5 Tips Percaya Pada Apa Yang Agan Jual

Terkadang kita melihat keberhasilan orang lain sebagai hambatan kita untuk maju. Tetangga kita selalu memiliki kebon yang lebih hijau, istri yang lebih bahenol, dan anak-anak yang lebih lucu. Tuhan Menciptakan kita dengan rasa iri, dan itu normal. Hal serupa berlaku untuk barang dagangan. Kadang kita iri karena barang dagangan orang lain lebih laku daripada barang dagangan kita sendiri. Dan ini pun, menurut penulis, normal-normal sahaja.

traditional-market

Traditional Market

Karena rasa iri dan bimbang itulah, biasanya kita jadi tidak percaya diri produk alias barang dagangan bakal laris manis di pasaran. Kita galau. Misal kita udah dikenal sebagai pedagang tahu. Lapak lagi sepi. Cuma karena satu calon pembeli yang nanyain kelapa parut, apakah kita mau pindah banting setir jadi pedagang kelapa parut?

0. Pasar boleh sepi, tapi lapak jangan sampe tutup

Adalah hal yang biasa bila sehari dua hari tidak ada penjualan. Tapi ini bukan berarti kita harus tutup toko. Pertama, karena kita nggak tahu rejeki datengnya kapan. Kedua, kalau ada yang beli dan ngelihat lapak tutup, bisa jadi calon pelanggan sudah terlanjur kecewa, dan nggak mau ambil barang di kita lagi.

1. Jadi pedagang kecap nomor 1 di dunia

Tidak ada kecap yang mengaku-aku jadi pemilik kualitas nomor 2. Semuanya nomor 1. Demikian pula, seharusnya kita menjadi pedagang yang yakin akan kualitas barang yang kita jual. Jangan sampai menyerah kalah dengan brand sebelah. Our product is the best of its kind that available on the market right now.

2. Gunakan produk sendiri

Mungkin kualitas baju yang kita jual memang aslinya tak seberapa bagus dibandingkan dengan produk lapak sebelah. Tapi setiap kali kita bertemu orang, apa iya kita menggunakan hasil karya orang? Apa kata calon pelanggan setia kita kalau kita ketahuan memakai produk merek lain? Di mana rasa bangga menggunakan karya sendiri?

3. Fokus pada satu macam produk

Jangan gamang bin rambang. Sekali lihat orang lain laku jualan nasi uduk, ikut-ikutan deh jualan nasi uduk. Eh, sekali dicoba kok sepi pembeli. Lihat lagi orang lain bikin warung nasi kuning, ganti pula jualan nasi kuning. Eh, sepi lagi soalnya jarang yang ulang tahun pesen nasi kuning. Lalu menyesal kenapa tidak tetap berjualan nasi uduk. Begitu seterusnya. Bila terlalu banyak pelaku pasar yang berjualan barang yang sama, bisa jadi pasar akan jenuh, dan harga bisa jatuh bebas.

4. Try to sell a condom to a monk

Oke, mungkin kita memilih barang yang salah untuk dijual. Mungkin market memang tidak siap (atau belum siap) untuk sebuah produk yang benar-benar baru, inovatif, belum ada yang jual sebelumnya. Mungkin konsumennya memang tidak tepat, entah punya daya beli yang rendah atau ternyata produknya kemahalan. Hey, tapi kita harus ingat bahwa kita adalah salesman terbaik dunia, yang bisa menjual apa saja pada siapa saja. Entah itu orang lagi butuh atau nggak. Contoh saja pengusaha rokok, mereka tak selalu suka merokok. Tapi revenue dari rokok selalu meroket. Mengapa? Ini karena perusahaan rokok memiliki salesman yang percaya mereka selalu bisa menjual, apapun barangnya. Jadilah seperti salesman.

 

Beli dan Jual Saham dengan DT NextG (Online Trading)

Pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan teknis beli dan jual saham dengan menggunakan aplikasi DT NextG dari Bahana Securities. Broker ini adalah broker tempat penulis menjadi nasabah, karena Bahana juga merupakan salah satu sponsor di Sekolah Pasar Modal 2013 yang penulis ikuti. Sebagai awal, deposit pertama cukup 200 ribu rupiah saja khusus untuk peserta SPM 2013. Cukup murah untuk sekadar belajar berinvestasi di dunia pasar modal.

