Kisah Sukses Sandiaga Uno, Dari Korban PHK Hingga Aset Rp 3 T

Ia memiliki nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno, seorang politisi yang sebelumnya adalah pengusaha. Berdarah Gorontalo, ia lahir di Riau, 47 tahun lalu. Ayahnya bernama Razif Halik Uno (Henk Uno), yang juga merupakan keturunan dari Mufti Guru Uno, salah satu keturunan raja Gorontalo. Ibunya, Mien Rachman Uno (nama aslinya adalah Rachmini Rachman), adalah pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa dan Mien R Uno Foundation. Mien Uno juga merupakan kakak dari salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Prof. Arief Rachman.

Masa Sekolah Sandiaga Uno

Menurut Sandiaga Uno, benang merah yang mendefinisikan kerja keras adalah disiplin waktu. Ia duduk paling depan ketika masa sekolah. Ibunya mendidik secara keras yang tak bisa dijelaskan sekarang, karena akan masuk kategori KDRT. Sabetan tali pinggang sudah menjadi sarapan rutin. Akan ada hukuman untuk bangun pagi yang tak tepat waktu dan nilai jelek di sekolah. Dari didikan ibunya inilah, etos kerja keras Sandiaga Uno bertumbuh.

Continue reading

Nasihat untuk Muslim Pendukung Ahok

Bismillah

Assalaamu’alaykum warohmatullah wabarokaatuh.

Allah, Dia yang Maha Memberi nikmat. Allah, Dia Dzat yang tiada dua, apatah lagi tiga. Allah, segala puji hanya bagi-Nya. Persaksikanlah, bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan Muhammad bin Abdullah itu adalah benar utusan Allah.

Saya, Prabowo Murti, mengajak saudara-saudaraku seiman seislam, dari hati yang lemah ini, melalui website yang sederhana ini, untuk terus memurnikan tauhid. Mari, menggantungkan harapan hanya pada Allah.

Al Quran

Saudara-saudaraku seiman seislam..

Saya yakin, dari lubuk hati terdalam saudara, masih tersimpan rasa bangga sebagai seorang muslim, rasa cinta pada agama ini. Ketahuilah, tak ada faedah yang bisa saudara petik, dari membela kubu sebelah, baik di dunia, maupun di akhirat kelak. Yang Allah telah Gariskan akan terjadi. Bergabunglah bersama kami, saudaraku.. Bergabunglah bersama saudaramu ini, saudara yang sebenar-benarnya saudara.

Saudara-saudaraku seiman seislam..

Tulisan ini adalah bentuk paling maksimal yang saya bisa, dalam mengajak saudara-saudaraku kembali ke fitrah, merapatkan barisan persaudaraan kita. Ingatlah bahwa seorang ‘Umar, yang pernah ingin membunuh Rasul, kini terbaring di samping makam beliau. Ingatlah bahwa seorang Khalid bin Walid, yang pernah berperang melawan agama Allah, pada akhirnya menjadi pedang-Nya. Berhijrahlah saudaraku, karena hijrah adalah keniscayaan, sejauh apapun kita telah menyimpang.

Saudara-saudaraku seiman seislam..

Sungguh, tulisan ini hadir karena kesedihan kami, mesti bersilangan, dan berpisah dengan saudara-saudara semuanya. Semoga Allah yang Maha Menguasai hati, senantiasa memberikan kita hidayah untuk tetap berada di jalan-Nya, Mempertemukan kita di dunia setelah dunia. Izinkan saya mengutip DR ‘Aidh Al Qarni, dalam salah satu buku beliau.

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga. Tempat di mana Adam tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara, mengikuti ujian, lalu segera kembali.

Maka, berusahalah semampumu untuk mengejar kafilah orang-orang sholeh yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat. Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini.

Perpisahan bukan karena perjalan yang jauh, atau karena ditinggal yang tercinta. Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat.

Perpisahan adalah ketika satu di antara kita masuk surga, sedang yang lainnya di neraka.

Semoga Allah menjadikan kita semua penghuni surga-Nya.

Ini hanya sekadar nasihat dari seorang muslim kepada sesama muslim. Semoga Allah, Mengampuni khilaf dan kekurangan saya, Memberikan ganjaran terbaik atas segala ikhtiar dan keikhlasan perjuangan ini. Aamiin ya Rabb.

Wassalaamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh.

Universalitas Ekonomi Syariah

Bismillah

Pertama-tama saya selaku penulis mohon maaf bila lebih dari 10 bulan blog ini tidak ada pembaruan. Selama 10 bulan terakhir pula saya berpikir keras, bahwa beberapa tulisan sudah kadaluarsa, dan tidak relevan lagi, dilihat dari segi masa terbitnya, maupun dari referensi yang dipakai. Saya berpikir, mungkin inilah saatnya untuk melanjutkan proses hijrah yang berjalan lambat, kalau tak mau dibilang berhenti. Saya sedang memikirkan gagasan besar terkait solusi menjadi orang yang sejahtera (baca: kaya) menurut Islam. Tentulah karena agama ini adalah agama yang sempurna, di setiap permasalahan selalu ada solusinya dari Quran. Tidak dengan riba, tidak dengan sistem yang populer saat ini.

ilustrasi ekonomi syariah

Tulisan ini merupakan tulisan daur ulang saya di tahun 2008, atau sudah sekitar 8 tahun lalu. Semoga bermanfaat.

Continue reading

Modus Marketing Kartu Kredit

Marketing kartu kredit biasanya menawarkan hal-hal yang tidak biasa agar calon nasabah tertarik untuk membuat kartu kredit. Jika nasabah sudah memiliki kartu kredit, maka nasabah juga diarahkan untuk memiliki kartu kredit tambahan, atau menikmati fasilitas plus-plus dari penyedia kartu kredit. Jumlah kartu kredit yang banyak namun tidak diimbangi dengan cara pemakaian yang bijak tentu akan melahirkan persoalan tersendiri. Apakah kita benar-benar membutuhkan kartu kredit baru? Berikut hal-hal yang biasanya digunakan para sales kartu kredit. Hati-hati, jangan sampai kita tergoda.

marketing kartu kredit

Janji menaikkan limit kartu kredit

Seperti yang kita ketahui, sales kartu kredit dapat memperoleh informasi tentang data nasabah kartu kredit dari pihak ketiga. Biasanya juga dari sesama sales kartu kredit. Karena data ini terkadang kurang terlalu update, maka biasanya sales kartu kredit hanya bicara seperti ini di telepon. “Limit kartu kredit yang sekarang berapa, Pak? Akan kami jadikan limit baru kartu kredit Bapak menjadi 3x lipat dari limit saat ini”. Atau, “menjadi total semua limit kartu kredit yang Bapak punya”. Janji hanya tinggal janji. Saat kartu kredit sudah tiba, limit kartu kredit biasanya tak sesuai harapan. Ini dikarenakan, bukan sales kartu kredit yang menentukan limit kartu kredit, tapi dari pihak Bank.

Bebas iuran tahunan seumur hidup

Janji sales kartu kredit seperti ini juga sudah sering diperdengarkan. Dengan tidak ada iuran tahunan seumur hidup, maka calon nasabah akan berpikir “Toh tidak ada ruginya memiliki satu kartu kredit tambahan”. Padahal jebakan betmen seperti ini bakal ketahuan saat pemakaian sudah lewat 1 tahun, ketika tiba-tiba ada tagihan tambahan di billing statement.

Marketing kartu kredit perempuan

Sudah menjadi hal yang lumrah, kalau lelaki akan lemah dengan perempuan. Marketing kartu kredit pun sudah dilatih untuk berbicara selemah dan selembut mungkin. Kalau bisa sampai calon nasabah di seberang sana klepek-klepek.

Tipe kartu kredit yang prestigious

Jika calon nasabah belum memiliki kartu kredit, mungkin akan dijanjikan tipe kartu kredit yang sedang-sedang sahaja, seperti Silver atau Gold. Namun jika nasabah sudah memiliki kartu kredit, maka akan dijanjikan kartu kredit tipe dewa seperti Titanium, Platinum, Alumunium, Millennium, atau bahkan tipe kartu kredit yang namanya baru Anda dengar. Nama sih boleh keren, tapi tunggu nanti setelah kartu kreditnya datang. Limitnya cuma gopek ceng.

