Motivasi

Kisah Sukses Sandiaga Uno, Dari Korban PHK Hingga Aset Rp 3 T

Ia memiliki nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno, seorang politisi yang sebelumnya adalah pengusaha. Berdarah Gorontalo, ia lahir di Riau, 47 tahun lalu. Ayahnya bernama Razif Halik Uno (Henk Uno), yang juga merupakan keturunan dari Mufti Guru Uno, salah satu keturunan raja Gorontalo. Ibunya, Mien Rachman Uno (nama aslinya adalah Rachmini Rachman), adalah pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa dan Mien R Uno Foundation. Mien Uno juga merupakan kakak dari salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Prof. Arief Rachman.

Masa Sekolah Sandiaga Uno

Menurut Sandiaga Uno, benang merah yang mendefinisikan kerja keras adalah disiplin waktu. Ia duduk paling depan ketika masa sekolah. Ibunya mendidik secara keras yang tak bisa dijelaskan sekarang, karena akan masuk kategori KDRT. Sabetan tali pinggang sudah menjadi sarapan rutin. Akan ada hukuman untuk bangun pagi yang tak tepat waktu dan nilai jelek di sekolah. Dari didikan ibunya inilah, etos kerja keras Sandiaga Uno bertumbuh.

Continue reading

The Billionaire, Kisah Sukses Top Ittipat

The Billionaire bercerita tentang pengalaman hidup Tob Aitthipat (atau Top Ittipat, nama asli Aitthipat Kulapongvanich), seorang pemuda asal Thailand yang pada akhirnya menjadi milyuner karena berbisnis makanan ringan berbahan rumput laut dengan merek Tao Kae Noi. Film ini didasarkan pada kisah nyata Top berjuang membangun kerajaan bisnisnya.

Biografi Top Ittipat (Tob Aitthipat)

Top Ittipat (nama aslinya adalah Aitthipat Kulapongvanich) atau biasa dipanggil Top saja adalah keturunan Chinese yang lahir di Thailand pada tahun 1984, atau sekitar 30 tahun lalu. Layaknya remaja Thailand pada umumnya, masa SMA Top dihabiskan untuk bermain game online. Ia bahkan mendapatkan banyak sekali uang dari menjual senjata dan item ke gamer lainnya. Tentu saja ini ilegal. Uang hasil penjualan tersebut dihabiskannya untuk membeli mobil, PlayStation 2, dan barang lainnya. Pada akhirnya sumber “uang panas” Top berakhir karena account-nya di-suspend.

the billionaire top ittipat

The Billionaire. Kisah Top Ittipat (gambar diambil dari EzyMata)

Continue reading

5 Tips Percaya Pada Apa Yang Agan Jual

Terkadang kita melihat keberhasilan orang lain sebagai hambatan kita untuk maju. Tetangga kita selalu memiliki kebon yang lebih hijau, istri yang lebih bahenol, dan anak-anak yang lebih lucu. Tuhan Menciptakan kita dengan rasa iri, dan itu normal. Hal serupa berlaku untuk barang dagangan. Kadang kita iri karena barang dagangan orang lain lebih laku daripada barang dagangan kita sendiri. Dan ini pun, menurut penulis, normal-normal sahaja.

traditional-market

Traditional Market

Karena rasa iri dan bimbang itulah, biasanya kita jadi tidak percaya diri produk alias barang dagangan bakal laris manis di pasaran. Kita galau. Misal kita udah dikenal sebagai pedagang tahu. Lapak lagi sepi. Cuma karena satu calon pembeli yang nanyain kelapa parut, apakah kita mau pindah banting setir jadi pedagang kelapa parut?

0. Pasar boleh sepi, tapi lapak jangan sampe tutup

Adalah hal yang biasa bila sehari dua hari tidak ada penjualan. Tapi ini bukan berarti kita harus tutup toko. Pertama, karena kita nggak tahu rejeki datengnya kapan. Kedua, kalau ada yang beli dan ngelihat lapak tutup, bisa jadi calon pelanggan sudah terlanjur kecewa, dan nggak mau ambil barang di kita lagi.