Dahulu, aplikasi untuk online trading dari Bahana dinamakan Direct Trading, namun versi terbarunya, DT NextG, memiliki fitur yang jauh lebih lengkap. Bertransaksi jual dan beli saham dengan aplikasi ini jauh lebih mudah daripada pesen baju bayi dari online shop yang pake Facebook. Serius.

Oya, untuk awal, mungkin ada yang bertanya, berapa idealnya jumlah uang yang mesti dipersiapkan untuk awal-awal terjun di bursa? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan sederhana : sejumlah uang yang Anda rela korbankan untuk HILANG. Kalau ikhlas 1 juta, ya 1 juta. Ikhlas hilang 10 juta, setor 10 juta. Itu jawaban yang saya dapat dari sekolah pasar modal.

Langkah-langkah untuk membeli / menjual saham di bursa efek (kita hanya membicarakan khusus Pasar Reguler) adalah sebagai berikut.

Terdaftar di salah satu broker

Broker bisa perusahaan mana saja. Pilihlah perusahaan yang bonafid, yang memiliki reputasi baik, misalnya dari segi jumlah nasabah, kesediaan fitur online trading, jumlah transaksi yang ditangani, sampai soal komisi transaksi yang kompetitif. Menjadi salah satu nasabah di broker tidak sulit, mirip ketika Anda membuka rekening di Bank. Isi formulir, dan tunggu sekitar 10 hari kerja. Kita akan memiliki Rekening Dana Nasabah yang sejatinya adalah rekening bank (untuk Bahana Securities, bekerja sama dengan BNI).

Rekening Dana Nasabah adalah tempat di mana kita melakukan setor/credit atau top up yang menjadi tempat khusus kita bertransaksi, baik jual maupun beli saham. Perlu diingat bahwa rekening ini sifatnya mirip rekening haji, sekali Anda setor, perlu prosedur khusus untuk menariknya kembali.

Download Aplikasi DT NextG untuk Online Trading

Kunjungi websitenya di http://directtrading.co.id/download, lalu unduh berkas instalasi sesuai dengan platform yang kita gunakan. Saat ini tersedia untuk Mac OSX, Windows, iOS, Android, dan BlackBerry. Sayang sekali penulis belum pernah mencobanya di Linux. Untuk Mac OSX, diperlukan Adobe Air versi terbaru. Klik dua kali pada berkas unduhan, lalu jalankan aplikasi seperti biasa.

Halaman Login DT NextG

Setelah aplikasi berjalan, kita akan dihadapkan pada halaman login. Gunakan username dan password yang didapat dari Bahana Securities (by system, dikirim via email). Ketika mengalami kesulitan, kita juga bisa telpon atau hubungi sales Bahana via email. Ada 2 kali “login” di dalam aplikasi DT NextG. Pertama, untuk masuk ke aplikasi dan sekadar melihat-lihat data dari bursa. Kedua, menggunakan PIN untuk melakukan transaksi jual, beli, amend order, dll (semua transaksi finansial).

jual beli saham dtnextg

Halaman Login DT NextG

Jual dan Beli Saham

Harga saham di bursa berkisar dari Rp 50 per saham hingga sekitar Rp 1,050,000 (MLBI). Harga saham tidak mungkin turun hingga di bawah harga Rp 50 per saham. Karena minimal pembelian di Pasar Reguler adalah 1 lot = 100 saham, maka kita hanya butuh goceng alias 5rebu perak untuk membeli saham. Jumlah yang lebih kecil daripada harga sebungkus nasi padang.

