Solidaritas antara sesama anggota masyarakat dalam menghadapi aneka cobaan yang mengancam keselamatan harta benda dan jiwa (nyawa).

  166. Orang yang tidak membeli asuransi hanya ada 3 jenis manusia :

    1. Orang yang tidak akan meninggal, sehingga dia yakin akan dapat hidup terus menafkahi keluarganya, atau
    2. Orang yang yakin tidak akan sakit, apalagi sakit kritis, seumur hidupnya, atau,
    3. Orang yang merasa tidak akan pernah tua renta, sehingga tidak perlu tabungan pensiun, karena diumur 80 – 99 tahun masih bisa setir mobil, masih bisa berdiri tegak, masih bisa naik/turun tangga, masih bisa….

    Saya yakin anda adalah orang yang tak akan meninggal (tiba-tiba), tak kan pernah sakit seumur hidup anda (apalagi sakit kritis), dan saya yakin anda diusia 99 tahun masih bisa bekerja sehingga tak perlu dana pensiun.

    Salam Pru Syariah

  167. Hahahahaha…tanggung jawab dunia akhirat loh mas bowo bikin orang2 dan anda sendiri pd berdebat yg bikin berantem dgn buat tulisan n komen2nya

      1. Yah anda tujuannya begituu buat tulisan ini tp msh bawa2 islam segala lah, bawa2 rasulullah lah..hadeuuhhh.

      2. Mana saya tahu, situ kan dari awal sudah anonim? Biasanya orang-orang macam begini dari pertama sudah saya marked as spam, biar dunia ini bersih dari orang-orang sampah dan tidak punya kualitas. Kalau komentar Anda bisa tampil di sini, boleh jadi karena saya kasihan, atau memang orang-orang seperti Anda akan saya pajang sekadar untuk bahan olok-olok.

      3. Sy gak merasa terganggu. Sy hanya menyoroti perilaku anda. Sy jd ingat yg namanya “anatomi perilaku”. Tdk heran klo anda menulis dan bersikap demikian krn Tujuan anda dlm menulis blog ini khan: “That is one of hidden agenda behind this blog. To make people angry and killing each other. Let the world burn, and start everything from scratch.” #anda sendiri yg bilang. Jd gak heran klo anda bersikap demikian krn sdh jelas tujuan anda spt itu. So..knp harus heran guys???? Sy rasa mas bowo sangat2 wajar berperilaku demikian..krn itulah cerminan dr hatinya, cerminan dr kesadarannya. Khan tujuannya: That is one of hidden agenda behind this blog. To make people angry and killing each other. Let the world burn, and start everything from scratch.# gw ulang lg deh. So guys, kalian gak perlu marah

      4. Komentar Anda sedari awal sudah tidak nyambung, jadi saya sekalian saja bikin genderang perang. Saya tuh males mau adu bacod kalau lawannya nggak berpendidikan, dan miskin. Kalau Anda bukan gembel, silakan bikin blog sendiri, biayanya murah tidak sampai 200 ribu perak setahun. Di blog Anda, silakan tulis sesuka hati mengapa Anda mendukung asuransi. Kenapa harus menumpang dan bikin rusuh di blog ini?

        Mikir.

  168. Insurance is just an effort. Tawakkal is just only to Allah SWT. Rasul SAW is not taking any insurance, but he SAW is riding the best horse or camel or even using a full metal war jacket in every war and it is an effort of life insurance. He SAW is also asking to his fellows to tie up their horses or camels, then let them go, and that is an effort/ikhtiar to ensure the horses/camels.

    If something is not becoming perfect (without it) in doing ibadah, then it is a must.

    If you know you will die anytime ontime, while you know you have wife and kids depending on your income, so Syariah Insurance is a must. If you you don’t have it and you die, and your family lose hope and become beggars, you are dzhalim towards them.

    Salam Prudential Syariah.

    1. “Insurance is just an effort. Tawakkal is just only to Allah SWT. Rasul SAW is not taking any insurance, but he SAW is riding the best horse or camel or even using a full metal war jacket in every war and it is an effort of life insurance. He SAW is also asking to his fellows to tie up their horses or camels, then let them go, and that is an effort/ikhtiar to ensure the horses/camels.”

      Maaf sebelumnya saya tidak terlalu mengerti dengan konsep asuransi, karena saya bukan pengguna jasa asuransi, disini pun saya sependapat dengan Pak Bowo bahwa saya tidak butuh asuransi. mengenai tulisan saudara prusyariah yang saya ambil, berarti bisa diganti kan dana untuk membayar premi asuransi dengan berusaha hidup sehat, contohnya saya sendiri, saya karyawan biasa saja dengan penghasilan biasa saja, saya ditawari agen salah satu asuransi terkenal di Indonesia dengan premi 500k/ bln. yang akan saya dapatkan dari asuransi tersebut hanya kesehatan, jiwa, dan investasi sebesar 90m setelah 15 tahun. itupun yang dicover hanya saya saja bukan dengan keluarga saya.

      Jujur saja, dana 500k bagi saya bukan jumlah sedikit. saya lebih baik membelanjakan uang tersebut kepada hal hal yang baik mis. makanan yang sehat, memperbaiki tempat tinggal agar layak, dll . Hal itu sama kan dengan Rasulullah yang mengendarai unta yang baik dan memakai pakaian zirah yang baik ketika perang. Nah uang saya yang lainnya saya tabungkan untuk sesuatu hal yang bersifat tidak mendesak.

      If you know you will die anytime ontime, while you know you have wife and kids depending on your income, so Syariah Insurance is a must. If you you donโ€™t have it and you die, and your family lose hope and become beggars, you are dzhalim towards them.

      ingat loh, jika kita berharap perusahaan asuransi bisa membuat keluarga kita tidak miskin ketika kita wafat. itu secara tidak langsung bisa menjerumuskan kita kepada perbuatan yang tidak diampuni oleh Allah yaitu syirik. Rizki tiap orang sudah diatur bahkan sebelum kita terlahir ke dunia, ketika kita wafat belum tentu orang yang kita tinggalkan akan hidup sengsara.

      Sebaik baiknya belanja adalah dibelanjakan di jalan Allah, janji Allah itu benar, dan menurut saya yang bisa menjamin kita hanya Allah, bukan makhluk lainnya.

      hal yang saya lakukan dengan hidup saya, saya gunakan uang saya agar keluarga saya hidup layak (bukan membayar sesuatu yang belum pasti tapi membiarkan keluarga saya hidup ngirit demi membayar premi). Uang lainnya saya gunakan untuk menabung dan perbanyak zakat, infaq shodaqoh ( jika niat kita ikhlas, jika kita mengalami kesusahan/ bencana ) insya Allah, Allah yang akan menjamin kita. keajaiban-keajaiban karena sering membelanjakan harta di jalan Allah sudah banyak terjadi, dan saya menyaksikan sendiri keajaiban itu (karena itu juga yang memotiviasi saya untuk perbanyak sedekah)

    2. satu lagi yang saya tambahkan, saya memang tidak menggunakan asuransi yang mengharuskan saya membayar premi kepada perusahaan asuransi. Tapi saya dan keluarga dicover oleh asuransi yang sudah disediakan oleh kantor tempat saya bekerja sebagai fasilitas kesehatan dari kantor, saya anggap itu sebagai rizki yang tidak saya tolak.

    3. Syariah Insurance is not a must. You think that if you tell us more about “Allah”, “Rasulullah SAW”, “Syariah”, “Islam”, and include so many other ‘islamic terms’ inside your marketing speech, it’s gonna be easier for you to sell your crappy products. The fact is that you are not better than a poor insurance marketer pursuing dream of making a 30% commission.

  169. Wahhh…menarik,pas iseng baca artikel asuransi..

    Kalo saya ikut bpjs mandiri,lumayan bmanfaat disaat sakit..buat saya skluarga berempat tiap bulan 240rb..dkabupaten saya jg ada subsidi kesehatan dr pemda dpuskesmas..jd buat ksehatan kami udh tercukupi..kalo soal bpjs nya,jika saat sehat saya niatkan sedekah buat rakyat Indonesia lainnya yg lebih membutuhkan..mudah2an jd amal..

    Kali buat asuransi unitlink kayanya ga sesuai kebutuhan saya..saya prefer dan sudah invest logam mulia dan property..
    Slain itu saya jg nyaman dg mnabung dn bermodal diusaha konvensional..