1. Jadi pedagang kecap nomor 1 di dunia

Tidak ada kecap yang mengaku-aku jadi pemilik kualitas nomor 2. Semuanya nomor 1. Demikian pula, seharusnya kita menjadi pedagang yang yakin akan kualitas barang yang kita jual. Jangan sampai menyerah kalah dengan brand sebelah. Our product is the best of its kind that available on the market right now. Agan harus percaya pada apa yang agan jual.

2. Gunakan produk sendiri

Mungkin kualitas baju yang kita jual memang aslinya tak seberapa bagus dibandingkan dengan produk lapak sebelah. Tapi setiap kali kita bertemu orang, apa iya kita menggunakan hasil karya orang? Apa kata calon pelanggan setia kita kalau kita ketahuan memakai produk merek lain? Di mana rasa bangga menggunakan karya sendiri?

3. Fokus pada satu macam produk

Jangan gamang bin rambang. Sekali lihat orang lain laku jualan nasi uduk, ikut-ikutan deh jualan nasi uduk. Eh, sekali dicoba kok sepi pembeli. Lihat lagi orang lain bikin warung nasi kuning, ganti pula jualan nasi kuning. Eh, sepi lagi soalnya jarang yang ulang tahun pesen nasi kuning. Lalu menyesal kenapa tidak tetap berjualan nasi uduk. Begitu seterusnya. Bila terlalu banyak pelaku pasar yang berjualan barang yang sama, bisa jadi pasar akan jenuh, dan harga bisa jatuh bebas.

4. Try to sell a condom to a monk

Oke, mungkin kita memilih barang yang salah untuk dijual. Mungkin market memang tidak siap (atau belum siap) untuk sebuah produk yang benar-benar baru, inovatif, belum ada yang jual sebelumnya. Mungkin konsumennya memang tidak tepat, entah punya daya beli yang rendah atau ternyata produknya kemahalan. Hey, tapi kita harus ingat bahwa kita adalah salesman terbaik dunia, yang bisa menjual apa saja pada siapa saja. Entah itu orang lagi butuh atau nggak. Contoh saja pengusaha rokok, mereka tak selalu suka merokok. Tapi revenue dari rokok selalu meroket. Mengapa? Ini karena perusahaan rokok memiliki salesman yang percaya mereka selalu bisa menjual, apapun barangnya. Jadilah seperti salesman.

 

Pentingnya Belajar Main Poker

Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis di blog pribadi tentang Delivering Happiness, sebuah buku bagus karya Tony Hsieh. Ia termasuk pengusaha ternama yang hidup dari berjualan (mayoritas) sepatu via sebuah website bernama Zappos dot Com. Di sela waktu luangnya, Tony memulai ketertarikannya dengan poker. Menurut Tony, banyak sekali kesamaan antara strategi dalam bisnis, dan strategi pada permainan poker. Semuanya bukan melulu soal keberuntungan, menggertak, dan membaca raut muka. Poker adalah matematika dan statistik. Mengapa belajar main poker jadi penting untuk bisnis?

belajar main poker

Texas Limit Hold’em Poker

Memang pada awalnya Tony berpikir bahwa permainan poker tidaklah terlalu populer karena tak banyak stasiun televisi yang menayangkan pertandingan poker (khususnya jenis Limit Hold’em), jadi ia bermain untuk kesenangan semata. Namun, itu terjadi pada tahun 1999. Di dalam poker, permainan akan selalu pemain melawan pemain, bukan pemain melawan kasino. Jadi, keterampilan dan pengalaman bermain akan sangat mempengaruhi hasil akhir. Memahami matematika di balik permainan poker menjadi kunci utama Tony untuk menjadi “master” poker, setidaknya di lingkungan tempat ia tinggal. Poker adalah tentang keberanian menerapkan disiplin diri dalam memilah mana yang termasuk individual outcome dan mana yang termasuk the right decision. Contoh sederhana, mengharap individual outcome itu seperti menebak angka togel lewat buku tafsir mimpi, atau melakukan kalkulasi yang sok-sokan dianggap nyambung padahal nggak pernah kena juga. Sedangkan the right decision adalah membuat keputusan yang benar walaupun hasilnya tak baik. Ingat, bahwa poker adalah sebuah long-term game. Lanjutkan membaca