Setelah login di aplikasi DT NextG, pilih menu “Buy Order” atau ketik 4001 lalu enter di field pencarian. Tampilannya akan jadi seperti berikut ini.

jual-beli-saham-dtnextg-05

Halaman awal setelah login

jual-beli-saham-dtnextg-01

Pilih menu Buy Order atau Sell Order

Misalnya kita ketikkan TLKM untuk kode saham Telkom. Perhatikan bahwa kode saham biasanya merupakan 4 huruf yang mencerminkan nama sahamnya.

jual-beli-saham-dtnextg-02

Contoh Buy Order dengan saham Telkom

Mulai dari bagian kiri atas, adalah nomor nasabah, nama saya, dan field untuk PIN (bila hendak melakukan order). Code merupakan kode saham. Price untuk harga yang diminta. Jika checklist “Auto (Last)” dipilih, maka harga yang kita bid menyesuaikan offer price terbaik / termurah (lebih lanjut tentang Bid dan Offer, baca artikel sebelumnya tentang bagaimana sebuah harga saham terbentuk).

Selanjutnya untuk “Vol” adalah volume dalam satuan lot yang hendak dibeli. Jadi kalau beli 1 lot = 100 saham dikali harga diminta, itulah dana yang harus kita sediakan. “Mkt” adalah Market atau tipe pasar, dalam hal ini tidak bisa diubah alias hanya berkutat di Pasar Reguler. “Expire” berisi pilihan “Day” atau “Session”. Ada kalanya harga yang kita minta itu terlalu rendah sehingga nggak ada match atau tidak ada yang jual di harga segitu. Jika order kita lakukan di sesi 1, maka kalau “Day” yang dipilih, di sesi 2 nanti order akan terus dilanjutkan, tapi jika “Session” yang dipilih, order langsung dicancel otomatis. Untuk field “Value” adalah dana yang harus disediakan (jumlah lot x harga bid).

Untuk panel di bagian kanan, terdapat angka-angka yang biasanya berwarna hijau, merah, atau kuning. Hijau berarti ada peningkatan, merah turun, dan kuning tetap.
BidVol : Volume saham yang terjadi di harga tersebut dalam satuan lot
Bid : Harga bid atau harga yang diminta investor
Offer : Harga offer atau harga jual saham
OfferVol : volume offer di harga tersebut, dalam satuan lot pula

Tampak dari panel, posisi offer yang paling bagus atau termurah saat ini menjadi last price atau harga yang ditunjukkan oleh sistem untuk saham tersebut, dalam kasus TLKM adalah 2215. Jika kita melakukan order pada harga ini, maka sistem akan langsung melakukan match atau deal atau order terjadi. Sedangkan jika kita melakukan bid pada harga katakan 2210, maka kita mesti menunggu karena ada order sebelumnya yang sudah terjadi di bid tersebut, sebanyak 6079 lot.

Panel di bawahnya menunjukkan pergerakan harga saham tersebut. Dari gambar di atas
Last : posisi harga terakhir, yang meningkat 40 poin atau 1,83% dari harga penutupan hari sebelumnya.
Freq : Frekuensi transaksi yang terjadi
Volume : jumlah lot yang terjual
Value : nilai transaksi keseluruhan
Prev : Harga saham di hari sebelumnya, diberi label kuning karena di harga sebelumnya juga segitu.
Prev High : Harga transaksi yang tertinggi yang terjadi di hari sebelumnya.
Prev Low : Harga terendah saham di hari sebelumnya
High : Harga transaksi tertinggi sepanjang hari ini
Open : Harga pembukaan (saat market dibuka jam 9 pagi)
Low : Harga terendah yang terjadi sepanjang hari ini

Untuk panel paling bawah terdapat
Cash on T+3 : jumlah uang yang saya punya saat ini untuk bertransaksi. Ungkapan T+3 adalah transaksi sebenarnya baru akan terjadi 3 hari setelah order berhasil. Tampak bahwa di deposit saya hanya tinggal Rp 160,889 sehingga saya nggak bisa beli saham yang mahal.
Remain Trading Limit : Fasilitas trading limit adalah fasilitas “ngutang” yang disediakan oleh broker. Jadi walau saya nggak punya uang sekarang, broker bisa ngebayarin dulu transaksinya, dengan catatan saya harus bayar sebelum T+3. Darimana angka Rp 6,098,798 didapat? Tak lain tak bukan adalah nilai keseluruhan saham yang saya pegang saat ini jika dijual dengan harga pasar.