    Mgkn kalo udh usia 35 an nanti gpp lah ber asuransi..tp yg termlife/asuransi jiwa murni spya efektif mengcover jiwa saya dg premi yg ga trlalu mengganggu permodalan n cashflow kami

  170. kalo mndngar crita agen asuransi, sya pngen ikut asuransi. memng sbenarnya ada manfaatnya. tp apakah ada buktinya? org yg sudah ikut asuransi 20th yg lalu. skarang apakah dpat merasakan manfaatnya??

  171. pak Prabowo Murti, thanks buat pencerahan di artikel ini. ini ditulis tahun 2013 tapi masih ada aja yang comment sampai skrg (include me! :D)
    saya sudah ikut insurance sejak 10 tahun yl dan sampai skrg masih ada aja yang terus nawarin produk-produk insurance, yang paling sedih apabila yang nawarin adalah sanak saudara yang kita sebenernya gak kepengen nolak. saya nggak anti insurance, tapi memang udah nggak berniat nambah insurance lagi, setelah dapat pencerahan dari ngobrol2 sama beberapa teman yang berkecimpung di bidang finance.
    menurut saya, yang sangat disayangkan adalah cara agen2 insurance “mengintimidasi” customer dalam meng-gol-kan produk mrk. well, memberi info boleh2 saja tapii PENTING dan PERLU dari ‘kacamata’ kita, bisa beda loh dgn ‘kacamata’ orang lain. mungkin memang ini imbas dari ketatnya persaingan di dunia pemasaran asuransi ya… :(
    to sum up, IMHO, yang kita yakini benar dan baik buat kita belum tentu sedemikian benar dan baik untuk orang lain.
    salam!

  172. mau nanya nih mas,
    saya tertarik dan ingin belajar investasi saham,
    apa saja keuntungan dari investasi saham itu di banding asuransi dan bagai mana langkah – langkahnya kalau kita mau berinvestasi di saham.
    mohon penjelasanya secara rinci karna saya awam di bidang ini

    1. Halo Bung Wirahadi,

      Bung bisa baca pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Program ini gratis, jadi dicoba saja. Semoga berhasil.

  173. Just Info aja :

    Secara hitungan matematika ambil asuransi skrg tidak ada ruginya malahan sangat untung mengapa ?

    Misal kan anda laki2 usia 30 thn tdk merokok dan menabung 500rb/bln selama 10 th (total rp. 60jt) di Prudential.
    Manfaat yg didpt adalah :

    1. Sudah disiapkan rp. 75jt utk warisan dr Prudential utk kelg anda…rugikah anda…?
    Tidak…!!! Malah Untung 15 jt.

    2. Disiapkan rp. 20jt uang santunan sakit kritis…
    ( Semua org memang gak mau Sakit kritis, tetapi apabila anda tiba2 terkena sakit kritis maka dikasih uang tunai 20jt itu sebagai santunan dr Prudential.. gak mau..?

    3. Dikasih uang rp. 20jt sbg santunan cacat tetap.
    ( semua org jg gak mau cacat tetap, tetapi apabila terjadi kecelakaan dan cacat tetap santunan 20jt akan dikasihkan kpd anda . Gak Mau..?

    4. Bebas Premi bulanan apabila terkena sakit kritis/cacat tetap dan gak bisa kerja.
    Premi tetap berjalan dan dibayarkan terus oleh Prudential…gak mau..?

    5. Dpt rp.150jt/thn utk proteksi rawat inap.
    ( Semua org jg gak mau sakit dan dirawat di RS. )
    TAPI YAKINKAH ANDA AKAN SEHAT SELAMANYA..?
    Kalau terpaksa anda sakit dan dirawat di RS dan ada yg mau bayarin gratis..apakah anda gak mau..?
    5
    Yg tidak mau manfaat lebih jika menabung di Prudential adalah mereka yg belum sadar begitu pentingannya asuransi.

    KRN WAKTU YG TEPAT AMBIL ASURANSI ADALAH SEKARANG JUGA DISAAT MASIH SEHAT WAL AFIAT.
    KRN APABILA SUDAH PUNYA RIWAYAT SAKIT BERAT MAKA ASURANSI AKAN MENOLAK KITA.

    So…keputusan ada di tangan anda…
    Sudahkah anda siapkan dana kesehatan skrg..?
    Jangan sampai ketika anda sakit dan butuh biaya besar, semua aset yg anda kumpulkan selama anda bekerja bertahun2 hanya akan anda setorkan lg ke RS.
    Biarkan Prudential yg mengcover biaya RS anda jika terjadi sesuatu yg memaksa anda dirawat di RS.

    Jadi aset anda tetap aman.
    Info lgkp produk prudential sgr hub sy di : 0818.0817.0815 / 0838.0789.7511
    Pin BB 7facb4b9

    1. Ya ampun Bos, sudah premi Rp 500ribu dapetnya cuma Rp 15 juta perak, itupun mesti nunggu 10 tahun. Mending setor sama saya sini saya bikinin lapak yang ramean dikit. ๐Ÿ˜€

  174. asuransi, mau pakai atau gak itu HAK. kunci utk mengikuti asuransi y duit. semua orang ingin di asuransikan/dijamin masa dpn nya, itu PASTI. tapi perlu diingat jumlah pekerja di indo yg berpenghasilan tetap dan diatas rata2 itu lebih sedikit dari pekerja kontrak di PT yg gaji nya pas buat makan sama nyicil motor. maka nya kenapa asuransi identik sama orang kaya ? padahal resiko jiwa,kecelakaan atau sampai anak putus sekolah itu siapa kalo bukan yg dari menengah ke bawah. itulah nama nya hidup. yg menengah atas semakin terjamin. yg menengah ke bawah ? ? klaim BPJS aja kadang ada yg mempersulit (oknum). itu lah kehidupan.

  175. Pak Prabowo,yg banyak komen disini agen asuransi,saya orang asset manajemen investasi,semua premi nasabah yg dibayarkan customer itu di serahkan dikelola oleh manajaer investasi di pasar uang,obligasi dll.Prudential memakai PT Schroder Asset Manajemen,dan kebanyakan nasabah asuransi lebih percaya kepada marketing agen asuranssi dari pada isi polis yg nasabah terima yg disana berisikan hak dan kewajiban dan aturan aturan ketentuan yg nasabah wajib tahu.
    Kalau Proteksi,Asuransi Penting,Untuk investasi ambil produk reksadana.Untuk saya pribadi lebih baik ambil asuransi kesehatan,untuk investasi saya tidak mau di asuransi,investasi di bunga deposito masih lebih besar dari pada di asuransi,Reksadana bisa diambil kapan saja,liquid systim di beri keuntungan,uang di alokasikan ke produk investasi pasar modal,rata rata keuntungan diatas 20% pertahun cocok untuk kelas karyawan mulai buka tabungan reksadana 100 ribu sudah bisa,saya gunakan reksadana untuk tabungan hari tua saya dan untuk beasiswa anak saya,saya pernah hitung ikut asuransi beasiswa anak ketika anak saya masuk smp saya claim dapat nya sedikit dari asuransi dengan preimi yg besar.thx.

  176. Mas Prabowo…

    Artinya asuransi ini bukan instrument investasi ya ? menurut mas, bagaimana prospek reksadana ? reksadana macam apa yang bisa diambil oleh pekerja yang penghasilannya < =4 juta perbulan, konservatif, tidak mau ambil resiko terlalu tinggi ? apakah bisa melawan laju inflasi di tahun2 depan ?

    Mohon pencerahannya

  177. Masalahnya, investasi apaan? Masyarakat cuma dapat uang 2-3 jutaan perak sebulan bahkan kurang, buat makan saja masih pas-pasan. Apa tak lbh bagus nyetor asuransi 300 ribuan perbulan utk proteksi kesehatan krn insyaallah tak selamanya manusia sehat?

  178. Assallammuallaikum mas Bowo, semuga kita selalu dalam rahmat Allah S.W.T
    Mas saya ada dua pertanyaan nih..
    1. Mas kalo saya dan teman2 “pinjamkan” uang kami kepada suatu perusahaan dengan akad kerja sama bagi hasil usaha yg halal gimana hukumnya?

    2. Mas jabarin deh, perusahaan asuransi yg haram apa saja?

  179. Oalaaah panjang skl komen2nya.

    Apapun itu, jgn lah berburuk sangka dgn apapun dan siapapun. Rejeki dr mana pun sdh ada yg mengatur. Mdh2an mas yg nulis artikel ini sll sehat, pjg umur dan sll dilindungi oleh Allah SWT. Amien.

