Ingin Berhemat? Cobalah Berhenti Merokok

Jika berhenti merokok dengan alasan kesehatan sudah tak mempan lagi, apakah alasan finansial bisa menyadarkan orang? Tahukah Anda, bila uang membeli 3 bungkus rokok sehari diinvestasikan seluruhnya (berikut devidennya) di perusahaan Philip Morris selama 46 tahun, maka nilai sahamnya akan menjadi lebih dari US$ 2 juta!

berhenti merokok untuk berhemat

Korporasi rokok tetap ada karena konsumennya sudah ketagihan. Mereka tidak membuat rokok demi memajukan pertanian tembakau, membuat foundation atau beasiswa sebanyak-banyaknya, atau agar ekonomi kita tetap berjalan. Mereka semua (para konglomerat yang hidup dari industri rokok), menjalankan bisnisnya hanya demi uang. Tahukah Anda dari daftar 50 orang terkaya di negeri ini, pentolannya hidup dari berjualan rokok?

Merokok agar terlihat macho?

Ketika rokok terbukti menjadi biang dari impotensi, penyakit jantung, atau masalah paru-paru, masihkah ia menjadi simbol maskulinitas? Padahal filter pada rokok pernah dibuat berwarna merah muda, supaya menyamarkan warna lipstik pada rokok. Artinya, rokok pernah dibuat untuk wanita. Coba tanya cewek-cewek jaman sekarang, apakah lebih senang punya cowok yang perokok berat (dengan gigi yang kuning dan terbatuk-batuk separuh bengek kalau disuruh main futsal 15 menit saja), atau yang tidak merokok?

Mengapa sulit sekali mengalahkan industri rokok?

Ini pertanyaan yang tidak akan habis dijawab dalam semalam renungan. Sebetulnya semua bermula dari pendapatan negara yang berasal dari cukai rokok. Bayangkan saja, untuk tahun 2013, pendapatan negara dari cukai mencapai Rp 108 trilyun dan Rp 105 trilyun (atau sekitar 97%) berasal dari cukai rokok dan tembakau. Luar biasa bukan uang yang bisa dihasilkan dari industri rokok?

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, industri rokok adalah industri yang menghasilkan uang paling banyak di dunia, nomor 2 setelah industri minyak dan gas. Dari dulu nilai cukai rokok tidak pernah naik drastis. Rata-rata nilai cukai yang sekitar Rp 375-380 per batang itu adalah 38 persen dari harga rokok per bungkus. Artinya, kemurahan Gan! Apalagi ada banyak sekali pedagang eceran yang menjual rokok secara keteng atau satuan. Amboi, punya uang seribu perak pun sudah bisa ketepas-ketepus.

Kembali lagi ke pertanyaan mengapa Pemerintah gagal mengendalikan industri ini. Jawabannya sebetulnya kita semua sudah tahu. Memangnya, apa di negeri ini yang tidak bisa disuap?

Benarkah sulit sekali untuk berhenti merokok?

Rokok yang paling populer adalah rokok filter (saat ini), setelah bos rokok dunia membeli salah satu perusahaan rokok Indonesia (rokok kretek lambat laun akan dihilangkan dari peredaran). Bahan-bahan rokok filter meliputi tembakau, cengkeh, kertas rokok, filternya, dan beberapa zat tambahan untuk meningkatkan aroma dan rasa. Rokok bersifat adiktif karena kandungan nikotinnya. Nikotin yang dihisap lewat rokok, akan masuk ke dalam darah dan secara langsung berefek “fly” atau menenangkan. Namun ini hanya sementara. Ketika sudah tidak merokok, efek ini akan hilang.

