Menaikkan Limit Kartu Kredit

Untuk menaikkan limit kartu kredit Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut meliputi syarat pengajuan kenaikan limit kartu kredit, dan trik hingga pengajuan kenaikan limit kartu kredit disetujui. Karena saya hanya pernah mengajukan kenaikan limit kartu kredit di 4 bank, yakni BNI, Mandiri, CIMB Niaga, dan UOB, maka saya tidak yakin apakah cara berikut ini juga berpengaruh diterapkan di bank lainnya. Apalagi bank-bank ternama yang bisa dengan mudah jual mahal, contohnya BCA. Jadi, artikel ini lebih ke pengalaman pribadi sahaja.

menaikkan limit kartu kredit

Menaikkan Limit kartu kredit Mandiri

Kartu kredit Mandiri adalah kartu kredit pertama saya yang limitnya paling kecil. Kartu kredit ini saya khususkan untuk pembayaran online via Paypal, jadi total transaksi per bulan tidak terlalu besar, berkisar Rp 100 ribu – Rp 1 juta saja per bulan. Untuk mengajukan kenaikan credit card limit Mandiri, Anda tinggal mengisi formulir secara online di https://www.mandirikartukredit.com/pengkiniandata, atau email langsung ke pengkiniandatacard@bankmandiri.co.id.

Namun cara di atas memang agak lama. Cara lain adalah datang langsung ke kantor cabang bank mandiri terdekat. Jangan lupa bawa slip gaji, identitas diri, dan tak lupa kartu kredit Anda. Ketika itu saya sudah memakai kartu kredit Mandiri selama lebih dari 2 tahun. Limit saya naik dari Rp 3 juta ke Rp 6 juta. Proses pengajuan diakhiri dengan nominal pagu kredit atau credit limit yang berubah di billing statement.

Menaikkan Limit Kartu Kredit BNI

Simak cerita proses pengajuan kartu kredit BNI di tulisan Pengalaman Membuat Kartu Kredit. Karena termasuk kartu yang jarang sekali saya pakai, kartu kredit BNI (Silver) saya hendak saya tutup, tepat setelah 1 tahun tidak ada transaksi berarti. Namun, limit saya ternyata sudah dinaikkan hingga Rp 10,5 juta, dari Rp 4 juta. Tak ada angin tak ada hujan, semua terjadi begitu saja.

Seminggu lalu, saya mencoba untuk mengajukan kenaikan limit lagi. Kali ini tak tanggung-tanggung, langsung ke Rp 25 juta! Langkahnya, Anda tinggal mengirim email ke pengkiniandata@bni.co.id. Lampirkan berkas seperti KTP, slip gaji terakhir, NPWP, dan scan kartu kredit. Tak lama, petugas bank akan menelpon dan menanyakan data-data diri yang lain. “Pak, kemungkinan kartu Bapak akan diganti ke tipe Gold, karena tipe Silver limitnya hanya Rp 7 juta maksimal,” jelas petugas bank. Hla, padahal limit saya saat ini sudah Rp 10 juta setengah??

Selang 3 hari, ada SMS dari BNI. “Yth Bapak/Ibu, mohon maaf…” Kalau begitu, kalimat selanjutnya nggak usah dibaca lagi lah ya… Hahaha.

Menaikkan Limit Kartu Kredit CIMB Niaga

Untuk kartu kredit CIMB Niaga Mastercard, prosesnya juga relatif mudah. Kartu kredit CIMB Niaga ini jadi begitu saja, tanpa saya harus menyertakan slip gaji, surat keterangan pegawai tetap, dll. Kartu ini bebas iuran tahunan seumur hidup, seperti promonya yang tertera di website CIMB Niaga, asalkan kita memilih untuk menggunakan Mastercard. Jika pilih VISA, gratis annual fee hanya selama 2 tahun pertama.