    Salam.
    Tia | AXA Financial.
    Ps : doa sy bkn krn sy agen asuransi loh. Tp krn sy manusia biasa yg ingin mendoakan sesamanya.

  180. lebih baik menjadi orang kaya raya tapi tidak mengenal asuransi dan kalau ingin mengikuti pemikiran prabowo murti ya bagus juga, lebih baik buat inves beli emas atau tanah yang pasti dalam jangka berapa puluh tahun akan naik dratis dan akan mendapatkan byk untung. tp lebih baik lagi jadi raja kaya jaman dulu tidak mengenal apa2, cuma mengenal perang dan rebutan lahan akhirnya mati.intine yaa aja mikir macem2 tinggal serahin ke takdir seperti yang dialami oleh orang2 miskin

  181. hal yang pasti, dan menjadi pegangan saya adalah ikhtiar menyiapkan segala hal untuk anak saya, saya tidak pernah berfikir untung rugi karena akibat investasi. Karena hasil investasi berimpak pada hasil dari situasi pasar, sedang nyawa hanya kuasa Tuhan. Dalam alquran pun tidak boleh kita meninggalkan istri dan anak dalam keadaan lemah, karena itu saya mengikuti asuransi. Up nya pun disesuaikan dengan berapa kebutuhan yang diperlukan anak saya sewaktu2 saya meninggal. Hal yang pasti dalam asuransi dan bukan gharar adalah nilai pertanggungan UP. banyak yang tidak bisa berhitung berapa sih nilai diri kita sebagai aset dari keluarga. Seandainya kita bisa berhitung, pastinya kita akan lebih sadar pentingnya asuransi. dan diasuransi jiwa murni, tidak mahal kok untuk hanya mendapat kepastian jiwa 1 milyar bila masi muda cukup 3 juta pertahun, seperti premi yang sudah saya ikuti saat ini.

      1. Masa’ sih kemahalan? Klo dr umur 25 tahun trus matinya umur 100 tahun…nabung 3 juta per tahun…pas mati,tabungannya 225juta…tp malah dikasih 1 M…
        Bener ga sih itungan saya? Maap saya emang gak pinter.

      2. Kalau saya sih, ikut asuransi bukan ngitung untungnya berapa…karena kalo mau cari untung ya pastinya lebih baik buka usaha… Tapi saya ini tipe orang yg susah bgt nabung…klo punya duit cenderung hobi belanja…jadi daripada tangan saya gatel utk nghabis2in duit….ikut asuransi buat saya itung2 nabung…krn kan ada jangka waktunya, gak bs diambil sewaktu waktu. Hehehehe. Kembali ke orang masing2 siiih…

      3. klo meninggal sih sebenarnya gak ada untungnya 1 M buat yang meninggal. tapi 1 M sangat bermanfaat jika tiba2 kena penyakit kritis yang memerlukan penanganan khusus. Contoh saja seperti Olga Saputra yang baru2 ini. Dia masih muda. Berapa total biaya yang dia butuhkan untuk perawatan? Silahkan dipikirkan kembali

  182. Saya ingin bertanya bisa kh polis d.jual pada saat asuransinya itu lagi dalam keadaan bangkrut atau d.saat asuransix mengalami kerugian ?!
    Tolong jawabannya dan penjelasannya segera, terima kasih.

    1. Waduuh …. gimana yaa … kayaknya susah nih .
      Asuransinya aman saja ga gampang jual polis, apalagi mengalami kerugian atau bangkrut … yg nanggung siapa dong .
      Meskipun sebenarnya pusat seluruh sistem Asuransi itu ada di London, haruskah kita pergi dulu ke Inggeris Raya .. ?
      Bisa kita perhatikan yg sederhana, AsTek bubar ganti Bpjs ketenaga kerjaan saja banyak yg demo .
      Lebih baik kita belajar menyimpan sebagian dana utk keperluan tak terduga .

      Nb. Kalau Bpjs kesehatan sebaiknya ikut saja, sdh banyak yg terbantu Trims ok .

  183. Sepakat no asuransi, meski dah pake alxxxnz. Bayar mahal sakit yang butuh dicover ga dicover, claim2annya bikin sepot jantung. Dipindah buat cicil rumah2 lain aja ama jaga kesehatan yang bener. Ngapain mikir cancer paru segala kalu ga mau dapet kan sudah ada ilmu prevention. Kalu mau asuransi pilih punya pemerintah aja itung2 bantu pemerintah yang lagi ga mampu keluar duit buat jamin masyarakatnya.

    1. Cocok sekali dah … … mending ikut Bpjs kesehatan saja, kalau sakit bakal ditolong (meski ngantrinya lama), kalau pas lagi sehat yaa … itu kita bantu2 yg lagi sakit ( semangat sosial lah ) .
      Kalau Asuransi yg lain – lain … hi .. hi … hiiii … mikir2 dulu ah .

  184. saya jg prnh pakek, tp stlh brwosing d google trnyata bnyak keluhannya, drpda untungnya. akhirnya saya barhenti, untung nya masih 3 bln, dari dana yg masuk cuma kembali 1%, itu karena kena penalty mungkin,. tapi saya ambil sisi baiknya aja,
    kalo saran saya mending uang saudara2 itu dibuat usaha apa yg lbih bs menguntungkan?

  185. Gak pernah ikut asuransi dan menyarankan orang lain utk gak beli asuransi juga? Uhm…biasanya kalo orang blg “Jangan makan pare!” Itu karna dia dah tau pare rasanya pahit. Kalo blm prnh makan pare, tau rasa pahitnya pasti cuma dr mbah Google. Hehehehe.
    Saya bukan agen asuransi,tapi saya tetep tertarik utk beli asuransi… :-)

      1. salam super, saya punya nasabah dengan premi 50jt/thn, beliau sudah bayar 5tahun dengan usia 45tahun, Dan fakta nya nasabah saya telah bayar 250jt, dan akhirnya beliau tarik mendapatkan return 350jt selama 5tahun, apakah asuransi investasi masih menipu? coba pikir kembali

      2. Nabung 5 tahun, dapet return = Rp 100juta / Rp 250 juta = 40 %, dibagi 5 tahun = cuma 8% setahun. Saya sih terus terang nggak mau nunggu 5 tahun returnnya kurang lebih inflasi.

    1. Saya dulu juga pernah ambil Asuransi beasiswa utk anak saya.
      Asuransinya Bumi Putera .
      Saat jatuh tempo, anak saya pas masuk Itb Bandung, tapi nilai uangnya ternyata tak seberapa, pd hal dulu rasanya bakal dpt cukup besar .
      Rupanya setelah bertahun-tahun ternyata nilai wang jadi merosot.
      Yaahh .. …. sekedar bagi pengalaman .
      Kalau asuransi investasi (Link) saya tak tertarik, ada faktor resiko yg cukup besar.
      Model asuransi memang semakin bervariasi, bahkan bisa asuransi di re asuransi kan lagi, begitu seterusnya, dan jadilah gelembung yg meletup seperti halnya skandal mortgate di Amrik tempo dulu, yg membuat keuangan dunia kocar kacir .

    2. keputusan yg ibu buat bagus sekali, asuransi itu penting. Kenapa penting? Karena asuransi itu untuk melindungi kita dari resiko kehidupan.

  186. Terima kasih utk blog nya. Kebetulan sy juga mengalami masalah dengan asuransi. Harus menyetor sekian ratus ribu perbulan, yang nantinya โ€dijanjikan” akan mendapat perlindungan/proteksi. Pada saat awal ditawari, agen atau org asuransi hanya menceritakan ttg hal2 yg menurut pribadi agak menyeramkan. Sakit, musibah, kecelakaan, dan lain sebagainya. Lalu memberikan ilustrasi yang bagus2. Tapi tidak pernah membawa “klausulโ€ yg bisa dibaca oleh nasabah, krn katanya klausul itu terbit jika nasabah cukup mengerti dan perjanjian kesepakatan sdh di tanda tangani. Apakah calon konsumen tidak berhak / boleh membaca klausul yang nantinya akan berlaku, sementara kewajiban calon nasabah yaitu harus menyetujui dan membayar premi baru kemudian klausul perjanjian keluar/terbit? Yg agak aneh sewaktu menandatangani perjanjian, bhw pada bagian terakhir di kolom tanda tangan, dinyatakan bhw nasabah sdh mengetahui akan perihal asuransi tsb, ttp tdk ada baris yg menyatakan bhw agen telah memberikan keterangan secara jujur kepada nasabah. Hanya meminta si nasabah menceritakan secara jujur ttg kondisi kesehatsn dan lain sebagainya, ttp apakah agen asuransi telah menceritakan kelebihan dan kekurangan dr produknya kepada konsumen ? Dimana letak2 hak konsumen ?