Nikotin juga memiliki efek agar badan menghasilkan endorfin lebih banyak, yang gunanya memberikan rasa bahagia. Hormon ini (endorfin) sebetulnya tak berbahaya, karena hormon ini juga dihasilkan ketika kita berolahraga (yang mana jauh lebih sehat berolahraga dibandingkan merokok 2 bungkus per hari). Nikotin inilah yang membuat seseorang amat sangat sulit berhenti merokok, karena ketika asupan nikotinnya tidak ada, seseorang yang sudah merasa ketergantungan akan merasa marah, cemas, dan mengalami stress dalam bekerja.

Sebetulnya tak sulit untuk berhenti merokok. Saya memang belum pernah sampai ke tingkat kecanduan merokok, tapi dulu Ayah adalah seorang perokok berat (karena pekerjaan yang berat). Beliau berniat kuat untuk mengubah kebiasaannya merokok, karena ketika ikut dalam acara Fun Bike (sepeda santai), ia mengalami sesak nafas. Dukungan keluarga dan orang terdekat amat penting di saat seperti itu. Alhamdulillah beliau berhasil berhenti hingga sekarang.

Tidak adakah yang berusaha melawan korporasi rokok?

Banyak. Salah satu ceritanya pernah saya tulis dalam artikel berbeda, tentang “Sex, Lies, and Cigarettes”. Karena bisnis rokok juga tergantung pada konsumen yang loyal, yang merokok hingga bertahun-tahun, maka mereka memulainya dengan menyasar konsumen paling riskan untuk mencoba hal baru : anak-anak dan remaja. Itulah sebabnya, iklan rokok disamarkan menjadi ajang olahraga, festival musik, dan sponsor-sponsor yang masuk di berbagai kegiatan sekolah. Sales rokok memang orang-orang marketing yang skill-nya sudah pinandhita.

Pesan terakhir untuk berhenti merokok

Korporasi rokok, menjual rokok demi uang. They take your money. They take your life. And they take you from the ones who love you. Keluaga Anda, teman, dan semua orang di sekeliling Anda. Mereka jahat. Dan salah satu cara untuk melawan raksasa super ini adalah dengan mematikan Tuhan Sembilan Senti di tangan Anda. Mulai hari ini.

 

Bisnis Parfum Impor Beromset Puluhan Juta

Kata Rasul, kita mesti bergaul dengan pedagang minyak wangi, dengan harapan kalaupun nggak beli ya minimal kecipratan wanginya. Berikut salah satu kisah inspiratif dari seorang teman saya, Anggi Pristawan alias Apriez, yang sukses dengan bisnis parfum impor original dengan harga yang dijamin lebih murah daripada di pusat perbelanjaan. Apriez juga sempat diwawancarai oleh Ciputra Entrepreneurship berkat kepiawaiannya menjalankan usaha ini.

bisnis parfum ciputra entrepreneurship

riztia parfum bisnis parfum impor original

 

Continue reading

Jasa Pembuatan Logo Cepat dan Terjangkau

Banyaknya jasa pembuatan logo membuat saya bingung memilih. Beberapa hari lalu, takdir membawa saya berkenalan dengan Harum, seorang mahasiswa yang membuka bisnis jasa pembuatan logo. Terpikat dengan kecepatan pengerjaan dan (yang tak kalah penting) harganya yang murah, akhirnya saya order sebuah logo untuk website ini. Berikut hasil akhirnya.

jasa pembuatan logo muhajirin dotnet

Logo Muhajirin Dotnet

Pengalaman Harum saya bagikan dalam bentuk wawancara singkat saya dengannya, via email.

Lanjutkan membaca

The Billionaire, Kisah Sukses Top Ittipat

The Billionaire bercerita tentang pengalaman hidup Tob Aitthipat (atau Top Ittipat, nama asli Aitthipat Kulapongvanich), seorang pemuda asal Thailand yang pada akhirnya menjadi milyuner karena berbisnis makanan ringan berbahan rumput laut dengan merek Tao Kae Noi. Film ini didasarkan pada kisah nyata Top berjuang membangun kerajaan bisnisnya.