Kesempatan dana tunai dengan margin yang rendah

Memiliki kartu kredit dengan alasan agar bisa menikmat dana tunai adalah hal yang cukup keliru. Pertama, dana tunai yang diberikan bank jumlahnya kecil, biasanya hanya berkisar 30 persen dari limit kartu kredit. Kedua, margin atau bunganya akan mencekik leher. “Tapi marginnya rendah loh Pak, hanya 0.7 persen per bulan. Ini masa promo Pak, kesempatan langka. Marginnya kembali normal bulan depan,” suara marketing kartu kredit di seberang telpon yang kemayu mencoba mempengaruhi. Jangan sampai kemakan.

Program cicilan tagihan

Nasabah yang gila belanja menggunakan kartu kredit adalah sasaran empuk para sales. Kenaikan limit pada kartu kredit jangan dikira tidak punya makna apa-apa. Pertama dikasih limit 3 juta, dipake hanya kisaran Rp 200 ribu sebulan. Dinaekin limitnya jadi 5 juta, eh kok pemakaian jadi 1,5 juta per bulan. Terus begitu, hingga ada titik di mana limitnya sudah tinggi, pemakaian sudah banyak, dan akhirnya nasabah keenakan dan udah mulai sulit bayar tagihan tepat waktu. Di titik inilah para sales pun belagak malaikat di tanggal tua, menghembuskan angin surga pada nasabah, menawarkan program cicilan tagihan.

Misal tagihan 6 juta, dicicil 6 bulan kena margin 0.7 persen sebulan. Harusnya, sebulan kena Rp 1 juta ditambah 0.7% dari Rp 6 juta = Rp 1.042.000. Pada kenyataannya, Anda akan diberi tahu, “Bapak kena cicilan tetap Rp 1.059.000 per bulan, ringan kan Pak?” Kok angkanya beda? Ini sudah tipu-tipu, ada biaya silumannya. Karena di telepon itu ritme percakapan sedemikian cepat, dan angka tagihan tidak selalu genap, jadi nasabah dibuat tak sadar.

Akad Kredit KPR BTN Syariah (Seri 3)

Di kesempatan sebelumnya kita sudah sama-sama belajar tentang KPR BTN Syariah, mulai dari syarat-syarat kpr, hingga mencakup biaya-biayanya (silakan baca artikel seri sebelumnya). Jika semuanya telah selesai, tibalah saatnya penandatanganan akad kredit di Bank. Intinya, akad kredit adalah penandatanganan perjanjian antara bank, nasabah, dan developer/penjual rumah dalam rangka penyelesaian pembiayaan / KPR. Kita resmi menjadi pemilik dari rumah tersebut, dengan status cicilan, tentu saja.

Apa yang dibutuhkan pada saat akad kredit KPR?

Jika Anda sudah berkeluarga, baik suami dan istri harus hadir dalam akad kredit. Selain itu, dibutuhkan materai nilai Rp 6000 yang banyak (sekitar 20 lembar). Sebelumnya, lemaskan jemari Anda karena diperlukan tanda tangan yang banyak pula. Selebihnya, siapkan mental saja, karena dengan selesainya akad kredit, maka resmi pula kita menjadi “penghutang”. Selamat tidak bisa tidur nyenyak. 😀

Pengertian Akad Murabahah dan Akad Wakalah (Wakil)

Akad kredit bank syariah secara umum terdiri dari dua akad yaitu murobahah dan wakalah (wakil). Akad murabahah, sederhananya adalah perjanjian jual-beli antara bank dan nasabah (kita), dalam hal pembelian rumah. Bank sepakat untuk menjual rumah dengan harga tertentu, dan kita sepakat untuk membelinya dengan harga yang disepakati. Di dalam akad kredit KPR juga terdapat rincian mengenai jumlah total pinjaman, harga rumah, alamat/lokasi, tanggal jatuh tempo, jangka waktu pembiayaan, cicilan per bulan, denda bila terjadi tunggakan, termasuk pasal-pasal mengenai pembayaran ekstra (akan terlihat pada gambar-gambar berikut).