    Setelah 2 tahun mengikuti asuransi, sungguh…saya sangat kecewa, dari premi yg dibayar, jika ingin ditutup, maka hanya 20 persen yang kembali. Sy tidak pernah mendapat keterangan yang terinci dari agen tersebut, bilamana jika sewaktu2 mau dicairkan, nasbah hanya mendapat sekian persen saja. Nilainya jauh dibawah premi yg sdh dibayarkan. Bagaimana mw percaya kepada asuransi, bhw asuransi tsb bisa mengcover jangka panjang, jika jangka pendeknya saja mengecewakan…

    Kepada mas prabowo, pemilik blog ini, jika konsumen dikecewakan oleh pihak asuransi, kira2 kemana hrs mengadu?…

    1. Pak, uang bapak yang di setor itu di potong biaya asuransi. logika pak, kalau bapak ikut asuransi ya perusahaan asuransi mempunyai resiko jika amit” bapak kenapa” yang nanggung kan perusahaan asuransi. Kalau bapak ikut asuransi mau cari untung bapak salah BESAR, semoga bapak cepat bertobat dan kembali kejalan yang benar ๐Ÿ˜€

      1. Lho memangnya pak ferri salah apa kok hrs cepat bertobat … ?
        Yg salah itu petugas Asuransinya yg menjanjikan hal2 terlalu dibumbui, dan yg juga salah adalah sistem asuransi itu sendiri, yg bersifat menjanjikan keuntungan pd nasabah, hal itulah yg dijual .
        Sistem asuransi hrs fair dan dpt menjelaskan dgn baik, serta tak bersifat memaksa .

    2. @John tobat karena menyalahi agennya, agennya juga sama” ga tw ๐Ÿ˜€
      Gpp pak Ferri itu adalah pengalaman Bapak yang harus Bapak bayar mahal, anggap aja biaya pendidikan ๐Ÿ˜€

  187. Sy jg nasabah salah satu asuransi sdh 6 th brrjalan, di awal agen memberikan ilustrasi yg menurut saya cukup menarik, krn dengan membayar premi 42 jt yg di bayarkan selama 10 th saya akan memperoleh banyak manfaat salah satunya jika dana kita tidak ambil sampai di tahun ke 20, 30 dan seterusnya maka dana yg sudah kita setorkan akan bertambah berlipat lipat kali, smpai kemudian suami saya diajak bergabung mnjadi agen, selanjutnya suami saya bertanya lgsg kpd tenaga pengajar dr pihak asuransi dan jawabannya adalah dana yg sudah saya setorkan sebanyak 42 jt bisa jd akan habis jika saya tidak menutup polis namun saya tidak atau brhenti membayar premi bulanannya krn dana trsbut akan di pakai untuk membayar biaya administrasi. Jadi ksimpulan saya klo saya ingin mendapat uang prtanggungan maka saya hrs menyetor premi seumur hidup saya krn klo saya brhenti menyetor maka polis saya akan terutup otomatis jika suatu saat dana yg sudah saya setor habis terpakai untuk biaya administrasi. Kenyataan ini sangat berbeda jauh dr janji atau ilustrasi yg di buat oleh agen. Maaf saya tidak bermaksud menjelekan asuransi atau mematikan mata pencarian para agen, saya hanya ingin mengeluarkan uneg2 yg ada di kepala saya, krn saat saya menulis ini saya sdg berusaha menutup polis saya.

    1. Investasi unit di asuransi tidak MENJANJIKAN tapi OPTIMIS untung, sepertinya agen asuransi ibu terlalu optimis/over load ? tidak menjelaskan yang sebenarnya, bisa jadi kurang pengetahuannya ?
      Sekilas mengenai unit link. Contoh saya punya uang 1jt di belikan unit yang harganya 10rb, berarti saya dapet 100 unit pada tgl 22-10-2013, lalu pada tanggal 11-08-2014 harga unit 15rb, lalu saya mau ambil uangnya, maka keuntungan saya 100unit x 15rb = 1,5jt
      Saya untung 500rb ?
      Namanya investasi ya turun naik ?

    2. Hal itulah yg mesti diwaspadai dri sistem asuransi kini.
      Ketika saya ditawari asuransi link thn 2011 langsung saya tolak, terlalu beresiko .
      Sifat asuransi sebenarnya amat praktis, kita membayar sesuatu (yg disbt polis) dlm jangka waktu tertentu, atau pembayaran sekaligus, pd saatnya polis akan cair dan kita mendapatkan uang sebesar wang jaminan yg dijanjikan. Itu saja .
      Tapi krn sistem asuransi jadi kemaruk, merubah sistem polis jadi sistem investasi, tentu saja jadi beresiko tinggi .
      Kita hrs selalu mengawasi nilai pd besaran polis dan memantau terus, bahkan meningkatkan pembayaran (krn bersifat invest), tentu dgn 1001 macam alasan yg merupakan resiko sistem asuransi itu .
      Waspada .. adalah hal yg utama yg dpt kami sarankan bagi pemegang polis asuransi investasi spt halnya link .

      1. Saya setuju pendapat dengan pendapat Anda bahwa kita harus waspada dengan investasi (ya ialah namanya juga investasi), tapi jika Anda belum memiliki asuransi kesehatan, penyakit kritis dan/ataupun jiwa lalu Anda masih mikir”, Anda sungguh terlalu!

        Obrolan pendek.
        Apalagi yang harus di waspadai buat asuransi jiwa? Waduh bro gw berat bayarnya tiap bulan keluar duit trus, gw byk bayaran trus cicilan, trus gw mau beli tanah nih lg ngumpulin. Ingat bro resiko bisa terjadi kapan saja aplg sekarang biaya kesehatan mahal, hati” loh kalau lu ngerasa lu ngehemat ga keluar duit buat asuransi, ketika lu kena resiko penyakit, tabungan lu, rumah lu, mobil dan lain-lain bisa lu jual lg buat cover biaya rumah sakit atau bayarin hutang sma cicilan.

  188. HARAP EXTRA HATI2 DG ASURANSI ALLI*NZ GAN !!!! Krn pengalaman pribadi ane pas mau masuk rawat inap gampang banget approvalnya, jd pas pilih kamar yg sesuai dg limit asuransi, isi formulir, ditelp sama org RS, langsung approved dan pasien bs langsung masuk kamar. Nah nanti pas mau keluar baru deh mereka sibuk verfikasi ber jam2, nanya2 ke RS telp sana sini, dan setelah 2 jam ujung2nya tagihan ditolak. Aneh kan ? Logikanya pas mau masuk rawat inap kan udah ada diagnosis awal dokter RS, dan harusnya di sisi alli*nz jg ada dokter yg verifikasi apakah diagnosis dr tsb tercover alli*nz atau ga cover ???? Menurut sy mereka ga profesional cara kerjanya, dan ujung2nya sy yg dirugikan dan ga ada gunanya ikut asuransi alli*nz, buang2 duit aja !!!

    1. agan udah coba hubungin agen nya blm yaa gan ?? coba hubungin agennya aja gan . agen kan bertugas untuk membantu klaim nasabah..

    2. Terima kasih Bung atas pengalamannya. Kasus lain yang sering terjadi adalah, pasien sudah terlanjur dirawat inap, diberi medical treatment, dsb, namun ketika tagihan keluar, biaya operasi dianggap tidak dicover karena merupakan salah satu dari :
      – cosmetic surgery : operasi yang tidak perlu, yang bukan termasuk pengobatan
      – penyakit bawaan yang sudah ada sejak sebelum ikut asuransi
      – alasan-alasan lainnya.

    1. Mantap apanya … ….
      Luar biasa apanya … …
      Dahsyat yes .. yes .. yes .. enggak jugalah,
      yg penting waspada dgn segala bentuk asuransi investasi atau link …. sikap hati2 akan menyelamatkan kita .

  189. Asuransi adalah program untuk menanggulangi resiko. Saya dulu juga kecewa dengan asuransi, bukan Anda” saja yang kecewa. Banyak agen yang salah menjelaskan karena kurangnya pengetahuan, ya pantes aja kan bisnis asuransi bisa di jalankan oleh siapa pun dan dimana pun, tidak menutup kemungkinan tukang parkir jadi agen asuransi hahaha ๐Ÿ˜€ Pilihlah agen asuransi yang profesional yang benar” niatnya baik dan ingin membntu merencanakan keuangan bapak/ibu di masa depan lalu ingat harus berlisensi dan knowledge tentang produk atau programnya harus jelas.