Kartu ini saya pakai tidak lebih dari 1 tahun. Maret kartu jadi, saya apply naik limit November. Jadi hanya 8 bulan. Toh, bisa-bisa saja limit saya naik menjadi Rp 10 juta. Beberapa hari lalu saya coba mengajukan kenaikan limit, namun ditolak via email karena pengajuan kenaikan limit terakhir masih 6 bulan lalu, sehingga harus menunggu 6 bulan ke depan.

Menaikkan Limit Kartu Kredit UOB Platinum (One Card)

Kartu kredit UOB ini sebetulnya kartu kredit aneh. Tipe platinum tapi limit awalnya hanya Rp 7 juta. Platinum macam apa ini? Sepertinya produk sampah. Akhirnya saya coba untuk menaikkan limitnya via phone banking ke nomor 14008. “Tidak bisa Pak, karena penggunaan kartu belum satu tahun,” jawab seseorang di seberang telepon. “Untuk annual fee, memang benar free namun tagihannya akan keluar di bulan Februari tahun depan,” lanjutnya. Penjelasan yang jauh berbeda dengan apa yang dikatakan sales kartu kreditnya. Kartu kredit ini sebenarnya hendak saya tutup. Namun ada teman yang butuh menggunakan kartu kredit untuk transaksi online. Akhirnya saya pinjamkan saja. Tinggal ganti nomor PIN (untunglah gesek CC sekarang pake PIN, bukan tanda tangan), dan ubah nomor handphone ke nomor teman saya.

Tips Menaikkan Limit Credit Card

Beberapa trik agar aplikasi kenaikan limit Anda disetujui berikut mungkin bisa berhasil

  1. Gunakan terus kartu kredit Anda, minimal 60% dari limit
  2. Selalu bayar tagihan tepat waktu dan full payment
  3. Minimal penggunaan 1 tahun.
  4. Sok jual mahal dan ancam akan menutup kartu. Toh penyedia layanan kartu kredit bukan cuma satu.
  5. Teman saya bilang, “Pake gesek tunai senilai limit, 3 bulan berturut-turut. Bayar ontime dan full. Di bulan ke-4, minta naik limit. Pasti approved!” Dia memiliki 10 kartu kredit dan total pagu kredit senilai Rp 600 juta-an. Yah.. Begitulah..

Demikian, selamat naik limit. Tetaplah bijak menggunakan kartu kredit Anda.

Model Bisnis Advertising

Dalam salah satu adegan di film The Social Network, digambarkan bahwa model bisnis dengan menggaet pemasang iklan (advertising) adalah model bisnis yang tak sepenuhnya disetujui oleh Mark Zuckerberg. Ketika Mark membawa ide tentang TheFacebook.com (domain awal Facebook ketika itu) pada Sean Parker, pendiri Napster (yang pada akhirnya ditutup karena tersandung masalah legalitas), Sean juga sependapat. Namun, Eduardo Saverin, CFO Facebook pada saat itu, tetap berusaha untuk menggaet pengiklan.

empty billboard

Ada apa dengan model bisnis advertising?

Menurut saya, model bisnis seperti ini berpotensi merusak “kenikmatan” user dalam menikmati konten. Pop ups are not cool. Sidebar ads are not cool. Bahkan ketika user Facebook sudah puluhan ribu pun, Mark tetap bersikeras untuk tidak memasang iklan. Bahkan pihak yang mengaku menyediakan “contextual ads” sekelas Google pun masih sering salah mengartikan konten dengan iklan yang muncul. Misal, ketika saya menulis tentang asuransi secara negatif, maka yang muncul adalah iklan asuransi. Ketika saya menulis tentang saham dan stock market, mengapa yang muncul iklan trading (padahal saya anti terhadap analisa teknikal)?

Google gagal mengartikan maksud dari konten. Dengan demikian, ia gagal menghadirkan iklan yang relevan dengan apa yang menjadi keinginan saya, ditambah lagi kepuasan user menjadi berkurang karena page load website yang lebih lama atau produk yang ditawarkan memang tidak mereka butuhkan.