Mekanisme menjual saham atau Sell Order tidak jauh berbeda dari proses membeli saham atau Buy Order. Lihat saja panelnya di bawah ini.

jual-beli-saham-dtnextg-03

Panel Sell Order atau Jual Saham

 

Mendapatkan Kartu Kredit CIMB Niaga

Ketika itu penulis sedang nyuci sempak, dan tiba-tiba ditelpon dari nomor tak dikenal. Karena dari nomor hape, sebelum jawab mesti baca a’udzubillahiminassyaitonirrojim dulu, supaya tidak kena hipnotis dan berakhir saldo ATM terkuras. Ternyata dari sales kartu kredit CIMB Niaga. Intinya sang sales akan mengirimkan Gold Credit Card CIMB Niaga langsung ke alamat kantor.

Kartu Kredit CIMB Niaga Gold

“Nih Mas, kalau pake kartu kredit ini bisa buat beli sempak baru” mungkin begitu pikir si Mbak-mbak ini

Pertanyaan yang paling penting saat akan bikin kartu kredit baru menurut penulis sebenarnya cuma 2 : limitnya berapa, dan free annual fee atau tidak? Limit, kalau kecil, ya buat apa? Toh penulis sudah memiliki 2 kartu kredit yang limitnya lebih dari cukup. Kalau kenaikan limit tidak signifikan, agak susah juga pake kartu kredit untuk beli barang yang mahal (untuk dijual lagi tentunya, bukan konsumsi pribadi). Free annual fee kalau perlu seumur hidup. Toh kalau tidak dipakai tidak ada resiko apa-apa. ”Limitnya adalah total limit semua kartu kredit yang Pak Prabowo miliki, dengan free annual fee seumur hidup, Pak!” jawab suara di seberang sana.

Cucok.

“Pokoknya nanti kalau ditelpon dari pihak bank, bilang saja gaji Bapak sepuluh juta ya Pak?” lanjut Mbak-mbak sales. “Oke,” jawab saya, sambil memandangi sempak yang sedang menunggu dibilas. Sungguh, punya gaji 10 juta sebulan dan kegiatan mencuci sempak adalah dua hal yang sangat kontradiktif saat itu.

Tak lama, memang benar ada telpon dari orang Bank CIMB Niaga. Saya ditanya hal-hal biasa seputar pekerjaan, alamat, kontak orang tak serumah yang bisa dihubungi, dan lain-lain. Tapi, alih-alih bentuk pertanyaannya seperti “Bapak sekarang tinggal di mana?”, petugas bank hanya bertanya “Apakah benar Bapak tinggal di Jalan X nomor 99? Apakah benar kantornya masih di Gedung Anu Kav 123? Kontak orang tak serumah masih ke Bapak Fulan? Dengan nomor 0800xxxx?” Jadi hanya sekadar pertanyaan ya dan tidak. Dan tentu saja kita cukup bilang “YA!” saja dengan seyakin-yakinnya. Tidak rumit.

Beberapa hari kemudian di pabrik tempat saya bekerja sudah ada yang mengantar kartu kredit dari CIMB Niaga. Penerimanya pun bukan saya langsung, tak seperti ketika saya menerima kartu kredit BNI dan Mandiri. Tampak terlihat dari tanda terima paket, kurir yang mengantar adalah perusahaan lain / pihak ketiga bernama PT Prima Multi Cipta yang beralamat di Jl. Cikini 1 No 6, dengan nomor telepon 021-3140583. Sepertinya PT Prima Multi Cipta juga menjadi kurir pengantar kartu kredit untuk bank-bank lain seperti BNI, BII, Bukopin, dan BCA.

Ketika saya lihat, memang benar limitnya lumayan besar. Mungkin karena tipe Gold? Untuk aktivasi, tidak seperti kartu kredit BNI yang bisa diaktivasi via SMS, CIMB Niaga mensyaratkan telepon ke layanan phone banking di 14041. Nanti akan diverifikasi ulang untuk data-data pribadi, dan kartu kredit pun siap digunakan. Untuk pembayaran tagihan, tidak seperti kartu kredit Mandiri yang tidak bisa dibayar dari internet banking BCA, CIMB Niaga bisa dibayar dari klikbca.