Biografi Top Ittipat (Tob Aitthipat)

Top Ittipat (nama aslinya adalah Aitthipat Kulapongvanich) atau biasa dipanggil Top saja adalah keturunan Chinese yang lahir di Thailand pada tahun 1984, atau sekitar 30 tahun lalu. Layaknya remaja Thailand pada umumnya, masa SMA Top dihabiskan untuk bermain game online. Ia bahkan mendapatkan banyak sekali uang dari menjual senjata dan item ke gamer lainnya. Tentu saja ini ilegal. Uang hasil penjualan tersebut dihabiskannya untuk membeli mobil, PlayStation 2, dan barang lainnya. Pada akhirnya sumber “uang panas” Top berakhir karena account-nya di-suspend.

the billionaire top ittipat

The Billionaire. Kisah Top Ittipat (gambar diambil dari EzyMata)

Continue reading

Menjadi PNS vs Pengusaha

Menjadi PNS bagi sebagian orang adalah sebuah kebanggaan. Bangga karena penghasilannya sudah pasti (entah sudah pasti segitu-segitu saja sampai nungging atau sudah pasti lainnya). Bangga karena kalau berangkat ke kantor bisa pake seragam. Bangga karena setelah pensiun pun masih dapat pesangon ala kadarnya. Dan bangga karena menjadi abdi negara, abdi masyarakat. Tapi banyak juga orang yang enggan menjadi PNS, salah satunya Romi Satria Wahono, founder ilmukomputer dot com. Disclaimer : tulisan ini murni subjektif.

PNS tidur

Sumber gambar dari inilahkoran.com

Mengapa sebaiknya tidak menjadi PNS?

Calo bin Makelar alias Biong atawa Perantara a.k.a Orang Dalam

Suatu sore di tahun 2009, Ibu saya pernah ditelpon seseorang yang mengaku “keluarga jauh”. Setelah berbasa-basi sedikit, seperti menanyakan kabar, lagi sibuk apa, sudah pensiun apa belum, dst, orang tersebut menawarkan jasa untuk meloloskan saya dalam sebuah tes CPNS di daerah tempat saya tinggal. Kala itu memang sedang rame-ramenya penerimaan aparatur negara. Sekadar iseng, Ibu saya tanya, “Emang berapa biayanya?” Suara di seberang sana menjawab, “Murah Bulek, cuma tujuh puluh juta.”

Sontak Ibu terkekeh. Setelah itu Ibu bercerita. “Duit segitu kita bisa buat naek haji. Buat dua orang, Bu!” jawab saya. Ternyata hal-hal sedemikian hanyalah sekadar modus penipuan. Banyak sekali janji-janji manis orang yang mengaku punya link ke panitia penerimaan pegawai, dengan harapan si korban akan benar-benar lulus, dengan atau tanpa bantuan si broker. Bukankah ini bisnis modal dengkul bin cingcong yang cukup mehong dan penuh kibulisasi? Dari awalnya saja sudah kotor, apalagi ketika masuk bekerja?

Tapi kan kalau nggak lolos, duitnya bisa dibalikin?” Sampeyan belum tahu sih berapa banyak cerita si Calo tukang kibul kabur tak berbekas atau bersilat lidah. Nah loh, memble aje lu pade, kata orang Betawi.

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Sungguh sangat besar kebolehjadian orang-orang pemerintahan itu untuk melakukan praktek KKN. Logika saja. Berapa sih gaji PNS? Kalau mereka tidak mencari tambahan di sana-sini, apakah mungkin bisa hidup berlebih? Mulai dari korupsi waktu (datang jam 10 pagi, ashar sudah di rumah), korupsi anggaran (beli komputer sebiji minta disiapin duit 10 juta perak, padahal keperluan cuma buat mengetik dan main solitaire), kolusi proyek (yang menang tender yang paling sering ngasih amplop dan gratifikasi semacam parsel lebaran), hingga nepotisme (yang keluarga sendiri bisa nyerobot antrian).