Saya jadi ingat salah satu quote juragan pabrik tempat saya bekerja

Kalau kita pasang iklan, saya loncat dari lantai 7!

Mengapa harus menggunakan model bisnis advertising?

Model bisnis advertising adalah model bisnis paling mudah, jika kita hanya berbicara tentang media online. Dan memang benar, model bisnis ini adalah model bisnis sejuta umat yang dipakai hampir oleh setiap situs berita atau situs-situs dengan traffic yang tinggi. Bagaimana dengan website ini? Terus terang saya tidak (atau lebih tepatnya belum) berniat untuk meraih pendapatan utama dari sini. Dari Google, saya hanya mendapat sedikit lebih besar dari biaya yang saya keluarkan untuk pembuatan website ini. Domain, hosting, dan sedikit waktu. Tidak lebih. Saya ingin fokus pada barang jualan saya yang lain. Lapak saya bukan di sini.

Alternatif model bisnis advertising

Sebetulnya ada banyak sekali alternatifnya. Misalnya saja premium content atau e-book yang berisi insight. Tapi apa iya orang-orang yang setiap hari baca Detik, akan rela membayar $ 0.99 sebulan untuk membaca berita? Kayak nggak ada situs berita lain aja. Orang akan cenderung menikmati sesuatu yang gratis, walaupun mereka sebenarnya harus mengotori penglihatan dengan tumpukan iklan, pedagang obat kuat, animasi flash, dan semacamnya.

Atau mereka bisa menginstall Adblok.

Dalam dunia marketplace di mobile apps, kita disuguhi In-App Purchase. Ini adalah model bisnis lain yang mengusung tema razor and blade business model. Beri pisau cukurnya dengan gratis, namun kalau mau ganti silet ya mesti beli dari kami. “Aplikasi kami gratis, tapi kalau mau bebas iklan bayar aja $ 0.99 nanti kami nggak kirim iklan Clash of Clans lagi. Oh ya, kalau mau bisa loh naikin level pake item, tapi beli lagi ya”.

Atau mau pake model bisnis “jual data personal user”?

Orang Islam Dilarang Miskin (2)

Di tulisan pertama, Orang Islam Dilarang Miskin, kita sudah belajar alasan mengapa orang Islam itu tidak boleh miskin. Ruang lingkup “orang Islam” dalam tulisan ini pun boleh jadi lebih dikhususkan pada “orang Islam yang tinggal di Indonesia”, karena toh banyak sekali orang Islam di Arab Saudi, Asia Tengah, bahkan tetangga kita Malaysia, yang tajir-tajir. Jadi yang salah itu sebenarnya bukan “orang Islam” secara umum, tapi orang Islam negeri ini. Apa sih yang salah? Mengapa mayoritas kita miskin?

orang islam miskin-miskin

Pemahaman agama yang salah

Kita mengaku orang Islam tapi kita tak tahu apa-apa soal agama ini. We have no idea what we believe in. Sejak SD kita diajari untuk zuhud, dan percaya bahwa zuhud itu adalah anti pada kemapanan dan menolak kehidupan duniawi. Padahal pada zaman Rasulullah, sahabat-sahabat beliau seperti Utsman bin Affan, Az-Zubayr, dan Abdurrahman bin ‘Auf, semuanya kaya raya. Mereka memiliki kebun yang banyak, hewan ternak, dan uang berlimpah. Apakah mereka tidak zuhud?

Continue reading

Mendapatkan Kartu Kredit UOB Platinum One Card

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kartu kredit UOB Platinum One Card. Kartu kredit UOB tipe ini sepertinya adalah tipe yang, setidaknya menurut penulis, agak “aneh bin salah kaprah”. Ketika kita menuju website bank UOB Indonesia (dulunya bernama UOB Buana), terdapat informasi tentang tiga tipe kartu kredit : Preferred Platinum, One Card, dan Lady’s Card.

ilustrasi kartu kredit

Ilustrasi Kartu Kredit

Continue reading