Akad wakalah, pengertiannya adalah perjanjian antara bank dan nasabah, di mana nasabah memberi kuasa pada bank untuk membeli rumah dari developer/ penjual rumah. Maka dari itu akad ini disebut wakalah, atau “mewakilkan”.

akad-kredit-kpr-btn-syariah-0

Akad Murabahah

akad-kredit-kpr-btn-syariah-1

akad-kredit-kpr-btn-syariah-2

akad-kredit-kpr-btn-syariah-3

akad-kredit-kpr-btn-syariah-4

akad-kredit-kpr-btn-syariah-5

akad-kredit-kpr-btn-syariah-6

akad-kredit-kpr-btn-syariah-7

akad-kredit-kpr-btn-syariah-8

akad-kredit-kpr-btn-syariah-9

akad-kredit-kpr-btn-syariah-10

 

Semua pasal pada akad kredit akan dijelaskan oleh petugas bank, pasal per pasal. Jika ada hal yang kurang jelas, kita berhak untuk bertanya. Ini termasuk kasus di mana IMB atau sertifikat tanah masih belum pecah.

Mekanisme Pembayaran Cicilan

Untuk KPR BTN Syariah, kita diwajibkan untuk membuat sebuah rekening yang saldonya akan didebet otomatis jam 12 malam, sesuai dengan tanggal pembayaran tagihan (pada kasus di atas, tanggal 25 setiap bulannya). Tanggal pembayaran ini tidak bisa diubah, tidak seperti billing kartu kredit. Jadi, ketika sistem gagal mendebet otomatis rekening, maka terjadi gagal bayar dan kita akan otomatis terkena denda. Biasanya akan ditelpon oleh pihak bank.

Pembayaran Ekstra dan Pelunasan Dipercepat

Pembayaran ekstra adalah melakukan pembayaran sejumlah 5 (lima) kali cicilan per bulan dalam satu waktu. Gunanya adalah mengurangi sisa jumlah harga jual bank. Misal, dalam kasus di atas cicilan adalah Rp 1,82 juta per bulan. Bulan depan kita ingin melakukan pembayaran ekstra, dengan dana Rp 1,82 juta x 5 = Rp 9,1 juta. Maka potongannya adalah senilai dengan margin (keuntungan harga jual bank) dari angsuran bulan terakhir (ke-5). Oya, perlu diingat bahwa kebanyakan bank syariah menganut jenis perhitungan anuitas, artinya : dari total angsuran sebesar Rp 1,82 juta per bulan, dibagi menjadi porsi angsuran pokok + margin.

Total angsuran per bulan = angsuran pokok + margin

Contoh, di bulan pertama (cicilan ke-1), Rp 1,82 juta dibagi menjadi angsuran pokok Rp 953,579 + margin Rp 866,666. Seiring dengan waktu, porsi nilai angsuran pokok akan meninggi / naik dan porsi nilai margin akan menurun. Untuk kasus di atas, nilai angsuran pokok pada cicilan terakhir (cicilan ke bulan 60) adalah sebesar Rp 1,800,764 dan margin Rp 19,508. Ini membuat pembayaran ekstra yang dilakukan di awal masa cicilan lebih menguntungkan (margin lebih besar = potongan lebih besar).

Sedangkan pelunasan dipercepat adalah pembayaran sisa pokok / hutang sebelum masa jatuh tempo pembiayaan berakhir. Misal, di akhir tahun ke 3 (cicilan ke-36), kita ketiban rejeki nomplok dan ingin melunasi seluruh tagihan. Maka, kembali ke perhitungan anuitas di atas, agar bank tetap mendapatkan margin yang tinggi (bank tentu pintar-pintar), sisa hutang kita bukan flat, melainkan tergantung dari perhitungan sisa pokok.

Sisa pokok = total hutang – total angsuran pokok

Karena angsuran pokok per bulan selalu berbeda (ingat bahwa total angsuran = angsuran pokok + margin), maka sisa pokok di setiap bulan juga berbeda. Perhitungan seperti ini memastikan bank tetap mendapatkan margin yang cukup tinggi. Sebagai contoh, di akhir cicilan ke-36, sisa pokok = Rp 38,287,268. Sedangkan bila melakukan perlunasan dipercepat di akhir cicilan ke-48, maka sisa pokok = Rp 20,379,570. Mari bandingkan…

Total yang dibayarkan ke bank = bulan x total angsuran per bulan + sisa pokok

Akhir tahun ke-3 (cicilan 36) : 36 x Rp 1,820,245 + Rp 38,287,268 = Rp 103,816,088
Akhir tahun ke-4 (cicilan 48) : 48 x Rp 1,820,245 + Rp 20,379,570 = Rp 107,751,330 (lebih besar)

Demikian, semoga bermanfaat.