Sumber Rejeki Haram

Sumber rejeki haram bukan terbatas pada perkara anjing dan babi sahaja, melainkan bila cara mendapatkannya pun tak halal. Berhati-hati pada sumber rejeki haram akan menyelamatkan kita (dan anak istri yang kita nafkahi) dari harta yang tidak berkah. Tanda-tanda harta yang tak berkah itu salah satunya adalah peruntukkannya biasanya untuk hal-hal yang tak berkah pula, seperti judi . Dari haram ke haram, begitu pula sebaliknya dari harta halal kebermanfaatannya pasti ke arah kebaikan. Berikut beberapa sumber harta haram atau pendapatan yang tidak halal.

Apa saja sumber rejeki haram?

uang koin di tangan

Harta hasil Korupsi

Inilah contoh nyata harta atawa rejeki haram dan tiada barokah. Bentuknya sebetulnya macam-macam, mulai dari menilep alias nyolong aset perusahaan, hingga hal-hal kecil seperti menyogok untuk menang tender. Mungkin kita bersih, tapi bila berlama-lama di departemen korup atau sistem yang sudah membiasakan terdapat praktek KKN, biasanya mau tidak mau jiwa juga ikut-ikutan bermain kotor.

Menggunakan barang bajakan

Membajak artinya menggunakan barang ilegal, yang seharusnya kita bayar/beli, tapi kita ambil/download begitu saja. Entah itu perangkat lunak alias software, sistem operasi, lagu-lagu, buku bajakan, sampai yang remeh temeh seperti film penghibur diri. Memang kesannya remeh, tapi MUI sudah mengeluarkan fatwa haram untuk penggunaan barang bajakan. Jika tidak bisa bertobat secara langsung, mungkin bisa berhijrah perlahan-lahan. Misalnya, mulai dari musik/lagu, jangan lagi mendownload versi bajakan, jadi langsung beli di toko kaset, atau beli konten digitalnya di iTunes atau store digital lain.

Bunga Bank Konvensional

Dari hasil tabungan atau deposito yang kita tanamkan di bank, ada bunga atau return yang sebenarnya merupakan riba. Sedangkan dalam hadits dikatakan dosa riba lebih buruk dari melakukan perzinahan. Sebaiknya tidak mengambil bunganya, atau beralih ke bank syariah jika memungkinkan. Kecuali kalau rumah lokasinya di kampung yang ada cuma bank konvensional, ya mau bagaimana lagi kan?

Judi

Berjudi atau hanya sekadar mengandalkan peruntungan ini sejak djaman baheoela juga sudah ngetop sebagai cara untuk mendapatkan duit. Walau hanya sekadar “main-main”, judi ini sebaiknya ditinggalkan jauh-jauh. Contoh judi paling ngetop ya judi bola. Lihat saja ada orang sampai menggadaikan motor dan sertifikat rumah karena merugi dari judi. Kalaupun menang, duit hasil judi ibarat duit panas. Easy come easy go. Dapetnya gampang habisnya juga gampang. Paling dihabiskan untuk berfoya-foya atau minum-minum. Pernahkah kita dengar ada orang menang judi lalu membangun pesantren?

Investasi di usaha “remang-remang”

Dalam bukunya, “Harta Haram Muamalat Kontemporer“, Dr Erwandi Tarmizi. MA memaparkan beberapa contoh sumber rejeki haram seperti MLM, promosi yang tak benar dan penggunaan bahan-bahan yang haram, termasuklah berinvestasi di bidang usaha yang “samar-samar” kehalalannya. Namanya juga samar, berarti nggak jelas untung ruginya. Masih sukur kalau untung, ini sudah modal besar, dijanjikan keuntungan sedemikian dan sebegitu, lalu tak lama hilang beritanya tanpa bekas. Lebih baik dijauhi.

Dulu, penulis juga sempat mendapatkan uang dari cara yang tidak benar. Salah satunya adalah dengan memalsukan dokumen untuk pengajuan kredit. Mudah saja mekanismenya. Pertama, dokumen asli dipindai (scan) lalu hasil image kemudian diedit menggunakan aplikasi edit foto Gimp. Dokumen aspal ini pun dicetak, dibumbui tanda tangan dan stempel palsu. Lengkap sudah. Tidak untuk ditiru ya.

Semoga kita bisa berhijrah, menjauhi rejeki-rejeki yang haram.

About Prabowo Murti

Hi, I read a lot, so I write a lot. Circle me on Google Plus

2 thoughts on “Sumber Rejeki Haram

  1. Untuk bunga bank menurut hemat saya dipisahkan saja jadi ditransfer ke lembaga2 zakat gitu biar “membersihkan harta”. Jadi fungsi Bank bagi kita murni buat transaksi finansial bukan untuk dapet untung. CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>