Entrepreneurship

Kisah Sukses Sandiaga Uno, Dari Korban PHK Hingga Aset Rp 3 T

Ia memiliki nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno, seorang politisi yang sebelumnya adalah pengusaha. Berdarah Gorontalo, ia lahir di Riau, 47 tahun lalu. Ayahnya bernama Razif Halik Uno (Henk Uno), yang juga merupakan keturunan dari Mufti Guru Uno, salah satu keturunan raja Gorontalo. Ibunya, Mien Rachman Uno (nama aslinya adalah Rachmini Rachman), adalah pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa dan Mien R Uno Foundation. Mien Uno juga merupakan kakak dari salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Prof. Arief Rachman.

Masa Sekolah Sandiaga Uno

Menurut Sandiaga Uno, benang merah yang mendefinisikan kerja keras adalah disiplin waktu. Ia duduk paling depan ketika masa sekolah. Ibunya mendidik secara keras yang tak bisa dijelaskan sekarang, karena akan masuk kategori KDRT. Sabetan tali pinggang sudah menjadi sarapan rutin. Akan ada hukuman untuk bangun pagi yang tak tepat waktu dan nilai jelek di sekolah. Dari didikan ibunya inilah, etos kerja keras Sandiaga Uno bertumbuh.

Continue reading

Model Bisnis Advertising

Dalam salah satu adegan di film The Social Network, digambarkan bahwa model bisnis dengan menggaet pemasang iklan (advertising) adalah model bisnis yang tak sepenuhnya disetujui oleh Mark Zuckerberg. Ketika Mark membawa ide tentang TheFacebook.com (domain awal Facebook ketika itu) pada Sean Parker, pendiri Napster (yang pada akhirnya ditutup karena tersandung masalah legalitas), Sean juga sependapat. Namun, Eduardo Saverin, CFO Facebook pada saat itu, tetap berusaha untuk menggaet pengiklan.

empty billboard

Ada apa dengan model bisnis advertising?

Menurut saya, model bisnis seperti ini berpotensi merusak “kenikmatan” user dalam menikmati konten. Pop ups are not cool. Sidebar ads are not cool. Bahkan ketika user Facebook sudah puluhan ribu pun, Mark tetap bersikeras untuk tidak memasang iklan. Bahkan pihak yang mengaku menyediakan “contextual ads” sekelas Google pun masih sering salah mengartikan konten dengan iklan yang muncul. Misal, ketika saya menulis tentang asuransi secara negatif, maka yang muncul adalah iklan asuransi. Ketika saya menulis tentang saham dan stock market, mengapa yang muncul iklan trading (padahal saya anti terhadap analisa teknikal)?

Google gagal mengartikan maksud dari konten. Dengan demikian, ia gagal menghadirkan iklan yang relevan dengan apa yang menjadi keinginan saya, ditambah lagi kepuasan user menjadi berkurang karena page load website yang lebih lama atau produk yang ditawarkan memang tidak mereka butuhkan.

Saya jadi ingat salah satu quote juragan pabrik tempat saya bekerja

Kalau kita pasang iklan, saya loncat dari lantai 7!

Mengapa harus menggunakan model bisnis advertising?

Model bisnis advertising adalah model bisnis paling mudah, jika kita hanya berbicara tentang media online. Dan memang benar, model bisnis ini adalah model bisnis sejuta umat yang dipakai hampir oleh setiap situs berita atau situs-situs dengan traffic yang tinggi. Bagaimana dengan website ini? Terus terang saya tidak (atau lebih tepatnya belum) berniat untuk meraih pendapatan utama dari sini. Dari Google, saya hanya mendapat sedikit lebih besar dari biaya yang saya keluarkan untuk pembuatan website ini. Domain, hosting, dan sedikit waktu. Tidak lebih. Saya ingin fokus pada barang jualan saya yang lain. Lapak saya bukan di sini.