    1. program untuk menanggulangi resiko yg bisa membawa resiko tambahan.
      apalagi kalau asuransi investasi, sejak awal sdh tampak beresiko dan nantinya akan ada resiko tambahan, bahkan resiko lebih fatal lagi .
      wooowww ….. sory ya …. asuransi kok diputer-puter gitu .. …

      1. Menanggulangi resiko ketika Anda sakit, kalau Anda baik” saja ya bisa jadi malah nambah resiko karena harus trus membayar premi tiap bulan, saya sangat setuju sekali dengan pendapat Anda bahkan 1000% tapi harus Bapak ingat bahwa asuransi bukan untuk mencari keuntungan, jika Anda mengikuti program asuransi untuk sekedar mencari keuntungan maka Anda salah Besar. Asuransi hanya melindungi Anda dari resiko yang di akibatkan oleh hilangnya mata pencarian akibat resiko penyakit bukan hilangnya mata pencarihan akibat main judi ๐Ÿ˜€

      2. Betul pak mending ga usah ikut asuransi.
        Asuransi sekarang akal-akal an, namanya unit link, muter2 ga keruan .
        Kalau utk kesehatan, ambil saja BPJS (semacam subsidi silang), kalau sakit kita ditolong, kalau sehat kita tetap hrs bayar .
        Kelemahan Bpjs kesehatan cuma 1 yaitu ngantrinya lama ( musti sabar ).
        Kalau asuransi yg lain (apalagi Link ) ampun dah .. mending ga usah ikut .

  190. Yang ingin mengetahui informasi lebih jelas mengenai asuransi silahkan hubungi saya di 081297077809
    NB: Stelah mendengar informasi dari saya Anda harus membuka polis dari saya ya ๐Ÿ˜€ *Becanda
    Telepon saja jangan malu”, asuransi itu penting
    di negara maju saja 1 orang punya 3-4 polis ๐Ÿ˜€ seperti di Singapura, Jepang, Amerika
    Salam goyang Karawang ๐Ÿ˜€

  191. kemaren waktu buat rekening baru di xxxxxxx, ditawari sama agen asuransi xxx… bilangnya tabungan pendidikan, dah terlanjur daftar 350rb/bln, eh pas sampai rumah dipahami bener2 ternyata asuransi pendidikan…
    langsung aja aku telp utk pembatalan, katanya msh bs dibatalkan… (semoga bener2 bs)….
    aku males ikut asuransi…dilihat dr kasus temen2…

    1. Anda bisa tanya ke agen dan perhatikan itu asuransi link atau bukan .. ?
      Kalau asuransi link mending ga usah ikut, nanti anda bisa2 nyesek sendiri .
      Citra asuransi jadi minor sejak adanya sistem asuransi invest (unit link) .
      Kalau mau, ikut aja asuransi yg konvensional, ga macam2, dan tak ada penambahan biaya angsuran .
      Dan yg paling bijak, anda bisa menabung sendiri utk keperluan yg mendesak dan mendadak … … ok ..?

  192. Semua tergantung pribadi masing2. Semua punya pandangan masing2. Gak ada yang salah atau bener. Saya netral aja. Kalo memang asuransi itu tujuannya untuk membantu para nasabah, biarlah motivasi para agen itu untuk membantu nasabah. Profit hanyalah bonus dan berkat. Karena tidak bias ditampik, semua bekerja untuk mendapat uang untuk biaya hidupnya, termasuk para agen asuransi. Tapi kalo motivasi yang ada di kepala hanya profit, itu yang gak bener krn pasti agen akan cenderung maksa nasabah untuk beli produknya. Saran sya, para agen, jadilah seorang yang memberikan solusi. Untuk yang kontra, bagi saya, asuransi adalah salah satu media untuk masalah keuangan kita. Perkara mau nyimpen uang di bank, reksadana, asuransi…semua adalah PILIHAN. dan setiap pilihan selalu ada konsekuensi. :)

  193. Saya baca forum ini 3 bulan lalu namun saat ini saya coba beranikan untuk comment
    Slogan asuransi untuk mengalihkan resiko adalah benar
    sama halnya seperti asuransi kendaraan.
    namun tentunya semua itu tidak ada yang gratis dan tergantung apakah ada klaim/tidak.
    namun karena terkait pada asuransi jiwa dan kesehatan saat ini yang memang diselipkan dengan unsur investasi maka tidak heran banyak nasabah yang dipelintir dengan asuransi yang selain dapat mengalihkan resiko keuangan tapi juga ada kemungkinan mendapatkan profit ( untung )pada masa yang akan datang.
    namun pada kenyataannya untuk mendapatkan profit dari asuransi tentu bukan barang mudah(hehehe kalau mudah maka tidak ada namanya bisnis/usaha sendiri )

    next banyak nasabah terpaku pada PREMI asuransi
    *memang untuk membeli “manfaat” asuransi dihitung dari jumlah premi yang akan dibayarkan baru didapat nominal nilai tunai manfaat atau (KEBALIKANNYA tp ini bagi yg incomenya besar)
    disini yang biasa saya bahas pada nasabah saya bukan pada premi dan lama pembayaran premi,namun lebih pada biaya asuransi dari asuransi tersebut.
    langsung saja yah
    ***contoh :
    X,usia 30 tahun,premi = 1jt dan UP jiwa = 1 milliar
    dan beberapa produk kesehatan+kecelakaan+cacat tetap total+kartu rs
    dengan biaya asuransi Rp 700,000,-/bulan
    nah apabila asumsi masa hidup si X sampai usia 70 tahun berarti ada masa 40 tahun
    pembebanan biaya asuransi ( biaya asuransi ditagih dari awal pembelian asuransi )
    maka bisa dihitung 40 x 12 x 700ribu = 336jt ( dan uang ini hangus karena bagian dari beban asuransi)
    nah apabila saat UP jiwa dibayarkan maka
    (UP jiwa) 1M – 336 jt (beban yang nasabah bayar) = +-664 jt.
    disini akan terjadi excess sebesar +-664jt.
    nah balik saya katakan kenapa “beban asuransi” bukan “premi” karena akan sangat sulit bagi nilai tunai nasabah untuk berkembang apabila hanya membayar premi secara rutin meski seumur hidup karena ingat nilai tunai premi yang dibayarkan selama 5 tahun akuisisi selanjutnya akan tergantikan dengan beban asuransi.
    contoh :
    5 tahun awal premi terpotong biaya akuisisi+beban asuransi+beban administrasi
    masuk tahun ke 6 dan seterusnya maka premi dipotong beban asuransi+administrasi.
    baru sisanya secara penuh dimasukkan kepada kolom nilai tunai nasabah.
    jadi meski nasabah bayar premi 1jt bukan berarti 1 jt yg anda tabung…

    pembahasan disini saya bahas dengan sudut pandang dan cara pikir saya jadi maaf apabila ada salah kata/kalimat.

    -Asuransi memiliki syarat dan ketentuan untuk klaim ( sesuai Polis )
    -Biaya asuransi dapat berubah sesuai dengan bertumbuhnya usia.
    -Asuransi beli uang besar dengan uang kecil.

    jangan sampai asuransi yang sudah dipersiapkan akhirnya jadi recehan.
    dan kecewa,karena waktu tidak dapat terulang kembali…

    sekalian ya mas saya gelar lapak.
    apabila ada yang mau penjelasan lebih lanjut maka bisa kirim email
    kepada saya
    di mypersonalcup@yahoo.com

    thx apabila comment saya bisa dimuat.
    pis n love.

    sukses selalu buat mas prabowo murti

      1. Iya ga apa2 kalaupun tidak tertarik pada asuransi
        karena disini saya hanya coba untuk membagikan gambaran tentang asuransi dari sudut pandang saya.
        ruwet bin ribet = sebuah masalah.
        beli / tidak beli asuransi itu hanya masalah pada “Pilihan” tiap pribadi
        seperti mau/tidak.
        untuk menjadi kaya itu pasti harus ribet+banget dahulu.
        bahkan yang sudah terlahir kaya sekalipun bisa mengalami masalah yang ribet+banget.hehehe
        jadi,tidak ada satupun masalah yang tidak ribet / ruwet
        maka dari itu “tergantung” dari kesadaran sikap kita dalam menyikapi,memahami dan kemudian menyelesaikan masalah yang dihadapi. ๐Ÿ˜‰