 

Pengalaman Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (Bagian 4)

Tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari seri tulisan Pengalaman Sekolah Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia yang penulis ikuti tahun 2013 silam. Pada bagian akhir tulisan ini, kita akan sama-sama belajar melakukan transaksi langsung menggunakan aplikasi DT NextG dari Bahana Securities (tempat penulis menjadi nasabah).

Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal

 

Mekanisme Transaksi di Bursa Efek Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia, perdagangan saham seluruhnya diproses oleh komputer, sehingga tak ada lagi “lembaran” dan saham kini tak lagi disebut sekian “lembar”, karena memang tak ada lagi kertas saham. Terdapat beberapa macam pasar di bursa efek. Pasar saham dibagi menjadi pasar saham reguler, negosiasi, dan pasar tunai.

Pasar Reguler (kode RG)

Perdagangan dan proses tawar menawar di pasar reguler dilakukan secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction). Penyelesaian transaksi dilakukan pada hari ketiga setelah transaksi dilakukan. Misalnya transaksi terjadi hari Senin, maka uang baru akan berpindah tangan di hari Kamis. Jika transaksi terjadi di hari Rabu, maka serah terima baru akan terjadi di hari Senin (karna Sabtu dan Minggu bursa libur). Semua transaksi dilakukan secara remote menggunakan JATS – NextG, dengan jumlah saham yang diperjualbelikan harus dalam satuan round lot = 500 saham (namun sejak 6 Januari 2014,  1 lot = 100 saham. Ini memungkinkan investor membeli ketengan).

Pasar Negosiasi (Crossing)

Pasar negosiasi berisi transaksi yang tidak umum, misalnya transaksi jual beli saham perusahaan yang sifatnya individual, dan semuanya relatif bersifat tawar menawar antara kedua belah pihak. Hingga saat ini, transaksi saham terbesar (dengan ukuran nominal) terjadi ketika Phillip Morris membeli saham Sampoerna, yang nilainya mencapai 20 trilyun rupiah. Pada pasar negosiasi, berapa pun nilai jual sahamnya, tidak akan mempengaruhi harga saham di pasar reguler.

Pasar Tunai (kode TN)

Mekanisme transaksi di pasar tunai sama dengan di pasar reguler, hanya saja penyelesaian/serah terima dilakukan di hari yang sama dan dilakukan hanya pada sesi pertama (lebih lanjut tentang sesi, akan dibahas pada bagian “Jam Perdagangan di Bursa Efek Indonesia).

Pada tulisan ini, kita akan melulu berkutat di Pasar Reguler saja.

Lanjutkan membaca

Pengalaman Bisnis Warnet (Bagian 2)

Baca tulisan sebelumnya : Pengalaman Bisnis Warnet (Bagian 1). Persiapan awal seperti lokasi, modal, dan (yang terpenting) nyali sudah tersedia, maka selanjutnya tinggal menjalankannya saja.

Bisnis Warnet

Bisnis Warnet

Penyedia jasa internet apa yang cocok untuk warnet?

Di kampung kami, tidak ada pilihan lain selain menggunakan Telkom Speedy. Untungnya, untuk pemakaian 3 bulan pertama, masih ada diskon dan modem diberi gratis. Kami memakai paket Office dengan kecepatan 1Mbps yang dibagi ke 6 PC saja. Jadi paket ini lebih dari cukup. Jika jumlah PC lebih dari itu, gunakan paket yang lebih mumpuni.

Billing software yang digunakan di Warnet

Kami dulu menggunakan gBilling yang dibuat oleh Ardhan Madras (kunjungi websitenya di gbilling.sourceforge.net). Billing software ini bersifat free dan open source. Kami memberikan donasi, dan sebagai gantinya, nama kami ada di dalam daftar donatur. Sayangnya, sejak 2011 belum ada versi gBilling yang lebih baru. Billing software ini relatif mudah digunakan, dan yang terpenting adalah dapat dipasang di sistem operasi Windows dan Linux.

Berapa tarif ideal untuk warnet?