Alternatif model bisnis advertising

Sebetulnya ada banyak sekali alternatifnya. Misalnya saja premium content atau e-book yang berisi insight. Tapi apa iya orang-orang yang setiap hari baca Detik, akan rela membayar $ 0.99 sebulan untuk membaca berita? Kayak nggak ada situs berita lain aja. Orang akan cenderung menikmati sesuatu yang gratis, walaupun mereka sebenarnya harus mengotori penglihatan dengan tumpukan iklan, pedagang obat kuat, animasi flash, dan semacamnya.

Atau mereka bisa menginstall Adblok.

Dalam dunia marketplace di mobile apps, kita disuguhi In-App Purchase. Ini adalah model bisnis lain yang mengusung tema razor and blade business model. Beri pisau cukurnya dengan gratis, namun kalau mau ganti silet ya mesti beli dari kami. “Aplikasi kami gratis, tapi kalau mau bebas iklan bayar aja $ 0.99 nanti kami nggak kirim iklan Clash of Clans lagi. Oh ya, kalau mau bisa loh naikin level pake item, tapi beli lagi ya”.

Atau mau pake model bisnis “jual data personal user”?

Bisnis White Label, Apa dan Bagaimana

Kita sering sekali menemukan produk-produk white label seperti makanan ringan, air minum dalam kemasan, tissue, perkakas rumah tangga, yang diberi label sesuai dengan nama mini marketnya, sebut saja Alfamart atau Indomaret. Apakah Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) atau Indomaret (PT Indomarco Prismatama) yang meracik sendiri kacang telur dan menjualnya dengan label mereka?

contoh bisnis white label

Mereknya Indomaret atau Cleo?

Pengertian White Label

Bisnis white label adalah pemberian merek atau brand pada produk / jasa tertentu yang sebetulnya diproduksi oleh perusahan lain. Bisnis white label sebenarnya bisnis yang tidak saya gemari (nanti kita akan pelajari apa kekurangannya). Contoh white labelling paling sering kita jumpai selain pada bisnis retail, juga pada jual beli atau reseller web hosting. Mula-mula, seseorang membeli hosting dalam ‘package’ yang besar dari perusahaan hosting X (biasanya kelas dunia). Selanjutnya hosting package yang besar ini dipecah-pecah (dijual ketengan) ke konsumen. Anggaplah hosting ini pun akhirnya diberi cap Kuda Biru atau Hosting Bang Miun. Konsumen tidak akan mengetahui asal muasal hosting ini disewa/dibeli dari perusahaan X. Yang mereka tahu, mereka membeli hosting dari Bang Miun.

Continue reading

Manfaat Memiliki Kartu Kredit

Sebagian orang menghindari kartu kredit karena takut ‘nyangkut’ di debt collector. Namun bagi sebagian orang, manfaat memiliki kartu kredit amat besar, seperti modal usaha dan dana darurat. Terlepas dari pro dan kontra memiliki kartu kredit, ini semua kembali ke bagaimana setiap orang mengatur rencana keuangan sesuai kebutuhan. Menurut Asosiasi Kartu Kredit, jumlah kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia adalah 15 juta kartu. Jika satu orang rata-rata memegang 2-3 kartu, maka ada 5-10 juta orang pengguna kartu kredit di Indonesia.

kartu kredit

Manfaat memiliki kartu kredit sangat besar. Di antaranya

Continue reading

Berhenti Berbisnis Titip Beli Barang dari Luar Negeri

Sudah hampir setahun saya membuka jasa titip beli barang dari luar negeri. Bisnis ini saya jalankan dengan cara yang sederhana, seperti yang pernah saya tulis di tulisan tersendiri : Bisnis Jasa Titip Beli Barang dari Luar Negeri. Pada hari yang cerah ini, saya memutuskan untuk berhenti. Bukan karena nggak menguntungkan, justru saya mendapatkan uang yang sepadan dari hasil kerja yang tak seberapa keras. Mengapa tak seberapa keras? Karena sebenarnya bisnis ini adalah model bisnis makelar.

jasa titip beli barang muhajirin.net

Tampilan terakhir http://titip.muhajirin.net

Apa alasan saya berhenti dari bisnis yang sebenarnya menguntungkan?

 

Continue reading