  194. – Asuransi adalah produk proteksi.
    – Reksadana, Saham, Deposito adalah produk investasi
    – Tabungan di bank adalah tempat untuk menyimpan uang yang bisa diambil sewaktu-waktu dan sangat cepat.
    Ketiganya mempunyai tujuan yang sangat berbeda. Sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.
    Asuransi adalah produk proteksi yang mana memproteksi investasi kita dari musibah masa depan yang mungkin terjadi pada diri kita. Ya mungkin terjadi. bisa besok, lusa, bulan depan, atau kapanpun.
    Jika kita cuman menabung doank, atau investasi doank, disaat tiba-tiba 10 tahun lagi kita kena penyakit kritis yang memerlukan biaya banyak, darimana uang yang akan kita dapatkan selain menarik tabungan dan investasi? sayang donk investasi kita yang sudah dikumpulin bertahun-tahun ludes dalam waktu sekejap.
    Contoh, disaat kita membutuhkan biaya penyakit kritis yang mencapai 250 juta, jika kita ngumpulin uang dalam 20 tahun, sama artinya 2 juta perbulan.
    Jika mengikuti asuransi, di Allianz hanya 300 ribu per bulan pun bisa mendapatkan benefit penyakit kritis 250 juta.
    Sekali lagi tabungan, investasi, dan asuransi sama-sama penting dan kita harus memiliki ketiganya karena tujuan ketiganya adalah sangat berbeda

    NB:
    Jika ingin sharing, diskusi, atau bertanya-tanya mengenai asuransi, ataupun asuransi

    Salam
    Hisyam – masy.nand@gmail.com – 085649247363

  195. Jujur saya lebih ikhlas tiap bulan uang saya disumbangkan ke Panti Asuhan daripada harus mengikuti asuransi, memang nanti saya akan mati dan sakit pada waktunya, tapi apa Allah tega memberikan saya sakit di waktu saya masih memberikan rejeki saya untuk anak yatim? Intinya lebih baik uang saya sedekahkan untuk orang yang membutuhkan…dengan seperti itu Insya Allah kesehatan akan dijamin oleh-Nya dan Kematian pun akan datang tepat pada waktunya (Disaat anak sudah bisa mandiri). Saya yakin dan percaya…aamiin

    Lagipula di akhirat nanti tidak ada pertanyaan “apa asuransimu”?
    Saya lebih setuju dengan Mas Bowo dengan tidak asuransi, dan mengalihkan dana “yang lebih jelas” juga bisa bermanfaat di waktu sekarang ini…

  196. Mas Bowo,
    Saya sudah terlanjur ikut asuransi karena ‘menolong’ teman yang rajin banget mem-prospek. Bukannya hepi dapet return gede, malah perusahaannya bangkrut. klaim saya sejak 2013 sampai sekarang belum dibayar.

    Tapi bukan soal itu yang bikin saya cut loss asuransi saya lainnya, melainkan karena mendapatkan pemahaman setelah diskusi dengan ustadz soal ketidakjelasan asuransi. So, sekarang pilih yang berkah saja: mari kita investasi emas. :)

    Salam.

    1. Soal ketidakjelasan asuransi? Seperti apakah itu?
      Sebelum memilih asuransi, bpak/ibu harus tau dulu mengenai kredibilitas asuransi tersebut. Asuransi itu yg di jual proteksi. Bukan investasi. Maka dari itu, kita yg terpenting punya asuransi dan investasi. Sisi investasinya ya salah satunya emas seperti yg ibu bilang

  197. Mas prabowo.. Ada kerabat yang sakit mau bantu terus ada pengeluaran juga.. Kalo minjem uang ada yang mau pinjemin tak?

    Kalo nyari yang ke tempat lain takut ngerepotin.. Kalo ada yang ngasih pun gak seberapa buat cover biaya pengobatan..

  198. Saya gak suka sama asuransi. Pernah ikut asuransi . ikut krn agennya terus bujukin. Kasihan juga. saya tanya jika cuma 2 tahun n uang diambil bisa gak n tetap utuh. Jawabnya bisa. Tapi nih hati gak tenang. Baca polisnya kok beda sama omongan agen. Terus ku itung itung… Wah klo tak terusin rugi… Terus mikir bukannya klo ad kontrak apapun dibatalkan pasti ada pinalti. Aku bilang aku mau udahan gak ikut.cut. Pas kekantorny mau cut aj mbakny bilang knp, ad ap, buat apa? Jawabku mau diambil aja. Terus tak liat kok bner ya itungannya beda.. Duitnya kepotong.. Tapi aku y gk kaget krn udah tak prediksi. Aku gak tny sama agennya.. Kasihan tuh agen.. Mau tak omelin tapi kok ya gak tega… Ya udah gpp itung itung duit yg ilang buat biaya belajar tt asuransi. Klo aku ya.. Ikut asuransi seperti menggantungkan hidup sama ehm.. Klo gak ikut rasanya malah jadi tertantang menjalani hidup dan bisa lebih dkt sama pemberi hidup. Ah.. Trimakasih Tuhan.. Rencana ikut bpjs. Harapannya jangan pernah sakit. Uang yang di bpjs itung itung buat bantu or meringankan sodara sodara yang lagi butuh buat biaya kesehatan mereka. Sedekah kuncinya.

  199. Inti dari semua percakapan disini adalah bahwa kita harus punya penghasilan lebih.bisa disisihkan buat asuransi,beli emas,rumah.namanya diversifikasi.namanya membangun aset,semua ada untung rugi.gitu aja kok repot.

  200. Orang indonesia suka berantem sepanjang ini.intinya mah gimana caranya membangun aset,yah dengan emas,properti,asuransi,saham,atau membangun bisnis.
    Buat mas prabowo,invest reksadana atau saham juga bisa rugi.saham bisa naik bisa turun.beli emas juga gitu.kadang naik,kadang turun.emas beberapa gram bentuknya rasanya masih perhiasan,beda toko dimurahin,belum digondol maling kalo naruhnya dibawah bantal.

  201. Ikutan komentar ya…
    Saya cuman mau share berdasarkan pengalaman keluarga. Ada beberapa keluarga saya yang membeli polis asuransi unit link dari beberapa perusahaan asuransi yang berbeda. Dan ada keluarga saya yang mendapatkan benefitnya, tapi ada juga yang merasa dirugikan.
    Untuk yang merasa dirugikan setelah saya telaah ternyata kesalahan terletak pada agen asuransi tersebut dan nasabah sendiri. Pertama agen asuransi terlalu mengiming-imingi keuntungan asuransi tanpa memberikan informasi apa yang sebenarnya terjadi dari uang yang disetor nasabah dan resiko2 investasi dalam mengambil asuransi unit link. Kedua kesalahan terletak pada nasabah sendiri, kalau nasabah mau meluangkan waktu untuk membaca ilustrasi atau polis secara detail itu sudah tercantum tentang peraturan2 dan juga resiko2nya. Contoh untuk unit link, memang sudah tercantum di ilustrasinya bahwa yang namanya unit link itu tidak dapat ditentukan bagaimana kedepannya apakah akan mendapatkan untung atau rugi. Jadi ya jangan kesal kalo dana tunai di unit link tidak sesuai dengan ilustrasi. Kan memang sudah tercantum pihak asuransi tidak menjamin nilai dari investasinya.
    Untuk keluarga saya yang mendapatkan keuntungan, dia baru membayar polis selama 3tahun, lalu terkena penyakit kritis dan uang pertanggungan untuk penyakit kritisnya keluar 100%.
    Saran saya sih untuk teman2 agen yang masih “NAKAL” ada baiknya memberikan penjelasan yang transparan tentang benefit dan resiko dari asuransi unit link. Tapi saya yakin lebih banyak agen sekarang yang sudah memberikan penjelasan yang jelas tentang asuransi, ketimbang yang “NAKAL”. Dan untuk orang awam yang ditawarkan asuransi alangkah baiknya membaca dahulu dengan detail apa yang tercantum dari ilustrasi tersebut jangan hanya mendengar penjelasan dari agen.
    Kalau untuk perlu tidaknya mengambil asuransi saya kira kembali ke kebutuhan dan pendapat pribadi masing-masing.

    Mohon maaf kalau ada salah kata. Hanya mencoba berbagi pengalaman. Makasih.