Saya yakin masih banyak orang-orang di pemerintahan yang berhati bersih, punya nurani. Namun bila sistemnya masih begitu-begitu saja, saya pikir akan butuh waktu lama untuk menjadi lebih baik. Mentalitas lebih sulit diubah daripada kebijakan.

Jarang ada PNS yang tajir

Tajir dalam artian benar-benar kaya sekaya-kayanya. Kalau hanya sekadar punya mobil dan rumah tingkat dua sih bukan kaya namanya, karena yang jualan baju koko di emperan Tanah Abang pun mobilnya Alphard. Lihat daftar 40 orang terkaya di dunia, apakah ada yang profesinya jadi PNS? Nggak ada bro. Apakah salah punya cita-cita menjadi PNS dan sekaligus masuk dalam daftar orang terkaya? Nggak juga, tapi kayaknya bakal jadi cita-cita tak kesampaian. Songongnya naujubilah pake checkin di hotel mewah katanya seminar (yang judul seminarnya sampe 3 baris di spanduk), padahal yang mereka makan duit-duit pajak kita juga. Hati-hati lihat PNS model begini, biasanya makan duit haram atau minimal SK-nya sudah digadai ke Bank.

Pintar atau bodoh, gaji tak beda

Di sistem pemerintahan yang mawut, kinerja ditinjau dari parameter yang absurd. Semisal, masa kerja pangkat dan golongan. Dan yang perlu kita ketahui bersama, setelah berstatus menjadi PNS, maka akan sulit bagi negara untuk memecat orang-orang yang mangkir. Paling maksimal hanya diberi teguran atau surat peringatan. Tidak lebih. Mau punya prestasi sebesar apapun, akan sulit kalau status masih golongan 3A. Mau naik gaji? Tunggu masa jabatan dulu lah yaw.

Mesin Absensi

Nah, ini juga yang menjadi salah satu tolak ukur kinerja PNS. Bisa saja, pagi-pagi jam 8 sudah ngejeglok mesin absensi (kalau mesin absensinya masih yang model kartu), tapi setelah itu ke warung sarapan dulu. Eits, jangan lupa itu satu paket dengan minum kopi merokok dan baca koran. Jam 10 pagi saat rakyat-rakyat miskin Indonesia sudah berjubel mengantri, petugas baru datang dan mulai benar-benar bekerja. Jam 12 waktu adzan dhuhur pertanda istirahat makan siang plus tidur di musholla. Jam setengah dua balik lagi kerja dan adzan ‘ashr ibarat bel tanda pulang. Mau ngomong soal produktivitas?

Menjadi PNS akan sulit mengembangkan diri

Karena birokrasinya sejak mulai menjadi PNS hingga pensiun itu semrawutnya bukan main, sudah pasti orang-orang di dalamnya tak punya kesempatan untuk mengembangkan diri. Mau usul ide brilian? Eits, nanti dulu. Lihat posisi Anda siapa? Ada eselon 1,2,3 dan 4 di atas Anda. Kalau tak hati-hati bisa dijegal yang mengaku kawan. Mau angkat bicara nunggu punya gelar mentereng dulu.

Akhir kata…

Ada sekitar 4,7 juta orang yang bekerja menjadi PNS saat ini. Anggap saja separuhnya mengundurkan diri, lalu beralih profesi menjadi pengusaha. Ekonomi Indonesia langsung bangkit, karena jika 1% dari jumlah penduduk (sebagai syarat ekonomi negara menjadi maju) akan langsung tercapai. Adalah wajar bila orang tua akan cenderung mengarahkan anaknya untuk memiliki profesi yang sama. Jadi, anak PNS biasanya jadi PNS. Namun anak pengusaha akan cenderung jadi pengusaha. Jika sudah terlanjur menjadi anak PNS, kita harus memutus mata rantai supaya anak kita tak bercita-cita menjadi PNS.

Mbak-mbak PNS

Mbak, mikir apaan? Nungguin tanggal 25?