  202. KOMENTAR TERBAIK

    Asuransi sih pilihan saudara2 … :) , ada bagusnya ada juga kekurangannya… Bisa bermanfaat bisa juga ngga… Bukan buat nyari untung/Laba.. Beda sama Investasi. Yg penting kalo mau beli asuransi produknya harus tepat, agennya kompeten, dan disesuaikan kebutuhan sama kemampuannya. :)

    Kalo nggak mau beli ya ngga apa2 juga, mgkin memang gak butuh, mgkin takut aliasgak percaya atau mgkin juga memang gak punya duit… :) yg penting juga jangan menceritakan hal2 negatif yg gak berdasar tentang asuransi (kalo benar silahkan aja, asal jangan “Katanya”)

    Terakhir, Buat temen2 yg sesama agen asuransi, jualannya harus sesuai dengan perjanjian yg ada di Polis, jangan pake lebay ya… kalo calon nasabah gak mau ya jangan dipaksa.. :) dan jangan biasakan berdebat ya.. apalagi di Forum begini sama penulis yg jelas2 memang gak butuh asuransi… Agama aja ada macam2 dan masing2 pengikutnya percaya sama agamanya masing2. Apalagi cuma Asuransi yg jelas2 buatan manusia… Oiya Saya agen Prudential.

    Oiya Saran buat Penulis dan teman2 yg baca : “Jual keunggulan produk Anda, jangan menjual kekurangan produk orang. akan sangat bagus kalo memang Mas Bowo jualan produk Investasi murni, artikel yg dibuat judulnya jadi “Mengapa Sebaiknya Anda Berinvestasi di……” :) Sip lah…

    1. Saya kira mas prabowo murti sudah menunjukkan dedikasinya sbg orang yg mencoba menyadarkan dan membuka pikiran bagi kita semua.
      Terserah pd masing2 individu mau dengar atau tidak, mau percaya atau tidak.
      Konon kabarnya, pengalaman adalah guru terbaik.
      Sedang saran atau pendapat adalah kawan yg selalu mengingatkan kita.
      Dlm banyak hal saya sependapat dgn mas prabowo dan bukan dgn anda .

      1. Silahkan Aja Mas Didi kalo Pendapatnya sama dengan mas Bowo… Ga masalah buat Saya… :) dan ga dosa ko sependapat dengan mas Bowo. hi..hi… Mas Didi ga Sependapat dengan Saya…? Pendapat yg mana mas….? :)

      2. Saya kira tiap pembaca bebas saja memberikan pendapatnya.
        Tertarik dgn asuransi ya silakan, kalau tak tertarik terserah .
        Yang jadi pelajaran yaitu pengalaman adalah guru yg terbaik .
        Betulkah rasanya pare pahit, setelah digigit eh .. pahit .
        Betulkah rasanya dicubit sakit, setelah dicubit .. oh iya sakit .
        Betulkah miras memabukkan, setelah minum .. wah teler .
        Betulkah ikut insurance link, uang terbuang … oh benar juga .
        Jadi bagaimana dong .. .. masak hrs hilang berjuta-juta rp dulu baru mengerti dan memahami sistem itu ..?
        Wajar kalau yg merasa dirugikan berteriak dong .. .. investasi model apa ini gerangan ..?

  203. ???????????????????????? ?????????????? ?????????

    asalamu alaikum wr.wb..

    salam hormat, ..
    saya seorang muslim,.
    kalau menurut saya,.lebih baik kita asuransikan
    hidup kita,sehat kita,keluarga kita. ,ke alloh swt..
    caranya dengan sedekah,.bayar zakat,.santuni anak” yatim,.
    insya alloh,.pasti hidup,sehat,aman keluarga kita lebih baik diserahkan/diasuransikan ke alloh swt,.

    kenapa harus beli asuransi????

    buat anda” yang beli asuransi,.berarti anda masih belum yakin,.kepada tuhan kalian. ,kalian punya tuhan??

    maka dari itu berzakat,sesekah,santuni anak” yatim piatu,.itu akan membuat kita sehat lahir batin. ,

    yakin, dan yakin. ,pasti anda akan merasakan hal seperti itu,..

    wassalam,..
    trima kasih…

  204. Waalaikum salam wr.wb.
    saya juga seorang muslim, sy sangat setuju dengan pendapat mas ivan. berzakat,sesekah,santuni anakโ€ yatim piatu,.itu akan membuat kita sehat lahir batin.
    tapi selain berserah diri kepada Allah SWT sebaiknya qta juga berusaha, bukan berarti qta gk yakin dengan Allah SWT. qta mahkluk yg paling sempurna di berikan akal dan pikiran. qta juga diberikan nikmat rezki dan nikmat sakit. gk ada orng di dunia ini yang mau sakit tetapi jika Allah SWT sdh menitipkan penyakit kpd qta tidak seorangpun yg bisa menolaknya. penyakit tidak pandang usia, agama, dan ras. sekali lagi sy sangat setuju dengan berzakat,sedekah,santuni anakโ€ yatim piatu itu hal yang mulia. apakah dengan berasuransi qta tidak bisa melakukan hal tsb?
    alangkah baiknya jika qta melakukan ke duanya untuk dunia dan akhirat qta.
    Asuransi itu transfering risk mas, tidak salah jika penulis blog ini menyarankan tidak membeli asuransi, tp pemahaman ornang berbeda-beda dalam mengambil keputusan untuk memproteksi diri dan keluarga. asuransi bukan untuk orang yg sudah sakit tp untuk orang yang masih sehat.
    mohon maaf ini hanya pendapat saya yang masih banyak kekurangan, kebenaran hanya milik ALLAH SWT.

  205. menurut saya, jika investasi Emas atau tanah .. ya tidak jadi masalah tapi harus di Ingat Fluktuasi harga dunia, saham2 tersebut. mungkin Perbedaan antara INVESTASI di ASURANSI dan INVESTASI Individu yang baru ingin Membangun sebuah Saham itu jauh berbeda. kita tidak usah bermain analogi A atau B, cukup Pikir REAL saja. jika Bpak2 Memang berniat untuk memulai Bisnis Investasi apapun dimanapun.. yang jadi perhitungan adalah Fluktuasi harga dan Profit Income yang kita dapat. di tengah jalan bpk Ibu, atau saudara bapak Ibu, atau keluarga mengalami musibah yang tidak diinginkan, Uang Investasi anda yang baru di Bangun atau di Tabung tetap akan Di ambil, Dan HABIS . jika Bapak Ibu Memakai jasa Asuransi Kejadian tersebut Bisa di Hendle oleh Pihak Asuransi. dan uang yang akan di Pakai Bpak Ibu untuk membangun INVESTASI aman. jika Ngotot itu tergantung Bpa / ibu,, dan Kenyamanan Masing2 dan Kesanggupan Masing2. sebetulnya ada STRATA PALING ATAS untuk Income dan Menabung untuk membeckup Hidup. yakni FOREX TReding. Srata Paling atas Pasar itu Forex. RESIKO BESAR !! Keuntungan Besar. di Dunia itu saja yang selalu Berputar … Pasar FoRex. Investasi. dan Asuransi.

  206. Bebas bebas aja yg punya uang ya, mau diapakan saja terserah,memangnya mengganggu? Seharusnya kita senang ya kalo sodara kita bisa nabung mau di bank atau di asuransi terserah yg punya uang gitu aja kok report. Ayo menabung ayo berasuransi semoga bermsnfaat dunia akherat

  207. Jika punya duit banyak, bagusnya di samping beli produk asuransi juga ikut investasi misalnya beli saham… namanya bisnis semua beresiko. Di bursa saham ada juga yang tadinya kaya raya akhirnya bunuh diri karena mengalami kekalahan/kerugian di bursa saham.

  208. Asuransi bersifat melindungi ( to protect ), pemegang polis cenderung ada rasa aman .
    Sejak adanya asuransi investasi, keadaan jadi berubah, pemegang polis mesti terus menerus mengawasi, bahkan top up atau pindah ke sisi yg lain .
    Keadaan makin runyam dgn terkena biaya insurance yg tinggi .
    Kini terlihat semakin banyak yg meningggalkan asuransi investasi .
    Inilah yg terjadi bila sistem asuransi amat kemaruk mencari dana .
    Keadaan akan semakin memburuk bila asuransi konvensional pun mulai ditinggalkan peminatnya .
    Kita … wait and see .. .. ..

  209. Semuanya ada benar nya..investasi emas, investasi kebun sawit…investasi dalam bentuk asuransi..semua pasti ada resiko,…jadi kita kembalikan ke masing2..kalau saya pilih asuransi..dalam agama saya (baca:Islam) juga di anjurkan umatnya untuk memproteksi dirinya, salah satunya mungkin dengan asuransi.

  210. Setiap produk keuangan punya karakteristiknya masing-masing. Tidak ada produk keuangan yang dapat memuaskan semuanya, jika ada, maka seharusnya produk yang lain udah pada gulung tikar.

  211. rame yaa..
    kl bleh q mau ngeshare semoga bermanfaat jk gak ya g ush diambil
    dari penghasilan qt qt hidup dari70% dr penghasilan qt.10% inves ke janka pendek (tabungan,emas)10% ke inves jangka menengah (forex,surat utang negara,deposito,tanah)dan 10%nya lg ke asuransi kenapa untuk melindungi yg 70%,10%,10% itu td.
    kl pengeluaran qt lebih dr penghasilan qt ya qt harus cari sumber pendapatan lain agar qt bisa melakukan 70,10,10,10 itu td.
    ya kl anda tidak setuju dg asuransi ya
    pertanyaannya kenapa anda tidak setuju dgn asuransi…??????

  212. Ada 2 hal yg kita ketahui, yaitu asuransi dan investasi .
    Asuransi bersifat proteksi pd hal tertentu, memberi rasa aman .
    Sedang investasi bersifat mencari keuntungan pd hal tertentu, bisa berdagang, main saham dll, dan sdh tentu bisa pula mengalami rugi .

    Persoalan jadi timbul ketika digabungkan, dgn sebutan Asuransi Investasi dan lebih keren lagi dgn istilah Link .
    Inilah inti masalahnya, orang yg semula berharap ada rasa aman ( krn mendapat proteksi ), menjadi bingung ketika hrs top-up, bahkan kena biaya admin yg amat besar .
    Kekacauan ini bisa diatasi bila asuransi tetap bersifat konvensional, dan tidak mendorong pemegang polis utk meraup untung lewat sistem investasi yg tersembunyi .
    Kini semakin banyak yg mundur teratur dri asuransi investasi, tampaknya pengalaman menjadi guru yg terbaik bagi masyarakat .

  213. Sebenarnya tdk ada bedanya antara menggabungkan dan memisahkan asuransi dgn investasi, ini hanya soal cara. Jika digabungkan maka uang akan ditempatkan pd tempat yg sama, jika dipisah maka uang akan ditempatkan pd dua tempat yg berbeda.

  214. Masyarakat kini semakin pintar, dan mereka juga belajar dri pengalaman.
    Meskipun banyak juga yg baru sadar setelah mengalami banyak kerugian .
    Asuransi bersifat proteksi dan mesti benar2 mampu memberikan perlindungan sesuai polis yg ada .
    Namun ketika sistem Asuransi digabung dgn sistem Investasi, keadaan bisa berubah total .
    Nilai proteksi yg diharapkan pemegang polis, jadi hilang tertelan nilai investasi .
    Harapan masyarakat pun buyar .. .. lebih baik menarik diri ( dgn menderita kerugian ), dari pada terus bertahan dan suatu saat juga akan mendapati kerugian lagi .
    Sistem yg parah .. .. .. Asuransi telah kehilangan makna .

  215. Unit Link adalah contoh pengembangan suatu produk keuangan. Dahulu orang membeli shampoo dan conditioner secara terpisah, namun sekarang sudah ada shampoo 2 in 1 plus conditioner. Sama juga dengan investasi dan asuransi, dahulu orang membelinya secara terpisah, namun sekarang sudah tersedia asuransi plus investasi menjadi satu.

  216. Ada yg bilang pengalaman adalah guru yg terbaik.
    Hi hii .. .. kasihan masyarakat, baru sadar setelah uang nya amblas .

    Asuransi itu kan sederhana saja, kita dpt polis dgn membayar premi, dan saat tertentu dpt sejumlah uang sesuai uang pertanggungan .
    Jadi dgn ambil Asuransi kita akan ber jaga2, hal yg positif .
    Tapi jadi berantakan dgn dimasukkan nya sistem investasi (dan konon ini yg paling dibanggakan para salesnya).
    Dgn akibat adanya biaya akuisisi lah, biaya admin lah, harus top Up lah .

    Cara2 yg luar biasa .. .. .. dan kini semua semakin cair ( dah pd tahu ).
    Makanya muncul pendapat mengapa mesti ber asuransi gitu lho .. .. ..

  217. Mas Prabowo, saya setuju dengan anda! Saya pernah ikut asuransi setelah pulang ke Indonesia hanya krn agent nya msh saudara, tp saat hrs masuk RS ttp zonkk. Saya rasa tanggapan para agent2 sekalian terlalu berlebihan, penulis lebih bermaksud men-encourage pembaca agar mengelola aset dgn bijak agar tdk menanggung kerugian saat keliru memilih dlm mengelola asetnya. Apalagi yg menulis bahwa negara kita msh terbelakang soal asuransi dibanding negara2 maju, kalo blm prnh tinggal dinegara maju hrsnya jgn ngomong begitu, di negara2 maju biaya pendidikan di sekolah negara semua gratis apalagi biaya rumahsakit kalo kita sakit, krn pajak2 di negara maju yg diberlakukan buat warganya sangat2 tinggi tapi semua demi kepentingan kemakmuran, terlebih yg memakai dalil2 ayat dan hadist, di jaman Rasullulah belom ada asuransi atopun investasi dan sebaiknya tidak menggunakan dalil2 utk memuluskan jualan polis, krn sesuatu yg meragukan selalu mengandung subhat dan sebaiknya dihindari. Nilai investasi melalui produk asuransi pasti naik turun tidak ada kepastian. Kalo anda mau belajar asset management dari sekarang, tentunya pengeluaran sebesar apapun ga akan jadi masalah krn anda berhasil meng-create sistem cashflow supaya anda bisa lebih kaya dalam 3, 5 ato 10th kedepan.

  218. Numpang gabung ya..sy jg ikut asuransi pendidikan unk ke 3 anak saya..ya biaslah wkt nawarin crtnya bgus2 krn temen akhirnya sy ikut.. nah sy byr tuhnunk 5 bln ke dpn unknke 3 ank saya..seminggu setelah sy ikut tib2 dia bbm ksih tau klw sy sdh diikutkan unk asuransi kesehatan saya plus ke 3 ank saya ..woooww sy kaget kok gak sopan bgt ya gak tnya sy dlu ..dia blng udh dibyrin pke uangnya jdi sy hrus ganti ke dia..wahh sy agk mrh wkt itu yo mbok sopan ya tnya dlu apkh sy stju atau tdk eh malh gak sopan gtu..trus suami sy pun mrh2 bukan mslh uangnyg sdh dia kluarin tpi yo ada tata kramanya gtu.ya mulai dr sana agak gak enk hati sm asuransi…lhian yg dicrtain ya yg baik2 aja ..ohh bru nsbh saya yg ini yg itu..bla.bla lah n yg pling aku bnci biasanya agen2 gni suka menjelkan asuransi lain nya .ya mbok klo mau nwarun jng menjelekn ygblain lah coba berani gak.menjelkan pdoduknya sndiri pasti gak mau kan..ya penglamn aja sihhh krn sy sndiri yg merasakan.m

  219. Lucu read blog ini… sampai bikin ngikik. Lumayan seru dan menghibur spt baca komik. Awalnya iseng cari info tentang asuransi gara2 abis ditawari teman. Yup, akhirnya sy bs lebih ada gambaran sekarang mengenai asuransi. Thanks a lot..

  220. Saya apresiasi Mas Prabowo yang memiliki blog ini, dimana topik ini sudah berusia lebih dari 2 tahun…saya rasa pilihan Mas Prabowo utk tidak memoderasi tanggapan justru membuat topik ini begitu hidup.
    Mohon ijin untuk menyampaikan beberapa pemikiran berikut.

    1. Asuransi adalah proteksi dari ketidakpastian yang konsepnya sama dengan piranti keselamatan dan keamanan yang ditanamkan dalam sebuah mobil. Alat – alat keselamatan dan keamanan dalam mobil ini, riset dan produksinya adalah termasuk bagian dalam biaya produksi mobil. Piranti keselamatan ini bermacam – macam, mulai dari struktur bodi mobil, sistem pengereman abs+ebd, side impact beam, air bag, seatbelt, sistem auto level light, immobilizer, dsb. Tanpa itu semua mobil masih bisa dikendarai, dan semua piranti keselamatan dan keamanan tadi didesain dengan detail agar berfungsi optimal saat diperlukan….namun tidak ada yang berharap piranti keselamatan dan keamanan tadi digunakan. Jadi